
Fajar menyingsing menandakan pagi telah tiba, suara burung berkicau menyemarakan keindahan alam semesta. Para pekerja hilir mudik di jalanan berlomba-lomba mengais rejeki untuk sesuap nasi. Tidak ada kata lelah dalam setiap langkah mereka, meskipun keringat membasahi tubuh yang sudah tidak muda lagi.
Berbeda dengan seorang wanita muda yang melangkah masuk menuju gedung sebuah perusahaan besar. Membawa tas di tangan kanannya, dan sebuah dokumen penting untuk bertemu dengan bos dari perusahaan yang dia datangi.
Mewakili atasannya yang sedang cuti, Bella datang untung menghadiri meeting dengan perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan tempat dia bekerja. Melangkah masuk menuju lift, untuk sampai di lantai tempat pertemuan itu di adakan.
Mengedarkan pandangannya Bella melihat seseorang yang berjalan kearahnya, dari jauh orang itu sudah tersenyum melihat kedatangannya.
"Hai selamat pagi" Mario mengulurkan tangannya kearah Bella, yang langsung di sambut dengan baik oleh gadis itu.
"Selamat pagi juga pak Mario." Bella mengulas senyum terbaiknya. Pria di hadapannya balas tersenyum dengan pandangan tak lepas dari Bella.
"Apa kabar? lama tidak bertemu."
"Kabar saya baik pak, saya mewakili bu Theolla yang sedang cuti dalam pertemuan kali ini."
"Oh...oke mari saya antar keruangan meeting, kebetulan pak Jupiter sudah menunggu disana." Bella mengikuti langkah Mario menuju ruangan yang di maksud.
Saat rapat di mulai, pandangan Mario tidak lepas dari Bella. Gadis muda itu banyak berubah saat terakhir pertemuan mereka di Bali. Di saat seperti ini Mario bisa melihat sosok Bella yang terlihat dewasa, berbeda sekali dengan pembawaan sebelumnya, bahkan Jupiter terlihat puas dengan cara kerja Bella meskipun tanpa Theolla yang mendampingi.
"Saya rasa apa yang di sampaikan oleh ibu Bella cukup jelas, jadi rapat ini kita akhiri saja sampai bertemu bulan depan untuk pertemuan selanjutnya." Jupiter beranjak dari duduknya bersalaman dengan Bella sebelum dia pergi meninggalkan ruang meeting. Peserta meeting pun ikut membubarkan diri.
"Bella...!!" saat akan keluar dari ruangan terlihat Mario menghampirinya.
"Iya ada apa pak?"
"Kok manggilnya pak lagi....? kamu kan sudah janji gak akan manggil seperti itu."
"Ini masih di lingkungan pekerjaan pak, gak enak kalau di dengar yang lain." Bella melangkahkan kakinya di ikuti oleh Mario yang berjalan di sampingnya.
"Kamu datang ke Jakarta sendirian?"
"Ya...mau sama siapa lagi, bu Theolla kan lagi cuti."
"Kalau gitu bagaimana kalau kita makan siang bersama?" tawar Mario.
Bella menghentikan langkahnya dan menatap Mario sejenak. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya menuju lift.
"Aku yang traktir kamu gimana?" Bella tidak terpengaruh dengan ucapan Mario sedikitpun. Dia tetap melangkahkan kakinya, Saat menunggu pintu lift terbuka muncullah Clara dari dalam sana.
"Mario...!!" sapanya senang, orang yang akan ditemuinya kini berdiri dihadapan dia.
"Cla-Clara.." Mario berubah gugup melihat Clara yang tiba-tiba muncul. Dia menatap Clara dan Bella bergantian. Mati.
"Ngapain disini? ayo kita keruangan kamu, aku bawa makan siang buat kamu." Clara menunjuk paperbag di tangannya.
__ADS_1
Mampus gue !! lupa kalau Clara mau dateng kesini.
"Udah ada janji sama cewek lain, ngapain ajak aku makan siang segala?" ujar Bella tiba-tiba, sontak Clara langsung melirik kearah Bella. Menatap wanita muda yang berdiri di sebelahnya.
"Kamu siapa? kayaknya aku gak asing sama wajah kamu." tanya Clara menatap sinis kearah Bella.
"Iya kita pernah bertemu di Bali waktu itu." jawab Bella cuek.
"Oh iya...aku inget kamu asistennya Theolla kan?"
Bella mengangguk mengiyakan.
"Terus ngapain kamu di sini? asal kamu tahu ya aku sama Mario lagi deket, jadi kamu jangan coba-coba buat deketin Mario juga." ucap Clara sewot. Dia merasa tersaingi oleh wanita yang lebih muda darinya.
"Sejak kapan Clara dekat sama Mario? perasaan waktu di Bali dia masih ngejar-ngejar pak Jupiter?" gumam Bella dalam hati.
"Sepertinya anda salah paham, saya disini lagi ada urusan pekerjaan...bukannya tadi pak Mario duluan yang mengajak saya makan siang, bukan begitu pak?"
Mario mengerjap kaget"Eh...i...iya.." jawab Mario gugup. Clara mendelik kesal kearah Mario. Membuat Mario mengusap tengkuknya, dan terkekeh kecil. Tiba-tiba Theolla dan Jupiter datang dari arah yang berbeda, menghampiri mereka bertiga.
"Bella...." sapa Theolla.
"Bu Theolla..." mereka berdua berpelukan layaknya teman yang sudah terpisah lama. Padahal baru satu minggu mereka tidak bertemu.
"Tadi kata Jupiter kamu ada disini, makanya aku buru-buru cari kamu."
"Terus ini ada apa kok rame-rame di sini?" tanya Jupiter heran. Dia menatap Mario dan Clara bergantian, buru-buru Clara memalingkan mukanya menghindari tatapan Jupiter.
"Mario??" Jupiter meminta jawaban pada Mario, namun dia hanya mengangkat bahunya.
"Ya udah Mario....ayo kita pergi dari sini !!" Clara menarik tangan Mario, membuat Jupiter dan Theolla kebingungan melihat mereka berdua. Memang sejak kapan mereka jadi sedekat itu.
"Ada apa dengan mereka?" tanya Theolla heran.
"Aku gak tahu sayang, nanti biar aku tanya sama Mario, ya udah ayo kita makan siang sekarang !!" ajak Jupiter.
"Ayo Bel kamu ikut sama kita!!" ajak Theolla. Dia menggandeng lengan asistennya.
"Tapi bu..."
"Betul Bella kamu ikut sama kita aja, kebetulan kita tidak hanya berdua ada Dimas dan Kanaya juga."
Meskipun ragu, akhirnya Bella mengikuti Theolla dan Jupiter untuk makan siang bersama.
*****
__ADS_1
Clara cemberut dengan tangan yang berlipat di dada. Dia membelakangi Mario yang terus-terusan minta maaf. Diraihnya bahu Clara agar menoleh kearahnya.
"Sudah Ra...aku kan sudah minta maaf, udahan ngambeknya ya..??"
"Kamu keterlaluan banget ngapain ngajakin asistennya Theolla buat makan siang, jelas-jelas aku sudah bilang mau kesini !!"
"Ya maaf... Lupa !!aku gak ada maksud apa-apa sama Bella, hanya kasian saja tadi dia sendirian." Mario memasang mode memelasnya, agar Clara mau mempercayai ucapannya.
"Jangan bohong !! aku tahu kamu emang dari awal gak ada niatan buat serius sama aku."
"Aku serius kok Ra...hanya aku minta waktu sama kamu !!"
"Sampai kapan ? ini sudah seminggu tapi kamu tak kunjung memberi kepastian pada hubungan kita."
"Aku hanya sedang meyakinkan diriku dulu, kau tahu semua ini terlalu mendadak buat aku Ra."
"Apa karena dia lebih muda dari aku?"
"Hah? apa maksudnya?"
"Itu asistennya Theolla !! apa karena dia lebih muda dariku, makanya kamu suka sama dia?" selidik Clara lebih dalam.
Mario menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya Clara berpikir seperti itu "siapa yang suka sama dia?"
"Kamu !!"
"Aku kenal sama dia karena masalah pekerjaan Ra, gak ada maksud apapun."
"Tapi aku lihat waktu di Bali sepertinya kamu sangat dekat dengan dia?"
Mario menggaruk kepalanya, pusing bagaimana cara menjelaskan pada Clara agar mempercayainya.
"Sekarang kalau aku tanya kamu pilih AKU atau DIA??"
"Hah..??"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Ayo loh Mario mau pilih yang mana?? yang masih muda atau yang sudah dewasa😅
Like, vote, dan koment ya🙏😍