
"Iya Kanaya aku hamil di luar nikah..!!"
Seketika Kanaya terlonjak kaget mendengar penuturan dari sepupunya itu.
"Kak....?"
"Kamu tak perlu kaget gitu Nay...kehidupan aku di luar negeri tuh bebas, bahkan aku dengan kekasihku sudah tinggal bareng selama setahun ini." Jenifer tersenyum menghilangkan kegundahan di hati adik sepupunya.
"Jadi ayah dari anak yang kakak kandung orang Indonesia juga?"
"Iya sudah sebulan ini dia pulang ke Indonesia, bilangnya cuma sebentar ada urusan, tapi perasaan ku gak enak Nay makanya aku susulin kesini...kalau dia kabur kasian kan anakku nanti gak punya ayah." kelakar Jenifer yang membuat Kanaya ikutan tersenyum.
"Kak Jeni kenapa gak nikah aja sama pacar kakak itu?"
"Kakak juga maunya gitu Nay...tapi setiap kali di ajak serius untuk nikah dia selalu bilang belum siap, bahkan kehadiran anak ini juga tidak bisa merubah pemikiran dia."
"Om dan tante sudah tahu keadaan kakak sekarang?"
"Tentu ..bahkan mereka yang menyuruhku untuk mencari keberadaannya, kebetulan orang suruhan kakak di Surabaya sudah menemukan alamat rumahnya."
"Jadi dia orang Surabaya kak??"
"Iya...kamu mau kan nemenin kakak kesana?"
"Baik kak...tapi kalau besok jadwalku padat, lusa saja gimana??"
"Iya gak papa....sekalian nanti aku kenalin ke dia ya Nay."
"Lalu gimana dengan karir kak Jeni sebagai model jika dalam keadaan hamil seperti ini??"
"Aku cuti sementara dari dunia modelling..sebelum perutku membesar aku sudah mengajukan cuti setahun pada agensiku dan mereka percaya jika aku tengah bedrest dari penyakit yang ku derita."
Kanaya begitu tidak menyangka Jenifer yang dulunya begitu menjunjung tinggi sebuah norma, kini dia harus menanggung malu karena pergaulan bebasnya dan bisa saja nanti berujung pada karir dirinya yang sedang naik daun.
"Kak Jeni tenang saja aku sendiri yang akan memastikan pria itu akan bertanggung jawab terhadap kakak....dan menikahi kak Jeni."
Jenifer tersenyum melihat ucapan Kanaya.
"Makasih ya Kanaya sayang...!!"
"Iya kak....ngomong-ngomong usia kandungannya berapa bulan kak??" tanya Kanaya sambil tangannya mengelus perut Jenifer.
"Udah masuk bulan ke empat Nay."
"Aku gak nyangka loh kak Jeni masih pasih berbahasa Indonesia, padahal udah lama tinggal di Jerman."
"Kamu lupa aku tinggal di Indonesia selama 17 tahun, tentu aku masih menguasai bahasa ibu pertiwi." ucapnya bangga, membuat Kanaya tergelak.
"Ya sudah kalau kak Jeni pengen makan apapun bilang sama aku, gak usah sungkan sebisa mungkin aku akan kabulkan keinginan kak Jeni."
"Bener nih??"
__ADS_1
"Iya.."
Jenifer nampak berpikir, sudah lama dia tidak pulang ke Indonesia tentu saja dia merindukan makanan dari Indonesia.
"Kakak pengen makan nasi liwet, semur jengkol, pepes ikan teri plus sambal juga lalapannya dan es dawet ayu....enak kali ya siang-siang gini makan itu...hmmmm." Jenifer sudah membayangkan jenis makanan yang kini ada di pikirannya.
"Seriusan kak maunya itu?gak pengen rendang gitu atau rica-rica ayam?"
"Gak lah Nay....itu mah biasa."
"Ada lagi gak nanti aku pesan sekalian?"
"Untuk sementara itu aja dulu, maaf ya jadi ngerepotin kamu Nay."
"It's oke....tenang aja kak aku suruh sekertarisku dulu untuk mencari makanan yang kakak minta."
"Bebas ya bos mah....tinggal suruh saja sekertarisnya udah deh langsung beres." goda Jenifer.
"Ihh....aku bukan bos ya kak, aku masih belajar sama papah pengetahuanku di dunia perhotelan masih minim."
"Iya Kanaya.." Selanjutnya Kanaya menjauh dari Jenifer dan sibuk menelpon sekertarisnya.
Jenifer Angelica Kusuma, berusia 29 tahun seorang model blasteran Jerman-Indonesia. Ayahnya yang asli orang Indonesia, menikahi wanita asing dari Jerman. Keluarganya pindah ke Jerman dua belas tahun yang lalu untuk menjalankan sebuah usaha di sana. Setelah semua keluarganya pindah ke Jerman, kini tinggal keluarga Kanaya satu-satunya yang masih menetap di Indonesia... keluarga dari pihak Ayahnya.
๐ Jenifer
Di kota Surabaya...
Kedatangan Amanda dan Ara di sambut baik oleh keluarga Theolla, terutama Mona dia sungguh senang kedatangan cucunya itu. Terakhir kali melihat Ara masih sangat kecil pas umurnya dua tahunan,dan kini gadis cilik itu sudah mau punya adek lagi.
"Ara seneng gak ketemu oma dan opa?"
"Seneng donk....berarti sekarang Ara punya tiga oma dan tiga opa." seru Ara girang dengan menunjuk tiga jarinya.
"Nah yang itu om Darel dan om Vano....sana salim sama mereka." tunjuk Amanda pada kedua adik Theolla.
"Hai Ara...!!" Sapa Darel dan Vano bebarengan.
"Hai juga om...!!"
"Ara capek gak sayang?" kali ini Theolla angkat suara, membelai rambut Ara yang duduk di pangkuannya. Ara hanya mengangguk dan terlihat matanya yang mengantuk.
"Ya sudah Ara istirahat dulu ya sama mbak Lala....Lala tolong kamu bawa Ara dulu ke kamar ya, nanti biar mbok Sum yang menunjukan kamarnya." Theolla lalu memanggil asisten rumah tangganya agar menunjukan letak kamar tamu.
"Makasih ya Manda....jauh-jauh kamu datang kesini, lagi hamil pula hanya buat nemenin Theolla." ucap Bima. Kali ini di ruang keluarga hanya tersisa Theolla, Amanda, Mona dan Bima.
"Iya om...Theolla kan sepupu kesayanganku, aku mana mungkin melewatkan hari bahagianya." Amanda tersenyum menatap Theolla dan menggenggam erat tangannya.
"Makasih.." gumam Theolla terharu.
__ADS_1
"Sudah berapa bulan kandungan kamu Manda?" tanya Mona sambil mengelus perut buncitnya.
"Sudah masuk bulan keenam tante."
"Suami kamu gimana kabarnya?"
"Baik tante....nanti Venus nyusul tiga hari lagi, mamih papih juga masih di luar negeri sekarang, di usahakan mereka datang pas nikahannya Theolla."
"Suryo dan Maria masih saja sibuk keliling dunia." kelakar Bima.
"Ada kerjaan di Thailand om."
"Yah...mereka memang pebisnis yang hebat."
"Persiapan pernikahannya udah berapa persen om, tante??" tanya Amanda.
"Sudah hampir 95% Manda....tim WO yang mengurusnya, kita akan melakukan prosesi akad nikah dan resepsi di ballroom hotel Chandrakirana." ujar Mona menjelaskan.
"Kekurangannya biar nanti aku ikut bantu-bantu ya tante."
"Gak usah Manda kamu kan lagi hamil, istirahat saja dan tugas kamu hanya menjaga Theolla."
"Kenapa aku harus di jaga segala kayak anak kecil aja sih mah?" gerutu Theolla.
"Mungkin tante Mona takut kamu kabur kali di hari pernikahanmu La." kelakar Amanda yang sontak membuat mereka tertawa.
"Mana bisa begitu....awas saja kalau sampai itu terjadi, mau di taroh dimana muka papah...iya kan mah?" Bima terus saja menggoda putrinya yang akan segera menikah.
"Mamah sama papah gak usah khawatir...Theolla gak mungkin melakukan hal itu." ucapnya lirih walau dalam hati dia ingin pergi jauh agar pernikahan yang tidak di harapkannya ini tidak terjadi.
.
.
****
Cuap cuap dulu๐
Selama seminggu ini author udah up hampir tiap hari ya, jadi untuk kedepannya mohon maaf jika slow update lagi....๐ biasalah sibuk mengurusi putra mahkota yang sebentar lagi genap tiga tahun...belum lagi kakanda raja yang selalu minta di manjah๐ jadilah author ini mendadak jadi ibu suri yang harus membagi waktu antara keluarga kerajaan dan dunia halu๐
Salam tiga jari dari Jupiter dan Venusโ
Kalian tim yang setuju Theolla nikah sama Raka?? atau Theolla nikah sama Jupiter??
Boleh di jawab di kolom komentar ya๐
.
.
Like, Vote dan komentnya tonk hilap nyak!!๐ ๐
__ADS_1