
Setelah berpamitan dengan anak-anak tim football, Jupiter memutuskan untuk kembali ke kampusnya karena masih ada urusan yang belum di selesaikan. Sebelumnya dia mencari keberadaan Theolla terlebih dahulu, dari kejauhan Jupiter bisa melihat Theolla yang tengah duduk bersama Raisa, Dimas dan Rendi. Jupiterpun melangkahkan kakinya menghampiri Theolla.
"Siapa tuh?" tanya Rendi, melihat pria asing yang memakai topi dan menutup sebagian wajahnya dengan masker. Sontak Theolla, Raisa dan Dimas melihat arah pandangan Rendi.
"Ay.....!!!" teriak Theolla, dia melambaikan tangannya pada Jupiter.
"Ay siapa sih?" Raisa yang keheranan meminta jawaban pada Theolla.
"Dia Jupiter...!!"
"Ohhh.....!!" Raisa,Dimas dan Rendi pun ber Oh ria. Dan kini Jupiter pun telah berdiri di hadapan mereka berempat.
"Ini dia pahlawan SMA kita nih.," ucap Dimas, dia langsung berdiri menyalaminya.
"Selamat ya bro berkat lo SMA kita jadi juara...!!" kali ini Rendi yang buka suara bergantian menyalami Jupiter. Dan di balas anggukan oleh Jupiter.
"Kamu mau kemana ay?" tanya Theolla, melihat Jupiter yang sudah serapih itu menimbulkan keheranan dibenak Theolla.
"Aku mau balik ke kampus lagi masih ada urusan, kamu masih mau di sini apa aku anterin pulang dulu?"
"Aku ikut kamu deh ke kampus..!!"
"Serius? gak malu nih?"
"Nggak lah buat apa malu, kan ada kamu ay...!!"
"Ciiieeeee....!!" tiba-tiba Raisa menggoda Theolla dan Jupiter yang nampak asyik bercakap, seketika Theolla hanya tersenyum kikuk.
"Bikin gue iri dah lihat kemesraan kalian berdua," ujar Rendi.
"Bilang aja lo belum bisa move on dari Theolla," sindir Dimas. Rendi langsung memukul bahu Dimas
"Cewek masih banyak bro...!!" sanggah Rendi.
"Tapi sayang satu pun gak ada yang mau sama lo," kekeh Raisa.
"Setuju gue beb..!!" Dimas membenarkan perkataan Raisa.
"Jahatnya kalian sama gue..!!" Rendi menunduk berpura-pura sedih. Jupiter dan Theolla hanya tersenyum melihat candaan teman-temannya.
"Ya udah kita duluan ya...!!" ucap Jupiter.
"Iya hati-hati ya kalian..!!" ujar Dimas. Jupiter dan Theolla pun mengangguk mengiyakan.
"Ayo La...!!" Jupiter pun menggenggam tangan Theolla dengan erat.
"Daaaghh....!!" sebelum pergi Theolla melambaikan tangan nya pada Raisa,Dimas dan Rendi. Ditengah perjalanan, menuju parkiran mobil mereka berpapasan dengan Raul dan kedua temannya. Raul melihat dengan seksama pria yang kini berjalan dengan Theolla. Pandangan Raul tertuju pada tangan Theolla yang digenggam erat oleh pria di sampingnya. Namun Jupiter tetap bersikap tenang melihat Raul yang nampak curiga pada nya.
"Siapa dia La?" tanya Raul menyelidik Matanya tak lepas melihat Jupiter dari atas sampai bawah.
"Kepo...!!" ketus Theolla datar.
"Cowok lo ya?" giliran Angga yang angkat suara.
__ADS_1
"Udah tau pake nanya." ucap Theolla sambil berlalu pergi dari hadapan Raul dan kedua temannya.
"Anak mana cowoknya Theolla, kok mencurigakan banget ya?" tanya Ferdi.
"Itu Venus kali...dia pake kayak gitu biar gak ada yang curiga sama dia." tutur Angga.
"Eh paulll.... lo gak lihat si Venus kan tadi ada di lapangan...!!" Raul menimpuk bahu Angga dengan keras.
"Ya kali....!!" cebik Angga.
"Gue malah berpikir Theolla itu ada hubungan sama Venus, tapi gue lihat tadi Venus masih baik-baik aja sama Manda bingung gue jadinya." ucap Raul.
"Udahlah ngapain juga kita mikirin hubungan tuh orang buang-buang waktu aja yuk cabut...!!" ajak Ferdi. Raul, Angga dan Ferdi pun melanjutkan kembali langkahnya.
****
Setelah Theolla menunggu hampir satu jam, Jupiter pun akhirnya keluar dari kelasnya. Jupiter langsung tersenyum senang melihat sang kekasih yang setia menunggunya.
"Maaf sayang nunggu lama ya...?"
"Gak papa kok ay, aku gak sampe jamuran ini nungguin kamu,"
"Bisa aja kamu..!!" kekeh Jupiter geli.
"Sebenernya kamu kuliah jurusan apa ay?" tanya Theolla penasaran.
"Management bisnis...suatu saat aku berharap bisa mendirikan usaha sendiri..!!"
"Kamu sendiri kalau kuliah tertarik masuk jurusan apa yank??"
"Apa yaa??" Theolla nampak berpikir.
"Cita-citaku sih pengennya jadi arsitek handal, mungkin nanti aku kuliah ngambil jurusan arsitektur, cuman dari dulu aku berharap bisa kuliah di luar negeri." tambah Theolla lagi.
"Apa Yank??kuliah di luar negeri?" dahi Jupiter mengernyit mendengar ucapan Theolla.
Theolla tersenyum melihat Jupiter yang nampak kaget "baru rencana ay, gak usah kaget gitu." kekeh Theolla.
"Lebih baik kamu kuliah di Bandung daripada harus di luar negeri, kebayang gimana aku jadinya jika harus berjauhan sama kamu gak sanggup aku." tutur Jupiter. Matanya memandang dalam ke arah dua bola mata Theolla, membuat Theolla menjadi gugup.
"Udah yuk kita pulang..!!" Theolla mengalihkan pembicaraannya, menggenggam erat tangan Jupiter. Jupiter pun mengangguk menyetujui permintaan Theolla.
Sementara itu di tempat lain, setelah selesai dalam sesi pembagian hadiah Venus, Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi kini tengah duduk di sebuah cafe favorit tempat mereka nongkrong. Mereka berlima kini tengah menikmati minuman dan camilan yang tersedia di cafe tersebut.
"Mana nih oleh-oleh dari Korea, masa iya lo gak beli apa-apa buat kita...!!" ucap Rendi dengan mulut yang penuh dengan kentang goreng.
"Iya nih mana,gue juga pengen lah oleh-oleh dari Korea..!!" ucap Raisa tak mau kalah dari Rendi.
"Jangan-jangan cuma Manda doang nih yang di kasih oleh-oleh kita kagak..?" cibir Dimas.
Mendengar ucapan Dimas membuat Amanda mendelik "mana... gue juga belum dikasih..!!"
"Udah tenang oleh-oleh buat kalian ada di rumah, tadi pagi saking gugupnya gue sampai lupa bawa oleh-oleh buat kalian," tutur Venus.
__ADS_1
"Bener lo?" tanya Rendi.
"Iyalah buat apa gue bohong..nanti sehabis ini kalian mampir ke rumah gue ya...!!"
"Okelah siippp...!!" seru Rendi girang.
"Huh..giliran oleh-oleh aja lo cepet tanggap..!!" ejek Raisa.
"Biarin syirik aja lo.." balas Rendi. Tiba-tiba ponsel nya Venus berbunyi melantunkan nada dering dari The Chainsmokers dont let me down.
"Siapa yank?" tanya Amanda, matanya melirik sekilas ponsel Venus yang tergeletak di atas meja. Lalu dengan cepat Venus mengambil ponselnya.
"Jupiter.." jawab Venus.
"Coba di angkat kali aja dia mau gabung sama kita-kita," ucap Dimas. Lalu Venus pun menggeser ikon berwarna hijau dan menjawab telepon Jupiter.
"Hmmm.."
"Lo lagi dimana?" ucap Jupiter di sebrang sana.
"Gue lagi di cafe nih sama anak-anak, lo mau ikut gabung?"
"Iya gue lagi di jalan nih sama Theolla, gue nyusul kesana ya sherlok jangan lupa tempatnya,"
"Iya..ya udah gue tutup ya," lalu Venus pun mematikan sambungan teleponnya.
"Kenapa?Jupiter mau gabung sama kita?" tanya Amanda.
"Iya..dia lagi di jalan sama Theolla,"
"Baguslah kalau mereka gabung, kita bisa minta pajak jadian sama mereka berdua..!!" kekeh Rendi.
"Huh...maunya elo itu mah yang gratisan," cibir Raisa.
"Emang...!!" tambah Amanda.
"Iyalah siapa sih yang gak mau makan gratis..!!"
"Tenang nih ntar kalau si Rendi punya pacar kita serbu dia suruh traktir selama seminggu full, kan selama ini dia selalu minta traktiran sama kita-kita." tutur Dimas.
"Huhh...mending gue jadi jomblo aja daripada harus traktir kalian selama seminggu, bisa jebol lah kantong abang." balas Rendi dengan logat bataknya. Dan semuanya terkekeh mendengar ucapan Rendi.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like,vote dan koment ya genks makasih🙏🙏
__ADS_1