Twins Boy

Twins Boy
Bonchap 8 - Menjenguk si kembar


__ADS_3

Setelah tiga hari berada di Rumah sakit Theolla sudah di perbolehkan pulang kerumah. Kini mereka sudah menempati rumah barunya hasil rancangan Theolla sendiri. Sementara Apartemen milik Jupiter kini di sewa pada orang lain. Keluarga Theolla yang dari Surabaya sebagian sudah kembali, hanya tinggal mamah Mona saja yang masih menemani Theolla.


"Sayang besok aku kembali ke kantor ya. Ada banyak hal yang harus aku kerjakan kasian Mario jika aku kelamaan cuti." ucap Jupiter yang sore itu sedang menggendong baby Alvero. Jadi kini Jupiter sudah pandai menggendong bayi kembarnya.


"Iya sayang. Aku di rumah ada mamah ini ada mbok Sri juga yang ngerjain pekerjaan rumah." ujar Theolla yang baru selesai menyusui baby Azura, dia lalu meletakan Azura di dalam box bayi agar bayi imut itu tertidur.


"Selama aku kerja biar bunda disini nemenin kamu sama mamah buat jagain si kembar."


"Iya sayang."


Pintu kamar Theolla di ketuk dari luar, Jupiter berseru agar masuk saja. Mamah Mona muncul melongokan kepalanya.


"Ada temen-temen kalian nak di bawah mereka mau nengokin si kembar." beritahu Mona.


"Siapa mah?" tanya Theolla.


"Surpriseeee....!!" suara Kanaya dan Clara muncul dari balik pintu, di ikuti Mario dan juga Dimas. Mereka lalu melangkah memasuki kamar Theolla.


Kanaya dan Clara bergantian memeluk Theolla memberi ucapan selamat atas kelahiran anak mereka. Sementara Mario dan Dimas memeluk Jupiter. Baby Alvero sudah beralih di gendong oleh Mona.


"Sorry nih ya..kita baru sempat jenguk bayi kalian." ujar Clara. Dia dan Kanaya lalu meletakan kado di atas meja yang mereka bawa untuk si kembar.


"Kalian bawa apa sih gak usah repot-repot."


"Gak papa mba..buat si kembar semoga suka ya hadiah dari aunty." Kanaya melihat bayi dalam gendongan Mona, sementara Clara melihat bayi yang tertidur dalam box.


"Duhh bayi kalian lucu banget sih, gue jadi pengen satu." kali ini Dimas yang terpukau melihat bayi kembar Jupiter dan Theolla.


"Bikin sendiri donk enak aja minta satu!!" Jupiter menanggapi ucapan Dimas.


"Gue juga maunya gitu bikin sekarang, tapi belum saatnya nih." Dimas berujar dengan nada kecewa, membuat Kanaya melotot kearahnya. Sementara yang lain hanya tersenyum mendengar ucapan Dimas.


"Eh halalin dulu adek gue, baru dah bikin anak yang banyak." semprot Mario.


"Baik kakak ipar."

__ADS_1


Semua sontak tertawa melihat tingkah Dimas.


"Aku mau nyoba gendong donk biar cepet ketuler punya baby." ujar Clara. Mona langsung menyerahkan baby Alvero pada Clara.


"Udah pantes tuh Ra kamu gendong bayi, buruan bikin yang rajin biar cepet jadi." kata Theolla melihat betapa lihainya Clara menggendong Alvero, tidak canggung sama sekali.


"Bikin mah udah rajin tiap malem, tinggal nunggu hasilnya aja nih." ujar Mario.


"Beuhh penganten baru mah ngegas terus gak di kasih kendor." ledek Dimas.


"Iya lah Dim..nikah enak tahu, apalagi pas bikin anaknya itu loh mantaapp." Mario mengacungkan ibu jarinya menggoda Dimas. Clara yang duduk di sebelah Mario langsung mencubit pinggangnya. Memberi kode agar tidak terus-terusan menggoda Dimas.


"Aseeem lo...!!yank kita buruan nikah yuk!" Dimas memelas mendekati Kanaya.


"Apa sih kamu mas! Kita nikah nunggu tahun depan. Semua keluarga udah sepakat jangan aneh-aneh deh kamu!" timpal Kanaya.


"Tahu lo Dim..nunggu tujuh bulan lagi aja gak sabaran banget lo." hardik Clara.


"Yaela kakak ipar...itu masih lama."


Terdengar suara baby Azura menangis, Jupiter langsung menghampiri box bayi dan menggendong Azura.


"Lo berisik nih anak gue jadi bangun!!" hardik Jupiter.


"Maafin uncle ya sayang gak sengaja." Dimas mendekati Jupiter dan melihat baby Azura.


"Eh ngomong-ngomong anak kalian siapa namanya?" tanya Mario.


"Ah iya kita dari tadi disini kok belum tahu nama si kembar." ujar Clara.


"Abang namanya Alvero, kalau adek namanya Azura." jawab Theolla.


Setelah itu terdengar suara Alvero menangis, dia terbangun karena mendengar adeknya menangis. Clara bingung mendiamkan baby Alvero.


"Sepertinya abang haus sini aku kasih ASI dulu!!" Clara langsung menyerahkan Alvero pada Theolla.

__ADS_1


"Ekheem!! Kalian berdua keluar dulu!!" mata Jupiter beralih pada Mario dan Dimas.


"Kamu juga sayang!! Temani mereka berdua." ujar Theolla.


"Baiklah ayo kita ngopi di taman belakang." ajak Jupiter pada Mario dan Dimas.


*****


Setelah ketiga pria itu keluar dari kamar Theolla kini tinggalah Kanaya dan Clara. Theolla mulai menyusui baby Azura sementara baby Alvero kini di gendong Clara. Mona meminta ijin untuk kembali ke belakang membantu mbok Sri menyiapkan makan malam.


"Mengurus si kembar ada kendala apa nggak mbak?" tanya Kanaya memulai obrolan. Dia memperhatikan Theolla yang tengah memberikan ASI.


"Sejauh ini sih belum, ada mamah dan Jupiter juga yang bantu. Cuman nanti jika mamah kembali ke Surabaya terus Jupiter sudah masuk kantor aku mungkin akan mencari jasa baby sitter untuk membantu ngurus si kembar."


"Iya La ngurus bayi kembar seorang diri pasti repot kamu tentu membutuhkan jasa baby sitter." ujar Clara.


"Bella udah nengokin si kembar belum mba?"


"Belum Nay kerjaan dia banyak..kemaren hanya Darel yang datang, mungkin nanti pas acara aqiqah Bella datang kesini."


Selanjutnya ketiga wanita itu terus mengobrol sampe hari menjelang malam. Jupiter mengajak teman-temannya agar ikut makan malam bersama keluarganya.


.


.


.


.


.


Haii🙋Maaf ya atas keterlambatan updatenya semoga masih ada yang mau baca😁


Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍

__ADS_1


__ADS_2