
Sore itu mobil taxi yang di kendarai Jupiter sudah sampai di depan rumah keluarganya. Semuanya masih nampak sama seperti 5 tahun yang lalu saat Jupiter meninggalkan rumah ini. Rumah yang banyak kenangan semasa kecilnya.
Setelah membayar ongkos Jupiter pun langsung turun dari mobil taxi yang membawanya. Dia melihat-lihat sekeliling namun nampak sepi hanya ada satpam yang sedang berjaga di posnya.
"Pak..pak satpam !!" panggil Jupiter.
Merasa ada yang memanggil namanya pak Jono satpam keluarga Rianti pun membuka gerbang rumah majikannya. Dilihatnya seorang pria muda mengenakan jaket hitam dan membawa tas ransel di punggungnya, tersenyum ke arahnya.
"Maaf cari siapa ya mas ?" tanya pak Jono. Jupiter langsung membuka kacamata hitam yang melekat di matanya. Sontak pak Jono langsung terkejut melihat tamunya kali ini yang mempunyai wajah sama dengan anak majikannya. Pak Jono mengucek-ngucek matanya takut penglihatannya salah.
"Mas Venus???"
Jupiter pun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan satpam di rumahnya ini "Boleh saya masuk pak ?"
Refleks pak Jono langsung mempersilahkan Jupiter masuk tanpa bertanya lagi siapa tamunya kali ini. Dia masih tercengang dengan seseorang yang mirip dengan Venus. Karena selama 3 tahun kerja di rumah ini pak Jono tidak mengetahui kalau majikannya punya anak kembar.
Sesampainya di depan pintu Jupiter langsung memencet bell rumahnya. Dari dalam nampak wanita separuh baya tergopoh-gopoh membukakan pintu.
"Sore mbok Nah..!!" sapa Jupiter.
Tak beda jauh dengan pak Jono mbok Nah pun nampak shock melihat anak muda di depannya yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Aden.....den ???" Mbok Nah nampak berpikir dan mengingat-ngingat sesuatu.
"Den Jupiter ya ??" seru Mbok Nah.
"Betul mbok ini saya Jupiter."
"Ya alloh den pangling banget si mbok sampe gak ngenalin aden,ayo masuk den masuk," ajak mbok Nah. Jupiter pun langsung masuk dan duduk di ruangan keluarga.
"Gimana kabarnya mbok"
"Alhamdulillah kabar si mbok baik den orang rumah juga pada sehat semua, aden kok mau pulang ke Jakarta gak ngomong dulu sih tau gitu tadi mbok siapin makanan kesukaan aden." tutur mbok Nah.
"Sengaja mbok tadinya pengen ngasih kejutan tapi malah sepi kayak gini,"
"Ibu masih belum pulang dari butiknya sementara den Venus belum pulang sekolah."
"Sesore ini mbok ?" Jupiter melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan angka setengah lima.
"Den Venus biasanya kalo pulang sore gini ada latihan basket di sekolah, sementara ibu memang kalo pulang kadang sore atau malam." Jelas Mbok Nah.
"Ya udah mbok saya istirahat di kamar Venus dulu ya!!" Jupiter beranjak dari duduknya.
"Mau si mbok siapin makan sekarang nggak den?" tawar mbok Nah.
Jupiter hanya menggelengkan kepalanya "Gak usah mbok tadi sebelum kesini saya udah makan dulu di luar."
"Oh iya mbok nanti kalau Venus pulang jangan kasih tau saya ada di sini ya biar jadi kejutan." pinta Jupiter.
__ADS_1
"Baik den."
Jupiter pun langsung menaiki anak tangga menuju lantai dua rumahnya.
*****
Setengah jam kemudian, Venus nampak memarkirkan mobilnya di garasi, dia bergegas turun dan memasuki rumahnya. Venus langsung menuju lemari pendingin mengambil sekaleng minuman. Nampak mbok Nah sedang merapihkan meja makan.
"Bunda udah pulang mbok ??" tanya Venus.
"Belum den...tapi den??" kalimat mbok Nah tiba-tiba terhenti.
"Tapi kenapa mbok ?" Venus nampak penasaran.
"Anu den...itu loh itu..!!"
"Itu apa mbok ngomong yang jelas jangan bikin penasaran?"
"Di kamarnya aden...??." Mbok Nah hanya menunjuk ke lantai atas.
Venus hanya menautkan alisnya bingung, tanpa pikir panjang Venus langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya.
Ceklek !!
Pintu kamar pun langsung terbuka, Venus melempar tasnya asal ke sembarangan tempat, di lihatnya ada tas ransel di pojokan tempat tidurnya. Tanpa pikir panjang Venus langsung membuka selimut yang menutupi badan seseorang yang berbaring di kasurnya. Matanya melotot kaget melihat kembarannya tengah asik tidur tanpa terganggu dengan kehadirannya. Venus ikut membaringkan tubuhnya di sebelah Jupiter.
"Sejak kapan nih anak ada di sini?" gumam Venus sambil melirik ke arah Jupiter.
"Lo pura-pura tidur yaa?" Venus langsung mengguncang-guncang badan Jupiter.
"Surprissseee...!!!!!" sorak Jupiter yang langsung bangun dari tidurnya. Venus langsung memeluk tubuh kembarannya itu.. lama mereka berpelukan.
"Gue gak nyangka lo bisa ada di sini?" Venus memulai percakapannya.
"Gue mau ngasih kejutan tapi nyampe rumah elo sama bunda belum pada pulang..!!"
"Tau lo datang, gue gak pulang sesore ini bisa jemput lo ke bandara." Ujar Venus
Jupiter hanya menggelengkan kepalanya "Kalo gue kasih tau bukan kejutan namanya,"
"Tapi elo sukses bikin gue terkejut kali ini bro." tandas Venus kemudian.
"Lo dateng sendirian ?" tanya Venus.
"Iyalah gue dateng sendiri mau sama siapa emang??"
"Ya kali lo bawa cewek bule lo kesini," tutur Venus.
Jupiter hanya terkekeh geli "gue gak suka cewek-cewek bule gue lebih suka produk negara sendiri."
__ADS_1
Mendengar itu Venus langsung tertawa "Bukannya cewek-cewek Korea itu cakep-cakep ya masa satupun gak ada yang nyangkut di hati lo?"
"Gue gak ada waktu buat mikirin soal kayak gitu, selama di Korea gue cuma fokus belajar dan belajar gimana caranya biar gue bisa cepet lulus dan balik ke Indonesia." ucap Jupiter menjelaskan.
Ceklek..!!!
Tiba-tiba pintu kamar kembali terbuka dan masuk lah Rianti dengan wajah sumringahnya. Rianti langsung menghampiri Jupiter dan memeluk putra yang sudah 5 tahun tidak di temuinya.
"Ya ampuun nak bunda kira mbok Nah tadi becanda bilang kamu ada di sini," Rianti langsung mengelus-ngelus rambut Jupiter dan tampak air mata yang mengalir di kedua pipinya.
"Maaf ya bunda aku gak ngomong dulu mau kesini." Jupiter mengusap airmata Rianti dengan lembut.
"Gak papa sayang bunda seneeeeng banget anak-anak bunda bisa berkumpul lagi."
"Rasanya seperti mimpi melihat kalian bersama lagi," lanjut Rianti.
"Iya bunda ayah mengijinkan aku balik ke Jakarta kalo udah lulus sekolah, jadi maaf selama ini aku gak bisa jengukin bunda sama Venus," tutur Jupiter.
"Elo udah lulus sekolah ??" tanya Venus heran.
Jupiter menganggukan kepalanya "Iya gue ikut kelas akselerasi jadi cuma dua tahun gue sekolah di tingkat menengah atas."
"Wahh anak bunda pasti pinter banget sampe ikut kelas akselerasi." Ujar Rianti.
"Alhamdulillah bun selama ini aku belajar sangat keras, agar bisa cepet lulus dan pulang ke Jakarta dengan begitu ayah baru kasih aku ijin ke sini."
Rianti langsung menoleh ke arah Venus "Tuh contoh kakak kamu venus..!!"
"Iya bunda..iya..!!" timpal Venus sambil memanyunkan bibirnya.
"Jangan pacaran dulu sekolah yang bener baru boleh punya pacar,"
"Bundaa ihhh jangan buka kartu gitu donk..!!" Venus hanya mencebik kesal. Jupiter hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah adik kembarnya.
"Udah kalian mandi dulu sana nanti bunda tunggu buat makan malam di bawah..!!" tutur Rianti.
"Siappp bund..!!" ucap Jupiter dan Venus bebarengan.
"Nanti bunda suruh mbok Nah buat siapin kamar buat kamu sayang..!!" Rianti mengusap lembut pipi Jupiter.
"Iya bunda makasih." Setelah Rianti keluar dari kamar Venus, Jupiter pun bergegas membersihkan dirinya bergantian dengan Venus.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan Lupa tinggalkan jejak dengan Like,Vote dan Koment makasih genks๐๐