
Langit sore kini sudah berubah warna menjadi gelap malam yang bertabur bintang. Dua sejoli yang tengah mereguk manisnya cinta kini tengah bercengkrama di sebuah Apartemen elit yang menjadi tempat tinggal Kanaya selama ini.
Setengah jam sudah berlalu, ini pertama kali Dimas menginjakkan kaki di Apartemen Kanaya. Keduanya saling melepas Rindu setelah dua minggu ini tidak saling berjumpa.
"Kamu janji gak akan ninggalin aku lagi ya Nay?" Dimas menatap kearah dua bola mata Kanaya, memandangnya penuh dengan cinta.
Kanaya menggelengkan kepalanya "gak akan mas."
Dimas menggenggam erat tangan Kanaya dan membelai pipinya dengan mesra "jadi kamu sudah punya jawabannya apa belum? kamu sudah menggantungkan perasaanku selama dua minggu ini?"
Kanaya mengangguk dan tersenyum malu-malu "Iya mas...aku mau jadi pacar kamu." ucap Kanaya pasti. karena memang selama ini pun Kanaya memiliki perasaan yang sama dengan Dimas.
Dimas langsung bersorak gembira mendengar jawaban dari Kanaya. Ternyata cintanya pada Kanaya tidak bertepuk sebelah tangan. Penantiannya selama ini tidak sia-sia, cinta Dimas di sambut dengan baik oleh Kanaya.
"Makasih sayang..!!" Dimas membawa Kanaya kedalam pelukannya. Kanaya tersipu mendengar Dimas memanggilnya sayang.
"Sayang?" Kanaya melepas pelukannya dan menatap Dimas.
"Iya mulai malam ini kamu panggil aku sayang juga ya?" Dimas mulai menggoda Kanaya dengan menaik turunkan alisnya
"Tergantung ya mas."
"Kok tergantung sih sebenarnya kamu cinta gak sih sama aku Nay?"
"Jawabanku barusan gak cukup buat kamu percaya sama aku mas?"
"Nggak...aku butuh bukti yang nyata." Dimas menunjuk pipinya dan tersenyum usil pada Kanaya.
"Ihhhh....dasar mesum." cebik Kanaya kesal. Kanaya lalu beranjak dari duduknya namun dengan sigap Dimas menarik tangan Kanaya sampai akhirnya Kanaya jatuh di pangkuan Dimas. Untuk sesaat mereka saling bertatapan merasakan debaran jantung yang tak biasa.
"Pppfftt.....ciiiee merah tuh mukanya." Dimas menahan tawa melihat ekspresi Kanaya.
"Maaasssss....!!"
"Betah ya duduk di pangkuanku?"
"Nggak ya..." Kanaya akan beranjak turun namun Dimas menarik pinggang Kanaya agar semakin merapatkan tubuhnya.
"Aku sukaa lihat kamu tersipu malu seperti itu sayang..!!" bisik Dimas sensual tepat pada telinga Kanaya. Membuat bulu kuduk Kanaya meremang merasakan hembusan nafas Dimas yang menerpa kulit wajahnya. Namun Kanaya buru-buru tersadar dan segera turun dari pangkuan Dimas.
"Jangan macem-macem!!" ujar Kanaya dengan wajah jutek, dia berlalu menuju pantry untuk mengambil minuman dingin. Rasa panas yang menjalar di tubuhnya membuat dia ingin menegak apapun itu yang bisa mendinginkan tubuhnya.
"Hahaha....mau kemana sayang?" tak henti-hentinya Dimas terus menggoda Kanaya. Namun Kanaya kali ini tidak memperdulikan pria yang beberapa menit yang lalu resmi menjadi kekasihnya. Kanaya datang membawa dua kaleng minuman dingin, kali ini dia duduk agak berjauhan dengan Dimas. Karena jika dia berdekatan lagi nanti ada syaetan yang akan menjadi orang ketiga.
__ADS_1
"Minum dulu tuh....otaknya biar gak gesrek mikirin yang nggak-nggak."
"Becanda sayang.....sini duduk deket aku, napa jadi jauh-jauhan seperti ini."
"Ogah....yang ada nanti kamu macem-macem lagi sama aku."
"Kenapa? takut ya di apa-apain sama kekasihmu ini?"
"Maasss ikhhh....berhenti godain aku!!"
"Ya udah kamu duduknya di sini!!" Dimas menepuk-nepuk ruang kosong di sebelahnya.
"Janji dulu!!"
"Iya Kanaya sayang...aku gak akan macem-macem sama kamu!!"
Kanaya lalu berpindah tempat duduk bersebelahan dengan Dimas.
"Jadi kenapa kamu tidak tinggal sama orangtua kamu?" tanya Dimas, obrolan mereka kini berubah menjadi serius.
"Aku pengen mandiri aja mas."
"Yakin gak ada hal lain?"
"Aku mau diantara kita gak ada yang di tutup-tutupin Nay, aku sayang sama kamu dan aku ingin melindungi kamu dari apapun itu."
Kanaya terdiam mendengar ucapan Dimas "aku tidak pernah akur dengan ibu dan kakak tiriku, oleh sebab itu aku keluar dari rumah yang mempunyai banyak kenangan dengan almarhum mamahku....selama tujuh tahun ini aku hidup mandiri di Inggris sampai aku menyelesaikan S2 ku, oleh sebab itu sekembalinya aku ke Indonesia aku memilih tinggal di Apartemen."
Dimas menggenggam erat tangan Kanaya "yang sabar ya Nay.. sekarang ada aku di sini, mulai saat ini aku akan melindungi kamu dari apa pun itu."
"Makasih mas udah hadir di hidup aku." Kanaya menyandarkan kepalanya di dada Dimas, menumpahkan segala gundah yang sudah bertahun-tahun lama bercokol di hatinya.
"Ngomong-ngomong jika kamu lama tinggal di Inggris berarti mantan kamu banyak orang bule donk??"
Kanaya mendongakkan kepalanya "apa sih mas...jangan ngarang kamu, aku di sana tuh buat belajar bukan untuk ajang cari pacar." cebik Kanaya kesal.
"Hehe...ya kali gitu sekalian... menyelam sambil minum air, belajar sambil pacaran."
"Huh....kamu kali itu mah, ngaku!!iya kan....mantan kamu pasti banyak...siapa itu Raisa, Laras, Nindy, Amel, Bianca..??" tanya Kanaya sewot.
"Seehh...itu kan jajaran mantan gue, napa Kanaya bisa tahu." umpat Dimas dalam hati.
"Gak bisa jawab kan....dasar playboy!! pasti bibir ini udah gak suci lagi, terus tangan ini pasti udah menjalar kemana-mana iya kan ngaku...!!!"
__ADS_1
"Aduh sayang....gak seperti itu, jangan salah paham dulu....itu kan cuma masa lalu gak usah di bahas ya....sekarang bahas kita aja lagian kamu tahu darimana sih nama orang-orang itu?
"Mantan-mantan kamu maksudmu mas? gak penting aku tahu dari mana...kamu sih mulai duluan pake bahas mantan segala." ketus Kanaya. Wajahnya di tekuk dengan tangan menyilang ke dada.
"Iya maaf sayang....aku kan cuma pengen tahu mantan kamu ada berapa."
"Yang pasti gak sebanyak kamu mas...!!" Kanaya menatap galak kearah Dimas.
"Ya sudah jangan cemberut donk sayang, nanti cantiknya hilang loh .."
"Bomat..!!"
"Apa tuh??"
"BODO AMAT!!" ucap Kanaya penuh penekanan.
"Ku kira apa....hehe." Dimas mengusap tengkuknya melihat Kanaya yang menatapnya galak.
"Pulang sana...aku cape mau istirahat!!"
"Kamu ngusir aku sayang?"
"Nggak mas Dimasku sayang...ini udah malem kamu juga butuh istirahat.
Dimas tersenyum lebar mendengar Kanaya menyebutnya sayang "ya udah deh aku pulang dulu ya...!!"
Kanaya lalu mengantar Dimas sampai pintu "tidur yang nyenyak jangan lupa mimpiin aku!!" Dimas lalu mengecup kening Kanaya penuh perasaan. Setelah itu dia tersenyum dan melambai kearah Kanaya. Selama sepersekian detik Kanaya hanya mematung, kaget dengan perlakuan Dimas. Sampai akhirnya dia sadar Dimas sudah menghilang di balik pintu. Kanaya memegang dadanya yang berdebar lebih cepat, sambil mengusap keningnya yang tadi di cium Dimas.
💘 babang Dimas...bikin hati Kanaya deg-deg seerrr deh😍
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasihhh semua🙏😍
__ADS_1