
Nuansa gold dan soft pink memenuhi ballroom hotel Chandrakirana pada malam hari ini. Salah satu dari anak pemilik hotel bintang lima itu kini tengah merayakan resepsi pernikahan mereka. Setelah pagi tadi diadakan akad nikah di tempat yang sama, maka malam hari ini resepsi di gelar mewah. Ribuan tamu undangan nampak hadir di sana mengingat pak Chandra merupakan orang penting di Jakarta.
Sementara pengantin baru yang duduk di kursi pelaminan nampak bahagia dengan wajah berseri-seri. Hari ini Mario dan Clara resmi menjadi raja dan ratu sehari. Setahun menjalani pacaran membuat Mario dan Clara mantap untuk berlanjut ke jenjang yang serius.
Mereka tidak ingin berpacaran terlalu lama mengingat umur mereka yang sudah tidak muda lagi. Belum lagi Kanaya yang juga sudah merencanakan pernikahannya dengan Dimas. Sehingga Clara tak ingin jika dia di langkah oleh sang adik. Hubungan keduanya sebagai saudara tiri kini sudah membaik, bahkan belakangan ini Kanaya sudah tinggal lagi bersama keluarganya.
Jupiter dan Venus yang malam itu datang pun nampak serasi menggandeng istrinya masing-masing. Tak ketinggalan Darel dan Bella pun turut serta bersama mereka.
Jupiter yang terlebih dulu memberi selamat kepada sahabat sekaligus asistennya, dia memeluk Mario dengan erat.
"Selamat ya bro...akhirnya lo udah jadi manten."
"Iya makasih bro...jangan lupa amplopnya yang tebel!!" kelakar Mario. Clara yang mendengar ucapan Mario langsung mencubit perutnya.
"Tenang udah gue transfer ke rekening lo semoga itu cukup buat bekal kalian berbulan madu."
"Lo tahu aja yang gue pengen." Mario tersenyum lebar. Di belakang Jupiter, Theolla yang tengah hamil besar ikut memberi selamat pada Mario dan Clara.
"Selamat ya Clara.. Mario.."
"Makasih Theolla." Clara memeluk Theolla dengan hati-hati, meskipun Theolla tengah hamil besar tapi dia sempatkan untuk datang ke resepsi pernikahan sahabat suaminya.
"Udah berapa bulan kehamilannya?" tanya Clara sambil mengelus-elus perut buncit Theolla.
"Udah masuk bulan ke sembilan Ra.."
"Wah bentar lagi ya..semoga sehat sampai lahirannya."
"Amiin makasih Ra.."
Setelah Jupiter dan Theolla turun, kini giliran Darel dan Bella yang memberi selamat.
"Wah ada orang Surabaya nih."
"Iya kebetulan mas kita sedang ada kerjaan di Jakarta." ucap Darel.
"Mba Clara, mas Mario selamat ya atas pernikahannya." ucap Bella tanpa sungkan.
__ADS_1
"Makasih Bella.." Mario yang memang dulu pernah ada rasa sama Bella, namun tiba-tiba hatinya berbelok pada Clara mengucapkan terima kasih karena Bella sudah menghadiri pernikahannya. Mario pun turut bahagia melihat Bella sudah bersama Darel.
Kini giliran Venus dan Amanda yang memberi selamat pada Mario dan Clara. Mereka kali ini datang hanya berdua saja tanpa anak-anaknya.
"Berdua aja nih kalian? Mana anak-anak?" tanya Mario heran.
"Anak-anak di titipin sama omanya, sekali-kali lah jalan berdua biar kayak orang pacaran." kelakar Venus.
"Bisa aja lo."
"Nanti saat belah duren lo bisa minta tips sama gue biar cetak gol yang banyak." bisik Venus ke telinga Mario. Clara yang mendengar bisikan Venus hanya menunduk malu-malu.
"Asem lo..!! Gue bisa sendiri masa begitu aja perlu di ajarin." Mario meninju lengan Venus membuatnya meringis kesakitan. Sementara Amanda hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Venus dan Mario.
Setelah selesai memberi ucapan selamat Venus dan Amanda bergabung bersama dengan yang lainnya.
*****
Dalam satu meja bundar Jupiter-Theolla, Venus-Amanda, Darel-Bella berkumpul menjadi satu. Mereka menikmati aneka ragam prasmanan yang di sediakan. Sementara Kanaya dan Dimas yang malam itu mengenakan pakaian yang sama dengan keluarga besarnya, masih sibuk menyapa para tamu. Sebagai calon menantu dari keluarga pak Chandra tentu Dimas kini mendampingi Kanaya, jadi mereka belum sempat menemui teman-temannya.
"Mendekati HPL (hari perkiraan lahir) gimana perasaanmu La?" tanya Amanda di sela-sela makannya.
"Jadi kamu sudah putuskan mau lahiran normal apa caesar?"
"Tentu saja aku ingin melahirkan normal, tapi dokter menyarankan agar aku lahiran secara caesar mengingat janinnya kembar, karena kata dokter akan beresiko tinggi jika aku lahiran normal."
"Melahirkan normal atau caesar itu sama saja, yang penting ibu dan bayinya selamat." tukas Jupiter sambil mengelus tangan Theolla.
"Betul itu mba aku setuju, semoga lancar sampai persalinan ya." ucap Bella.
"Amiin..makasih ya Bella."
Saat sedang asyik mengobrol tiba-tiba Kanaya dan Dimas muncul bergabung dengan mereka.
"Sorry ya...kita baru gabung kalian udah lama disini." tanya Kanaya dia tatap satu persatu sahabat-sahabatnya.
"Eh ada Bella rupanya.." Kanaya yang baru sadar ada Bella di antara mereka langsung menghampiri dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Kamu apa kabar?"
"Baik Nay.."
"Udah lama di Jakarta?"
"Baru tiga hari ini, kebetulan lagi ada kerjaan juga."
"Oh sama...??" pandangan Kanaya melirik pada lelaki yang duduk di sebelah Bella.
"Ini Darel atasan aku yang baru...dia adiknya mba Theolla juga."
"Sekaligus pacar barunya." sambung Theolla. Membuat Kanaya heboh seketika.
"Wah selamat ya Bella...akhirnya kamu menemukan belahan jiwa kamu."
Bella dan Darel tersenyum mendengar ucapan Kanaya.
"Jadi ngomong-ngomong kapan kalian nyusul Mario dan Clara?" tanya Amanda, matanya menatap kearah Kanaya dan Dimas bergantian.
"Doain aja tahun depan kita naik pelaminan." jawab Dimas.
"Tahun depan kelamaan bro keburu makin tua lo!!" ledek Venus.
"Meskipun umur tua yang penting wajah awet muda." kekeh Dimas.
"Ngayal aja lo..!!" ucap Jupiter.
Semua langsung tertawa melihat Dimas yang mendengus kesal. Kalau sudah berkumpul seperti ini Dimas memang selalu jadi bulan-bulanan si kembar Wijaya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Like, Vote, Koment dan rate 5🙏😍