Twins Boy

Twins Boy
Tidak perlu khawatir


__ADS_3

Setelah menunggu hampir setengah jam, dokter yang memeriksa Amanda akhirnya keluar dari ruangan tempat Amanda di rawat.


"Keluarga pasien saudara Amanda?" ucap sang dokter sambil tersenyum menatap satu persatu orang-orang yang menunggunya cemas.


Theolla langsung berdiri dan maju selangkah "Saya sepupunya dokter,"


"Orangtuanya tidak di hubungi?"


"Kebetulan orangtuanya sedang berada di luar kota dokter," jawab Theolla.


"Bagaimana keadaan teman saya dok?" Raisa bertanya mewakili teman-temannya.


"Berhubung orangtuanya tidak di sini akan saya sampaikan langsung keadaan saudara Amanda, tidak ada yang perlu dikhawatirkan semuanya baik-baik saja hanya sedikit luka di bagian lengan kiri dan pelipisnya, sekarang Amanda sudah sadar dan boleh dijenguk." ucap dokter menjelaskan panjang lebar.


"Silahkan untuk pembayaran bisa langsung ke bagian administrasi..!!" ucap suster yang mendampingi dokter tersebut. Setelah itu dokter dan suster pun berlalu pergi.


"Biar saya yang urusi pembayarannya." ujar lelaki yang tadi menabrak Amanda.


"Makasih ya pak," imbuh Jupiter. Lelaki itu hanya tersenyum menanggapi.


Setelah itu mereka berlima pun masuk menemui Amanda, begitu pintu terbuka Amanda langsung histeris melihat Jupiter dan Theolla masuk.


"Pergi kalian berdua....!!!" hardik Amanda keras.


"Tenang Manda, tenang..!!" Raisa mencoba menenangkan Amanda.


"Buat apa sih lo suruh mereka berdua masuk?gue gak sudi melihat mereka disini."


"Manda kita bisa jelasin....." belum Theolla menyelesaikan kalimatnya Amanda sudah memotong ucapannya.


"Enggakkkk...gue gak butuh penjelasan kalian,"


Dimas yang merasa kasihan melihat Amanda,langsung menghampiri Jupiter dan Theolla "Lebih baik kalian keluar dulu aja, nunggu Manda tenang baru kita jelasin sama-sama."


Dengan berat hati Jupiter dan Theolla pun menuruti apa kata Dimas "Gue titip Manda ya Sa," tukas Theolla. Dan Raisa pun mengangguk mengiyakan.


"Rendi, Raisa kalian temenin Manda dulu biar gue nemuin mereka di luar...!!" ujar Dimas. Setelah Jupiter, Theolla dan Dimas keluar tinggal lah Amanda,Raisa dan Rendi di dalam ruangan.


"Kenapa sih Dimas malah belain mereka berdua?" ucap Amanda kesal.


"Dimas gak belain siapa-siapa Man, ini semua gak seperti yang elo pikirin," Raisa mencoba memberi penjelasan.


"Elo juga sama aja kayak Dimas,"


"Lebih baik lo dengerin penjelasan mereka dulu," Rendi pun angkat bicara.


"STOP gue gak mau denger apa-apa lagi...!!!!" Amanda menutup kedua telinganya. Raisa dan Rendi hanya saling berpandangan.


"Kalian keluar sana, gue pengen sendiri dulu..!!!"


"Nggak Man kita akan tetep disini nemenin kamu,"


"Ya udah terserah," lalu Amanda merebahkan tubuhnya dan memunggungi Raisa dan Rendi.


Sementara itu di luar,


"Lebih baik cepet deh lo hubungi Venus,suruh dia balik hari ini juga...!!!" saran Dimas.


"Udah gue telpon tadi, katanya dia akan langsung nyari tiket untuk pulang,"

__ADS_1


"Baguslah kalau gitu, dia harus tahu Manda celaka,bagaimana dengan orangtuanya?"


"Tante Maria dan Om Suryo sedang dalam perjalanan dari Surabaya." ujar Theolla. Jupiter menggenggam erat tangan Theolla memberinya kekuatan.


"Semua akan baik-baik saja La,"


Theolla hanya diam sibuk dengan pemikirannya,"apa yang harus ku jelasin pada tante Maria dan om Suryo..?"


"Nanti biar aku yang jelasin kamu gak perlu khawatir aku yang akan bertanggung jawab atas semua ini." Jupiter membawa Theolla ke dalam pelukannya.


"Eheeemmmm...masih ada gue disini," ujar Dimas mengingatkan Jupiter dan Theolla yang tidak menyadari keberadaannya.


Jupiter hanya terkekeh melihat ekspresi Dimas yang berdiri menyilangkan kedua tangannya "sorry gue lupa ada lo disini,"


"Sialll....!!!!"


"Udah ya gue masuk ke dalam dulu gak enak di sini cuma jadi obat nyamuk," Dimas pun berlalu masuk ke dalam ruangan Amanda.


*****


Maria dan Suryo berjalan tergopoh-gopoh melewati koridor rumah sakit, setelah mendengar berita anaknya kecelakaan Maria dan Suryo langsung pulang ke Jakarta dengan penerbangan pertama. Dan sore ini, mereka sudah tiba di rumah sakit.


Begitu melihat Theolla dan Jupiter, Maria langsung menanyakan keberadaan Amanda "Dimana Manda?"


Theolla langsung berdiri menunjuk ke arah ruangan Amanda "Ada di dalem tante," jawab Theolla.


"Ya udah om dan tante masuk dulu ya" Theolla hanya menganggukan kepalanya.


Theolla terlihat gelisah dan meremas kedua tangannya "Gimana ini? aku gak enak sama om Suryo dan tante Maria,"


"Udah semua pasti baik-baik aja kamu gak usah khawatir," tidak berapa lama Raisa,Dimas dan Rendi pun keluar dari ruangan rawat Amanda.


"Iya gimana dengan Manda?"


"Dia udah lebih tenang kok, tapi dia gak mau denger penjelasan apa-apa dari kita." ujar Raisa.


"Ya udah gak papa, biar nanti gue dan Venus yang jelasin,"


"Venus udah balik?" tanya Rendi.


"Masih dalam perjalanan, mungkin besok pagi baru sampai." jawab Jupiter. Rendi nampak mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Ya udah kita balik duluan ya, orangtuanya Manda kan udah ada disini ayo Sa...!!" ajak Dimas.


"Gue gak di ajak?" Rendi mendengus kesal.


"Elo naik taxi aja, kejauhan gue kalau nganterin lo pulang dulu," tukas Dimas.


"Tegaa lo sama gue...!!"


"Udah daripada lo jadi obat nyamuk entar aja pulang nya gue anterin," Jupiter memberi penawaran.


"Yah sama aja, disini gue juga jadi obat nyamuk," matanya melirik ke arah Theolla dan Jupiter bergantian.


"Nasiiibbb lo itu mah jadi obat nyamuk terus," ejek Raisa yang mendapat gelak tawa dari Dimas.


"Udah yuk, kita duluan ya bye...!!!" Dimas merangkul bahu Raisa dan melambaikan tangannya.


"Dasarrr duo Reseee...!!" dengus Rendi kesal.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat Jupiter memutuskan untuk pulang terlebih dahulu, sekalian mengantar Rendi. Theolla masih tetap menunggu di rumah sakit meski Amanda tetap tidak ingin berbicara dengannya. Sesampainya di rumah, Jupiter langsung menceritakan semua pada Rianti mengenai kesalahpahaman yang terjadi, juga kecelakaan yang menimpa Amanda.


"Apa bunda bilang ini semua kejadian kan, sekarang Amanda yang menjadi korban keegoisan kamu."


"Iya maaf bunda ini semua memang salahku," Jupiter tertunduk menyesali apa yang terjadi.


"Terus gimana keadaan Manda?" tanya Rianti penasaran.


"Manda baik-baik aja bun, hanya butuh istirahat beberapa hari," jelas Jupiter.


"Syukurlah kalau gitu, kamu udah hubungi Venus?"


"Udah bun,"


"Ya udah kalau gitu ayo anterin bunda ke rumah sakit, bunda harus ketemu jeng Maria untuk menjelaskan ini semua."


Jupiter mengangguk mengiyakan "Baik bun, tunggu aku mandi dulu baru kita ke rumah sakit sama-sama..!!"


Sore menjelang malam Jupiter dan Rianti pun sudah tiba di rumah sakit, begitu tiba di depan ruang rawat Amanda, Rianti melihat seorang wanita muda tengah duduk seorang diri.


"Dia...??" Rianti menunjuk dan meminta jawaban pada Jupiter.


Jupiter pun tersenyum menanggapi "Iya bunda, dia Theolla."


Rianti pun berjalan menghampiri Theolla, membuat Theolla tersentak kaget melihat Jupiter yang datang bersama seorang wanita, "Kenalin ini bunda ku La," ujar Jupiter.


Rianti tersenyum melihat Theolla, dan Theolla buru-buru mencium tangan Rianti "Saya Theolla tante,"


"Iya, tante udah tahu banyak mengenai kamu dari Jupiter," Rianti mengelus rambut Theolla, membuat Theolla tersipu malu.


"Kenapa kamu di luar? ayo kita ke dalam jenguk Manda" tanya Rianti heran.


"Manda belum mau ketemu sama saya tante,"


"Oh ya udah bunda masuk ke dalam dulu ya...!!"


"Iya bun aku dan Theolla nunggu di luar aja..!!" tukas Jupiter. Setelah Rianti masuk ke dalam ruangan rawat Amanda kini tinggal lah Jupiter dan Theolla berdua.


"Kamu udah makan?" tanya Jupiter.


Theolla hanya menggeleng lemah "Aku gak laper..!!"


Jupiter lalu menarik tangan Theolla "Ayo kita cari makan dulu di luar, kamu gak bisa berdiam diri terus seperti ini."


"Tapi....!!"


"Gak ada penolakan sayang...!!" Jupiter merengkuh bahu Theolla dan membawanya ke luar dari rumah sakit.


.


.


.


.


.


*Jangan lupa like,vote dan koment maaciihh genks๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2