
Sementara itu di kediaman keluarga Amanda, Theolla tengah asyik membaca novel kesukaannya tiba-tiba pintu kamarnya terbuka dan masuklah Amanda menghampiri sepupunya itu. Dia mendudukan dirinya di sebelah Theolla yang kala itu tengah berselonjor di atas kasur.
"Gue ganggu nggak La ?" tanya Amanda.
Theolla tersenyum dan menggelengkan kepalanya "Nggak kok, kenapa sih tumben sepupu aku ini malam-malam kesini??" Amanda melirik jam yang terpasang di dinding kamar Theolla, yang ternyata malam itu sudah menunjukan pukul sembilan malam.
"Gue gak bisa tidur nih La,"
Theolla lalu menutup novelnya dan menyimpannya di atas nakas "Ada masalah apa, cerita sama gue Manda ? " pinta Theolla.
"Entahlah akhir-akhir ini gue ngerasa Venus itu beda sama gue, apa mungkin ini cuma perasaan gue aja tapi gue lihat tuh dia kayak bukan Venus yang gue kenal " tutur Amanda menjelaskan.
DEG
"Jadi Manda juga menyadari kalau dia memang bukan Venus??" ucap Theolla dalam hati.
"Masa sih ? itu cuma perasaan lo aja kali..!!"
"Nggak la dia emang beda, dari sikapnya cara bicaranya dia berubah sama gue apa jangan-jangan ada cewek lain kali ya, tapi anehnya kalau di telpon dia tetep romantis sama gue." selidik Amanda.
Mendengar penuturan Amanda Theolla menelan salivanya dengan susah payah "Kok bisa gitu ? "
"Entahlah gue ngerasa Venus itu punya kepribadian ganda ihhh amit-amit dah." Amanda bergidik ngeri membayangkan kalau pacarnya berkepribadian ganda.
"Apa Venus punya saudara kembar La? " Theolla memberanikan diri menanyakan hal yang selama ini mengganjal di hatinya.
"Saudara Kembar?? " Amanda nampak berpikir keras.
"Setahu gue enggak, dia cuma tinggal berdua sama bundanya disini. Orang tua mereka bercerai terus Ayah nya tinggal di Korea. Yang gue tahu sih itu, cuman dia punya adik tiri yang masih kecil "
"Ohh... " Theolla mengangguk-nganggukan kepalanya.
" Jadi Manda bener-bener gak tahu soal Jupiter kembarannya Venus "
"Elo ada hubungan apa sama Raul ?? kok gue lihat akhir-akhir ini sering banget ngobrol sama dia? " tanya Amanda.
Theolla terkesiap mendengar pertanyaan Amanda "Hahh... nggak kok, cuma temen..!!"
"Kiraiin, hati-hati ya La sama Raul pokoknya gue gak setuju kalo lo sampe jadian sama dia..!!"
"Raul yang ngejar gue selama ini, tapi ya gue cuma nganggep temen aja kok." Penuturan Theolla membuat Amanda menghela nafas lega.
"Terus cowok yang lo sukai selama ini siapa ? jangan bilang belum ada yang cocok lagi, jangan bilang masih kepikiran David lama-lama gue comblangin nih sama si Rendi dia kan suka tuh sama kamu La."
Seketika tawa Theolla langsung pecah "Yang bener aja masa gue di comblangin sama Rendi, yang cakepan dikit kek Manda...!!"
"Abis gue gak mau nih sepupu gue ini ngejomblo terus."
"Sebenernya ada sih cowok yang gue sukai selama ini?"
Mata Amanda membelalak lebar " Serius siapa La ? kasih tau gue donk??"
"Rahasia..!! " jawab Theolla.
__ADS_1
"Anak mana ? satu sekolah gak sama kita ? " tanya Amanda antusias.
"Rahasia donk."
"Theollllaaaaaa.....!!! " teriak Amanda kesal. Sontak Theolla langsung menutup kedua kupingnya mendengar teriakan Amanda.
"Jahat ih maen rahasia-rahasian sama gue." Amanda berdecak kesal.
"Ntar kalau udah saatnya gue kasih tau Manda, tapi gak sekarang gue cuma pengen mastiin dulu perasaan gue ke dia," tutur Theolla menjelaskan.
"Janji ya ?"
Theolla mengangguk mengiyakan dan langsung memeluk sepupunya itu dari samping "Iya sepupuku sayang..!!"
"Huhh...gue jadi penasaran cowok mana yang udah bikin sepupu gue ini move on dari masalalunya."
"Cakep gak sih ? sama cowok gue cakepan mana? " tanyanya lagi.
Theolla berpikir sesaat "Sebelas dua belas lah , udah yuk tidur udah malem besok kan kita mau nonton tim football tanding di semifinal..!!" ajak Theolla yang langsung merebahkan tubuhnya.
"Gue tidur disini ya malem ini..?? "
"Iya Manda..!!" Amanda pun langsung merebahkan tubuhnya di samping Theolla.
*****
Waktu sudah menunjukan angka sebelas malam, tapi mata Theolla masih terjaga sementara Amanda yang tidur di sampingnya sudah terlelap. Theolla masih memikirkan perkataan Amanda tadi yang menurutnya Venus menjadi berubah. Berarti dia memang bukan Venus tapi kembarannya Venus.
Theolla sempat ragu dan bimbang akan perasaannya, ragu karena merasa bersalah pada sepupunya. Tapi setelah mengetahui kenyataan yang sebenarnya dia masih belum yakin akan perasaannya sendiri.
Tiba-tiba ponselnya yang berada di atas nakas bergetar ada sebuah pesan masuk dari orang yang tengah di pikirkannya.
🌲Jupiter
Theolla..
Dengan ragu Theolla membalas pesan dari Jupiter .
🌹Theolla
Iya
🌲Jupiter
Loh kok belum tidur ?
🌹Theolla
Gak bisa tidur
🌲Jupiter
Sama 😍
__ADS_1
Belum sempat Theolla membalas pesannya tiba-tiba Jupiter sudah melakukan panggilan telepon, lalu Theolla mengangkat panggilan dari Jupiter dan keluar menuju balkon kamarnya karena takut Amanda terbangun.
"Hallo La ?"
"Iya."
"Aku ganggu gak ? " tanya Jupiter.
"Iya..!!"
"Ya udah aku tutup dulu telponnya."
"Jangan..!! " ucap Theolla buru-buru. Terdengar gelak tawa dari ujung sana. Untung aja Jupiter tidak melihat muka Theolla yang sudah memerah seperti kepiting rebus.
"Kamu tuh aneh ya La katanya aku ganggu kamu, giliran di tutup gak boleh."
"Udah buruan mau ngomong apa, gue kasih waktu lima menit..!!"
"Pelit banget sih La..!!" kekeh Jupiter.
Hening.
"Akhir-akhir ini kenapa kamu ngehindarin aku sih La, pesan ku tidak pernah di bales, kamu juga bersikap cuek sama aku di sekolah ?"
Hening tak ada jawaban.
"La.....!! "
"Demi kebaikan kita berdua, aku gak mau orang-orang salah paham dengan kedekatan kita, jadi kamu jalani aja dulu peran mu sebagai Venus. Aku gak mau Manda berpikiran yang nggak-nggak sama kita, jadi aku mohon sama kamu tolong jauhi aku selama kita berada di area sekolahan."
"Serius kamu punya pikiran sejauh itu, aku pikir kamu benci sama aku La?"
"Ya udah waktu kamu sudah lewat dari lima menit, aku tutup teleponnya..!!"
"Tunggu La tunggu...aku masih kangen denger suara kamu, kamu gak kangen sama aku La?"
"Nggak . .!!" jawab Theolla cepat.
"Ya udah deh kalo gitu, tidur sana udah malem awas loh jangan sampe mimpiin aku..!! " goda Jupiter.
"Pede gilaa......!!! " Theolla langsung menutup panggilan dari Jupiter, dia memegang dadanya yang kini berdebar lebih cepat setelah Jupiter menelponnya. Perasaannya campur aduk antara senang dan takut. Sudah lama dirinya tidak merasakan perasaan seperti ini.
"Ini sudah gila....apa gue beneran jatuh cinta sama dia?? "
.
.
.
.
.
__ADS_1
Segini dulu genks..
Like, vote dan koment yaakkk makasiih🙏🙏