
Mentari pagi perlahan merangkak naik menghiasi langit biru, segerombolan burung mulai berkicau menambah indahnya suasana pagi. Disebuah rumah, nampak Venus sudah siap dengan seragam sekolahnya. Bersama sang bunda kini Venus tengah menikmati sarapan. Selang beberapa menit Jupiter pun datang dan ikut bergabung di meja makan.
"Pagi bunda..!!!" sapanya dengan mencium kening sang bunda sekilas. Jupiter lalu duduk di sebelah sang bunda berhadapan dengan Venus
"Pagi juga sayang, kok tumben pagi-pagi udah rapih?" tanya Rianti di sela sarapannya.
Jupiter tersenyum simpul "aku ada kelas pagi bun," mendengar ucapan Jupiter,Venus yang tengah menunduk menikmati sarapan nya langsung mendongak dan menatap ke arah kembarannya.
"Serius lo?" tanyanya.
"Iya, kenapa emang?"
"Lo lupa hari ini ada pertandingan final, bisa abis gue di ceramahin sama coach Danu kalo lo gak maen," Venus mendelik kesal.
"Gue gak lupa kok, tenang aja lo jelasin semuanya dulu sama coach Danu nanti gue nyusul kesana kalo kelas gue udah selesai." tutur Jupiter.
"Emang pak Danu belum tahu kalau sebenernya yang ikut main bola itu kembaran mu?" Rianti angkat suara melihat perdebatan kedua anaknya.
"Ya belum bun, kalau ku jelasin bisa marah soalnya coach Danu begitu berharap banget sama Jupiter."
"Bunda gak ikut-ikutan ya ini urusan kalian berdua,pokoknya kalian urusin dulu masalah ini."
"Gara-gara Jupiter nih..!!" tuduh Venus.
"Kok gue yang di salahin, harusnya lo berterima kasih sama gue!!"
"Coba aja lo gak masuk tim football mungkin gak akan seribet ini jadinya," ucap Venus kesal.
Rianti yang melihat perdebatan kedua anaknya mulai memanas langsung menengahi "ehh...udah-udah kok malah ribut kayak gini sih, gak boleh ada yang salah-salahan ini udah keputusan kalian berdua dari awal jadi sekarang pertanggung jawabkan semuanya,"
"Iya bunda..!!" ucap Jupiter dan Venus bebarengan. Lalu Venus pun beranjak dari duduknya.
"Aku berangkat dulu bunda..!!" Venus pun menyalimi tangan sang bunda.
"Iya sayang hati-hati ya..!!" ucap Rianti.
"Lo gak salim dulu sama kakak lo yang ganteng ini?" seru Jupiter. Namun Venus hanya melirik sekilas dan mendengus kesal, dirinya melanjutkan kembali langkahnya tanpa memperdulikan ucapan Jupiter.
"Jangan marah-marah mulu, ntar cepet tua loh!!" teriak Jupiter sambil terkekeh geli karena menggoda saudara kembarnya, Rianti hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kedua anaknya.
*****
__ADS_1
Venus menepikan mobilnya di depan gerbang rumah Amanda, dia duduk di atas kap mobil menunggu sang pujaan hati yang masih marah padanya. Selang beberapa menit orang yang dia tunggu pun keluar bersama dengan Theolla, Venus lalu melambai-lambaikan tangan nya dan tersenyum manis.
Theolla menyenggol lengan Amanda dan tersenyum menggodanya "Ciiee di jemput tuh..!!"
Amanda hanya mendengus kesal dan nampak tak perduli "gue gak yakin itu Venus, jangan-jangan cowok lo lagi?" ucap Amanda.
"Cowok gue kuliah pagi, udah sana samperin kasian tuh anak orang nungguin, mobil biar gue yang bawa ya..!!" Theolla lalu melangkah hendak memasuki mobil Amanda.
"Gue ikut lo aja, males harus bareng sama dia." Amanda yang hendak membuka pintu mobilnya tiba-tiba di tahan oleh Venus yang sudah berdiri di belakangnya.
"Yank udah donk marahnya, ikut gue yuk...!!" Venus mencoba merayunya dengan memperlihatkan senyum termanisnya.
"Males...!!" ketus Amanda.
"Aku punya oleh-oleh dari Korea pasti kamu suka..!!"
"Kamu coba-coba ngerayu aku?"
"Yank please...!!" Venus menggenggam tangan Amanda dan menunjukan raut penyesalan. Theolla yang melihat itu merasa tak enak hati dan bergegas masuk ke mobil.
Lalu Theolla membuka sedikit kaca mobilnya "gue duluan ya, kalian selesein dulu masalah kalian..!!" ujar Theolla tangannya melambai ke arah Amanda.
Dengan sedikit rasa kesal Amanda lalu berjalan mendahului Venus memasuki mobilnya. Venus yang melihat itu pun tersenyum senang. Namun di dalam mobil Amanda masih tak mau menghiraukan Venus, dia hanya fokus menatap keluar jendela.
"Jangan kelamaan yank marahnya entar cepet tua loh..!!" goda Venus dan berhasil membuat Amanda menoleh kearahnya.
"Abis kamu tuh ngeselin banget pergi ke luar negeri gak ngomong dulu, punya saudara kembar pun gak pernah cerita sama aku, kamu ini anggap aku apa?"
"Pacar donk yank..!!" sela Venus.
"Ihhh...aku tuh serius masih marah sama kamu..!!" cebiknya kesal.
"Iya maaf untuk soal ke luar negeri kenapa aku gak ngomong sama kamu dulu, aku takut kamu gak ngijinin dan soal Jupiter aku lupa punya saudara kembar," kekeh Venus di selingi dengan tawanya, dan langsung mendapat cubitan dari Amanda.
"Becanda yank...Jupiter kan udah lama tinggal di Korea jadi hampir semua temen-temen ku gak ada yang tahu kalau aku punya saudara kembar, kecuali temen-temen SD ku." ungkap Venus.
"Emang kamu gak curiga sama sekali sama Jupiter waktu lagi nyamar jadi aku?"
"Pertama-tama ya nggak tapi lama-lama sikap dia tuh berubah sama aku, gak ada romantis-romantisnya malah terkesan menghindar dari aku."
"Tapi dia nggak macem-macem kan sama kamu?"
__ADS_1
"Ya nggak, macem-macem gimana orang semenjak dia keluar dari basket kita jarang ketemu dia sibuk latihan football."
Tiba-tiba Venus menepuk jidatnya "Final....final...final," dia menggeram kesal memukul kemudinya.
"Kenapa sih?" tanya Amanda heran.
"Sekarang final football yank, gimana ini aku gak bisa maen bola sebagus Jupiter bisa curiga nih orang-orang!!"
"Derita lo...!!" ledek Amanda. Dia tertawa senang melihat Venus yang nampak kebingungan.
"Seeh jahatnya ..!!"
"Kamu udah maafin aku kan yank?" tanya Venus lagi.
"Tergantung..!!"
"Tergantung apanya?"
"Tergantung nanti..!!" kekeh Amanda. Venus hanya melirik sekilas dan mencebik kesal. Tidak berapa lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai di parkir sekolah. Amanda keluar dari mobil di ikuti Venus yang berjalan di sampingnya.
Ditengah perjalanan, mereka berpapasan dengan Raul yang menatapnya heran "kalian...?" mata Raul memicing menatap Venus dan Amanda bergantian.
"Kenapa lo?" tanya Venus tak ramah.
"Manda, Venus kan udah selingkuh sama Theolla lo gak putus sama dia??" tanya Raul matanya tertuju pada Amanda yang tengah menatapnya heran.
"Menurut lo gimana kelihatannya?" tanya Amanda balik.
"Gara-gara Venus lo udah celaka Man,apa pantas dia mendapatkan maaf dari lo!!"
"Hehh lo doain gue putus sama Manda ya? asal lo tahu gue sama Manda tuh baik-baik aja...!!!" ketus Venus, tangannya kini menggenggam tangan Amanda.
"Ayo yank ..!!" ajak Venus,mereka berdua pun meninggalkan Raul yang masih berdiri mematung menimbulkan sejuta pertanyaan.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa like,vote dan koment ya genks maaaciiww🙏😍