Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Siapa Jenifer?


__ADS_3

Satu minggu kemudian...


Venus menatap Amanda yang tengah memasukan baju-bajunya kedalam koper. Sejenak Venus memindahkan laptop yang di pangkunya ke atas meja. Dia menghampiri sang istri yang duduk di atas ranjang.


"Kamu yakin mau berangkat besok pagi yank?" Venus duduk di sisi ranjang menatap Amanda.


Amanda tersenyum dan mengangguk "Iya sayang....aku ingin menemani Theolla sampai hari H nya."


"Baiklah jika itu keputusanmu, tapi maaf yank aku gak bisa anter sampai ke Surabaya kerjaanku masih banyak tiga hari lagi aku nyusul kesana pas Theolla nikah."


"Iya suamiku sayang....kamu gak usah khawatir aku kan berangkat sama Ara dan Lala, kamu baik-baik disini awas jangan macem-macem selama aku di Surabaya."


"Udah punya istri secantik kamu gak mungkin aku macem-macem yank." ujar Venus sambil mengelus-elus perut Amanda yang sudah masuk bulan keenam.


"Gomball kamu!!"


Venus menunduk menciumi perut buncit Amanda "Jagoan papih....selama di Surabaya jangan rewel ya, kalau mamih macem-macem tendangin aja yang keras ya dek...!!"


"Ihhh....apasih!!" Amanda melayangkan pukulan pada punggung Venus. Membuat Venus meringis kesakitan, bagaimana pun tenaga ibu hamil itu mendadak jadi kuat.


"Semenjak hamil anak kedua kamu jahat yank suka maen pukul seenaknya....aku sih udah yakin anak kita ini pasti jagoan."


"Amiinn...!!" ujar Amanda yang memang mengharapkan anak laki-laki, setelah anak pertama mereka perempuan.


"Sepulang dari Surabaya kita USG lagi ya....siapa tahu kali ini keliatan jenis kelaminnya." Karena memang setiap Venus dan Amanda USG jenis kelamin si jabang bayi selalu tertutup, tidak jelas laki-laki atau perempuan.


"Kalau bukan laki-laki gimana?kamu pasti kecewa kan?"


Venus membelai rambut Amanda "apapun jenis kelaminnya nanti yang penting kamu dan bayi kita sehat yank...syukur-syukur kalau dapet jagoan, kalau perempuan lagi juga gak papa Ara pasti seneng yank!!"


"Iya papih.. ya sudah aku lihat ke kamar Ara dulu ya, ngecek barang-barang punya Ara dulu."


"Habis dari kamar Ara kita bobo bareng ya sayang!!" goda Venus sambil menaik-turunkan alisnya.


Kening Amanda berkerut "tiap malem kan kita juga tidur bareng yank!!"


"Bukan yang itu...bobo dalam tanda kutip." ucap Venus memberi kode. Kini Amanda paham kemana arah pembicaraan Venus.


"Ihhh...kamu ini baru juga semalem, malah tiga malem berturut-turut dari semenjak kepulanganmu dari Sumbawa, masa minta lagi... gak kasian lihat perut aku yang udah mulai engap." Ujar Amanda dengan wajah cemberut.


"Nambah yank....tiga hari kita berjauhan loh, nanti adek kecil ku kangen yank nyari-nyari sangkarnya..!!" pinta Venus penuh harap.


"Dasarr mesum..!!" Amanda mencubit perut Venus dengan keras, membuat Venus kembali meringis karena rasa nyeri di perutnya.


"KDRT nih..."

__ADS_1


"Bodo amat...salah siapa mesum mulu."


"Pelit ihh....suami minta tuh harus di turuti, nanti jadi pahala loh yank!!"


"Iya pak suami yang terhormat...!!" setelah itu Amanda melenggang pergi dari hadapan Venus. Tidak memperdulikan ucapan Venus, dan memilih pergi ke kamarnya Ara.


"Sabar ya Junior...sepertinya kita harus berpuasa lagi selama beberapa hari kedepan." ujar Venus dengan tatapan melirik kebawah, mengelus Juniornya yang tadi sempat bangun jika berdekatan dengan istrinya itu. Setelahnya Venus kembali ke sofa melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


*****


Kanaya berkali-kali melirik jam yang melingkar di tangannya. Kali ini dia tengah di Bandara untuk menjemput kakak sepupunya yang baru datang dari Jerman. Harusnya pesawat yang dia tumpangi sudah tiba lima belas menit yang lalu. Tapi sudah setengah jam Kanaya menunggu pesawat dari Jerman belum juga mendarat.


Samar-samar Kanaya mendengar seseorang yang memanggil namanya.


"Tante Nayaaa...!"


Kanaya menoleh ke belakang mendengar suara anak kecil yang memanggil namanya.


"Ara..." di lihatnya Ara berjalan mendekat bersama baby sitter, juga Venus dan Amanda.


"Mbak Manda...mas Venus kalian di sini juga?"


"Iya Nay....aku mau ke Surabaya, Theolla kan bentar lagi nikah."


"Oh gitu...sama mas Venus juga?"


"Kamu sendiri ngapain disini??" tanya Amanda penasaran.


"Aku jemput kakak sepupuku yang datang dari Jerman mbak, tapi pesawatnya sepertinya telat jadi belum tiba."


"Oh gitu....ya udah kita kesana dulu ya Nay mau check in dulu...!!"


"Iya mbak hati-hati...Salam buat mbak Theolla ya mbak."


Amanda tersenyum dan menganggukan kepalanya. Setelah keluarga Venus berlalu, Kanaya kembali duduk di kursi tunggu. Beberapa menit kemudian orang yang di tunggu Kanaya pun tiba, dari kejauhan dia sudah melihat kakak sepupunya melambai kearahnya.


Kedua saudara itu saling memeluk melepaskan rasa rindu karena sudah lama tak jumpa.


"Kak Jeni apa kabar?"


"Baik Kanaya....kau sendiri gimana nambah cantik aja adikku ini."


"Bisa aja sih kak...aku juga baik kok." tapi tiba-tiba pandangan Kanaya beralih pada perut Jenifer. Tubuhnya yang tinggi langsing sedikit menonjol di bagian perutnya.


"Loh kak Jeni lagi hamil??"

__ADS_1


Jenifer hanya tersenyum "nanti ku ceritakan...ayo kita pulang dulu gak enak kalau cerita disini.


Kanaya pun mengangguk dan mengikuti ucapan Jenifer.


"Jakarta dari dulu gak berubah ya masih saja macet." ucap Jenifer ketika mereka berada di dalam mobil dan terjebak macet.


"Ya begitulah kak..."


"Kamu sudah lama pulang dari Inggris??"


"Baru tiga bulanan....berapa lama kakak gak pulang ke Jakarta??" mobil yang di kendarai Kanaya kembali melaju perlahan, karena kendaraan di depan masih menumpuk.


Jenifer nampak berpikir "sepertinya dua belas tahunan, lulus SMA aku langsung pindah ke Jerman dan baru kali ini menginjakkan kaki disini lagi."


"Betah kak di sana??"


"Tentu....banyak WNI juga yang tinggal disana, kapan kau akan main kesana? terakhir kali kita bertemu malah waktu itu aku yang nyamperin kamu ke Inggris waktu masih kuliah."


"Iya kak....nanti kalau udah sukses ya dan banyak uang...hehe..." sebenarnya Kanaya sangat penasaran dengan perut Jenifer yang sedikit membuncit, setahu dia kakak sepupunya itu belum menikah. Kedatangannya ke Jakarta pun di katakan sangat mendadak.


Satu jam berkendara Kanaya tiba di Apartemennya. Dia mempersilahkan Jenifer untuk masuk dan beristirahat terlebih dahulu.


"Ku pikir kau tinggal bersama om Chandra Nay?"


"Sudah nggak kak dari semenjak kuliah.....aku gak pernah akur dengan kakak dan ibu tiriku." Kanaya duduk lalu membawa dua kaleng minuman dingin, untuk dirinya dan Jenifer.


"Padahal kau punya segalanya Nay....tapi sayang kau tidak memiliki keluarga yang utuh." Jenifer mengelus lengan Kanaya dengan senyum yang tulus.


"Jadi apa tujuan kakak datang lagi ke Jakarta setelah sekian lama??" tanya Kanaya penasaran. Dia mencoba mengalihkan pembicaraan tentang dirinya.


Jenifer lalu mengelus perutnya yang sudah terlihat membuncit "Aku kesini buat cari Ayah dari anak yang ku kandung Nay." ucap Jenifer lirih.


Kanaya membelalakan matanya "Maksudnya kak Jeni??"


"Iya Kanaya aku hamil di luar nikah..!!"


Seketika Kanaya terlonjak kaget mendengar penuturan dari sepupunya itu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍


__ADS_2