Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Batal Nikah


__ADS_3

Sang mentari mulai merangkak naik dari singgasananya, semburat sinar kuning keemasan terlihat indah di langit Surabaya. Hari ini adalah hari paling bersejarah bagi hidup Theolla, dia akan melepas masa lajangnya bersama pria pilihan orangtuanya. Theolla duduk di depan meja rias yang ada di kamar hotel, seorang Make up artist tengah memberi sentuhan magic bagi wajah Theolla. Karena kecantikannya sudah terpancar sejak kecil, maka MUA tersebut hanya memberi polesan tipis di wajah Theolla untuk akad nikahnya kali ini.


"Perpect sayy!!" ujar MUA yang di ketahui bernama Noni. Seorang pria bertulang lunak yang merias wajah Theolla.


"Makasih mas....eh mbak." Theolla bingung harus memanggil MUA ini apa. MUA itu mengibaskan rambutnya mendengar ucapan Theolla.


"Aduh nekk....panggil eke miss Noni...okeey...miss."


"Iya mas....eh miss...maaf!!"


Noni memberenggut dengan bibir maju lima senti.


"Akad nikahnya jam berapa sih say??"


"Jam sepuluh miss."


"Masih setengah jam lagi, sini eke rapihin lagi polesan make-upnya."


Noni kembali berkelana pada wajah Theolla dan juga tatanan rambutnya.


"Eke lihat-lihat muka yey...kenapa di tekuk gitu?padahal ya selama eke merias para calon pengantin mereka pasti berseri-seri."


Theolla hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Noni.


"Yey gak bahagia di hari pernikahan yey?"


"Bahagia kok." ucap Theolla datar.


"Jangan bohong, tadi eke lihat sebelum di rias mata yey sembab pasti semaleman nangis ya..kalau bukan dengan tangan dingin ini, gak mungkin tuh mata yey yang sembab gak terlihat seperti sekarang."


Ceklek


Pintu ruangan terbuka, masuklah Mona dengan tampilan yang juga sudah rapih.


"Kamu cantik sekali sayang." Mona meraih bahu Theolla yang masih duduk menghadap cermin besar.


"Makasih mah." ujar Theolla dengan tersenyum tipis.


"Anaknya nyonya di poles dikit aja huh aura kecantikannya langsung keluar." ujar Noni memujinya.


"Anda terlalu berlebihan miss."


"Seorang pengantin aura kecantikannya memang akan keluar pada saat dia menikah sayang."


"Eke setuju sama anda nyonya....selesai!!" Noni berhenti merias wajah Theolla karena memang sudah selesai dari tadi, hanya merapihkan beberapa bagian yang kurang.


"Keluarga Raka baru saja datang, kita tinggal menunggu penghulunya saja..nanti jika waktunya sudah tiba mamah akan jemput kamu sayang."


"Baik mah."

__ADS_1


"Senyum donk sayang!!"


Theolla menarik sedikit bibirnya keatas, rasanya susah sekali untuk dia tersenyum. Mengingat beberapa menit lagi Theolla akan resmi menjadi istrinya Raka.


"Ya udah mamah tinggal keluar dulu ya sayang!!"


Theolla mengangguk, menatap kepergian Mona dari cermin besar dihadapannya. Setelah Mona keluar dari ruangan Theolla, tak terasa tiba-tiba air mata lolos begitu saja di pipinya.


"Aduuhh cyiinn...kok nangis sih, nanti riasannya luntur."


"Maaf miss." ucap Theolla sambil menyeka air matanya.


"Sini eke rapihin lagi riasannya."


Noni kembali mengeluarkan bedak padatnya untuk menyamarkan bekas airmata Theolla.


"Udah jangan nangis lagi ya say...nangisnya ntar aja kalau akadnya udah selesai."


Theolla hanya mengangguk dan terdiam saat Noni kembali merapihkan riasannya yang terkena air mata.


*****


Sementara itu di ruangan Presidential Suite hotel ChandraKirana yang terletak di Surabaya, Kanaya tengah bersiap memoles wajahnya dengan makeup tipis. Sesekali matanya melirik kearah Jenifer yang tengah duduk di tepi ranjang.


"Kak Jeni yakin hari ini kita akan berhasil? itu bukan alamat palsu lagi kan seperti yang kemarin?"


"Iya aku yakin Nay....ini alamat rumah pacar aku yang sebenarnya."


"Emang temen kamu itu nikahannya di hotel ini?"


"Iya kak....pagi ini akad nikahnya nanti malem lalu resepsi, Dimas juga kebetulan sudah tiba semalam dia juga nginep di hotel ini."


"Kamu pergi saja sama Dimas, aku nunggu di kamar ya Nay."


"Serius? nanti kakak bosen loh kalau diam di kamar, mending kakak ikut sama aku aja."


"Aku kan gak kenal sama temen kamu itu, kamu pergi aja Nay."


"Katanya pengen kenal sama pacar aku, sekalian nanti aku kenalin kak sama temenku yang lain."


"Ya udah lah jika kamu maksa, aku ikut tapi jangan lama-lama ya."


"Iya selesai akad kita langsung pergi cari alamat itu."


Kanaya meraih tasnya begitupun dengan Jenifer, mereka keluar bersama menuju ballroom hotel ChanndraKirana. Kanaya mengedarkan pandangannya mencari sosok Dimas yang menunggu dirinya di depan pintu masuk. Sementara Jenifer dia hanya mengetuk-ngetukan high heelsnya ke lantai, merasa tidak nyaman melihat orang yang berlalu lalang di sekitar ballroom.


"Ayo kak....Dimas ada di sebelah sana!!" tunjuk Kanaya melihat Dimas yang melambai dari jauh. Jenifer mengikuti langkah Kanaya, namun tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah papan ucapan selamat yang bertulis happy wedding Theolla Danisha dan Raka Arya Wiguna. Tidak hanya satu tapi papan karangan bunga yang lain pun tulisannya sama.


Jenifer meraih lengan Kanaya "tunggu Nay!!"

__ADS_1


"Kenapa kak?"


"Siapa nama teman kamu yang akan menikah itu?"


"Oh namanya mbak Theolla."


"Bukan...pengantin prianya?"


"Kalau gak salah namanya Raka apa gitu ya..kenapa sih kak?"


Jenifer langsung mengambil langkah seribu memasuki ballroom hotel, tanpa memperdulikan teriakan Kanaya yang keheranan. Selanjutnya Kanaya dan Dimas mengikuti langkah Jenifer.


Sementara itu di dalam ballroom yang sudah di sulap indah sesuai tema pernikahan, tampak Raka duduk dengan gagahnya di depan penghulu. Dan ada Theolla yang duduk di sebelahnya. Setelah penghulu menjelaskan beberapa tata caranya kini giliran akad nikah itu di ucapkan.


Bima sebagai papah dari Theolla akan menikahkan anaknya secara langsung. Bima dan Raka lalu saling berjabat tangan.


"Ananda Raka Arya Wiguna saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri kandung saya Theolla Danisha dengan mas kawin perhiasan emas sebesar 500gram."


"Saya terima nikah dan....."


"Tunggu..!! pernikahan ini tidak. bisa di lanjutkan!!" teriak Jenifer dengan suara lantang. Sontak semua orang berpaling kearah suara tersebut. Jenifer melangkah mendekat menuju meja akad, Raka tersentak kaget mendapat kekasihnya yang berada di Jerman berdiri di hadapannya. Semua orang langsung berdiri melihat kearahnya.


Plak!!


Jenifer menampar Raka dengan sangat keras, membuat Theolla dan keluarganya kaget luar biasa.


"Pria yang akan menikah ini adalah ayah dari anak yang sedang saya kandung!!" ucap Jenifer dengan nafas memburu menahan emosi. Semua keluarga Theolla dan Raka membelalak kaget mendengar penuturan Jenifer. Begitupun dengan Kanaya dan Dimas yang mendengar jelas ucapan Jenifer.


"Aku bisa jelasin semua..." Raka nampak panik dan mencoba meyakinkan orangtua Theolla.


"Apa yang mau kamu jelasin Raka, jadi ini maksud kamu pulang ke Indonesia untuk menikah dengan wanita lain sementara aku lagi mengandung anak kamu."


"DIAM kamu Jeni..!!!" hardik Raka keras.


PLAK !!


"KAMU YANG DIAM RAKA..!!" tangan Arya ayah dari Raka mendarat di pipinya. Membuat Raka meringis mendapat dua kali tamparan.


"Saya sangat kecewa dengan apa yang terjadi pak Arya, pernikahan ini tidak bisa kita lanjutkan semuanya BATAL!!!" tekan Bima ayah dari Theolla.


"Ayo nak...!!" Bima meraih tangan Theolla untuk meninggalkan hotel, di ikuti oleh semua anggota keluarganya yang lain begitupun dengan Amanda dan Venus.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment Makasih🙏😍


__ADS_2