
Raul mengepalkan tangannya ketika melihat Jupiter dan Theolla yang begitu dekat. Setelah mengantar sang mami, ke sebuah butik yang letaknya bersebelahan dengan coffeshop Raul tidak sengaja melihat Theolla masuk ke dalam coffeshop tersebut. Awalnya Raul akan menemui Theolla sambil menunggu sang mami belanja, tapi langkahnya terhenti ketika melihat Theolla datang untuk menemui Venus.
"Sialll...!!!" ucap Raul menahan amarah.
"Tamat riwayat lo hari ini," Lalu Raul mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi nomor Amanda.
Sementara itu di tempat lain,Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi baru saja memasuki mobilnya. Rencananya mereka hari ini akan menyusul Jupiter ke rumahnya. Namun tiba-tiba ponsel Amanda berdering membuat Rendi yang duduk di kursi depan menoleh.
"Siapa yang nelpon Man? Venus bukan?" tanya Rendi penasaran. Lalu Amanda melihat ponselnya dan dibuat heran ketika Raul yang ternyata menghubunginya.
"Bukan Venus tapi Raul," jawab Amanda heran.
"Ngapain tuh orang nelpon lo?" tanya Raisa.
Amanda hanya mengangkat bahu nya "Mana gue tahu,selama ini gue udah gak pernah ada urusan sama dia."
"Ya udah biarin aja gak usah di angkat...!!" kata Raisa,yang langsung mendapat anggukan dari Amanda. Namun selang beberapa menit ponsel Amanda kembali berbunyi, Raul berulang kali menelponnya meski Amanda tidak menghiraukan.
"Coba di angkat Manda, kali aja ada yang penting...!!" saran Dimas. Matanya tetap fokus memegang kemudi dan hanya melirik sekilas pada Amanda yang duduk di kursi belakang.
"Ya udah nih gue angkat ya," lalu Amanda menggeser layar ponselnya ke atas dan menempelkannya di daun telinga.
"Halo Manda..!!"
"Iya ini gue kenapa si..??"
"Gue lihat Venus lagi jalan sama Theolla, dia sekarang lagi ada di sebuah coffeshop di daerah Hayam Wuruk,"
"Emang gue percaya gitu sama lo?"
"Ya ampun Manda gue gak bohong gue berani sumpah Venus lagi berduaan sama Theolla sepupu lo."
Selang beberapa detik Amanda hanya terdiam mencerna kalimat demi kalimat yang di ucapkan Raul.
"Kenapa??" Raisa yang duduk di sebelah Amanda nampak keheranan.
"Hallo Manda, kalau lo gak percaya gue kirim foto mereka berdua di sini."
"Ya udah gue tunggu...!!" lalu Amanda mematikan sambungan telpon nya dengan Raul.
"Ada apa sih?si Raul ngomong apaan emang?" tanya Raisa.
"Raul bilang dia lihat Venus sama Theolla lagi jalan berdua," ucap Amanda.
"Terus lo percaya?" tanya Rendi. Badan nya berbalik menatap Amanda.
"Jangan mudah percaya sama Raul bisa jadi dia hanya ingin membuat kalian salah paham," tutur Raisa mencoba menenangkan sahabatnya.
__ADS_1
"Ngapain juga Venus sama Theolla jalan berdua gak ajak-ajak kita?" Dimas ikut berkomentar.
Selang beberapa menit ponsel Amanda kembali berbunyi ada sebuah notifikasi dari aplikasi whatsappnya. Amanda lalu buru-buru membuka pesan dari Raul, dan ternyata Raul mengirim sebuah gambar yang di ambil dari kejauhan, ada Venus dan Theolla memang di sana. Mereka terlihat begitu sangat dekat dengan Venus yang menggenggam tangan Theolla. Awalnya Amanda tidak ingin mempercayai begitu saja perkataan Raul, tapi melihat adanya foto tersebut membuat dada Amanda menjadi sesak.
Raisa yang berada di sebelah Amanda begitu heran melihat perubahan ekspresi dari Amanda "Kenapa sih? dapet pesan dari siapa?"
Lalu Amanda menyerahkan ponselnya pada Raisa, begitu melihat isi pesan itu mata Raisa membulat seketika mendapati foto Venus dan Theolla "Ini beneran?" mereka....."
"Apa sih?" dengan sigap Rendi merebut ponsel yang berada di tangan Raisa. Sama seperti Raisa,Rendi pun begitu terkejut melihat foto kebersamaan Venus dan Theolla.
"Sulit di percaya mereka berdua ternyata beneran lagi jalan," ucap Rendi.
"Mana sini coba gue lihat?" Dimas pun bergantian melihat ponsel Amanda, berbeda dengan Raisa dan Rendi, Dimas nampak biasa saja melihat foto tersebut.
"Ini beneran apa editan?" Dimas lalu menyerahkan ponselnya kembali pada Rendi.
"Ya ampuun Dimas itu jelas-jelas beneran, mana ada editan terlihat jelas seperti ini," tutur Rendi.
"Buat ngebuktiin bener apa nggak kita samperin aja mereka berdua...!!" usul Raisa.
Rendi mengangguk-nganggukan kepalanya "Iya gue juga setuju,"
"Lo Manda gimana?" tanya Raisa. Melihat Amanda yang diam saja sibuk dengan pemikirannya, membuat Raisa tidak tega melihat sahabatnya bersedih seperti ini.
"Kita buktiin dulu ya foto ini bener apa nggak," kemudian Raisa menggenggam tangan Amanda memberinya kekuatan. Amanda hanya mengangguk lemah mengiyakan.
"Ya udah kita kesana, posisinya mereka ada dimana sekarang? tanya Dimas.
*****
Lima belas menit kemudian mobil yang mereka tumpangi sampai di sebuah coffeshop di daerah Hayam Wuruk,karena jalanan begitu lancar jadi mereka bisa dengan cepat sampai disana. Sesampainya di parkiran Dimas lalu menepikan mobilnya,mereka berempat pun bergegas turun dari mobil.
Dari kejauhan nampak Raul sedang menunggunya, dia tersenyum penuh kemenangan ketika melihat orang yang dia tunggu-tunggu datang.
"Akhirnya kalian datang juga," ucapnya senang.
"Cepat tunjukin dimana mereka?? elo gak bohong kan sama kita?" tanya Rendi.
"Mereka masih ada di dalem, buat apa gue bohong sama kalian foto itu sudah menjadi buktinya."
"Bisa sajakan foto itu cuma editan buat ngadu domba Amanda sama Theolla," tutur Dimas.
Raul hanya tersenyum sinis mendengar penuturan Dimas "Asal kalian tahu ya, bukan kali ini saja gue melihat mereka berduaan, di sekolah pun tanpa kalian ketahui mereka sering bertemu secara diam-diam gue udah sering mergokin mereka berdua."
"Kebanyakan ngomong lo...!!!" Amanda lalu berjalan memasuki coffeshop di ikuti Raisa,Dimas Rendi dan Raul dibelakangnya. Pandangan Amanda mengedar ke setiap penjuru ruangan untuk mencari Venus dan Theolla, dan ternyata benar Venus dan Theolla memang berada disana. Mereka duduk bersebelahan di sebuah kursi sambil ketawa-ketawa, dengan tangan Venus yang membelai rambut Theolla mesra. Senyum kebahagiaan nampak terpancar dari mereka berdua.
Pemandangan tersebut membuat Amanda menjadi geram, dadanya sesak,darahnya mendidih. Dia mengepalkan tangannya erat melihat kekasih dan sepupunya begitu dekat, dan mesra seperti mempunyai hubungan spesial. Tanpa pikir panjang Amanda langsung menghampiri meja mereka berdua.
__ADS_1
"Ohh jadi ini kerjaan kalian berdua dibelakang gue...!!!" teriak Amanda kesal. Jupiter dan Theolla begitu terkejut melihat teman-temannya yang datang tiba-tiba menghampirinya.
"Manda....!!" ucap Theolla tertahan.
"Kalian kenapa bisa berada disini?" tanya Jupiter heran.
"Harusnya kita yang nanya,kenapa kalian berdua bisa berada disini?" ucap Rendi menahan kesal.
"Kita bisa jelasin kok," Jupiter nampak kaget saat dirinya kepergok bersama Theolla. Keributan ini memicu beberapa orang yang berada di coffeshop, kini mereka jadi tontonan semua orang.
"Iya Manda gue bisa jelasin," Theolla hendak menggenggam tangan Amanda namun di tepis begitu saja oleh Amanda.
"Mau jelasin apa lagi semuanya udah terlihat jelas, kalian berdua punya hubungan di belakang gue, kalian udah ngehianatin gue kalian jahat, terutama elo La saudara gue sendiri tegaa sama gue..!!" teriak Amanda dengan pipi yang sudah berurai air mata.
Theolla menggeleng-gelengkan kepalanya "Nggak Manda, ini salah paham semuanya gak seperti yang kamu pikirin aku bisa jelasin,"
"Iya Manda ada sesuatu yang selama ini kamu gak tahu tentang aku, aku bisa jelasin....." ucap Jupiter meyakinkan.
"DIAAMM KAMU...!!" hardik Amanda keras.
PLAK!!!!
Lalu Amanda menampar pipi Jupiter cukup keras, membuat Jupiter terlonjak kaget dan langsung memegang pipinya yang panas terkena tamparan Amanda "Itu balasan buat cowok gak setia seperti kamu...!!!" Amanda berlalu pergi meninggalkan Jupiter dan Theolla. Dengan cepat Theolla mengejar Amanda yang pergi dengan kemarahan.
"Gue gak nyangka ternyata lo seperti ini." Rendi yang kesal langsung mendorong tubuh Jupiter hingga hampir terjatuh.
"Gue bisa jelasin sama kalian..!!"
"Semuanya udah jelas Venus, gue pikir lo cowok yang baik buat Manda tapi ternyata lo sejahat ini." ucap Raisa yang langsung pergi menyusul Amanda di ikuti oleh Rendi. Dimas tidak berkata apa-apa hanya menatap Venus dengan iba dan menepuk bahunya berulang kali. Dia pun berlalu pergi mengikuti jejak Raisa dan Rendi.
"Hahaha tontonan yang sangat menarik...!!" ejek Raul dengan tersenyum senang.
"Jadi ini semua ulah lo..??"
"Menurut lo gimana..?hebat kan gue ini?" Lalu Raul pun meninggalkan Jupiter yang berdiri mematung menatap kepergian teman-temannya satu persatu.
"Shiiitttt kenapa jadi begini....!!!!!" ucapnya geram dengan mengacak-acak rambutnya frustasi.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Akhirnya sampai juga di part ini๐
Jangan lupa like,vote dan koment makasih genks๐๐