Twins Boy

Twins Boy
Bonchap 7 - Baby Twins


__ADS_3

Siang itu Jupiter terlihat mondar mandir di depan sebuah ruangan bersalin. Sesekali dia terlihat duduk dan menghela nafas berat. Selain Jupiter ada bunda Rianti juga yang menemani Jupiter.


"Kamu tenang ya nak, Theolla dan anak-anak kamu pasti baik-baik saja." bunda Rianti terus menenangkan Jupiter yang menunggu persalinan istrinya.


"Tapi bun kenapa aku di larang masuk?"


"Theolla sedang operasi jadi wajar jika kamu tidak bisa menemaninya."


"Tapi aku suaminya bunda, aku ingin berada disisinya saat Theolla berjuang hidup dan mati melahirkan putra dan putri kami."


"Iya sayang bunda paham.. ini sudah aturan dari rumah sakit, kita sekarang hanya cukup berdoa saja semoga operasi Theolla lancar."


Jupiter terus menunduk melafalkan doa-doa untuk keselamatan anak dan istrinya. Setelah melewati perdebatan panjang akhirnya Theolla bersedia melahirkan secara caesar. Mengingat bayi yang di kandung Theolla kembar, akan beresiko jika melahirkan secara normal. Apalagi saat itu air ketuban Theolla sempat pecah terlebih dahulu.


Bunda Rianti terus mengelus punggung Jupiter memberinya kekuatan. Sampai akhirnya datanglah Venus dan Amanda, mereka langsung menghampiri Jupiter dan bunda Rianti.


"Theolla gimana bunda?" tanya Amanda khawatir. Setelah di beritahu Theolla akan melahirkan Venus dan Amanda langsung mendatangi rumah sakit.


"Theolla masih di ruang operasi sayang, kita tunggu disini ya. Ayah kalian sudah di beritahu apa belum?"


"Sudah bunda, ayah dan tante Anna masih dalam perjalanan." jawab Venus.


Setengah jam kemudian pintu ruangan operasi terbuka. Dokter kandungan yang menangani persalinan Theolla tersenyum lebar. Jupiter langsung bangkit dan menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter?"


"Keadaan ibu dan bayinya sehat-sehat saja, mari silahkan ikut saya kedalam."


Semua yang ada di situ nampak lega mendengar penjelasan dokter. Jupiter lalu mengikuti dokter untuk menemui Theolla dan anak-anaknya. Dia begitu terharu melihat kedua anaknya yang mungil dan menggemaskan. Jupiter mengecup puncak kepala Theolla, mengucapkan terima kasih karena sudah berjuang demi melahirkan anak kembar sepasang laki-laki dan perempuan.


Setelah kedua bayinya di bersihkan, Jupiter langsung mengadzani mereka berdua. Lalu Theolla dan anak-anaknya pun di pindah keruangan rawat VVIP.


*****

__ADS_1


Bunda Rianti tengah menggendong baby boy sementara tante Anna menggendong baby girl. Kedua wanita itu begitu bahagia menyambut cucu baru mereka. Beberapa jam setelah Theolla melahirkan, seluruh keluarga sudah berkumpul di Rumah Sakit. Sementara keluarga Theolla yang dari Surabaya masih dalam perjalanan.


"Jadi kau sudah putuskan akan memberi nama cucu kembarku apa?" tanya Andre pada Jupiter.


"Iya betul nak...kalian harus segera memberi nama pada si kembar." Rianti ikut berkomentar mengenai nama untuk si kembar.


"Kita sudah persiapkan nama kok untuk mereka berdua." ucap Jupiter menanggapi obrolan kedua orang tuanya.


"Jadi namanya siapa?" tanya Venus penasaran.


"Untuk baby boy namanya Alvero Sailendra Wijaya dan baby girl namanya Azura Kalingga Wijaya." ungkap Jupiter membuat rasa penasaran yang berada di ruangan itu hilang.


"Nama yang bagus sekali sangat cocok untuk si kembar. Semoga nanti mereka bisa menjadi teman main bersama Kenzo." ujar Amanda membuat semua orang mengangguk setuju.


"Tentu saja Kenzo nanti akan menjadi partner yang baik untuk Alvero di perusahaan seperti papahnya." tambah Venus membayangkan generasi anak-anak mereka.


"Anak baru lahir kok sudah di hubungkan sama perusahaan..gimana sih kamu ini Venus." omel bunda Rianti.


"Itu harus bun demi kelangsungan perusahaan."


"Sepertinya Vero haus bun...biar Theolla kasih ASI dulu." ujar Jupiter. Bunda Rianti pun lalu menghampiri Theolla.


"Heii para pria!! kalian keluar lah Theolla akan menyusui anaknya dulu!!" usir bunda Rianti secara halus. Setelah para pria keluar kini tinggalah Theolla bersama Amanda, bunda Rianti dan Tante Anna.


"ASI kamu udah keluar La?" tanya Amanda dia lalu duduk di sisi ranjang membantu Theolla yang masih kesulitan menggendong bayinya pasca operasi.


"Tadi sih belum terlalu banyak, kata dokternya suruh di bantu pake susu formula." Theolla mulai mengarahkan put*ingnya pada Alvero bayi laki-laki itu langsung menyusu dengan kuat, membuat Theolla meringis kesakitan.


"Iya nak kamu kan menyusui dua bayi sekaligus, takutnya mereka tidak kenyang jika hanya mengandalkan ASI kamu saja jadi lebih baik memang di bantu susu formula." ujar Anna. Tiba-tiba bayi dalam gendongan Anna pun ikut menangis.


"Sepertinya adiknya tak mau kalah dan ingin menyusu seperti kakaknya."


"Baiklah berikan Vero padaku...biar kau gantian untuk menyusui Azura." Amanda sudah siap akan menggendong baby Vero, tapi baby Vero masih belum melepaskan put*ingnya Theolla.

__ADS_1


"Gantian ya bang...adek juga haus." secara perlahan Theolla melepaskan hisapan Vero untung bayi mungil itu tidak menangis dan mau membagi ASInya dengan sang adik.


"Vero sepertinya tertidur letakkan saja di box..!!" Theolla menyerahkan Alvero pada Amanda dan mulai menyusui Azura.


"Memang ASI kamu yang sebelah belum keluar nak?"


"Belum tante..kata dokternya harus sering di pijat biar cepet keluar."


"Suruh suami kamu bantuin memijat biar ASI kamu dua-duanya bisa keluar."


"Iya tante...Eh ngomong-ngomong Ara sama Kenzo kemana Manda?"


"Mereka di rumah aku titipin sama mamih...aku juga gak bisa lama-lama ya La takut Kenzo nangis juga, besok pagi aku jengukin kamu lagi kesini." Amanda mengambil tasnya berpamitan juga pada Rianti dan Anna.


"Hati-hati sayang pulangnya...!!"


"Iya bunda, tante.. aku pulang dulu!!"


Setelah Amanda berlalu kini tinggalah mereka bertiga.


"Sehabis menyusui Azura kamu juga langsung istirahat biar luka operasi kamu cepat pulih."


"Baik bunda.."


.


.


.


.


.

__ADS_1


Like , Vote, Koment dan rate 5🙏😍


__ADS_2