
Kehamilan yang sudah memasuki trimester akhir membuat Amanda tidak leluasa untuk bergerak bebas. Perubahan bentuk badan yang sangat jelas, bahkan kini berat badannya sudah naik sekitar 10 kilogram. Belum lagi bengkak di kakinya kini sudah terlihat padahal kehamilannya baru memasuki usia 30 minggu.
Seperti pagi ini Amanda tengah mempersiapkan segala keperluan Venus sebelum berangkat ke kantor. Padahal Venus sudah melarang Amanda agar tiduran saja, tapi Amanda tidak bisa duduk diam melihat suaminya kerepotan mempersiapkan ini itu.
"Aku bisa sendiri mih." Venus ngotot untuk memasang dasinya sendiri. Sementara Amanda tetap keukeuh untuk membantu Venus memasangkan dasi.
"Ini sudah tugas aku papih. Cuma hal sepele gini masa aku gak bisa." Amanda tetap membuat simpul dasi di kerah kemeja Venus.
Jadi panggilan mereka berdua kini berubah ya jadi mamih dan papih๐
"Selesai. Kamu serius gak sarapan di rumah?" Amanda merapihkan Dasi yang sudah di pasangnya lalu membantu Venus mengenakan Jas.
"Aku sarapan di kantor aja nanti, ada meeting penting pagi ini gantiin Jupiter." Venus lalu duduk di sofa untuk memakai sepatunya.
"Apa kabarnya ya mereka berdua?" Amanda teringat dengan Jupiter dan Theolla yang tengah berbulan madu.
Venus tersenyum mendengar ucapan Amanda "tentu saja mereka tengah bersenang-senang, kayak kita dulu." Venus tiba-tiba teringat bulan madunya dengan Amanda dulu saat ke Thailand. Betapa saat itu mereka berdua juga sangat berbahagia.
"Jadi pengen ke Labuan Bajo juga pih..!!"
"Dengan perut yang sebesar itu?" ekor mata Venus melirik kearah perut Amanda yang membuncit.
Sontak Amanda mencebikan bibirnya "tentu saja nanti jika dia udah lahir, kita berempat bisa liburan kesana."
"Baiklah jika itu mau kamu mih. Sayang... papih berangkat kerja dulu ya baik-baik di rumah jangan bikin mamih susah ya!!" Venus mengelus perut Amanda mengajaknya berbicara. Tiba-tiba si kecil di dalam perut Amanda merespon bergerak mendengarkan ucapan papihnya. Sontak Venus bersorak girang.
"Dia merespon mih." ucapnya senang.
"Tentu saja sekarang dia paham jika di ajak berbicara."
"Papih udah gak sabar buat ketemu sama kamu jagoan." ucap Venus lagi. Kali ini dia menempelkan telinganya di perut Amanda. Jadi setelah di USG anak kedua Amanda dan Venus adalah berjenis kelamin laki-laki.
"Nanti siang kan jadwal aku periksa ke dokter kandungan, sekalian nanti kita bisa lihat perkembangan dia." ucap Amanda mengingatkan Venus.
"Ya udah nanti siang kita langsung ketemuan aja di Rumah Sakit, kamu datang bareng supir ya nanti kita bertemu di sana."
"Ya udah deh kalau gitu."
"Aku berangkat ya !! baik-baik di rumah jangan lupa di minum susu dan vitaminnya."
__ADS_1
"Iya papih. Ayo aku anter..!!"
"Gak perlu kebawah mih. Anter sampai pintu kamar aja aku gak mau kamu naek turun tangga terus, nanti biar aku suruh Lala buat bawain sarapan sama susu ke kamar."
"Tapi aku bete pih di kamar aja. Ara juga sekolah gak ada di rumah." protes Amanda.
"Ada gadget. Ada televisi masa bete, kamu bisa baca buku seputar kehamilan juga. Nanti aja turun kebawahnya pas mau ke dokter."
Venus kini membatasi Amanda agar tidak terlalu sering keluar dari rumah, apalagi naik turun tangga. Sungguh Venus sangat khawatir dengan kehamilan Amanda yang sudah membesar. Bahkan kini Amanda sudah di larang untuk bepergian keluar jika tidak bersama Venus, terakhir kali pergi jauh yaitu saat menghadiri pernikahan Jupiter dan Theolla di Surabaya.
Amanda meraih sebelah tangan Venus dan menciumnya "hati-hati di jalan. Jangan lupa makan setelah nyampe kantor !!"
"Iya sayang." Sebelum keluar kamar Venus terlebih dulu mencium kening Amanda. Kini Amanda hanya menatap kepergian Venus dari atas tangga, biasanya dia akan mengantar sampai Venus masuk ke dalam mobil.
*****
Venus tiba di kantor lebih pagi dari biasanya. Dia buru-buru memasuki ruangannya untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum meeting di mulai. Meeting bulanan ini biasanya selalu di pimpin oleh Jupiter, tapi karena Jupiter sedang cuti jadi sebagai wakil direktur Venus yang kini menggantikannya.
Tok tok tok !!
"Masuk !!" sahut Venus dari dalam. Dimas melongokan kepala melihat Venus yang masih duduk di meja kerjanya menatap serius pada laptop di depannya.
"Ya tunggu sepuluh menit lagi. Dim tolong kau bawain berkas yang ada di atas meja itu." tunjuk Venus. Dimas pun melangkah mendekati Venus.
"Yang ini ?" tanya Dimas ulang. Venus melirik sebentar dan menganggukan kepalanya.
"Ya....bentar lagi gue keruangan meeting."
"Ya sudah saya duluan pak." Setelah Dimas berlalu dari ruangannya, Venus kembali berkutat dengan laptopnya. Lima menit kemudian dia sudah beranjak berdiri berjalan menuju ruangan meeting.
Dua jam sudah berlalu....
Meeting bulanan yang di pimpin Venus sudah selesai di laksanakan, Venus mendudukan dirinya di atas sofa yang berada di ruangan kerjanya. Di sana ada Mario dan Dimas juga yang tengah menikmati sarapan yang sudah kesiangan gara-gara meeting yang terlalu pagi.
"Jadwal gue siang ini kosong nggak Dim?" tanya Venus. Dimas menoleh ketika namanya di sebut.
"Bentar gue lihat dulu," Dimas mengambil tabletnya yang berada di atas meja.
"Siang ini lo ada kunjungan ke lokasi proyek di daerah Thamrin."
__ADS_1
"Batalin aja dulu. Atur ulang jadwalnya, siang ini gue mau ke Rumah Sakit nemenin Manda ngecek kandungan."
"Siap. Nanti gue cari waktu yang pas lagi buat kesana."
"Emang udah berapa bulan kehamilan istri lo?" tanya Mario angkat bicara.
"Kalau gak salah tujuh bulan lebih dah."
"Jangan salah donk, harus bener. Nanti pas anak lo lahir salah hitung lagi."
"Ya gak bakalan aseem..!!" semprot Venus.
"Hahaha...udah tua ternyata lo ya mau punya anak dua." goda Mario.
"Tuaan lo kamp*ret." sahut Venus kesal.
"Cuma beda setahun. Gue malah masih perjaka lo udah mau jadi bapak-bapak, bentar lagi tua terus mati dah." kekeh Mario yang langsung tertawa lebar di ikuti oleh Dimas.
"Siaall...!! dasar bujangan lapuk kalian berdua." namun Mario dan Dimas tidak menghiraukan ucapan Venus.
"Gue potong gaji kalian bulan ini...tahu rasa lo !!" tambah Venus lagi.
"Eits ...jangan bawa-bawa gaji bos !!" timpal Dimas.
"Terserah gue..!! di sini gue yang jadi bosnya."
"Uuuhhh takuutt...!!" ucap Mario dan Dimas bebarengan. Venus hanya pasrah menjadi bahan lelucon dua karyawan sekaligus sahabatnya ini.
.
.
.
.
.
Terima kasih yang sudah memberikan dukungan berupa hadiah, vote dan like. Dukungan kalian sangat berarti untuk karya saya yang masih amburadul ini. Bagi yang belum update MT/NT versi terbaru yuk segera di update biar kita bisa saling mendukung karya kita๐๐๐
__ADS_1