Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Pertemuan dua keluarga


__ADS_3

Sabtu malam udara kota Jakarta sangat cerah bertabur bintang di langit. Lalu lalang kendaraan bermotor nampak padat di sepanjang jalan ibu kota. Begitupula dengan Jupiter yang sudah terjebak macet sekitar setengah jam yang lalu.


Berkali-kali Andre terus saja menghubunginya. Acara makan malam di kediaman keluarga pak Chandra akan di laksanakan malam ini. Karena jarak apartemen Jupiter dan rumah pak Chandra lumayan jauh, setelah satu jam berkendara barulah Jupiter tiba di kediaman keluarga pak Chandra.


Jupiter langsung di sambut dengan baik oleh pak Chandra dan istrinya. Ayahnya Andre dan istri Ayahnya tante Anna sudah lebih dulu tiba disana. Namun yang membuat Jupiter kaget ternyata salah satu anak gadis pak Chandra adalah orang yang di kenal Jupiter dulu semasa kuliah di New York.


"Jadi kalian sudah saling kenal??" tanya Chandra pada Jupiter.


"Iya om kebetulan Clara ini teman saya dulu waktu kuliah di New York."


"Papah gak ngomong sih dari kemarin, yang mau di kenalin sama aku Jupiter. Kalau dia mah aku mana bisa nolak pah." ucap Clara senang. Karena dari dulu memang dia sudah menaruh rasa suka sama Jupiter.


"Syukurlah pak kalau ternyata anak-anak kita udah saling kenal, siapa tahu aja kalian cocok ya." ucap Chandra.


"Kalau saya sih tergantung anaknya gimana mau apa nggak." tutur Andre menambahkan.


"Maaf om...yah sebelumnya, saya sama Clara memang udah kenal lama dan kita merasa lebih cocok sebagai teman..iya kan Ra?" Jupiter meminta persetujuan pada Clara.


"Eh..i...iya." ucap Clara tergagap. Karena sejujurnya Clara berharap lebih pada Jupiter.


"Sayang ya padahal...saya pikir kalian cocok loh." ucap Andre.


"Saya punya satu anak gadis lagi....siapa tahu yang ini bisa cocok dengan nak Jupiter, baru lulus S2 dari Inggris, sekarang dia membantu saya mengelola hotel." tutur Chandra.


"Oh ya....lalu dimana sekarang anaknya?" tanya Andre.


"Masih di jalan pak... dia memang tidak tinggal serumah sama kita, dari semenjak kuliah sudah biasa mandiri makanya sekarang dia tinggal di apartemen."


"Waah bagus....calon menantu idaman banget tuh."


Clara nampak tidak senang ketika orang-orang membicarakan Kanaya. Dia tidak akan membiarkan Jupiter lebih memilih adik tirinya. Selang beberapa menit orang yang di tunggu pun datang. Kanaya langsung tersenyum melihat keluarganya sudah berkumpul di sana.


"Maaf pah aku terlambat!!!"


"Gak papa sayang... kenalin dulu sama temen papah itu pak Andre, yang di sebelahnya istrinya ibu Anna, dan yang itu anaknya Jupiter." tunjuk Chandra. Kanaya langsung bangkit dan memberi salam. Namun saat di depan Jupiter dia sungguh kaget, ternyata ada seseorang yang dia kenal. Jupiter terus saja menatap Kanaya penuh tanda tanya.


"Mas.. " sapa Kanaya salah tingkah.


"Nay...lama gak ketemu."

__ADS_1


"Loh kalian sudah saling kenal juga?" tanya Chandra menatap Jupiter dan Kanaya bergantian.


"Iya om....jadi Kanaya ini anaknya om?"


"Iya...Kanaya ini baru pulang dari Inggris, kamu bisa kenal dia dimana?"


"Baru kenal kok om, baru-baru ini." Jupiter masih terus menatap Kanaya yang menurutnya sangat berbeda. Jadi orang yang di lihat Dimas beberapa waktu yang lalu memang Kanaya yang mereka kenal.


"Waah...kalau jodoh gak akan kemana ya, ternyata kedua putri saya sudah mengenal nak Jupiter." ucap Chandra senang.


"Betul pak Chandra sekarang tergantung anak-anak kita saja, sama siapapun saya mah setuju." ujar Andre menambahkan.


Jupiter hanya diam saja mendengar para orangtua yang sedang berbicara. Dia sudah paham arah pembicaraan mereka menuju kemana. Jupiter di haruskan memilih salah satu diantara Clara dan Kanaya. Dan itu tidak mungkin, karena dari awal dia sudah kenal siapa Clara dan dia hanya menganggap Clara sebagai teman dulu atau pun sekarang.


Dan untuk Kanaya, itu lebih tidak mungkin lagi. Karena ada hati lain yang sudah menunggu dia, sahabat Jupiter sendiri. Dimas bahkan sudah menyukai Kanaya pada saat Kanaya masih menjadi seorang pelayan.


*****


Setelah acara makan malam berakhir, para orangtua kembali berkumpul di sebuah taman belakang yang menghadap kearah kolam renang. Mereka melanjutkan obrolan yang sempat tertunda tadi, Andre dan Chandra berharap mereka bisa menjadi besan. Walau keputusan memang ada di tangan anak-anak mereka.


Sementara itu Jupiter dan Kanaya kini tengah berada di sebuah gazebo, yang tak jauh dari tempat orangtua mereka berada. Mereka berdiri bersampingan menatap kearah kolam renang.


"Jadi sebenarnya kamu bukan seorang pelayan Nay? kamu Cinderella yang menyamar jadi upik abu??" Jupiter membuka percakapannya terlebih dahulu.


"Sebaiknya kau jelaskan semuanya pada Dimas, kamu tahu Nay betapa frustasinya dia saat kamu menghilang begitu saja."


"Iya mas...saya nunggu waktu yang tepat untuk bertemu Mas Dimas lagi."


"Dimas itu orang baik Nay, dia serius sama kamu bahkan saat kamu menjadi pelayan pun dia terus ngejar-ngejar kamu, jangan sakiti dia ya Nay." pinta Jupiter penuh harap.


Kanaya menganggukan kepalanya "aku takut dia marah mas, kalau tahu selama ini aku berbohong padanya."


"Kamu punya alasan kan? aku yakin Dimas pasti akan mengerti."


"Lalu bagaimana dengan orangtua kita?sepertinya mereka sangat berharap mas Jupiter bisa berjodoh dengan salah satu dari saya atau mba Clara."


"Kau tahu siapa wanita yang ku cintai?"


"Mba Theolla kan."

__ADS_1


"Nah itu kamu tahu, aku sama Clara memang sudah kenal lama saat masih kuliah di New York dulu, dan dia juga pernah ngungkapin perasaannya sama aku Nay, tapi aku gak bisa nerima wanita lain di hatiku selain Theolla. Jadi jika orangtua kita berniat menjodohkan ku dengan salah satu dari kalian, aku gak bisa Nay." ucap Jupiter panjang lebar.


"Biar aku ngomong sama papah Mas."


"Gak perlu Nay, biar aku yang jelasin sama mereka karena di sini aku yang di haruskan memilih, mungkin Clara setuju dengan perjodohan ini tapi aku yang gak bisa."


"Iya Mas semoga para orangtua kita mengerti ya."


"Kau tenang saja...mereka pasti akan mengerti, jodoh itu kan tidak bisa di paksain."


"Betul mas..!!" Kanaya tersenyum lebar mendengar ucapan Jupiter.


"Gimana kabarnya mbak Theola?"


"Dia baik kok."


"Masih tinggal di Surabaya?"


"Iya lah Nay....rumahnya dia kan disana."


"Ya kali saja mas Jupiter sudah melamar mbak Theolla dan mengajaknya pindah ke Jakarta."


"Hahaha....bisa saja kau ini, sayang sekali Theolla sekarang masih menjadi milik orang lain Nay."


"Kok bisa sih Mas?"


"Rumit Nay, kau tidak akan mengerti." kekeh Jupiter.


"Kelihatan kok mas....hahaha."


Jupiter dan Kanaya saling melempar tawa, tanpa di sadari keduanya, ada sepasang mata dari kejauhan yang menatap mereka dengan kesal.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Makasih semua yang sudah berkenan mampir jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment🙏😍


__ADS_2