
Jupiter masih di sibukkan dengan setumpuk dokumen di hadapannya. Hari ini tangan dia bekerja cukup keras untuk menandatangani beberapa berkas penting dari perusahaannya. Sampai akhirnya pintu ruangan Jupiter terbuka, masuklah Sandra melongokkan kepalanya.
"Permisi pak..!"
Jupiter mengangkat sedikit wajahnya lalu kemudian fokus lagi dengan kerjaannya,"kenapa San?"
"Ada tamu yang ingin bertemu dengan bapak."
"Siapa?"
"Seorang wanita pak."
"Theolla??" tanya Jupiter menatap kearah Sandra.
"Bukan pak, utusan dari PT. Gemilang.."
"Oh ya sudah suruh dia masuk..!!"
Sandra lalu pamit undur diri, dan masuk lah seorang wanita membawa sebuah dokumen di tangan kirinya. Sementara sebelah tangannya menenteng sebuah tas dari brand ternama. Penampilannya tidak seperti seorang pekerja kantoran, tapi lebih mirip seorang model.
"Haiii....!!" sapanya di buat semanis mungkin.
Jupiter begitu terkejut melihat Clara berdiri di hadapannya,"kamu kenapa bisa disini?"
"Gak usah kaget gitu kali, ini aku bawain dokumen titipan dari om aku." Clara lalu menyerahkan sebuah dokumen ke tangan Jupiter. Sekilas Jupiter membuka dokumen tersebut.
"Aku gak di suruh duduk nih?"
"Iya silahkan duduk Ra, biar ku pesankan minum untukmu." Lalu Jupiter melakukan panggilan keluar menghubungi Sandra sekertarisnya. Setelah itu Jupiter duduk di sebuah sofa yang tak jauh dari Clara.
"Kantor kamu besar juga ya...aku gak nyangka semuda ini kamu sudah menjadi seorang direktur."
Jupiter hanya tersenyum mendengar ucapan Clara, "kamu sendiri kerja di perusahaan pak Hartono?"
Tiba-tiba Clara tertawa, "aku gak ada bakat kerja di kantoran."
"Lalu?"
"Sepulang dari New york aku belajar menekuni bidang yang ku sukai, karena aku suka dandan jadi aku buka usaha Salon kecantikan gitu."
"Wah...itu juga bagus, lalu kenapa dokumen ini bisa berada sama kamu?"
"Aku hanya mencari-cari alasan saja agar bisa bertemu sama kamu."
Obrolan mereka terhenti ketika Sandra datang membawakan minuman. Lalu Sandra kembali pamit undur diri.
"Sebenarnya dari dulu aku udah berusaha mencari keberadaan kamu, tapi teman-teman satu angkatan kita gak ada yang tahu alamat kamu di Jakarta "
"Maaf ya Ra...kalau dulu aku sempat menghindarimu sebelum aku pulang ke Indonesia."
"It's oke....yang dulu biarlah berlalu, apa sekarang aku masih ada harapan?"
Kening Jupiter sedikit berkerut "Maksudnya?"
"Jupiter perasaanku masih sama seperti dulu, aku terima alasan kamu dulu menolakku, tapi sekarang bisakah kau memberiku satu kesempatan?" pinta Clara.
__ADS_1
Jupiter nampak terkejut mendengar kata-kata Clara yang kembali menyatakan perasaannya, seperti beberapa tahun yang lalu saat mereka masih kuliah di New York.
Setelah Theolla menghilang dari hidupnya, Clara masuk menjadi salah satu wanita yang mendekatinya. Karena Clara sama-sama dari Indonesia, Jupiter merasa lebih cocok untuk berteman dengannya. Tapi dari pertemanan mereka, Clara menginginkan hubungan itu lebih dari teman. Namun Jupiter menolak, dengan alasan masih ingin fokus untuk kuliah.
"Jupiter?"
Jupiter mengerjap kaget mendengar suara Clara,"Maaf..sepertinya kamu salah jika membicarakan hal ini di sini." Jupiter beranjak dari duduknya namun Clara dengan sigap menarik tangannya sehingga Jupiter kembali duduk di sampingnya.
"Pleasee...aku udah nunggu kamu selama beberapa tahun ini, kasih aku kesempatan ya buat jadi orang yang spesial di hati kamu."
"Maaf Ra.. dari dulu sampai sekarang aku hanya menganggap kamu sebagai teman."
"Lalu kenapa sampai sekarang kamu belum menikah dan mempunyai seorang kekasih?"
"Aku masih ingin fokus dengan karirku."
"Bohong...aku tahu kamu juga suka sama aku kan?"
Jupiter sudah kehilangan kata-kata untuk menjelaskan pada Clara, wanita ini begitu berani dan ambisius untuk mendapatkan sesuatu.
Tiba-tiba Clara memeluk Jupiter dengan erat, "aku gak peduli jika kamu belum punya perasaan sama aku, tapi mulai saat ini aku gak akan ngelepasin kamu lagi."
Ceklek!!
Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka, Theolla tertegun melihat sepasang manusia yang dalam posisi saling memeluk. Jupiter yang menyadari kehadiran Theolla buru-buru melepaskan diri dari pelukan Clara.
"Theolla.."
"Maaf...aku kira tadi di dalam gak ada tamu." Theolla buru-buru menutup pintunya kembali. Menahan gejolak yang ada di dalam dirinya.
"Kenapa sih? dia karyawan kamu kan?" tanya Clara heran.
"Lebih baik kamu pulang Ra, kerjaanku masih banyak...!!"
"Tapi urusan kita belum selesai."
"Aku sedang tidak ingin membahas hal itu."
"Baiklah aku pulang, sampai ketemu lagi ya..!!" Clara mengusap lembut pipi Jupiter, sampai akhirnya dia menghilang di balik pintu.
*****
Setelah Clara keluar dari ruangannya, Jupiter langsung mencari-cari keberadaan Theolla. Meja Sandra kosong, pantas saja Theolla langsung masuk tadi memergokinya dengan Clara. Tiba-tiba Mario keluar dari ruangannya.
"Ada apa pak?" Mario heran melihat Jupiter yang nampak kebingungan.
"Theolla....kamu lihat dia ada dimana?"
"Dari tadi saya di ruangan saya pak, gak tahu jika bu Theolla datang." ucap Mario sambil mengikuti langkah cepat Jupiter.
"Theolla melihat saya dengan Clara berduaan, pasti dia salah paham."
"Clara kesini?? kok bisa sih pak?"
"Saya gak ada waktu buat jelasin sama kamu, saya harus cari Theolla."
__ADS_1
Langkah mereka terhenti, ketika melihat Sandra keluar dari lift.
"Kamu dari mana saja Sandra kenapa gak ngomong kalau Theolla datang?" tanya Jupiter dengan raut wajah yang sudah menahan amarah.
"Saya habis mengantarkan berkas ke departemen keuangan pak, maaf saya tidak tahu kalau bu Theolla datang." jawab Sandra sambil menunduk.
"Ya sudah kembali ke meja kamu, lain kali jangan pergi tanpa seijin saya..!!"
"Baik pak..!!" Sandra berlalu dari hadapan Jupiter dan Mario.
"Theolla kamu dimana?'
"Lebih baik anda tenang dulu pak, kita cari bu Theolla sama-sama."
"Tenang bagaimana, Theolla melihat saya dan Clara dalam posisi saling memeluk." bentak Jupiter.
"Ya itu salah lo, mau-mau aja di peluk cewek lain." gumam Mario dalam hati.
"Itu bu Theolla pak..!!" tunjuk Mario, dilihatnya Theolla berjalan dari arah lorong kamar mandi.
"La...aku bisa jelasin sama kamu." ucap Jupiter begitu Theolla sampai di hadapannya.
Theolla yang kebingungan menatap Jupiter dan Mario bergantian, " Jelasin apa?"
"Yang tadi kamu lihat di ruanganku."
Theolla hanya tersenyum kecil, "Saya kesini mau tandatangan kontrak, bisa kita mulai waktu saya gak banyak pak."
"Baiklah ayo ikut ke ruanganku...!!"
Jupiter dan Theolla berjalan beriringan, sementara Mario mengikutinya dari belakang. Setelah Jupiter dan Theolla memasuki ruangan Jupiter, Mario pun kembali melanjutkan pekerjaannya.
Sesampainya di ruangan Jupiter, Theolla langsung duduk di sofa yang tadi di tempati Clara.
"Maaf untuk yang kamu lihat tadi, Clara itu teman kuliahku dulu waktu kuliah di New York." Jupiter menggenggam tangan Theolla menunjukan raut penyesalannya.
"Kamu gak perlu minta maaf, itu hak kamu untuk berhubungan dengan siapa pun."
Jupiter menggeleng cepat, "nggak La...aku gak pernah buka hati ini untuk siapa pun kecuali kamu, dulu dan sekarang rasa ini masih sama."
"Maaf tapi aku gak ingin kasih kamu harapan lebih, kamu akan terluka jika terus mengharapkanku." tegas Theolla.
"Aku gak peduli, aku akan rebut kamu kembali dari pria itu...!!"
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genkss🙏😍
__ADS_1