
Kanaya memandang penampilan dirinya di cermin, kali ini dia memakai blazer warna hitam senada dengan baju yang dia pakai hari ini. Rambut yang di cepol keatas menambah kesan berbeda dari penampilan Kanaya sebelumnya. Wajahnya sudah di rias secantik mungkin guna menunjang penampilannya saat akan bertemu dengan klien hari ini.
Berjalan tergesa-gesa keluar dari Apartemennya, tempat pertama yang akan dia kunjungi hari ini adalah kantor pusat PT.Widjaya grup. Ada rasa ragu menyelimuti benaknya ketika dia harus datang ketempat dimana ada Dimas disana. Mungkin sudah saatnya jika Kanaya harus muncul di hadapan Dimas sebagai diri Kanaya yang sebenarnya.
Matahari sudah bergulir keatas, ketika Kanaya sampai di lobi gedung kantor PT.Widjaya grup. Dia menghela nafasnya guna menutupi kegugupan yang menyelimuti dirinya. Berjalan dengan anggun menuju lift untuk sampai di gedung tertinggi, dia memegang dokumen yang akan di serahkan langsung pada Jupiter.
Keluar dari lift Kanaya mengedarkan pandangannya, karena baru pertama kali kesini Kanaya belum mengetahui dimana ruangan Jupiter. Sampai akhirnya dia berpapasan dengan salah satu karyawan yang bekerja di sana.
"Maaf mas mau tanya ruangan pak Jupiter sebelah mana ya??"
"Mbak dari sini lurus aja...nanti belok ke kanan ya, ruangannya tidak jauh dari sana nanti tanyakan saja sama sekertarisnya."
"Oke mas makasih ya...!!"
Kanaya lalu melanjutkan perjalanannya sampai dia tiba di meja yang bertuliskan sekertaris direktur.
"Selamat siang bu ada yang bisa saya bantu??"
"Ruangan pak Jupiter sebelah mana ya??"
"Sebelumnya sudah ada janji bu?"
Kanaya menganggukan kepalanya "Iya saya dengan Kanaya."
"Oh bu Kanaya...silahkan bu sudah di tunggu oleh pak Jupiter." Sandra lalu mengantarkan Kanaya sampai di ruangan Jupiter.
"Oh Kanaya....silahkan masuk!!" seru Jupiter begitu melihat Kanaya masuk di antar Sandra. Sementara itu Sandra langsung keluar dari ruangan Jupiter. Kebetulan di ruangan itu ada Mario juga yang tengah membahas pekerjaan dengan Jupiter. Mario tertegun melihat Kanaya yang sangat jauh berbeda dari sebelumnya.
"Tatap terus sampai lupa kedip!!"goda Jupiter membuyarkan Mario.
"Maaf pak.." ucap Mario malu-malu karena ketahuan memandangi Kanaya.
"Gilaa....Kanaya cantik banget." gumam Mario dalam hati.
"Mari silahkan duduk Nay...!!" Jupiter mempersilahkan Kanaya untuk duduk di sofa yang ada di ruangannya. Mario pun mengikuti langkah Jupiter untuk menghampiri Kanaya. Kedua matanya tidak lepas memandangi wajah Kanaya, sementara yang di tatapnya merasa risih melihat Mario yang terus memandanginya.
"Ini beneran Kanaya yang dulu jadi pelayan kedai kopi??" Mario meloloskan pertanyaan untuk mengurangi rasa penasarannya.
Kanaya hanya tersenyum dan mengangguk.
"Jangan sembarangan kau ngomong, dia bukan pelayan tapi pemilik hotel ChandraKirana."
"Iya maaf pak...abisnya lihat Kanaya yang sekarang pangling banget."
"Ini dokumen yang Mas minta." Kanaya menyerahkan map yang sedari tadi di pegangnya. Jupiter lalu menerima map itu dan mulai membacanya.
"Oke...nanti ku pelajari lagi, lusa saya berangkat ke Bali untuk meninjau proyek pembangunan hotel apa kau mau ikut Nay?"
__ADS_1
"Lusa ya mas...?sepertinya masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya percayakan semuanya pada kalian."
"Ya sudah kalau gitu...biar kami yang akan mengecek pembangunan disana."
Ceklek!!!
Pintu terbuka dari luar, masuklah Dimas membawa setumpuk berkas di tanganya.
"Sorry bro lama....ini berkas yang kalian minta." ucap Dimas, Jupiter dan Mario menatap kedatangan Dimas. Sementara Kanaya yang duduk membelakangi Dimas tertegun mendengar suara seseorang yang selama ini di hindarinya.
"Oh lagi ada tamu ya." Dimas yang baru menyadari ada seorang wanita yang duduk bersama Jupiter dan Mario.
"Bawa sini berkasnya...!!" titah Jupiter pada Dimas. Dengan langkah pasti Dimas menghampiri Jupiter dan menyerahkan berkas di tangannya. Sementara Kanaya semakin menundukan wajahnya menghindari Dimas.
"Ya sudah saya balik keruangan saya dulu...!"
"Lo gak mau kenalan sama tamu gue?" ucap Jupiter menghentikan langkah Dimas.
"Kanaya.." gumam Jupiter pelan mengisyaratkan dengan kedua matanya, agar Kanaya mau menampakan diri di hadapan Dimas.
Dimas berbalik dan menatap wanita yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya itu. Perlahan Kanaya mengangkat wajahnya dan menatap Dimas yang berdiri mematung melihat Kanaya berada di depan matanya.
"Nay..." satu kata yang keluar dari mulut Dimas. Dia tertegun melihat penampilan Kanaya kali ini.
"Mas..!!" sapa Kanaya.
Jupiter menyikut lengan Mario agar berdiri mengikutinya.
Setelah itu Jupiter dan Mario meninggalkan Kanaya dan Dimas di ruangan Jupiter.
*****
"Apa kabar kamu?" itulah kata yang pertama kali keluar dari mulut Dimas. Kini Dimas ikut mendudukan diri di sofa yang sama bersebelahan dengan Kanaya.
"Hmmm...ba..baik, kamu sendiri Mas?" Kanaya masih merasa canggung berhadapan dengan Dimas.
"Kurang baik."
"Maaf..!!" akhirnya satu kata yang ingin di ucapkan dari mulut Kanaya lolos begitu saja.
"Aku mencarimu kemana-mana, aku stress memikirkanmu!! ternyata kamu baik-baik saja bahkan terlihat sangat baik."
"Aku tidak bermaksud mempermainkan kamu mas, aku punya alasan kenapa melakukan ini semua."
"Aku tunggu penjelasan kamu!!"
Kanaya nampak berpikir sejenak, dia menghela nafas panjang sebelum memulai ceritanya.
"Aku melakukan ini semua demi menghindari papahku mas...papah tahunya aku masih tinggal di Inggris, aku hanya belum siap saja untuk mengurus hotel bersama papah, aku ingin memulai karirku dari bawah....itulah mengapa sebabnya aku melakukan itu semua...aku gak bermaksud untuk membohongi kamu mas... aku hanya nunggu waktu yang tepat untuk menceritakan siapa diriku yang sebenarnya." Kanaya menatap Dimas usai menjelaskan semuanya.
__ADS_1
Tiba-tiba Dimas meraih tangan Kanaya "kamu tahu aku sangat mengkhawatirkan kamu, aku pikir kamu kemana menghilang begitu saja tanpa kabar."
"Maaf mas selama ini aku hanya ingin fokus membantu papah, aku masih banyak belajar sehingga aku tidak buru-buru untuk menemui kamu."
"Baiklah yang penting sekarang kau baik-baik saja, tolong jangan pernah kamu menghindar dariku lagi ya Nay!!"
Kanaya menggeleng "gak akan mas.."
"Kamu terlihat cantik dengan penampilanmu yang sekarang!!" puji Dimas.
Kanaya mengerucutkan bibirnya "jadi selama ini aku jelek gitu mas di mata kamu?"
"Eh...nggak...bukan gitu, selama ini kamu juga cantik tapi sekarang jauh lebih cantik lagi."
Kanaya tersipu mendengar ucapan Dimas "gombaalll...!!"
"Hahaha....mukanya merah."
"Diihh jahat...." Kanaya mencubit paha Dimas dengan cepat.
"Sakit Nay..!!"
"Abis kamu ngeselin tahu mas!!"
"Kamu udah makan siang?"
Kanaya menggelengkan kepalanya "belum.."
"Kita makan siang di cafe deket sini ya, gak enak kalau kita terus-terusan berada di ruangan Jupiter."
"Baik...tapi aku gak bisa lama-lama ya mas, aku ada janji sama klien siang ini."
"Iya...yang udah jadi bos sekarang, pasti sibuk banget!!" goda Dimas lagi.
"Mas ihhhh...." Kanaya hampir mencubit Dimas kembali, namun dengan cepat Dimas menghindar.
"Weeyy....gak kena!!"
"Awas kamu ya..!!"
Dimas keluar terlebih dahulu dari ruangan Jupiter, sementara Kanaya menyusulnya dari belakang. Sandra sekretaris Jupiter sempat di buat heran melihat keakraban Dimas dan Kanaya. Apalagi setelah itu Dimas merangkul pundak Kanaya dengan mesra.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasiihhh semua🙏😍