
Theolla dan Amanda berjalan beriringan keluar dari parkiran, beberapa siswa nampak terpukau dengan kecantikan dua bersaudara itu. Pemandangan di pagi hari yang menyegarkan mata, membuat sebagian siswa berdecak kagum dan saling siul mencari perhatian.
Amanda yang sudah terbiasa dengan keisengan dari para siswa hanya acuh dan tidak memperdulikan, begitupun dengan Theolla hanya memasang muka datar ketika melewati segerombolan siswa yang menggoda mereka. Namun ketika di perjalanan menuju kelasnya ada seseorang yang menghentikan langkah mereka, membuat Amanda berdecak kesal.
"Minggir gue mau lewat..!!!" Amanda menatap tajam ke arah Raul yang menghalangi jalan nya.
"Lewat tinggal lewat, gue ada perlu sama Theolla bukan sama elo ya." ucap Raul santai. Matanya menatap tajam ke arah dua bola mata Theolla.
"Theolla ini sepupu gue, kalo lo ada urusan sama dia berarti ini urusan gue juga," tandas Amanda cepat.
Raul tertawa lebar mendengar ucapan Amanda "Sejak kapan lo ingin tahu urusan gue dengan Theolla? mending lo urusin cowok kesayangan lo tuh si Venus."
"Asal lo tahu ya, sampai kapanpun gue gak bakalan ijinin Theolla buat deket sama cowok picik kayak lo," hardik Amanda keras. Melihat suasana yang mulai memanas Theolla mencoba menenangkan Amanda.
"Lo mau ngomong apa Raul? omongin aja di sini?" Theolla pun buka suara, yang sedari tadi hanya berdiam diri melihat perdebatan Amanda dan Raul.
"Tapi gue pengen ngomong berdua sama lo, ini soal yang kemaren La," pinta Raul memohon. Matanya melirik tajam ke arah Amanda agar meninggalkan nya berdua dengan Theolla.
"Lo jalan duluan ya, biar gue selesein urusan gue dulu sama Raul." Theolla mencoba memberi pengertian sama Amanda.
"Ya udah gue pergi dulu, awas hati-hati sama dia..!!" ucap Amanda, matanya menatap tidak suka pada Raul. Setelah kepergian Amanda kini tinggal lah Theolla dan Raul berdua.
"Ngomongnya kita di kantin yuk La, biar lebih nyaman!!" ajak Raul. Theolla pun mengiyakan permintaan Raul karena dia pun ingin segera menyelesaikan urusannya dengan Raul. Tanpa Theolla sadari, dari kejauhan Jupiter menatap kepergian mereka dengan kesal.
Sesampainya di kantin, Raul mengajak Theolla duduk di meja paling ujung. Agar lebih leluasa ketika mengobrol nanti.
"Mau pesen minuman atau makanan dulu nggak La buat sarapan?" tawar Raul.
"Langsung aja apa yang mau lo omongin,gak usah basa basi dulu?"
"Buru-buru banget sih La, bel masuk masih lama kok."
"Ini sebenernya lo mau ngomong apa nggak sih? kalo nggak gue balik ke kelas nih..!!" Theolla beranjak dari duduknya hendak berlalu pergi. Namun Raul segera menarik tangan Theolla hingga Theolla pun berbalik dan segera menepis tangan Raul.
"Gue mau bahas soal yang kemarin La, apa lo udah punya jawaban nya?" tanya Raul kemudian.
Theolla tidak heran ketika Raul kembali menanyakan soal perasaan nya, karena baginya Theolla hanya menganggap Raul teman tidak lebih dari itu. Perasaannya kini sudah tertuju untuk Jupiter seorang.
"La...denger gue ngomong gak sih?" merasa tidak ada tanggapan Raul mengibas-ngibaskan tangannya di depan mata Theolla.
Theolla mengerjap kaget "Iya gue denger,"
__ADS_1
"Jadi apa jawaban lo?" desak Raul.
Theolla menghela nafasnya secara perlahan,dia menatap Raul yang sudah berharap padanya "Maaf Raul gue gak bisa,"
Raul terlihat kaget dengan jawaban Theolla "Maksudnya?"
"Iya gue gak bisa nerima lo jadi cowok gue,"
"Tapi kenapa?"
"Gue gak punya perasaan apa-apa sama lo, apa itu cukup jadi alasan gue nolak lo?"
Raul tertawa sinis menanggapi ucapan Theolla "Terus selama ini kenapa lo diem aja gue deketin? kalo emang lo gak ada perasaan sama gue harusnya dari awal lo menghindar dari gue bukan nya ngasih harapan sama gue."
"Sepertinya elo salah paham deh sama kedekatan kita, gue nyesel udah berbaik hati sama lo padahal selama ini gue pikir kita bisa berteman."
"Apa gak ada sedikitpun rasa buat lo sama gue la?"
Theolla beranjak dari duduknya "Maaf Raul keputusan gue udah bulat, gue hanya anggap lo sebagai teman tidak lebih dari itu." Theolla pun berlalu dari hadapan Raul yang masih menatapnya penuh harap. Tiba-tiba Ferdi dan Angga datang menghampiri Raul yang sedang bengong pasca di tolak Theolla.
"Hahaha, sabar ya bro cewek cakep masih banyak di luar sana bukan Theolla doang," ucap Ferdi tiba-tiba.
"Mati satu tumbuh seribu woyy," lanjut Angga.
Raul mendengus kesal "Sial kalian berdua, malah ngeledek gue."
"Sepertinya ada yang salah sama muka lo dah, dua kali bro dua kali di tolak cewek cakep." Angga dan Ferdi tak henti-hentinya mengejek Raul. Namun Raul tidak memperdulikan kedua temannya.
*****
Sesampainya di kelas Theolla melihat Jupiter yang menatapnya dengan penuh tanda tanya. Namun Theolla sadar dia tidak mungkin menjelaskan pada Jupiter di hadapan teman-teman nya. Theolla pun memilih langsung duduk di kursi bersebelahan dengan Amanda.
"Udah selesai ngomongnya?" tanya Amanda. Theolla menganggukan kepalanya.
"Ngomong apa sih kalian?gue penasaran kayaknya akhir-akhir ini lo sama Raul deket deh?" Raisa dari meja sebelah turut berkomentar.
Theolla tersenyum mendengar pertanyaan kedua teman nya "Ada deh..!!"
"Tuh maen rahasia-rahasian sama kita," Amanda mencebik kesal.
"Lo di tembak sama Raul?" tiba-tiba pertanyaan Raisa membuat Amanda membelalak kaget. Begitupun dengan Rendi dan Jupiter yang duduk tepat di belakang mereka, bisa mendengar apa yang cewek-cewek itu bahas.
__ADS_1
"Serius La?" Amanda mencoba membenarkan. Dan Theolla hanya mengangguk lemah. Jupiter yang melihat reaksi Theolla hanya bisa menahan nafasnya kesal.
"Serius, Raul nembak elo La?" kali ini Rendi angkat bicara.
"Iya tapi udah gue tolak barusan," ucap Theolla cepat. Dia bisa melihat ekspresi Jupiter yang tadinya kesal menjadi lebih tenang.
"Hahahaha...!!!!" tiba-tiba terdengar gelak tawa dari Rendi.
Amanda langsung menimpuknya dengan sebuah buku "Seneng banget sih lo, sampe ngakak begitu."
Rendi langsung membenarkan letak duduknya "Seneng donk, berarti gue masih punya kesempatan iya kan la?" Rendi berucap penuh harap menatap ke arah Theolla.
"Ngareeppp..!!!" cibir Dimas dan Raisa bersamaan.
"Seehh kompaknya pasangan duo Rese," ucap Rendi tak mau kalah. Jadi duo rese ini julukan Rendi pada Dimas dan Raisa yang menurutnya pasangan rese.
"Dasar Bambang lo..!!" ejek Raisa.
"Maemunah lo..!!" balas Rendi.
"Pacar bantuin gue donk, si Rendi ngeselin banget sih..!!" pinta Raisa manja pada Dimas.
"Cuiihhh...dulu bilangnya gak mau tapi sekarang di sayang-sayang." Rendi lalu menjulurkan lidahnya pada Raisa. Melihat itu Raisa langsung melotot tajam kearah Rendi hendak memukulnya dengan sebuah botol namun segera di tahan oleh Dimas.
"Udah bebh, kok malah jadi ribut sih, biarin aja Rendi dia tuh iri sama hubungan kita." Dimas mencoba melerai.
"Jadi gitu sekarang, lebih belain pacarnya nih daripada gue yang udah sahabatan selama ini." Rendi mencibir berpura-pura kesal. Membuat Amanda dan Theolla terkekeh geli melihat perdebatan teman-temannya.
"Masih ada gue," Jupiter tiba-tiba angkat suara, mencoba berada di pihak Rendi.
"Elo sama aja kayak Dimas, disini gue jomblo sendirian..!!!" ucapan Rendi kali ini mendapat gelak tawa dari teman-teman nya. Namun keseruan mereka terhenti tatkala guru dari mata pelajaran pertama masuk.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐