
Jupiter dan Mario kini sedang berada di sebuah pesta pernikahan, anak dari rekan bisnisnya. Resepsi tersebut di laksanakan di hotel bintang lima. Kebanyakan para tamu undangan datang membawa pasangan, tapi tidak dengan Jupiter dia lebih memilih di temani asistennya.
Setelah menyapa pada pak Hartono dan anaknya yang menjadi pengantin, kini Jupiter tengah berbincang dengan rekan bisnis yang lainnya. Para pengusaha itu bicara ngalor ngidul membahas perusahaan yang tak ada habisnya. Dengan setia Mario selalu menemani Jupiter di sampingnya.
Setelah beberapa saat pembicaraan itupun berakhir, saatnya Jupiter dan Mario menikmati hidangan prasmanan yang beraneka ragam.
"Makan yang banyak Yo...biar gemuk..!!"
"Lo juga..!!"
"Sepertinya hanya kita saja yang tidak membawa pasangan, yang lainnya datang dengan pasangannya."
"Nasib jomblo ya seperti ini, kenapa tadi lo gak ajak Theolla buat nemenin lo ke acara ini?" tanya Mario.
"Dia mau kerumah om dan tantenya, habis itu dia mau menginap di rumahnya Amanda."
"Kerumah Venus maksud lo..?"
"Iya..." Tiba-tiba tubuh Jupiter terhuyung kedepan, ada seseorang yang tidak sengaja menabrak bahunya. Namun dengan sigap Mario langsung menahan Jupiter.
"Mbak kalau jalan hati-hati donk...!!" sentak Mario.
"Sorry-sorry tadi saya buru-buru, masnya gak papa?" tanya wanita yang menabrak Jupiter, posisi Jupiter yang membelakangi wanita tersebut pun langsung menoleh kearah wanita itu.
"Loh Jupiter....!!" seru wanita itu kaget begitu melihat pria yang berdiri di hadapannya.
Kening Jupiter sedikit berkerut "siapa ya??"
"Ini aku Clara, temen kamu waktu kuliah di Harvard."
Jupiter nampak berpikir dan menganggukan kepalanya "Oh iya saya ingat, maaf ya saya gak ngenalin kamu.'
"It's ok...kamu apa kabar?lama ya kita gak ketemu ada kali sekitar lima tahunan."
"Kabar saya baik, kenalin ini Mario asisten saya."
Mario pun langsung mengulurkan tangannya, untuk berjabat tangan dengan wanita anggun di hadapannya.
"Mario.."
"Clara.."
"Kamu di undang juga ke acara pesta ini?" tanya Jupiter.
"Iya...ini pesta pernikahan sepupu aku, kamu kenal juga sama Thania?"
"Ah nggak...aku gak kenal sama mempelai pengantinnya, aku di undang sama pak Hartono."
"Oh jadi kamu rekan bisnisnya om aku." ucap Clara.
"Ya begitulah.."
"Hebat ya kamu sekarang udah jadi seorang pengusaha muda, kamu udah nikah?" tanya Clara.
"Belum.."
__ADS_1
"Sama donk... aku juga belum." Clara menunduk dan tersipu malu. Sementara Jupiter dan Mario hanya saling pandang.
"Kita ngobrol-ngobrolnya di sana yuk, nanti sekalian aku kenalin sama orangtua ku." tunjuk Clara pada sebuah meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri.
"Nggak usah Ra...kita mau langsung pulang, iya kan Yo?" Jupiter meminta persetujuan Mario.
"Ah iya bener...kita mau langsung pulang."
"Yaah...acaranya kan belum selesai, kok udah mau pulang aja sih?" cebik Clara.
"Maaf ya Ra...kita masih ada urusan yang lain, lain kali deh kita ngobrol-ngobrolnya." ucap Jupiter.
"Bener ya...?"
Jupiter pun langsung mengangguk mengiyakan. Setelah kepergian Clara, Jupiter menghela nafas lega.
"Lo kenapa sih di deketin cewek cakep malah menghindar?" tanya Mario heran.
"Udah ayo kita pergi dari sini dulu, sebelum dia nyamperin kita lagi." Jupiter dan Mario pun langsung pergi meninggalkan pesta yang belum selesai.
*****
"Jadi siapa Clara?" tanya Mario saat mereka dalam perjalanan pulang.
"Temen kuliah,"
"Yakin cuma temen?kenapa buru-buru menghindar darinya?" Mario melirik sekilas pada Jupiter yang duduk di sampingnya.
Jupiter tersenyum masam,"bisa di bilang dulu dia salah satu fans gue lah..yang suka ngejar-ngejar gue gitu."
"Jadi dia suka sama lo?"
"Wahh....gila lo cewek cakep kenapa lo anggurin!"
"Sana buat lo kalau mau, dari dulu gue gak pernah tuh suka sama dia."
"Iyalah mana bisa lo ngelirik cewek lain, hati lo kan udah penuh sama Theolla." kekeh Mario.
Tiba-tiba ponsel Jupiter berbunyi, ada nama Venus tertera di layar ponselnya.
"Lo dimana?"
"Gue di mobil nih sama Mario, kenapa?"
"Gue tunggu di tempat biasa, Dimas juga udah nungguin disana."
"Ok gue sama Mario langsung menuju tkp." Setelah itu panggilan pun di matikan oleh Venus.
"Kenapa?" Mario yang sedang menyetir melirik kearah Jupiter.
"Venus sama Dimas ngajakin ngopi di tempat biasa, kita langsung kesana saja."
Setelah berkendara hampir setengah jam, kini sampailah Jupiter dan Mario di kedai kopi prince langganan mereka. Waktu baru menunjukan pukul sembilan malam, di malam minggu seperti ini keadaan kedai kopi masih sangat ramai.
Mereka berdua masuk mencari sosok Venus dan Dimas, yang ternyata sudah duduk di tempat biasa.
__ADS_1
"Darimana kalian rapih bener?" tanya Dimas, ketika melihat Jupiter dan Mario memakai setelan formal.
"Abis kondangan, salah satu anak dari rekan bisnis gue ada yang nikah."
"Kondangan mulu, kapan di kondanginnya?" kekeh Venus yang langsung mendapat gelak tawa dari Dimas dan Mario.
"Lo berdua gak usah ikut-ikutan ketawa, sama-sama jomblo juga." cecar Jupiter, sontak Mario dan Dimas langsung menutup mulutnya.
Ketika Kanaya datang membawa pesanan Jupiter dan Mario, Dimas mulai memasang jurus seribu memikat hati wanita.
"Makasih ya Nay.." ucap Dimas dengan senyum yang di buat semanis mungkin.
Seperti biasa Kanaya hanya menunduk, ketika Dimas mulai meluncurkan aksinya.
"Silahkan di nikmati kopinya, saya permisi dulu." sebelum Kanaya berbalik, Dimas langsung memanggilnya kembali.
"Iya kenapa pak?"
"Nanti pulang kerja saya anterin pulang ya?"
"Jangan mau Nay, jangan mau...nanti kamu di culik loh sama dia." ucap Venus, membuat Dimas berdecak kesal.
"Jangan dengerin omongan dia Nay...!!" ucap Dimas.
"Saya permisi pak, mau lanjut kerja lagi." lalu Kanya pun berlalu dari hadapan keempat pria itu.
"Gara-gara elo sih..!! ucap Dimas kesal, membuat Venus, Jupiter dan Mario tertawa senang karena misi Dimas kali ini gagal lagi.
"Kenapa lo gak ngomong kalau Theolla jadi rekan bisnis lo sekarang?" tanya Venus pada Jupiter yang sedang menyesap sedikit kopinya.
"Emang harus ya gue laporan sama lo, gue juga baru bertemu dua kali dengannnya, belum sempet gue mau cerita sama lo."
"Malam ini Theolla nginep di rumah gue, tadi dia bilang lagi nanganin proyek hotel di Bali." tutur Venus.
"Iya gue udah tahu dia nginep di tempat Manda, besok gue juga udah janjian kencan sama dia."
"Apa lo bilang kencan? lo sadar dia udah tunangan, bentar lagi juga dia nikah." ucap Venus.
"Baru mau nikah kan...belum nikah, jadi gue masih punya kesempatan."
"Gue setuju sama lo...selama belum nikah lo masih punya kesempatan buat kembali sama dia." usul Mario.
"Serius Theolla udah mau nikah?" tanya Dimas yang baru menyadari topik pembicaraannya.
Jupiter pun menganggukan kepalanya dan tersenyum kearah Dimas.
"Rumit nih.....rumit lagi aja kisah hidup lo, di tinggal nikah tau rasa lo...!!" ucap Dimas sarkas.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih genks๐๐