
Setiap manusia di ciptakan tuhan berpasang-pasangan sesuai dengan ketentuan yang sudah di gariskan. Seperti Adam dan Hawa, Qais dan Laila begitu pun dengan Jupiter dan Theolla. Mau sejauh apapun kita berpisah kalau sudah saatnya berjodoh kita tidak bisa mengelak lagi, mau serumit benang kusut kisah cintanya jika sudah waktunya berjodoh akan di pertemukan juga di pelaminan.
Seperti halnya Jupiter dan Theolla, menjalin kasih dari semasa remaja sempat terpisah benua karena demi pendidikan dan cita-cita. Bahkan pernah putus di tengah jalan selama bertahun-tahun lamanya, tapi jika sudah waktunya mereka berjodoh akhirnya mereka di pertemukan lagi. (dalam hal ini author yang mengatur jodoh mereka๐ )
Tim Wedding Organizer yang di sewa khusus dalam mengatur pernikahan Theolla dan Jupiter, saat ini mereka tengah sibuk mempersiapkan dekorasi yang sesuai dengan konsep pernikahan, sehari sebelum acara sakral itu di laksanakan. Untung saja belakang rumah Theolla memiliki halaman yang sangat luas, sehingga tim WO menyulapnya menjadi sangat indah untuk akad sekaligus resepsi nanti. Karena pernikahannya kali ini bertema garden party.
Sang calon pengantin sudah mengambil cuti sejak tiga hari yang lalu, kini Theolla tengah menikmati luluran di kamar pribadinya dengan mendatangkan ahli lulur dan pijat profesional. Badannya tengkurap menikmati sensasi pijatan yang lembut di seluruh badannya, wajahnya terlihat damai tak ada satu pun yang mengganjal pikirannya.
Ceklek !!
Pintu kamarnya terbuka, Amanda tersenyum melihat Theolla masih tengkurap di atas kasur. Jadi Amanda sudah tiba di rumah Theolla sejak dua hari yang lalu, meskipun kehamilannya sudah masuk bulan ketujuh tapi dia tetap ngotot pergi ke Surabaya. Katanya tidak mau ketinggalan momen spesial Theolla dan Jupiter.
"Masih belum selesai?" Amanda masuk dan duduk di sofa besar yang ada di kamar Theolla.
"Sebentar lagi."
"Kamar kamu sebentar lagi akan di hias oleh tim WO."
"Baiklah tunggu aku menyelesaikan ini."
"Bagaimana perasaanmu?"
"Tentu saja bahagia Manda, apalagi coba."
Amanda tersenyum melihat Theolla begitu bahagia, sangat berbeda dengan pernikahannya yang lalu dengan Raka.
"Sudah mbak !!" Theolla segera bangkit dari tidurnya mengenakan bathrobe untuk membungkus tubuhnya yang baru selesai di lulur.
"Tunggu setengah jam, baru mandi ya mbak!!" ujar wanita yang melulur Theolla.
"Baik bu...makasih ya."
"Ya sudah saya pamit dulu!!" wanita itu lalu keluar dari kamar Theolla.
"Ara kemana?" tanya Theolla dia lalu duduk di sebelah Amanda, meraih gelas yang berisi teh hangat campur lemon dan madu. Lalu meminumnya secara perlahan.
"Tadi lagi maen sama Vanno juga Lala."
"Gimana kehamilan kamu ada keluhan gak?"
"Semua baik-baik saja Theolla."
"Aku kan udah bilang kamu gak datang ke Surabaya juga gak papa, kasian takut kamu kecapean mana perutnya udah nambah gede aja."
"Aku gak mungkin melewatkan momen spesial sepupuku ini."
"Nanti kan bisa datang pas resepsi di Jakarta."
"Gak seru La...momen pentingnya aku ingin melihat kamu dan Jupiter akad nikah."
__ADS_1
"Dasar kau ini....ya sudah jangan terlalu cape, kamu cukup temenin aku aja ya."
"Iya Theolla...." Amanda merangkul pundak Theolla memeluknya dengan erat.
"Venus belum datang kesini?"
"Mereka baru tiba di Surabaya, mungkin masih di hotel untuk istirahat...memangnya Jupiter gak menghubungi kamu?"
"Cuma kirim pesan doang sih tadi pagi pas dia sampai."
"Kangen ya sama Jupiter? sabar...besok baru boleh bertemu...pasti nanti rindunya sudah menumpuk karena lama tak bertemu." goda Amanda.
"Kamu bisa aja Manda."
"Aku dulu sama Venus juga gitu satu minggu kita gak ketemu, katanya sih biar pangling saat menikah nanti, tapi memang iya auranya beda aja pas kita bertemu di pelaminan." cerita Amanda mengenang saat dia akan menikah dengan Venus.
"Kamu masih mending satu minggu, aku udah dua minggu gak ketemu Jupiter rasanya udah gak sabar nunggu esok."
"Ciieeee....yang udah ngebet mau nikah." goda Amanda.
"Mulai lagi deh!!"
"Hahahaa.....ya sudah kamu mandi dulu sebelum kamar ini akan di hias."
Theolla mengangguk, setelah itu Amanda pamit untuk menemui anaknya dia lalu keluar dari kamar Theolla.
Theolla merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk yang sudah di hias secantik mungkin. Warna silver dan biru mendominasi seluruh ruangan yang akan menjadi kamar pengantin bagi Theolla dan Jupiter. Tiba-tiba ponselnya yang berada di atas nakas bergetar, membuat Theolla beranjak bangun dan menyandarkan punggungnya pada sandaran ranjang.
Theolla tersenyum lebar begitu mengetahui Jupiter yang menghubunginya, segera dia menggeser layarnya keatas untuk menerima panggilan tersebut. Wajah Jupiter langsung memenuhi layar ponsel Theolla.
"Haii..." sapa Jupiter dari ujung sana.
"Hai Juga...!!"
"Belum tidur?"
"Belum nih baru aja mau merem."
"Aku gak bisa tidur nih sayang."
"Kenapa? kepikiran besok yaa?"
"Iya aku sedikit nervous nih takut salah pas ngucapin ijab qobul."
"Memang belum hafal di luar kepala?"
"Sudah sih...haha"
"Terus???"
__ADS_1
"Kangen kamu makanya gak bisa tidur sayang, rasanya udah gak sabar nunggu esok hari."
"Aku juga kangen kamu sayang...sabar donk besok baru kita bertemu."
"Itu kamar pengantin kita yank?" tanya Jupiter yang melihat sekilas dekorasi kamar Theolla.
Theolla mengangguk membenarkan.
"Wahh besok malam aku akan tidur di sebelah kamu, siap-siap ya jangan kaget tidur bersebelahan dengan orang ganteng." ucap Jupiter narsis.
"Ceehh ...." desis Theolla, dia tidak menyangka Jupiter memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
"Kenapa? kamu gak sabar kan pengen tidur seranjang denganku?"
"Gak tuh biasa aja."
"Yakin? besok malam kau akan mendesah nikmat di bawah kendaliku."
"Jupiterrr hentikan....!! dasar mesum." cebik Theolla kesal.
"Haha gak papa mesum sama kamu mah, asal jangan sama cewek lain."
"Gak waras kamu!!"
"Iyalah orang otakku isinya kamu semua."
"Tidur sana...makin malam omonganmu semakin melantur!!"
"Becanda sayang....ya udah kita tidur ya, sampai ketemu besok pagi."
"Iya good night..."
"Good night juga...mimpi indah ya!!" setelah itu sambungan telepon mereka terputus. Theolla geleng-geleng kepala dengan tingkah Jupiter barusan.
Ya malam ini memang malam terakhir bagi Theolla dengan status yang lajang. Esok hari seluruh jiwa dan raganya akan resmi menjadi milik Jupiter. Tiada kata yang indah untuk sebuah hubungan apalagi jika hubungan itu sampai ke pelaminan. Dan Theolla bersyukur karena pelabuhan terakhirnya jatuh pada Jupiter.
Meskipun kisah cinta mereka terbilang rumit, karena sempat berpisah selama bertahun-tahun tapi jika sudah berjodoh tetap akan di pertemukan lagi. Dan akhir kisah cinta mereka akan terikat dalam sakralnya sebuah ikatan pernikahan.
.
.
.
.
Like, Vote, Koment dan rate 5๐๐
Next episode pernikahan Theolla dan Jupiter, terima kasih sudah membaca karya saya yang masih amburadul gini๐
__ADS_1