Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Kontrak Kerja


__ADS_3

Setelah dua jam Jupiter baru keluar dari ruangan pribadinya, penampilan nya kini sudah rapi seperti sedia kala. Tujuan nya langsung menuju meja kerjanya di sana sudah terdapat banyak file-file yang menunggu tanda tangan persetujuannya.


Matanya langsung fokus pada berkas hasil meeting tadi yang sudah di catat ulang oleh sekertarisnya. Dia membuka lembar demi lembar rancangan yang sudah Theolla buat. Meskipun tadi Jupiter tidak begitu menyimak presentasi Theolla, tapi begitu membuka lembaran hasil karyanya, Jupiter langsung tertarik.


"Cita-cita kamu sudah tercapai Theolla menjadi seorang arsitek." gumam Jupiter dalam hati.


Jupiter menekan beberapa angka telepon kantor untuk menghubungi sekertarisnya "Sandra, masuk keruanganku sekarang..!!"


"Baik pak,"


Selang beberapa menit Sandra masuk keruangan Jupiter, "ada yang bisa saya bantu pak, anda melewatkan makan siang anda?"


"Tidak, saya sedang tidak. ingin makan...dimana Mario?"


"Pak Mario sedang bertemu dengan klien, yang jadwalnya tidak bisa di tunda karena bapak berhalangan hadir."


"Oh ya sudah kamu buatkan kontrak kerjasama dengan PT Galaxy Bimasakti, besok pagi suruh perwakilannya yang datang untuk mengambil kontrak ini."


"Baik pak, kalau begitu saya permisi dulu." baru beberapa langkah Sandra berjalan, Jupiter kembali memanggilnya.


"Ah ya Sandra...jika Mario sudah kembali suruh dia menemuiku."


"Baik pak," Sandra menganggukan kepala dan berlalu dari hadapan Jupiter.


Dua jam kemudian,


Ceklek !!


Pintu ruangan Jupiter pun terbuka, masuklah Mario membawa beberapa berkas di tangannya. Dia pun lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Jupiter, sementara Jupiter masih sibuk dengan beberapa file di mejanya.


"Anda baik-baik saja pak??" tanya Mario khawatir.


"Sedikit lebih baik," jawabnya masih sibuk dengan menggoreskan tinta hitam di atas file-file yang menumpuk.


"Apa bu Theolla ada hubungannya dengan semua ini, maaf pak jika saya lancang."


Jupiter hanya diam mendengar ucapan Mario.


"Saya lihat tadi di ruang meeting bapak tidak fokus, apa mungkin ada masalah lain yang saya tidak tahu."


"Bagaimana hasil pertemuan tadi dengan klien kita dari Bandung??" Jupiter balik bertanya, mengalihkan pembicaraan.


"Lancar pak,"


Ceklek !!


Pintu ruangan Jupiter kembali terbuka kali ini Dimas yang masuk terburu-buru. Dia menarik satu kursi untuk duduk berhadapan dengan Jupiter di sisi kanan Mario.


"Bro...lo gak papa kan?? tadi siang gue lihat ada Theolla di perusahaan ini, lo baik-baik aja kan?" tanya Dimas khawatir.

__ADS_1


"Pak Dimas jaga bicara anda, ini masih jam kantor!!" hardik Mario kesal.


Lalu Dimas memperlihatkan jam tangannya ke hadapan muka Mario "lihat nih, jam di tangan gue sudah menunjukan pukul 4 teng, itu tandanya jam kantor sudah berakhir."


"Sudah-sudah, kalian berdua temenin gue ngopi...!!" Jupiter pun langsung beranjak dari duduknya, mengabaikan Mario yang berdecak kesal karena melihat Dimas yang tertawa mengejek kearahnya.


*****


"Jadi apa yang gak gue tahu tentang bu Theolla dan kalian berdua?" Mario langsung mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi membuatnya penasaran. Namun di kantor dia tidak berani untuk bertanya langsung pada Jupiter.


"Haha...sabar bro kita baru aja duduk, pesan minuman dulu baru dah lo boleh tanya atu-atu." jawab Dimas. Matanya celingukan mencari seseorang yang di carinya.


"Bener apa kata Dimas lo gak sabaran banget Yo," timpal Jupiter.


"Hehh...mata lo bisa tuh gak jelalatan kayak gitu, lo cari siapa??" kini perhatian Mario tertuju pada Dimas.


"Gue cari seseorang.."


"Halah....paling pelayan itu." cibir Mario.


"Pelayan itu punya nama, Kanaya."


"Serah lo dah...cinta memang buta gak pandang bulu."


"Kayak lo pernah jatuh cinta aja ngomong gitu," sindir Jupiter.


"Kena lo..!!" ejek Dimas membalas ucapan Mario.


"Selamat sore pak, mau pesan menu apa?" tanya Kanaya ramah.


"Gak usah formal gitu Nay, kita kan bukan pelanggan baru di Kedai ini." ucap Dimas basa basi.


Kanaya hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


"Mau nya elo itu mah..!!" cibir Mario.


"Mbak kita pesan tiga cangkir espresso ya dengan sedikit gula...!!" kali ini Jupiter angkat suara mencegah Dimas berbuat hal-hal yang lebih aneh lagi. Setelah itu Kanaya pun berlalu dari hadapan mereka bertiga.


"Yah....orang Kanaya suruh duduk dulu di sini, pergi kan dia jadinya." ucap Dimas kesal.


"Kanaya lagi kerja, lo gak mau kan kalau dia sampai di pecat gara-gara duduk di sini." timpal Jupiter.


"Jadi kapan nih kalian akan mulai cerita?"


"Cerita soal apa?" tanya Jupiter.


"Bu Theolla ada hubungan apa dengan kalian berdua?" kini mata Mario menatap kearah Jupiter dan Dimas bergantian.


"Oh lo penasaran gara-gara itu, jadi sebenarnya Theolla itu teman gue waktu SMA.." jawab Dimas.

__ADS_1


"Terus.. ?"


"Terus apanya...emang gue tukang parkir," seloroh Dimas.


"Maksud gue hubungan lo sama bu Theolla apa?" kini mata Mario menatap kearah Jupiter. Namun Jupiter hanya mengangkat bahunya pelan.


"Theolla itu mantan pacarnya Jupiter," jawab Dimas cepat.


"Serius...jadi Theolla itu cewek yang udah ninggalin lo begitu saja??" tanya Mario kaget.


"Hmmm..." jawab Jupiter.


Obrolan mereka terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanannya, tapi bukan Kanaya yang mengantarnya membuat Dimas berdecak kesal.


"Sebenarnya tadi saat presentasi, rancangan yang dia berikan itu sangat bagus sesuai dengan ekspetasi perusahaan lah, tapi kalau lihat keadaan nya seperti ini gue gak yakin perusahaan Theolla bakal dapet kontrak kerja samanya." tutur Mario menjelaskan.


"Ya kalau bagus, kenapa gak di kasih kesempatan saja buat gabung dengan perusahaan kita." ucap Dimas.


"Kan bukan gue yang bikin keputusan, tapi pak direktur yang terhormat." ucap Mario sambil melirik kearah Jupiter.


"Bro...lo bukan orang yang mencampur adukan masalah pribadi dan pekerjaan kan???" selidik Dimas.


"Kalian berdua ini mikirnya terlalu kejauhan, gue udah suruh Sandra untuk membuat kontrak kerjasama dengan perusahaan dia."


Mata Dimas membelalak sempurna "lo serius bro??"


Jupiter menganggukan kepalanya "kenapa jadi lo yang bahagia, dia dapet kontrak kerjasamanya?"


"Ya setidaknya kalau kalian berdua jadi rekan bisnis, hubungan kalian yang dulu bisa di perbaiki lagi." harap Dimas.


"Sepertinya pemikiran lo buang jauh-jauh, hubungan gue sama Theolla sekarang hanya sebatas rekan bisnis."


"Lebih dari itu juga gak papa kali ya," ucap Mario meminta persetujuan Dimas.


"Iya gue juga setuju sama Mario, urusin tuh cinta lama kalian yang belum kelar...haha" kekeh Dimas.


"Gak semudah itu bambank...!!" timpal Jupiter.


"Eh...tukang pijat lo bawa-bawa kemari."


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment ya genks makasih🙏😍


__ADS_2