Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Ambisi Clara


__ADS_3

Clara mengepalkan sebelah tangannya melihat kedekatan antara Jupiter dan Kanaya. Dia tak habis pikir jika adik tirinya juga ternyata mengenal Jupiter. Clara tidak boleh kalah oleh Kanaya, dia harus bisa meyakinkan papahnya agar bisa menjodohkan dia dengan Jupiter.


Kesempatan ini tidak boleh hilang dalam genggamannya, karena bagaimana pun juga Clara sangat menginginkan Jupiter. Meskipun Jupiter menolak, tapi dia tak boleh menyerah. Clara yakin papah tiri kesayangannya itu bisa membantu dia. Clara harus mendapatkan apa yang dia inginkan.


Malam semakin larut, keluarga Jupiter pamit undur diri. Setelah berbasa basi sejenak Andre dan Anna lalu memasuki mobilnya, di susul oleh Jupiter yang menaiki mobil yang berbeda.


"Nginep ya sayang malam ini di sini, besok baru pulang ke apartemen!!" pinta Chandra pada Kanaya.


"Baik pah."


"Nanti biar bik Tuti beresin kamar kamu dulu sayang."


Kanaya hanya mengangguk mengiyakan papahnya.


"Jadi kamu kenal nak Jupiter dimana?" tanya Chandra.


"Dia pelanggan di kedai kopi tempatku kerja dulu pah."


"Memalukan..!!" Chintya ibu tiri Kanaya buka suara.


Kanaya tidak memperdulikan ucapan ibu tirinya.


"Bisa-bisanya lo lulusan S2 dari Inggris kerja cuma jadi pelayan, lo sadar gak sih bikin malu keluarga.'' ujar Clara tak habis pikir.


"Yang penting gue kerja cari uang halal mbak, bukan cuma numpang hidup aja kayak benalu."


"Maksud lo apa ngomong kayak gitu?" Ketus Clara.


"Gak ada maksud apa-apa, gue cuma ngomong apa adanya." balas Kanaya santai.


"Lo nyindir gue?"


"Oh...lo merasa tersindir mbak?"


"Kanaya!!!" teriak Clara kesal.


"Sudah-sudah kalian ini sekalinya bertemu kenapa harus bertengkar sih." Chandra mencoba melerai pertikaian antara Kanaya dan Clara.


"Anakmu tuh pah...yang mulai duluan." ujar Chintya.


"Tante dari dulu gak berubah ya...selalu saja menyalahkan aku dan lebih membela anak kesayangannya."


"Sudaaahh....papah pusing lihat kalian bertengkar terus, mumpung kita lagi ngumpul lebih baik kita gunakan waktu ini sebaik mungkin."


"Maaf pah aku capek mau istirahat dulu..!!" Kanaya beranjak dari duduknya dan berlalu menuju kamar yang sudah lama tidak dia tempati. Setiap kali pulang kerumah pasti dia akan bertengkar dengan Clara atau Chintya ibu tirinya. Itulah sebabnya Kanaya tidak pernah betah di rumah.


Membuka handle pintu kamar, Kanaya melihat sekeliling kamarnya, tidak banyak yang berubah masih sama seperti tujuh tahun yang lalu saat dia tinggal ke Inggris. Kanaya lalu mendudukan dirinya diatas kasur menyimpan tasnya asal lalu...


Braaakkk!!!

__ADS_1


Pintu kamar terbuka dengan keras, Clara masuk dan langsung duduk di sofa yang ada di kamar Kanaya.


"Mau apa lo mbak?gue cape mau istirahat." Kanaya merasa terganggu dengan kehadiran Clara.


"Gue cuma mau ngingetin elo...jangan pernah sekali-kali lo deketin Jupiter!!"


"Sepertinya lo salah paham mbak, gue sama mas Jupiter tuh gak ada apa-apa."


"Gak ada apa-apa tapi gue lihat lo akrab banget sama dia?"


"Ya karena sebelumnya gue udah kenal sama dia, lagian dia juga gak mau kok di jodohin sama lo atau gue."


"Gue akan berusaha agar dia bisa jadi milik gue..!!"


"Semoga lo berhasil...karena setahu gue mas Jupiter udah punya seseorang yang dia suka tapi itu bukan lo mbak."


"Meskipun sekarang dia gak suka sama gue, tapi gue akan berusaha agar dia jadi milik gue!!"


"Sepertinya mimpi lo ketinggian mbak, hati-hati ntar sakit kalau gak kesampean!!"


"Siaall....lihat aja nanti Jupiter pasti mau menerima perjodohan ini." keukeuh Clara dengan tekad yang kuat.


"Terserah lo mbak, sekarang keluar dari kamar gue...gue cape mau istirahat."


Dengan wajah kesal Clara bangkit dari duduknya dan berlalu dari hadapan Kanaya.


"Dasar cewek gak tahu malu!!" umpat Kanaya.


Sementara itu Jupiter membawa mobilnya membelah jalanan ibu kota. Dia tidak langsung pulang menuju apartemennya, melainkan mampir le sebuah tempat dimana ada Dimas dan Mario berada. Setelah berkendara hampir satu jam tibalah Jupiter di sebuah club malam terkenal di daerah Jakarta.


Hingar bingar musik terdengar begitu Jupiter menginjakkan kakinya disana, dia menatap sekeliling mencari-cari keberadaan Dimas dan Mario. Kerlap kerlip lampu diskotik dan ramainya pengunjung membuat Jupiter sulit mencari keberadaan mereka.


Dikeluarkannya ponsel dari saku jasnya, dia lalu menghubungi Mario dan beberapa menit kemudian panggilannya baru bisa terhubung.


"Lo dimana?gue udah sampai nih di sini." ujar Jupiter setengah berteriak.


"Gue ada di lantai dua...di ruangan VIP lo naek aja dulu keatas nanti lo cari ruangannya."


"Oke...gue nyusul kesana."


Setelah berkeliling hampir lima menit, sampailah Jupiter di ruangan yang di maksud Mario. Dia membuka handle pintu, dan nampaklah Dimas dan Mario di sana di temani dua orang wanita yang melayani mereka minum.


"Siiaalll....kenapa harus di tempat seperti ini." umpat Jupiter kesal. Dia merasa risih melihat keberadaan dua wanita yang berpakaian minim itu. Mereka duduk di antara Dimas dan Mario.


Melihat Jupiter yang merasa tidak nyaman, Mario lalu menyuruh kedua wanita itu pergi setelah memberinya uang tips.


"Sejak kapan kalian maen ditempat seperti ini?" selidik Jupiter pada Dimas dan Mario.


"Sejak hari ini." jawab Dimas enteng.

__ADS_1


"Bosen bro...malam minggu gini bolehlah kali-kali kita minum." tambah Mario, dia lalu menyodorkan segelas vodka pada Jupiter.


"Minum sedikit.....ini enak gak bakal memabukan."


"Gue udah lama gak minum kayak gitu, jadi kalian ajalah gue masih sayang sama diri gue sendiri."


"Anak baik." kekeh Dimas yang sudah setengah sadar. Dimas lalu menyandarkan tubuhnya di punggung sofa dan kesadarannya hilang begitu saja.


"Mabok dia?" pandangan Jupiter tertuju pada Mario.


"Ya...dia terlalu banyak minum sepertinya dia frustasi memikirkan Kanaya."


"Padahal malam ini gue bertemu sama Kanaya."


"Serius??"


"Iya ternyata Kanaya memang anak pak Chandra pemilik hotel yang waktu itu Dimas lihat."


"Jadi selama ini dia bohongin Dimas?"


"Dia pasti ada alasan kenapa melakukan semua itu." ucap Jupiter, dia melirik kearah Dimas yang sudah tak sadarkan diri.


"Terus lo jadi di jodohin sama anaknya pak Chandra?"


"Ya nggak mungkin yo...anaknya pak Chandra tuh gue kenal dua-duanya."


"Siapa satu lagi?"


"Clara..."


"Clara yang waktu itu ngejar-ngejar lo di pesta?"


"Ya ternyata dia anak tirinya pak Chandra sekaligus kakak tiri Kanaya."


"Gilaa....ini gilaa....terus siapa yang lo pilih?"


"Gak ada....Clara dari dulu gue cuma anggap dia teman, sementara Kanaya lo lihat tuh Dimas bagaimana selama ini dia mencarinya."


"Iya gue tahu....lo pasti akan nolak lagi bila di jodohin, dan lo masih nungguin Theolla kan."


Jupiter tidak menampik ucapan Mario, dia lalu mengambil sebatang rokok yang tergeletak di atas meja dan menyulutnya. Kini asap mengepul dari bibir Jupiter. Mario pun mengikuti langkah Jupiter, mereka menatap iba pada Dimas yang tak sadarkan diri.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Terima kasih buat kakak-kakak readers dan author yang sudah berkenan mampir...jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment🙏😍


__ADS_2