Twins Boy

Twins Boy
Season 2-Perjuangan Theolla


__ADS_3

Venus mengedarkan pandangannya melihat seisi apartemen Jupiter yang seperti kapal pecah. Berbagai botol dan plastik bekas makanan dan minumam berserakan di mana-mana. Sangat jauh sekali dari kesan Jupiter yang selalu tampil rapih dan berwibawa. Venus hanya geleng-geleng kepala melihat keadaan di tempat tinggal kembarannya.


Jupiter datang dari arah dapur membawa dua kaleng minuman dingin, yang langsung dia serahkan pada Venus. Jupiterpun mendaratkan tubuhnya di sofa yang bersebrangan dengan Venus.


"Minum dulu cuma itu yang ada disini..!!" tanpa pikir panjang Venus langsung membuka tutup kaleng dan meminumnya., sisanya dia simpan di atas meja.


"Apa sekarang lo udah jatuh miskin, cuma ini yang lo kasih ke gue?"


Jupiter hanya terkekeh mendengar ucapan Venus "gue gak sempet belanja, bibi yang biasa gue suruh lagi pulang kampung."


"Oh pantesan apartemen lo berantakan seperti ini,"


"Iya mana sempet gue beresin, udah seminggu ini bi Ela pulang kampung."


"Makanya lo cari istri biar ada yang ngurusin..!!"


Jupiter langsung menatap tajam kearah Venus "mulai lagi dah...lo sama aja kayak Ayah sama bunda yang nyuruh-nyuruh gue buat cari istri."


"Ya mau apalagi lo udah punya segalanya, karir bagus,mapan, tampan tapi satu yang kurang lo belum punya pasangan." ucap Venus sambil tertawa lepas. Membuat Jupiter mendelik kearahnya.


"Jadi lo datang kesini buat mengatakan hal itu, buang-buang waktu gue aja lo..!!" hardiknya keras.


Venus lalu mengeluarkan sebuah map dari tas kerjanya "nih ada beberapa dokumen yang harus lo tandatangani, makanya itu gue kesini." Venus lalu meletakannya diatas meja tepat di hadapan Jupiter.


"Tandatangan doang pake ribet, lo kan bisa besok datang ke kantor pusat ngapain harus sekarang?"


Venus hanya tersenyum mendengar ucapan Jupiter "sorry tapi besok gue cuti tiga hari kedepan.."


"Asisten lo kemana, buat apa punya asisten kalau gak bisa di andalkan?"


"Wisnu besok pasti sibuk ngehandle pekerjaan gue dikantor," jawab Venus.


Jupiter hanya manggut-manggut mendengar jawaban Venus "perasaan gue lo sering banget cuti, mau kemana emangnya?"


Venus lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan Jupiter "gue punya keluarga bro, ada anak sama istri gue yang butuh liburan ya sekalian babymoon lah menyambut kelahiran anak kedua gue." ucapnya bangga.

__ADS_1


Jupiter mencebikkan bibirnya mendengar penuturan Venus.


"Kenapa lo?iri sama gue?kali-kali lo cuti juga jangan ngurusin pekerjaan mulu, karena lo gak punya pasangan ajakin aja tuh si Mario liburan." usul Venus dengan disertai gelak tawa. Jupiter langsung mengambil bantal sofa dan melemparnya kearah Venus.


"Sialll....lo pikir gue homo..!!"


"Kenyataannya, selama beberapa tahun ini cuma Mario yang setia disisi lo udah gitu kalian sama-sama jomblo." ledek Venus lagi, membuat Jupiter semakin geram dengan adik kembarnya yang selalu saja meledek kesendiriannya.


"Gue jomblo bukan berarti gak laku ya?karena gue orangnya selektif kalau dalam urusan cewek, apalagi cewek itu kelak yang akan jadi ibu buat anak-anak gue." tandas Jupiter cepat.


"Buktiinlah jangan cuma ngomong doang, ayah sama bunda berharap banget lo bisa cepet nikah, apa jangan-jangan lo belum bisa move on dari Theolla?"


"STOP jangan sebut nama dia lagi di depan gue..!!" ucap Jupiter cepat.


"Oke-oke sorry...!!" Venus tersenyum kikuk melihat ekspresi Jupiter yang berubah menjadi dingin. Lalu selanjutnya Jupiter mengambil dokumen yang di letakan diatas meja, dia mulai fokus memeriksa dokumen tersebut dan menandatangani nya satu persatu.


Beberapa saat kemudian..


"Selesai..!!" Jupiter meletakan kembali dokumen tersebut diatas meja. Lalu dengan cepat Venus mengambilnya dan langsung dimasukan kedalam tas kerjanya.


"Salam buat ponakan gue yang cantik,"


"Siip... Ara kangen sama lo, lain kali mampirlah kerumah..!!!"


"Gue sibuk,lagian lo sekeluarga kan mau pergi berlibur.."


"Iya sih, ya udah sampai ketemu di rumah ayah akhir pekan nanti." ucap Venus. Jupiter pun hanya menangguk dan membiarkan saudara kembarnya berlalu dari hadapannya.


*****


Sementara itu ditempat lain,seorang perempuan muda tengah berkutat dengan pekerjaan kantornya, dia terlihat sibuk meskipun jam kantor sudah berakhir. Dia memilih lembur untuk segera menyelesaikan pekerjaannya.


Tiba-tiba pintu ruangannya diketuk dari luar, masuklah Bella asisten pribadinya membawa sebuah map.


"Maaf bu ini laporan yang ibu minta tadi...!!" Theolla menatap Bella yang menyerahkan sebuah map berwarna merah. Dia lalu membuka map itu sekilas.

__ADS_1


"Perusahaan yang kita ajak kerjasama waktu itu sudah merespon kita bu, mereka bersedia bekerjasama dengan kita dalam proyek pembangunan hotel di Bali." ucap Bella menjelaskan.


Theolla tampak tersenyum sumringah "bagus...jika kita berhasil dalam proyek ini, kemungkinan besar perusahaan kita akan semakin di kenal di seluruh Indonesia dan Papahku pasti akan bangga dengan usaha kita ini."


"Betul bu, semoga proyek ini berhasil ya..pak Bima pasti senang karena ibu bisa mengajak perusahaan kontraktor terbesar di Indonesia untuk bekerjasama dengan kita." ucap Bella turut bahagia atas keberhasilan atasannya ini


"Atur saja jadwalnya untuk bertemu klien penting kita Bel,"


"Baik bu kemungkinan kita akan pergi ke Jakarta untuk pertemuan kali ini, karena kantor pusat klien kita berada disana."


"Baik kamu atur saja semuanya ya Bel kapan kita akan berangkat kesana..!!"


"Baik bu, mengenai jadwalnya nanti saya kabarin lagi."


"Ya sudah Bel...kamu boleh pulang jika pekerjaanmu sudah selesai." titah Theolla pada asisten pribadinya.


"Baik bu terimakasih, saya pamit pulang dulu..!!" setelah Bella keluar, Theolla kembali sibuk membaca laporan yang dibawa oleh Bella. Dia mulai mempelajari laporan tersebut, Theolla kali ini akan memegang sebuah proyek besar di Bali. Dimana jika proyek ini berhasil maka perusahaan keluarganya akan kembali di kenal orang seperti dulu saat masih beroperasi di Singapura.


Sepuluh tahun yang lalu, keluarganya terlilit hutang yang besar di Singapura. Mengakibatkan Bima sang ayah harus menjual seluruh sahamnya, dengan harta yang tersisa Theolla bersama keluarganya pulang ke Indonesia tepatnya ke Surabaya kota kelahiran ayahnya.


Mereka memulai hidup baru bersama, Theolla melanjutkan kembali kuliahnya di Surabaya yang sempat tertunda. Begitupula dengan Bima, dia memulai usaha kecil-kecilan untuk menghidupi istri dan ketiga anaknya.


Theolla sempat bekerja paruh waktu di saat kuliah dulu, sebagai anak pertama dia mempunyai rasa tanggungjawab lebih di banding kedua adiknya yang masih kecil-kecil.


Setelah lulus kuliah Theolla membantu ayahnya bekerja di perusahaan, terbukti setelah bertahun-tahun perusahaan ayahnya mengalami kemajuan yang pesat, memang tidak sebesar perusahaannya yang dulu. Theolla selalu mendekati perusahaan-perusahaan besar agar mau bekerja sama dengan perusahaannya. Kini Theolla bersyukur hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun mulai membuahkan hasil.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa like,vote dan koment ya genks makasih🙏🙏


__ADS_2