
Restoran hotel ChandraKirana menjadi pilihan untuk Jupiter dan Theolla makan siang. Kebetulan siang ini Kanaya yang mengundang mereka untuk makan bersama. Ruangan VVIP di pilih Kanaya untuk menjamu para sahabatnya, sang kekasih Dimas sudah terlebih dahulu tiba di sana.
Kanaya begitu bahagia melihat Jupiter dan Theolla hadir memenuhi undangan mereka, di tambah ada Bella yang juga turut serta. Mereka bertiga langsung duduk mengisi kursi yang kosong.
"Aku bawa Bella asistenku gak papa kan? kebetulan dia lagi di Jakarta baru selesai meeting..Bel kenalin Kanaya ini anak dari pemilik hotel ini." ujar Theolla.
"Gak papa mba...hai aku Kanaya."
"Bella...." Kanaya dan Bella saling menjabat tangan.
"Sepertinya kalian seumuran yah?" selidik Theolla.
"Masa sih bu?"
"Kurasa seperti itu Bella...dan mba Theolla yang paling tua diantara kita." sontak ketiganya tertawa mengabaikan Jupiter dan Dimas yang menatap mereka bertiga dengan kesal.
"Sebenarnya kita jadi makan gak sih? aku udah laper nih." Dimas mengelus-elus perutnya.
"Para wanita kalau udah bertemu ya seperti itu, lupa ada cowoknya di samping." ujar Jupiter.
"Maaf deh....emang udah ngumpul semua? Mas Venus sama Mario gak ikut sama kalian?" tanya Kanaya.
"Venus aku lihat dia pulang kerumah, sementara Mario tadi bersama Clara."
"Clara?" kening Kanaya mengernyit mendengar ucapan Theolla.
"Kamu tahu sesuatu Nay ada apa antara Mario dan Clara?" tanya Theolla.
"Aku gak sedekat itu dengan Clara, jadi gak tahu urusan pribadi dia mbak...ya sudah kebetulan di restoran ini ada menu baru kalian bisa mencobanya hari ini." Kanaya lalu beranjak menyuruh pelayan untuk menjamu mereka makan siang. Berbagai aneka makanan tersaji, Jupiter dan yang lainnya mulai menikmati santap siang.
"Mba Theolla kapan pulang ke Surabaya?"
"Besok Nay, cutiku hanya tinggal sehari lagi..kamu pulang bareng sama aku ya Bella?"
"Tapi bu aku udah pesan tiket untuk nanti sore."
"Di batalkan saja, kamu pulang bareng sama aku ya Bell?"
"Betul Bella kamu berangkat besok pagi sama Theolla, biar dia ada temennya...soalnya aku gak bisa nganter sampai Surabaya jadwalku besok padat untuk bertemu klien." ucap Jupiter.
"Ya sudah bu..aku mau pulang sama ibu." akhirnya Bella mengikuti ajakan Theolla.
"Aku juga besok berangkat ke Surabaya loh mbak sama keluargaku."
"Ada acara apa Nay?"
"Kak Jeni mau nikah sama Raka, kita mau hadir sebagai perwakilan dari pihak perempuan secara orangtuanya yang dari Jerman berhalangan hadir."
"Secepat itu mereka nikah?" tanya Jupiter.
__ADS_1
"Iya mas...perutnya kak Jeni sudah semakin membesar, mbak Theolla di undang gak?"
"Mbak gak tahu Nay seminggu ini kan tinggal di Jakarta, kalau pun di undang mba mungkin gak akan datang mba cuma bisa doain yang terbaik buat mereka berdua."
"Pengertiannya calon istri aku." puji Jupiter sambil meraih tangan Theolla. Dan Theolla hanya tersenyum lebar kearah Jupiter. Sejenak mereka berdua saling berpandangan.
"Eheeemmm.." Dimas yang sedari tadi hanya menyimak berdehem membuyarkan pasangan yang tengah di landa asmara.
"Inget wooy...masih ada kita di sini, bikin gue iri aja duuhh !!"
"Mas ihhh....gak boleh gitu!!" Kanaya sontak mencubit pinggangnya Dimas.
"Hehe...jadi kalian mau nikah cepet juga?" tanya Dimas.
"Doain ya....akhir pekan nanti aku dan keluargaku akan melamar Theolla secara resmi."
"Wahh selamat ya mbak !!"
"Selamat bu..!!"
"Iya makasih ya...semoga kalian cepat nyusul juga."
"AMIINN..." ucap Dimas lantang.
"Sepertinya cuma lo yang ngebet Dim, Kanaya nggak tuh..!!" cibir Jupiter.
"Kamu mau kan nikah sama aku Nay?" kali ini Dimas menatap kearah Kanaya.
"APA?"
Sontak Jupiter, Theolla dan Bella tertawa melihat ekspresi Dimas.
*****
"HAH....pertanyaan macam apa nih Ra?"
"Aku cuma ingin tahu kamu pilih aku apa cewek itu?" ulang Clara sedikit kesal.
"Ya ampun Clara...kenapa harus bicara seperti ini, aku sama Bella murni hanya urusan pekerjaan."
"Aku gak percaya!!"
"Terserah kau lah!!" Mario tidak habis pikir Clara bisa marah gara-gara melihat dia dan Bella.
"Jadi kamu gak bisa kasih aku jawaban ?"
Mario ingin bilang "YA" tapi dia masih ragu, kalau bilang "TIDAK" sayang juga cewek secantik Clara harus di anggurin.
"Ya sudah kalau gak bisa jawab, lebih baik aku pergi dari sini !!" Clara menyambar tasnya dan berlalu dari hadapan Mario.
__ADS_1
"Ra...Clara !!"
Mario mengacak rambutnya frustasi jika mengingat kembali pembicaraannya dengan Clara tadi siang. Jupiter yang melihat Mario galau ketika sampai di apartemennya, hanya menggelengkan kepala. Dia tidak habis pikir seorang Mario akan galau juga gara-gara wanita.
"Jadi lo baru nyesel sekarang gak nerima cintanya Clara?"
"Gue belum kasih jawaban !!" sekali lagi Mario meneguk winenya ntah sudah berapa gelas diapun tak ingat.
"Lalu apa yang membuat lo ragu nerima dia? jarang-jarang loh ada cewek yang berani nembak duluan." Jupiter baru mengetahuinya tadi saat Mario cerita jika Clara mengungkapkan perasaannya.
"Tentu saja Lo yang bikin gue ragu."
"Ckck...kenapa jadi bawa-bawa gue? lo lupa gue udah bahagia sama Theolla." Jupiter mendelik kearah Mario. Bekas botol wine berserakan di apartemen Jupiter, membuat dia jengah Mario kesini hanya untuk menumpang minum.
"Jelas gue masih ragu dengan perasaan dia ke gue? secara belum lama dia baru patah hati sama lo."
"Jadi lo takut cuma di jadiin pelarian sama Clara?"
"Nah itu loh pinter, kenapa daritadi gak ngerti juga."
"Sial...!!" Jupiter melempar bantal sofa kearah Mario dan tepat mengenai wajah Mario.
Mario mendengus kesal melempar bantal sofa itu asal "Jadi menurut lo gue terima apa nggak tuh si Clara?"
"Ngapain tanya gue, tanya hati lo donk !!"
"Di satu sisi gue gak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, selama tiga tahun menjomblo tiba-tiba ada cewek yang nembak gue, tapi di sisi lain gue masih ragu sama perasaan ini."
"Jadi sebenarnya lo suka apa nggak sama Clara? atau jangan-jangan lo sukanya sama Bella?"
"Kenapa jadi bawa-bawa si Bella...bikin hati gue nambah gamang aja."
"Haha dasar plin plan lo...!!"
"Gue gak mau salah pilih lagi...kejadian tiga tahun yang lalu membuat gue harus selektif dalam urusan cewek, apalagi di umur gue yang sudah kepala tiga...gue harusnya cari calon istri bukan pacar lagi."
"Nah itu...Clara cocok sama lo, soal cinta mah belakangan yang penting jalanin aja dulu selama itu membuat kalian nyaman, daripada sekarang lo Jones sendirian. .gue sama Dimas sudah punya pasangan bentar lagi malah gue nikah, kebersamaan kita gak akan seperti dulu lagi...gue pasti akan fokus sama istri gue nantinya, bukan mendengarkan curhatan receh kayak gini."
"Iya dah yang bentar lagi jadi manten, gue mah apa atuh cuma seorang jones !!"
"Aseem lo..!!" bantal sofa kembali mendarat di wajah Mario, tapi kali ini Mario berhasil menangkisnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
*Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like, Vote, Koment dan rate 5**🙏😍*