Twins Boy

Twins Boy
Season 2 - Di Kantor


__ADS_3

Cahaya Matahari yang masuk lewat celah gorden kamar Jupiter yang dingin, membuat si empunya memicingkan mata terbangun dari mimpi indahnya. Kekasih hati yang terlelap di pelukannya begitu tenang dalam tidurnya. Perlahan Jupiter memindahkan kepala Theolla agar dia tidak terbangun karena pergerakannya.


Jupiter tersenyum jika mengingat kejadian semalam, Theolla yang ketakutan karena mendengar suara petir berakhir tidur di pelukannya. Dan Jupiter tidak membuang kesempatan itu, mereka akhirnya tidur saling berpelukan dalam satu selimut. Hanya TIDUR BIASA tidak terjadi apapun.


Jam di kamarnya sudah menunjukan angka enam, Jupiter bergegas masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Rencana hari ini dia akan berangkat ke kantor karena ada meeting yang tidak bisa di tunda.


Sementara Jupiter asyik di kamar mandi, Theolla mulai mengerjap menyesuaikan pandangannya. Dia terlonjak kaget ketika ingat kejadian semalam dia tidur pulas di pelukan Jupiter. Theolla langsung melihat kedalam selimut, meraba pakaiannya.


"Masih lengkap, aman." ucap Theolla tenang.


Ceklek !!


Pintu ruangan kamar mandi terbuka, Jupiter yang hanya berbalut handuk sebatas pinggang keluar dengan santainya, sambil mengusap rambutnya yang basah. Sontak Theolla menutup matanya melihat Jupiter bertelanjang dada.


"Pagi sayang....udah bangun." Jupiter terkekeh melihat Theolla menutup kedua matanya dengan tangan. Dia pun iseng untuk menggoda Theolla.


"Kenapa di tutup matanya sayang?" tanya Jupiter tepat di hadapan wajah Theolla.


"Ishh....kamu jangan deket-deket !! sana pake baju dulu !!"


Jupiter langsung tergelak melihat kepanikan di wajah Theolla.


"Kamu gak tahan ya lihat aku gak pake baju?" bisiknya sensual dengan tubuh yang sedikit menempel pada Theolla.


"Jupiterrr..!!" Theolla mendorong badan Jupiter dan buru-buru turun dari ranjang, dia langsung keluar dari kamar Jupiter menuju lantai bawah.


"Hahaha...." kekeh Jupiter, setelah Theolla pergi dia langsung mengenakan pakaian kerjanya.


Aroma wangi yang berasal dari dapur membuat Jupiter bergegas menuruni tangga. Dengan setelan kemeja dan Jas yang sudah rapi Jupiter menghampiri Theolla yang berdiri memunggunginya. Masih mengenakan piyama tidurnya Theolla membuat sarapan untuk dirinya juga Jupiter.


"Calon istriku lagi masak apa sih wangi banget, bikin laper?" Jupiter berdiri di samping Theolla memperhatikannya yang sedang masak.


"Hanya nasi goreng dan omelette." ucap Theolla, dia lalu mematikan kompor dan membagi nasi gorengnya pada dua piring.


"Kamu sudah rapih yank berangkat pagi ya?"


"Ya aku ada meeting dengan para investor pagi ini, kamu mau ikut aku ke kantor apa nunggu di sini?"


"Nanti siang saja aku nyusul ke kantor sekalian bawa makan siang ya buat kamu."


"Oke setelah itu kita kerumah Ayah sama Bunda ya." Jupiter membantu Theolla membawakan piring berisi makanan dan di letakkan diatas meja makan. Setelah itu mereka berdua sarapan bersama.

__ADS_1


*****


Sebelum jam makan siang Theolla sudah tiba di kantor Jupiter, dengan setelan non formal Theolla memasuki kantor membawa paper bag di tangannya. Ini bukan kali pertama Theolla datang ke kantor Jupiter, setelah sebelumnya dia sering bolak balik untuk urusan pekerjaan. Kedatangannya kali ini bersifat pribadi saat statusnya sudah menjadi kekasih Jupiter.


Saat tiba di depan ruangan Jupiter,Sandra sekertaris Jupiter tersenyum kearahnya.


"Siang Sandra."


"Siang bu..ada yang bisa saya bantu?"


"Jupiternya ada?"


"Bapak masih meeting bu, sebentar lagi juga selesai silahkan ibu bisa menunggu di ruangannya."


"Oh ya udah makasih ya San." Theolla pun melenggang masuk ke ruangan Jupiter, dia duduk di sofa yang berada di ruangan itu. Disimpannya paperbag berisi makanan di atas meja.



Lima belas menit kemudian Jupiter masuk keruangannya. Dia tersenyum lebar begitu melihat Theolla duduk santai sambil memainkan ponselnya.


"Sudah nunggu lama yank?" Jupiter lalu duduk di samping Theolla melingkarkan tangannya di bahu Theolla.


"Lumayan, udah selesai meetingnya?"


"Buat makan siang kita."


"Makasih ya sayang perhatian banget sih serasa udah punya istri nih aku." Jupiter kecup pipi Theolla sekilas lalu beranjak menuju meja kerjanya. Theolla hanya tersipu memegang pipinya.


"Sebentar ya aku cek dulu hasil meeting barusan." Jupiter mulai membuka laptop untuk mengecek hasil rapatnya, merasa ada sesuatu yang kurang dia menyuruh Mario untuk mengambil dokumen hasil meeting tadi. Karena merasa di cuekin Theolla menghampiri Jupiter yang begitu fokus dengan pekerjaannya.


"Sayang..."


"Hmmm..." ucap Jupiter tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop.


"Makan dulu nanti di lanjut lagi kerjanya."


"Sebentar yank nanggung."


"Ihh...." Theolla mencebik kesal, lalu berbalik membelakangi Jupiter. Namun Jupiter langsung menarik tangan Theolla dan membuat keseimbangannya jatuh, sehingga Theolla terduduk di pangkuan Jupiter.


"Jangan kemana-mana temenin aku di sini, biar semangat kerjanya."

__ADS_1


"Ya tapi gak di sini juga..aku duduk di situ ya." Theolla menunjuk sofa yang tadi dia duduki. Namun Jupiter malah mengeratkan pelukannya di pinggang Theolla.


"Yank ihh...nanti kalau ada yang masuk gimana, kan gak enak posisinya begini." Mendadak hawa panas menjalar di wajah Theolla.


"Gak bakalan ada yang masuk, kok mukanya merah sih sayang?" Jupiter menatap wajah Theolla intens, membuat Theolla menunduk malu. Sesaat keduanya hanya berpandangan, Jupiter melupakan niatnya untuk menyelesaikan kerjaannya terlebih dahulu. Dia malah menikmati raut wajah Theolla yang semakin merona.


CUP


Jupiter melayangkan kecupannya di bibir tipis Theolla, meluma*tnya, memberi sentuhan-sentuhan kecil yang membuat tubuh Theolla menegang. Karena terbawa perasaan Theolla mulai membalas ciuman Jupiter, kedua sejoli itu mulai menikmati permainan lidah mereka dengan gelora cinta yang menggebu-gebu.


Tanpa mereka sadari ruangan Jupiter terbuka.


"Pak ini dokumen yang anda min......" ucapan Mario terhenti begitu melihat pemandangan ekstrim di depannya. Menyadari ada yang masuk, Jupiter dan Theolla sontak melepaskan pertautan bibir mereka begitupun Theolla langsung turun dari pangkuan Jupiter.


"Maaf...maaf ganggu, silahkan di lanjut !!" Mario langsung balik badan dan kabur dari hadapan Jupiter dan Theolla.


"Sial mata gue jadi ternoda melihat mereka berdua!!" umpat Mario dalam hati.


"Kenapa kamu gak bilang kalau di dalam ada Theolla?" tanya Mario begitu tiba di depan meja Sandra.


"Maaf pak saya pikir bapak tahu, memangnya kenapa pak?"


"Gak ada apa-apa..ya sudah saya titip dokumen ini untuk pak Jupiter, kau jangan berani masuk sebelum pak Jupiter keluar."


"Baik pak." meskipun bingung Sandra hanya mengangguk mengikuti perintah Mario. Setelah itu Mario kembali keruangannya, sepanjang perjalanan dia terus merutuki dirinya sendiri yang selama tiga tahun ini menjomblo. Kenapa dia harus melihat hal yang menurutnya sangat ekstrim ini, bagaimana pun dia lelaki normal yang merindukan sentuhan wanita.


Mario memukul kepalanya sendiri bisa-bisanya dia berpikir seperti itu. Wanita saja tidak punya, bagaimana mungkin dia berharap sentuhan wanita. Dia lalu mempercepat langkahnya, tanpa di sadari Mario menabrak seseorang yang berjalan dari arah yang berlawanan.


"Awww...." rintih wanita yang di tabrak Mario, dia mengaduh mengusap-usap lututnya.


"Sorry....sorry..." Mario langsung mengulurkan tangannya untuk membantu wanita itu. Pandangan mereka beradu, Mario membulatkan matanya melihat wanita yang dia tabrak.


"Kauu....!!!!"


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote , rate 5 dan juga koment , makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜


__ADS_2