
"Makanya cepetan nikah, biar nanti punya anak yang lucu juga." timpal Amanda.
"Ehh...." Theolla langsung tergelak mendengar ucapan Amanda.
"Malah ketawa lagi, kamu bukannya sudah punya calon suami kan, kapan nih segera di halalin?"
"Betul bu, bentar lagi bu Theolla dan pak Raka akan segera menikah." kali ini Bella angkat suara membuat Theolla menatap Bella, kenapa dia harus membocorkan hal ini di depan Amanda.
"Ups....maaf bu saya kelepasan bicara." kekeh Bella merasa tidak enak dengan atasannya.
"Tuuhh kan bener apa kataku, jadi kapan kamu menikah sama cowok itu?" tanya Amanda antusias.
"Nanti tunggu aja undangan nya Manda,"
"Huhh...kau ini, jadi mau menyembunyikan hal bahagia ini dari ku."
"Bukan nya gitu Manda sayang, aku sendiri gak terlalu bahagia menyambut pernikahan ini kamu tahu sendiri kan ini hanya perjodohan, aku belum ada perasaan apapun pada Raka."
"Apa gara-gara Jupiter?"
Rona wajah Theolla langsung berubah begitu mendengar nama Jupiter.
"Siapa lagi tuh bu Manda?" tanya Bella penasaran, apalagi melihat raut wajah Theolla yang sudah berubah seperti memendam kerinduan dan kesedihan yang amat dalam.
"Masa lalu nya Bel, kamu gak akan tahu." jawab Amanda
"Oh gitu ya bu, pantes selama ini bu Theolla tidak bisa membuka hatinya untuk pak Raka."
Theolla menatap jengah pada Amanda dan Bella yang terang-terangan membicarkannya.
"Perasaan dari tadi kamu panggil aku bu bu terus deh Bel, panggil mbak aja saya kan bukan bos kamu."
"Baik bu...eh mbak Manda." ucap Bella sungkan.
Tiba-tiba Venus yang baru pulang kerja masuk dari arah luar, membuat ketiga wanita itu langsung menatap kearahnya.
"Eh lagi ada tamu rupanya.." sapa Venus dan saat Venus menyadari siapa tamunya dia langsung kaget melihat Theolla berada di rumahnya.
"Udah pulang yank..!!" Amanda langsung menghampiri Venus dan mencium tangan suaminya. Sementara Venus masih melihat Theolla dengan sejuta pertanyaan.
"Theolla ya..?"
Theolla pun mengangguk dan tersenyum kearah Venus. Sementara Venus langsung duduk bersebelahan dengan Amanda.
"Lama ya gak ketemu, apa kabar kamu La?"
"Baik Venus,"
"Kamu sudah banyak berubah ya, aku dengar kamu menjadi wanita karir ya sekarang?"
Theolla hanya tersenyum menanggapi ucapan Venus.
__ADS_1
"Loh itu siapa?" tunjuk Venus pada Bella, sementara Bella langsung mengangguk dan tersenyum kearah Venus.
"Itu Bella asistenku," jawab Theolla singkat. Dia tidak bisa berlama-lama menatap Venus,yang ada hanya akan mengingatkan nya pada Jupiter.
"Jadi Theolla ke Jakarta itu lagi ada kerjaan yank, makanya dia kesini bareng asistennya." timpal Amanda.
"Oh ya sudah kalian lanjutkan pembicaraan kalian, saya permisi ke kamar dulu ya." Venus langsung beranjak dari duduknya, menyadari sepertinya Theolla kurang nyaman dengan kehadirannya.
"Kamu tahu Bella, masalalunya Theolla itu kembarannya suamiku." Amanda membocorkan satu rahasia pada Bella dan membuat Theolla menatap tajam kearah Amanda.
"Mandaaaa... !!" teriak Theolla tidak terima jika Manda terlalu jauh membicarakan masa lalunya pada Bella.
"Masa sih mbak,wajahnya gak beda jauh donk sama suami mbak itu?" tanya Bella penasaran.
"Iya bener, bagai pinang dibelah dua." sahut Amanda, matanya melirik sekilas kearah Theolla yang sudah memasang wajah cemberut.
"Heyy kalian berdua, puas gosipin aku..!!" cebik Theolla kesal.
"Aku gak gosipin kamu Theolla sayang, emang itu kenyataannya kok."
"Huuhh...terserah kalian lah." Theolla berpura-pura sibuk dengan ponselnya, daripada harus mendengar Amanda membahas masalalunya.
"Kalian berdua selama di Jakarta tinggal dimana?"
"Di hotel mbak." jawab Bella.
"Kenapa gak tinggal di sini aja sih La, kamar di rumahku banyak cukuplah buat di tempatin kalian berdua."
"Aku ya gak enak sama Venus, lain kali aja ya aku nginep disini." ujar Theolla.
"Ya nanti kalau urusanku di Jakarta sudah selesai, aku sempetin buat nginep disini, aku juga perlu mengunjungi om Suryo dan tante Maria dulu."
"Mamih sama papih pasti seneng kalau kamu mau maen kerumahnya...!!"
"Iya nanti aku usahain ya Manda,"
Obrolan mereka terhenti ketika bi Sumi datang memberitahu jika makan malamnya sudah siap.
"Ayo kalian ikut makan malam sama kita..!!" ajak Amanda pada Theolla dan Bella.
"Gak usah Manda, kita langsung balik aja."
"Ya jangan gitu donk ini pertama kalinya kamu kesini, kalau nggak mau nginep ya seenggaknya makan malam di sini ya." bujuk Amanda lagi.
"Ya udah deh, gak papa kan bel kalau kita makan malam dulu di sini."
"Iya gak papa bu," Bella pun menyetujui ajakan Amanda untuk makan malam bersama di rumahnya.
*****
Jupiter menyandarkan tubuhnya di punggung sofa yang berada di Apartemennya. Rasa lelahnya membuat dia enggan menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Dimas yang juga ikut bersamanya tidak langsung duduk mengikuti Jupiter. Dia terlebih dulu berkeliling melihat-lihat Apartemen Jupiter yang sangat mewah, membuat dia berdecak kagum.
__ADS_1
"Giillaaa...lo tinggal sendirian di Apartemen segede gini?" tanya Dimas antusias, dia ikut mendaratkan tubuhnya di samping Jupiter.
Jupiter hanya mengangguk pelan menanggapi ucapan Dimas.
"Udah seharusnya lo cari istri, biar lo gak kesepian tinggal di sini sendiri."
Jupiter langsung memukul bahu Dimas dengan keras "Lo pikir nikah itu gampang, lo sendiri aja masih jomblo malah nyuruh gue buat cari istri."
"Lo sama gue beda ceritanya, lo itu udah jadi seorang boss, pemilik perusahaan hidup lo udah enak udah mapan tinggal nyari cewek aja susah, pasti banyak tuh cewek yang ngantri buat jadi istri lo." tutur Dimas berapi-api.
"Kita sama bro, sama-sama jomblo cuman bedanya gue seorang pangeran dan lo pengawal...haha." Jupiter beranjak dari duduknya menuju pantry untuk mencari sesuatu yang bisa melepas dahaganya.
Dimas mencebikkan bibirnya kesal "susah ngomong sama lo malah dibecandain."
"Santai bro, hidup itu gak harus tentang harta, tahta dan wanita di bikin relax aja, jika sudah ada jodohnya gak akan lari kemana kok." ucap Jupiter, dia duduk kembali membawa dua kaleng minuman dingin dan yang satunya dia serahkan pada Dimas.
"Di minum dulu, biar otak lo kuat buat mikir....mikirin siapa yang bakal mau jadi istri lo." kelakar Jupiter.
"Sialll lo...!!"
"Sesama jomblo itu di larang menasehati, lihat diri lo sendiri jomblo kok teriak jomblo."
"Muak gue sebenernya dengan predikat jomblo ini, tapi apalah daya bidadari belum turun dari khayangan." kekeh Dimas.
"Pelayan di kedai kopi itu gimana? lo serius suka sama itu cewek?"
Dimas nampak berpikir dan tersenyum sendiri jika membayangkan gadis cantik itu "dia masuk kriteria gue sih buat di jadiin pacar."
"Udah sejauh mana emang lo pedekate sama dia?"
"Baru sebatas tahu namanya,"
"Yah keburu di samber orang itu mah,"
"Jangan donk lo doanya jelek banget sih,"
"Udah lah gue gerah mau mandi dulu, itu kamar lo ya kalau ada perlu apa-apa lo panggil gue di kamar atas.," Jupiter menujuk sebuah kamar yang tidak jauh dari tempat mereka duduk. Karena rencana nya malam ini Dimas akan menginap di Apartemen Jupiter.
"Baju ganti gue gimana?"
"Nanti gue anterin ke kamar lo...!!"
Jupiter pun berlalu meninggalkan Dimas yang masih betah duduk di sofa.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐