Twins Boy

Twins Boy
Epilog


__ADS_3

Sang surya yang mulai condong kearah barat menandakan hari sudah berganti sore. Jupiter masih berdiri dibalkon kamarnya, menatap langit senja yang sebentar lagi akan berubah warna. Di tangannya terselip sebatang rokok yang menemani keresahan hatinya, pikirannya melayang membayangkan wajah sang kekasih yang kini telah terpisah jarak. Ya tadi siang Theolla sudah terbang ke Singapura.


Venus yang sedari tadi menemani saudara kembarnya, hanya geleng-geleng kepala melihat Jupiter yang sudah berjam-jam berdiri di situ. Venus tak habis pikir apa Jupiter tidak cape hanya berdiri dan melamun daritadi. Dirinya saja sampai ketiduran karena bosan berlama-lama berada di situ.


"Mau sampai kapan lo berdiri disitu?" tanya Venus sambil menguap panjang karena baru terbangun dari tidurnya.


"Sampai gue bosen." jawab Jupiter asal tanpa menoleh kearah Venus, dia hanya fokus menghisap rokok di tangannya.


Venus hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan Jupiter "Theolla itu cuma pergi ke Singapura, kalian masih bisa bertemu kapan pun jadi lo gak perlu bersikap seperti ini."


"Merokok juga bukan satu-satunya jalan lo bisa menghindar dari masalah, inget kesehatan lo gak baik lo ngerokok sampai habis sebanyak ini !!" Venus menatap kearah bungkusan rokok yang tadinya penuh sebelum dia ketiduran kini hanya tinggal satu batang saja.


"Bawel lo kayak emak-emak lagi arisan," tutur Jupiter sambil mengepulkan asap kearah Venus, membuat Venus mengibas-ngibaskan tangannya. Jupiter hanya terkekeh melihat kelakuan Venus.


"Gue cuma ngingetin elo, ya boleh merokok tapi dalam batas wajar, jangan gara-gara Theolla pergi lo jadi frustasi kayak gini kemana Jupiter yang gue kenal selama ini."


"Lo gak ngerasain apa yang gue rasa, coba kalau lo yang ada di posisi gue Manda ninggalin lo pergi apa lo masih bisa bersikap wajar,"


"Tergantung... kalau dia ninggalin gue buat mengejar cita-citanya nya gue gak masalah, kita tuh hidup di jaman modern semua serba canggih kita masih bisa komunikasi lewat Video call, sosmed dan yang lainnya." ucap Venus yakin.


Jupiter hanya mencibir mendengar ucapan Venus "sekarang lo bisa ngomong kayak gini, gak tahu nanti nya gimana."


"Udahlah ayo kita masuk, bunda bentar lagi pulang jangan sampai dia melihat keadaan lo yang seperti ini..!!" Venus menatap Jupiter yang nampak acak-acakan dan bau asap rokok.


"Sana...!! lo aja yang masuk gue masih mau disini."


"Gak mungkin gue ninggalin lo disini sendiri, kalau tiba-tiba lo loncat dari atas sini gimana gue gak mau kehilangan saudara kembar gue."


Jupiter menatap Venus tajam "maksud lo gue mau bunuh diri gitu?"


Venus hanya terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal "iya..abis lo kayak putus asa gitu di tinggal Theolla ke Singapura."


"HEHH gue masih waras ya, gak mungkin sampai nekat bunuh diri..!!" teriak Jupiter kesal dia lalu masuk kedalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya dengan asal di atas tempat tidurnya. Venus pun mengikuti Jupiter dan ikut merebahkan tubuhnya di samping Jupiter.


"Becanda gue, gitu aja sewot." ucap Venus, namun Jupiter tidak menghiraukan ucapan Venus dan berpura-pura tidur.


*****

__ADS_1


Beberapa jam sebelumnya...


Saat itu pesawat yang akan membawa Theolla terbang ke Singapura masih sekitar 30menit lagi. Jupiter, Venus dan Amanda kini mengantarkan Theolla sampai Bandara. Mereka berempat terlihat duduk di sebuah kursi tunggu saling mengobrol satu sama lain. Dengan Theolla dan Amanda berada di tengah-tengah, sementara Jupiter dan Venus di sisi sebelah kiri dan kanan.


Jupiter masih menggenggam erat tangan Theolla, seolah-olah tidak ingin terpisah. Theolla hanya tersenyum melihat kegelisahan di dalam diri Jupiter.


"Kalau kamu bersikap seperti ini terus, gimana aku bisa tenang pergi ke Singapura ay." Theolla mengusap lembut pipi Jupiter.


"Pleasee...sehari lagi ya tinggal di sini..!!" Jupiter merengek seperti anak kecil. Membuat Venus dan Amanda terkekeh melihat kelakuan Jupiter.


"Gak bisa ay..aku udah booking tiket pesawat masa iya harus di batalin lagi, ini udah yang kedua kalinya loh aku booking masa harus pending lagi." Theolla teringat kejadian seminggu yang lalu, saat dia sudah memesan tiket pesawat tapi harus di batalin gara-gara Jupiter yang tiba-tiba sakit.


"Makanya di iket, biar gak pergi jauh." kekeh Venus yang langsung mendapat cubitan dari Amanda.


"Emangnya gue kambing pake di iket segala," cebik Theolla.


"Maksudnya di iket itu, ya tunangan dulu jadi meskipun kalian LDRan kalian bisa menjalin hubungan ini dengan tenang." ucap Venus menjelaskan.


"Yank ihh....sebelum mereka kita dulu lah yang tunangan," Amanda memasang muka cemberut menghadap Venus.


"Iya sih...hehe." jawab Amanda tersipu.


Jupiter mencebikkan bibirnya mendengar ucapan Venus dan Amanda "kalian baru lulus sekolah udah pada ngomongin nikah, kuliah dulu yang bener lalu cari kerja baru tuh ngomongin nikah."


"Syirik aja lo suka-suka kita donk iya kan yank?" Venus menatap Amanda meminta persetujuan. Amanda hanya mengangkat bahunya dan tersenyum simpul.


"Gue bukannya syirik, sebagai kakak lo gue wajib ngasih tahu lo mana yang bener mana yang enggak, masa iya lo mau ngelangkahin gue sebagai kakak lo." tandas Jupiter cepat.


"Lo sama gue lahir cuma beda 1 menit doank, kita gak ada bedanya mau nikah siapa dulu gak masalah." ucap Venus tak mau kalah. Melihat suasana yang mulai memanas Theolla dan Amanda langsung menenangkan kekasihnya masing-masing.


"Yank...!!" Amanda menatap tajam Venus agar tidak melanjutkan perdebatannya dengan Jupiter.


"Ay....!!" Theolla pun memberi isyarat dengan tatapan matanya pada Jupiter agar diam.


"Kalian ini bisa-bisanya sih di tempat umum gini malah berdebat, bukannya ngasih kesan yang baik sebelum Theolla pergi." ucap Amanda memperingati.


"Iya maaf kita salah..!!" ucap Jupiter dan Venus bebarengan,sontak membuat mereka saling menoleh.

__ADS_1


"Ciieee....kompak banget sih kalian." goda Theolla, membuat Jupiter dan Venus saling membuang muka.


Amanda hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Jupiter dan Venus yang kadang akur kadang nggak "Dimas sama Raisa sekarang udah di Jogja, Rendi udah di Australia, Theolla juga bentar lagi berangkat tinggal kita berdua disini yank."


"Gue gak di anggap..?" celetuk Jupiter. Dia mendengus kesal merasa tidak di anggap.


Amanda terkekeh mendengar ucapan Jupiter "iya gue lupa, maaf kakak ipar..!!" ucap Amanda asal. Theolla dan Venus hanya tersenyum mendengar gurauan Amanda. Setelah itu terdengar dari pengeras suara bahwa pesawat tujuan Singapura sebentar lagi akan berangkat. Theolla segera mempersiapkan diri sebelum dia masuk menuju pintu keberangkatan. Dia pun lalu memeluk Amanda dengan erat seolah tidak ingin terpisahkan.


"Hati-hati ya La jangan lupa kasih kabar kalau udah sampai sana...!!" Amanda melepaskan pelukannya bersama Theolla.


"Iya lo baik-baik ya disini, yang akur sama Venus.." Amanda pun hanya mengangguk, lalu Theolla menghampiri Venus dan menjabat tangannya.


"Titip Manda sama Jupiter ya Ven...kalau Jupiter sampai macem-macem di belakang gue lo langsung hubungi gue ya..!!" Theolla melirik sejenak kearah Jupiter dan tersenyum manis.


"Siiip...lo tenang aja soal Jupiter biar gue yang urus,"


Lalu selanjutnya Theolla langsung menghampiri Jupiter dan memeluknya erat "ay aku berangkat dulu ya.."


"Iya jaga dirimu baik-baik ya sayang inget pesenku...!!" ucap Jupiter, dia memandang Theolla dengan perasaan yang berkecamuk.


"Aku tunggu kamu di Singapura ay..!!" Jupiter menganggukan kepalanya lalu mengecup dahi Theolla beberapa detik. Sampai akhirnya pegangan tangan mereka terlepas, Theolla berjalan menjauh memasuki pintu keberangkatan. Dia melambaikan tangannya menatap orang-orang yang dia kasihi.


.


.


.


.


.


TAMAT..


Yeayy akhirnya season 1 sudah berakhir๐Ÿ‘๐Ÿ‘, terima kasih untuk semua teman-teman yang sudah memberi dukungan selama ini berupa like, vote dan komentar yang positif. Aku sayang kalian semua muuaaahhhhh๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Sampai jumpa di season 2๐Ÿ™‹๐Ÿ™‹

__ADS_1


__ADS_2