Twins Boy

Twins Boy
Bonchap 9 - Undangan reuni


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan pun sudah berganti tahun yang baru. Sore itu Theolla tengah menemani kedua anaknya bermain. Si kembar kini sudah berusia satu tahun, Alvero sedang sibuk dengan mobil-mobilan sementara Azura bermain dengan boneka panda kesayangannya.


Theolla tidak menyangka waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru kemarin dia berjuang melahirkan kedua anak-anaknya. Kini mereka sudah berjalan dan mulai belajar bicara. Theolla sendiri memutuskan tinggal di rumah lebih lama lagi hingga si kembar masuk taman kanak-kanak. Dia melepaskan pekerjaannya sebagai arsitek dan fokus mengurus suami dan anak-anaknya.


"Sore semuanya!!" sapa Jupiter. Dari ambang pintu Jupiter muncul, rasa lelahnya selepas bekerja langsung hilang begitu melihat istri dan anak-anaknya.


"Tuh papah pulang..!!" seru Theolla. Alvero sontak langsung menghampiri Jupiter dan minta di gendong. Theolla langsung mengambil alih membawa tas dan jasnya Jupiter. Sementara Azura masih sibuk dengan mainannya.


Jupiter lalu menghampiri Azura dan berjongkok di hadapannya "Adek gak kangen sama papah?"


Dengan polosnya Azura menggeleng dan fokus pada bonekanya. Jupiter hanya tersenyum melihat tingkah gemas anak perempuannya. Dia mengelus rambut Azura dan membiarkannya kembali bermain.


"Abang temani adek maen ya!!papah mau mandi dulu." Jupiter menurunkan Alvero, lalu Alvero kembali bergabung dengan Azura.


"Mba Ani tolong temani anak-anak maen ya!!" panggil Theolla pada pengasuh anak-anaknya yang berusia sekitar empat puluh tahunan. Ani tergopoh-gopoh datang dari arah belakang.


"Baik bu..."


Setelah di rasa anak-anaknya aman bersama pengasuhnya, Theolla lalu mengikuti Jupiter masuk ke kamarnya. Setelah pintu tertutup rapat Jupiter langsung menarik tangan Theolla untuk masuk kedalam pelukannya. Sontak Theolla langsung memekik karena kaget.


"Sayang apa-apaan sih?" Theolla meronta hendak melepaskan pelukan Jupiter.


"Aku kangen sama kamu sayang." ucap Jupiter sambil mengendus-endus leher Theolla. Aroma wangi dari tubuh Theolla sungguh menjadi candu untuk Jupiter. Theolla sudah paham jika Jupiter seperti ini dia pasti menginginkan sesuatu.


"Tapi Ini masih sore sayang. Nanti malam aja ya!!" Theolla mencoba bernego.


"Aku maunya sekarang!! anak-anak lagi anteng ini maen di bawah." tangan Jupiter mulai beraksi membuka resleting baju Theolla. Mengelusnya memberi rangsangan pada Theolla. Bahkan kini atasan baju Theolla sudah teronggok di lantai hanya menyisakan bra berwarna hitam.


"Temani aku mandi ya sayang!!" Theolla hanya bisa pasrah mengikuti keinginan suaminya. Jupiter mulai membuka satu persatu kancing kemeja dan juga celananya. Yang tersisa kini hanya boxernya saja. Jupiter langsung menggendong Theolla menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Tunggu sayang." Theolla menghentikan aksi Jupiter yang akan mulai memangsanya.


"Kenapa?" Jupiter mengerutkan dahinya, selanjutnya Jupiter tersenyum melihat Theolla mulai melepas kain yang tersisa di tubuhnya. Kini keindahan itu sudah terpampang nyata di hadapan Jupiter.


Jupiter duduk di atas closet, sementara Theolla duduk di pangkuannya dengan posisi berhadapan. Jupiter langsung menarik tengkuk Theolla dan ******* bibirnya dengan rakus, sementara tangannya meremas kedua bukit kembarnya. Theolla mendesah menikmati permainan Jupiter.


Sore itu terdengar suara erangan dan desahan yang sangat merdu dari dalam kamar mandi. Jupiter dan Theolla terbuai dalam kenikmatan surga dunia.


*****


Setelah percintaan panas mereka di kamar mandi, kini Theolla tengah mengeringkan rambutnya. Padahal sebelumnya dia sudah mandi, tapi gara-gara memenuhi hasrat Jupiter terpaksa Theolla jadi harus mandi dua kali. Bahkan kini hari sudah menjelang malam.


"Makasih ya sayang!!" Jupiter yang selesai berpakaian menghampiri Theolla, yang duduk di depan meja rias dan mengecup puncak kepalanya.


"Anak-anak nyariin gak ya? Kita kelamaan nih ninggalin mereka." Theolla mulai memoles sedikit wajahnya dengan bedak dan juga lipstick.


"Udah tenang aja sayang mereka kan sama mba Ani, ada mbok Sri juga yang bantuin." Jupiter melangkah lalu mengambil sesuatu dari dalam tas kerjanya.


"Dapet dari siapa yank?"


"Tadi Venus yang ngasih waktu di kantor, katanya dia di kirim sama kurir gitu buat Amanda sama Dimas juga ada."


"Seriusan minggu ini reuninya? Duuhh gak sabar ketemu temen-temen SMA." ucap Theolla dengan antusias.


"Bilang aja gak sabar mau ketemu mantan."


"Mantan siapa sih yank? Pacarku kan waktu SMA cuma kamu."


"Ituloh yang anak basket...siapa dah namanya lupa..Ra...ra..."

__ADS_1


"Raul maksud kamu?"


"Nah itu kamu aja masih inget namanya." cibir Jupiter.


"Dia bukan mantan aku yank, kan dia yang ngejar-ngejar aku tapi akunya cuma milih kamu, padahal waktu itu kamu lagi nyamar jadi Venus."


Jupiter tersenyum jika mengingat dulu dia mengikuti keinginan Venus untuk menyamar jadi anak SMA dan menggantikan Venus. Tapi jika tidak seperti itu tidak mungkin dia bertemu Theolla dan bisa berjodoh sampai sekarang.


"Kamu datang kan yank ke reuni itu?"


"Venus lah yang dateng...aku kan bukan alumni situ. Aku hanya anak kuliah yang nyamar jadi anak SMA."


"Ya tapi setidaknya kamu pernah menjadi murid SMA Merah Putih selama sebulan. Inget loh kamu juga pernah jadi kapten tim football, masa gak kangen sama anak-anak football."


"Iya deh sayang aku ikut...sekalian jagain kamu!! daripada nanti kamu di godain si Raul lagi." setelah di pikir-pikir Jupiter akhirnya menyetujui ajakan Theolla.


"Gak bakal yank!! Buntut aku udah dua."


"Loh siapa tahu namanya juga manusia. Bagaimana kalau si Raul belum menikah dan masih berharap sama kamu."


"Udah lah jangan ngaco...ayo kita turun lihat anak-anak dulu." Theolla mengelus tangan Jupiter dan menariknya keluar. Setelah itu mereka turun kebawah menghampiri anak-anaknya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Like, Vote, Koment dan Rate 5🙏😍


__ADS_2