Twins Boy

Twins Boy
Sebuah Nasehat


__ADS_3

Langit senja sudah mulai meredup, berganti langit malam yang di hiasi bulan dan bintang. Jalanan ibukota tampak padat dengan hiruk pikuk kendaraan yang berlalu-lalang. Dua anak manusia yang terjebak dengan kemacetan, hanya bisa pasrah di dalam sebuah taxi online yang membawa mereka pulang, selepas menghabiskan waktu bersama di taman bermain tadi.


Jupiter meraih tangan Theolla untuk menghilangkan kecemasannya "Sabar ya La, bentar lagi kita sampai..!!" Jupiter mencoba menenangkannya.


Theolla hanya melirik sejenak ke arah Jupiter dan pandangan matanya kembali fokus ke arah luar jalanan, memandangi mobil-mobil yang melaju dengan lambat.


"Aku baru tahu pak, kalau ternyata jalanan daerah sini sangatlah macet parah," Jupiter mencoba mengajak supir taxinya berbicara.


"Iya mas, soalnya ini masih jam pulang kerja jalan ini emang selalu macet di jam-jam seperti ini." ujar supir taxi menjelaskan.


"Oh gitu..!!" Jupiter mengangguk-nganggukan kepalanya tanda mengerti.


"Kira-kira berapa lama lagi kita keluar dari kemacetan ini pak?" tanya Jupiter.


"Mungkin sekitar 15menitan lagi mas, kendaraan baru bisa berjalan normal."


"Hmmm...lumayan lama juga ya pak?"


"Iya mas,"


Tiga puluh menit kemudian, mobil yang di tumpangi Jupiter dan Theolla sampailah di depan gerbang rumah Amanda. Theolla yang ketiduran langsung di bangunkan Jupiter bahwa mobil mereka sudah sampai.


"La udah sampai..!!" Jupiter menepuk-nepuk pipi Theolla secara perlahan yang tertidur nyenyak di bahunya.


Theolla terbangun dan mengerjap kaget "Serius udah nyampe?"


"Iya sayang," Jupiter mengulas senyum nya dan Theolla langsung salah tingkah mendengar Jupiter memanggilnya sayang di depan orang lain.


"Ya udah aku pulang duluan, kamu hati-hati ya?" ucap Theolla cepat.


"Iya..sampai ketemu besok La..!!" Theolla lalu keluar dari taxi online dan melambaikan tangan nya ke arah Jupiter. Setelah mobil yang di tumpangi Jupiter menjauh Theolla langsung masuk menuju gerbang rumah Amanda.


Untunglah sesampainya di rumah keadaan sepi, karena tante Maria dan om Suryo tengah melakukan perjalanan bisnis keluar kota selama seminggu kedepan. Theolla meniti anak tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua. Saat hendak membuka pintu kamarnya, tiba-tiba kamar sebelahnya yang di ketahui kamar Amanda terbuka lebar.


"Theolllaaa...!!" panggil Amanda cepat. Theolla langsung menoleh dan tersenyum kikuk mendapati sepupunya yang menatap penuh curiga.


"Darimana aja lo, jam segini baru balik?" tanya Amanda penasaran.


"Emmm..tadi gue ada perlu dulu Man," jawab Theolla singkat.


"Selarut ini..?"


"Gue kejebak macet tadi di jalan,"


"Sama siapa?" tanya Amanda lagi.


"Sendiri kok,"


"Bohong..!!"

__ADS_1


"Gue gak bohong Manda," tukas Theolla. Yang langsung berjalan menuju kamarnya di ikuti Amanda dari belakang. Theolla lalu menyimpan tasnya asal di atas tempat tidur dan merebahkan badan nya disana. Amanda yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.


"Lo gak jujur sama gue, ayo cerita abis pergi sama siapa? darimana?" desak Amanda lagi.


Theolla hanya menatap langit-langit kamarnya dan terkekeh geli melihat sepupunya yang begitu penasaran.


"Mau tau aja apa mau tau banget??" goda Theolla.


Amanda mencebik kesal "Ihh....gue mau tahu semuanya La, lo abis jalan sama siapa?"


"Ya sama orang Manda, masa sama kucing" kekeh Theolla.


"Maksud gue siapa orang nya? Raul ya?" selidik Amanda.


Theolla menggeleng cepat "Rahasia donk..!"


"Tuh maen nya rahasia-rahasiaan mulu, gue tuh penasaran cowok mana yang udah bikin sepupu gue ini kembali ceria?"


Theolla lalu beranjak dari tidurnya dan duduk menghadap Amanda "Nanti kalau udah saatnya lo pasti tahu Manda, sorry banget untuk kali ini gue belum bisa cerita, karena ada sesuatu hal yang menyebabkan gue harus merahasiakan ini terlebih dahulu." tutur Theolla menjelaskan.


Amanda mencoba memahami sepupunya kali ini "Tapi lo udah jadian sama dia?"


"Entahlah semuanya mengalir begitu saja," ungkap Theolla menerawang kilas kejadian yang terjadi tadi saat jalan bersama Jupiter.


"Udah ya gue mau mandi dulu, tungguin di sini jangan kemana-mana ntar kita cerita-cerita lagi..!!" Theolla lalu beranjak berdiri dan menuju kamar mandinya.


*****


Sementara itu sesampainya di rumah Jupiter mendapati bundanya tengah duduk santai di ruang keluarga. Jupiter pun langsung menghampiri Rianti dan mencium tangan bundanya.


"Kok tumben, anak bunda yang cakep ini baru pulang sih jam segini?" tanya Rianti penasaran.


"Ada urusan tadi bunda," ucap Jupiter sambil memakan camilan yang berada di atas meja.


"Sama Cewek ya..?" Rianti mencoba menerka-nerka melihat raut wajah Jupiter yang nampak berseri.


Jupiter masih mencoba tetap tenang menghadapi pertanyaan bundanya "Cewek yang mana sih bunda?"


"Ya mana bunda tahu, orang kamu gak pernah cerita sama bunda sih soal cewek," ucap Rianti.


"Bunda asal nebak aja nih, aku gak ada cewek yang bunda maksud itu" Jupiter masih mencoba berkilah. Matanya tetap fokus ke arah layar televisi yang sedang menayangkan sebuah berita.


"Yakin gak ada?? terus Theolla itu siapa?" Mendengar pertanyaan bundanya seketika Jupiter yang tengah asyik mengunyah menghentikan aktifitasnya, dan menoleh kaget ke arah Rianti.


"Tuh kan sampe kaget gitu, jadi siapa nih Theolla yakin gak mau cerita-cerita nih sama bunda?" goda Rianti.


"Ntar dulu, bunda tahu Theolla darimana nih?" tanya Jupiter balik.


"Ya adalah, kamu aja gak mau cerita sama bunda"

__ADS_1


Jupiter menatap Rianti dengan penuh keheranan, pasalnya selama ini gak ada yang tahu hubungan nya dengan Theolla, tapi bundanya seperti mengetahui sesuatu "Bunda jujur dulu sama aku tahu Theolla darimana?"


Rianti tersenyum menatap Jupiter yang nampak penasaran "Tempo hari, bunda pernah denger kamu mengigau menyebut nama Theolla, hayoo jujur siapa tuh?"


Jupiter langsung menepuk keningnya. "Aduuhh jadi gara-gara itu bunda jadi tahu..!!" Rianti langsung tertawa melihat ekspresi Jupiter.


"Ayo sekarang jujur siapa Theolla?? kapan nih bunda di kenalin sama dia?" desak Rianti lagi.


"Bunda ini, tapi janji ya bunda jangan ngomong sama Venus soal ini?" pinta Jupiter.


"Iya sayang," Rianti pun mengangguk dan menggenggam tangan Jupiter. Dan mengalir lah cerita dari Jupiter tentang Theolla kepada Rianti.


"Seriusss Theolla ini sepupunya Manda?" pekik Rianti kaget.


"Hehe iya bunda, please jangan kasih tahu Venus ya aku deket sama Theolla sampai tugas ini selesai "


"Terus gimana sama Manda, dia gak curiga sama kamu?"


Jupiter menggeleng cepat "Sepertinya sejauh ini nggak deh bun masih aman-aman aja,"


"Ya udah bunda cuma pesen aja sama kamu jangan sampe kamu nyakitin salah satu dari Manda atau Theolla, karena sekarang kamu sedang menjadi Venus jadi bunda harap kamu bisa menjaga perasaan Manda, tanpa harus melukai Theolla." jelas Rianti panjang lebar.


"Iya bunda, makasih atas nasehatnya."


"Iya sayang, terus Venus kapan kembali lagi kesini? apa dia udah kasih kabar sama kamu sayang?"


"Harusnya beberapa hari ini Venus balik, tapi karena ada sesuatu hal jadi dia molor tiga hari dari waktu yang udah di janjikan" ucap Jupiter menjelaskan.


"Anak ini selalu saja, udah di kasih jantung malah minta hati awas saja kalau dia kembali kerumah," geram Rianti.


Jupiter tertawa lebar melihat bundanya yang kesal "Jangan terlalu keras lah bun sama Venus, kasian dia mungkin masih kangen sama Ayah."


"Kamu ini sama saja, selalu saja membela adikmu itu" Jupiter terkekeh geli dan langsung memeluk erat Rianti.


"Ya udah, aku ke kamar dulu ya bun." Jupiter beranjak dari duduknya dan mencium pipi Rianti sekilas, Rianti hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Jupiter.


.


.


.


.


.


NB: Maaf ya genks atas keterlambatan update beberapa hari ini, di karenakan author lagi gak enak body๐Ÿ˜๐Ÿ˜ gak fokus banget dah buat nulis maafkeun yah๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2