Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Niat jahat Raka


__ADS_3

Raka membawa mobilnya masuk ke sebuah basement hotel terkenal di Surabaya. Theolla mengernyit heran begitu Raka menyuruhnya untuk turun.


"Kenapa harus ke hotel...bukannya kita akan makan malam?" tanya Theolla heran.


"Ya kita dinner di sini...sekalian gue janjian sama temen gue yang kebetulan lagi nginep di hotel ini." ucap Raka menjelaskan.


"Lo gak lagi bohongin gue kan?" selidik Theolla dengan tatapan tajam.


Raka tertawa pelan "ya ampuun Theolla....lo jangan berpikir negatif dulu sama gue."


"Emang gue pantes berpikiran negatif sama lo, mengingat perlakuan lo sama gue sebelumnya seperti apa!!"


"Oke-oke gue minta maaf untuk hal itu tolong jangan di ungkit lagi ya...please!!!" Raka meraih tangan Theolla dan mengenggamnya erat.


"Ayo kita turun...!!" ajak Raka. Meskipun ragu namun Theolla akhirnya mengikuti langkah Raka masuk menuju hotel bintang lima tersebut. Karena cacing-cacing di dalam perutnya sudah tidak bisa di ajak kompromi.


Setelah sampai di restorant hotel tersebut, Theolla dan Raka duduk di sebuah meja yang sudah di reservasi.


"Kau pesan saja dulu menu makanannya sambil kita nungguin temen gue dateng...!!"


"Memang berapa orang temen lo yang akan gabung sama kita?" tanya Theolla akhirnya.


"Hanya satu orang kebetulan dia temen gue waktu kuliah....orang Medan cuma lagi ada kerjaan di Surabaya."


"Oh..."


Setelah beberapa saat mereka menunggu, datanglah seorang pria yang menghampiri meja mereka. Raka langsung berdiri menyambut temannya dengan antusias.


"Kenalin nih calon istri gue namanya Theolla..!!" ujar Raka pada temannya itu.


Theolla beranjak dari duduknya dan berjabat tangan dengan pria tersebut.


"Theolla...."


"Bryan..." ucapnya dengan senyum yang di buat semanis mungkin.


"Pinter lo cari calon istri." bisik Bryan pada Raka. Raka hanya tersenyum jumawa menanggapi ucapan Bryan.


"Jadi udah berapa hari lo ada di Surabaya?" tanya Raka.

__ADS_1


"Baru tiga hari gue disini."


"Oh...mana cewek lo?"


"Belum ada...cariin lah gue yang sama cantik kayak Theolla." ucapnya sambil melirik kearah Theolla. Theolla merasa risih melihat kedua pria di depannya yang menatap dia dengan intens. Untung saja pelayan hotel datang membawakan pesanan mereka.


Theolla langsung menyeruput minuman yang di pesannya tadi, juga melahap makanan tanpa memperdulikan kedua pria yang asyik berbincang itu. Rasa laparnya mengalahkan segalanya, Theolla hanya ingin acara tak berguna ini segera di akhiri. Namun di suapan ketiga Theolla merasakan pusing di kepalanya, hingga dia meringis pelan.


"Kenapa La?" tanya Raka.


Theolla memegang kepalanya, matanya pun sudah tidak bisa melihat dengan jelas. Samar-samar dia hanya mendengar suara Raka yang terus memanggil namanya. Sampai akhirnya kesadaran Theolla hilang begitu saja.


"Sepertinya obat itu manjur dengan cepat..!!" ucap Raka dengan seringai licik di bibirnya.


"Siapa dulu...Bryan!!!" ucapnya bangga.


"Thanks bro...berkat lo gue bisa ngasih sedikit pelajaran pada wanita angkuh ini."


"Oke...lo bisa nikmatin malam ini untuk bersenang-senang dengannya!!"


Kedua pria itu tertawa terbahak-bahak, merasa umpannya kali ini masuk dengan mudah. Raka yang memang sudah merencanakan ini semua dengan dibantu oleh Bryan. Dan semua ini hanya sandiwara dari Raka dan Bryan saja. Bryan hanya berpura-pura saja menginap di hotel ini, padahal itu hanya akal-akalan mereka berdua.


Raka lalu memapah Theolla memasuki sebuah kamar hotel di bantu oleh Bryan, makanan dan minuman yang tadi dipesan oleh Theolla ternyata sudah di masukin obat tidur secara diam-diam oleh Bryan. Namun kedua pria itu tidak menyadari jika ada dua pria lain yang mengikuti langkah mereka secara diam-diam.


*****


"Theolla..." ucap Jupiter tanpa sadar.


Mario mendongakkan kepalanya mendengar ucapan Jupiter "ngomong apa lo?"


"Itu...gue lihat ada Theolla disana!!" tunjuk Jupiter pada Mario. Dan benar saja Mario melihat Theolla duduk di sebuah meja yang tak jauh darinya, bersama seorang pria.


"Siapa pria yang bersama Theolla?"


Jupiter mengangkat bahunya "mana gue tahu...mungkin calon suaminya."


Mario bisa melihat perubahan pada sikap Jupiter "kalau lo gak nyaman...kita bisa pindah makan di luar!!!"


"Gak perlu...kita makan di sini saja, jangan sampai Theolla menyadari keberadaan kita."

__ADS_1


Mario hanya bisa menuruti apa kata Jupiter, mereka menikmati makan malam mereka sambil sesekali melirik kearah meja Theolla. Sampai satu pria lainnya datang menghampiri meja Theolla.


Selang beberapa saat Jupiter dan Mario begitu terkejut melihat Theolla tak sadarkan diri. Terlebih kedua pria itu langsung membawa Theolla masuk kedalam sebuah kamar hotel. Jelas saja itu mengundang kecurigaan Jupiter dan Mario, sampai akhirnya mereka mengikuti secara diam-diam.


*****


Raka menatap Theolla yang tertidur di sebuah ranjang berukuran besar. Dia tersenyum lebar akhirnya mangsa yang selama ini dia incar masuk juga kedalam perangkapnya. Di bukanya sebotol vodka yang berada di atas meja, lalu di tegaknya sambil matanya menatap intens kearah Theolla.


"Sekarang ataupun besok sama saja....kau akan menjadi milikku sayang..!!" di elusnya rambut Theolla yang menutupi sebagian dahinya. Satu tangannya masih mengenggam sebotol Vodka. Di minumnya sekali lagi hingga tak tersisa sedikitpun.


Raka melepas Jas yang masih melekat di tubuhnya, dia buang kesembarang tempat. Lalu membuka satu persatu kancing kemeja teratasnya karena suhu tubuhnya yang sudah memanas akibat pengaruh dari alkohol yang di minumnya.


"Coba saja lo mau sedikit buka hati lo buat gue, mungkin gue gak akan nekat seperti ini." seringai lebar muncul di bibir Raka, matanya tak berkedip melihat kemolekan gadis di depannya kini.


Perlahan Raka merangkak naik keatas kasur, mengelus kaki jenjang Theolla dengan sebelah tangannya. Sementara tangan yang lain membuka resleting gaun yang berada di balik punggungnya. Hingga baju itu terbuka sebagian, menampilkan bahu Theolla yang mulus juga dua gunung kembar yang masih terbungkus bra hitam tanpa tali.


Raka menelan salivanya dalam-dalam, niatnya dia hanya ingin bermain-main dengan Theolla. Memberi pelajaran pada calon istri yang tidak pernah menganggapnya, tapi melihat keindahan di depan mata membuat Raka ingin mencicipinya lebih.


Dikecupnya bahu Theolla yang terbuka dengan sedikit liar, lalu di remasnya sebelah gunung kembar yang masih tertutup yang memanjakan mata. Theolla menggeliat, tapi tidak membuatnya terbangun. Raka semakin di butakan oleh nafsu dan amarah, dia ingin segera menuntaskan hasrat yang terpendam selama ini.


Disibaknya rambut Theolla yang menutupi dahinya, di pandangnya wajah cantik Theolla dengan penuh nafsu. Saat akan mendaratkan bibirnya diatas bibir Theolla tiba-tiba saja pintu kamar dibuka dengan paksa.


BRAKK!!!


Jupiter yang melihat Theolla tak sadarkan diri di atas kasur, langsung menarik Raka dan memukulnya bertubi-tubi hingga Raka terjerembab dan jatuh kelantai.


BUGH....BUGH....BUGH


"Si*lan...br*ngsek...lo mau apain Theolla!!!!" hardik Jupiter keras, Raka kini berada di bawah tubuhnya di pukulnya secara keras. Raka yang sudah ada dalam pengaruh alkohol tidak mampu berbuat apa-apa, dia hanya pasrah di pukul oleh Jupiter.


Mario segera menenangkan Jupiter agar berhenti memukuli Raka yang sudah tidak berdaya. Jupiter lalu menutupi sebagian tubuh Theolla yang terbuka dengan selimut, lalu dia menggendong Theolla keluar dari tempat terkutuk tersebut.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks 🙏😍


__ADS_2