Twins Boy

Twins Boy
Nomor ponsel


__ADS_3

Theolla yang merasa bingung dengan tingkah kekasih sepupunya ini tak mau ambil pusing, sepanjang perjalanan dia terus menunjukan arah kemana dia pulang.


"Lo amnesia kali ya?" Theolla angkat suara dan melirik sekilas ke arah Jupiter, dan pandangan nya kembali ke depan menatap beberapa mobil yang menumpuk di depan, karena kemacetan di jam makan siang ini.


Namun Jupiter hanya tertawa pelan, mendengar pernyataan dari wanita yang selama ini sudah mengusik hatinya itu "Setelah tadi kamu bilang aku aneh terus sekarang amnesia gitu ya?" kekehnya pelan.


Theolla hanya mencebik kesal dan menatap tajam ke arah Jupiter "Emang elo aneh kok hari ini yang lain pun merasa begitu," Jupiter hanya tersenyum mendengar ucapan Theolla.


"Kamu ada hubungan apa sama Raul ?" tanya Jupiter mengalihkan pembicaraan, kini ucapan nya terdengar serius dia menoleh sebentar ke arah Theolla, sambil fokus mengemudikan mobilnya yang sudah berjalan lancar dan keluar dari kemacetan.


"Gak ada hubungan apa-apa, gue baru kenal sama dia sama kayak gue juga baru kenal elo,Dimas dan Rendi." tutur Theolla.


Jupiter hanya mengangguk-nganggukan kepalanya. Lega.


"Kamu udah lama tinggal di Singapura ?"


Theolla sedikit berpikir "Hmmm... sekitar tiga tahunan lah," ucapnya sambil menunjuk lima jarinya di depan Jupiter.


Jupiter menggeleng pelan "Itu lima Theollaaa...!!"


Theolla pun terkekeh geli "Haha Gue pikir lo amnesia. tadi gue cuma ngetes kecerdasan otak lo kok," Jupiter pun tersenyum lebar melihat candaan Theolla. Ternyata wanita ini sangat jauh berbeda dengan yang pertama kali bertemu di Bandara, di situ Jupiter melihat Theolla seperti orang yang introvert, tapi kenyataannya Theolla berbeda dari yang di pikirkannya.


"Nanti di pertigaan jalan itu belok kiri, lalu lurus terus ya bentar lagi nyampe kok," Theolla menunjuk tangannya ke depan memberi arah kepada Jupiter. Lima menit kemudian mobil yang dikendarai Jupiter pun sampe di depan rumah di kawasan elit tempat di mana Amanda juga tinggal.


"Cepet banget sih nyampenya..!!" gumam Jupiter namun Theolla sedikit mendengar apa yang di ucapkan pria yang duduk di sampingnya ini.


"Kenapa ?" Dahi Theolla berkerut mengurungkan niatnya yang hendak membuka pintu mobil.


Jupiter terlihat ragu-ragu untuk mengatakannya "Hmmm boleh gak aku minta nomor handphone kamu ? " pinta Jupiter takut-takut.


"Buat apa ?" tanya Theolla heran.


"Ya buat nelpon apa sms, kali aja butuh buat nanyaiin Amanda atau apa gitu," Jupiter mencoba mencari alasan yang masuk akal.


Theolla terlihat menganggukan kepalanya "Oh ya udah sini handphone lo..!!" pinta Theolla dan Jupiter langsung merogoh saku celananya dan menyerahkan ponselnya pada Theolla. Dan Theolla terlihat mengetik beberapa angka di ponselnya Jupiter.

__ADS_1


"Udah nih...!! Theolla menyerahkan kembali ponsel milik Jupiter.


"Ya udah gue balik ya, makasih udah nganterin gue sorry nih gak bisa ngajak mampir soalnya gak enak gak ada Amanda," ucap Theolla sambil memiringkan badannya hendak membuka pintu mobil.


"Iya...!!"


Sebelum benar-benar menutup pintunya Theolla mendongakan kembali kepalanya melihat kearah Jupiter yang tengah menatapnya heran.


"Satu hal lagi lo jangan panggil aku kamu donk ke gue, gue kan bukan Manda, risih tahu dengernya!!" Setelah itu Theolla menutup pintu mobil Jupiter dan melambaikan tangan nya. Jupiter pun tersenyum penuh arti dan melajukan kembali mobilnya.


Sorry tapi gue gak bisa la, gue bukan Venus gue akan perjuangin apa yang harusnya gue dapetin.


*****


Jupiter memarkirkan mobilnya dengan cantik tepat di garasi rumahnya, terlihat mobil bundanya terparkir juga di sebelahnya. Jupiter bergegas menuruni mobilnya dan masuk ke dalam rumah.


Nampak mbok Nah sedang membersihkan ruang keluarga dengan kemoceng di tangan dan lap yang di sampir ke bahu.


"Siang mbok..!!" sapa Jupiter dan perempuan paru baya itu hanya tersenyum pada anak majikannya.


"Iya den , ibu ada di ruang kerjanya."


"Oh ya udah aku ke kamar dulu ya mbok..!!" Jupiter baru akan menaiki anak tangga rumahnya ketika tiba-tiba pintu ruang kerja Rianti terbuka.


"Kamu udah pulang nak ?" tanya Rianti. Dia lalu menghampiri Jupiter dan mencium keningnya. Rianti lalu mengajak Jupiter untuk duduk di ruang keluarga.


"Iya, tumben bunda jam segini udah pulang kerja juga ?" tanya balik Jupiter. Mereka duduk di sofa bersebelahan dan Jupiter langsung menyimpan tas nya asal, sementara Rianti mengambil remote tv dan menyalakannya.


"Iya tadi habis nganterin Venus, bunda ke butik sebentar dan kerjaan gak terlalu banyak jadi bunda pulang aja ke rumah," tutur Rianti menjelaskan.


"Mbok, tolong bawain orange jus dan kue yang tadi saya beli ya..!!" pinta Rianti kemudian. Mbok Nah yang sedang mengelap sebuah gucci antik langsung menghentikan kegiatan nya, mengangguk mengiyakan dan berlalu ke arah dapur.


"Gimana hari pertama kamu di sekolah Venus?" tanya Rianti penasaran.


"Penuh drama bun," jawab Jupiter matanya menerawang ke langit-langit rumahnya.

__ADS_1


Rianti mengernyitkan dahinya heran kini posisinya sudah menghadap sang anak "Loh maksudnya gimana ?" Lalu Jupiter pun menceritakan apa yang terjadi tadi di sekolahnya mengenai keputusannya keluar dari basket.


"Venus tahu kamu keluar dari basket ?"


Jupiter menggeleng lemah "Jangan kasih tahu Venus dulu bun, biar nanti aku yang menjelaskan nya sendiri..!!" 0brolan mereka terhenti ketika mbok Nah datang menyuguhkan dua gelas orange jus dan sepiring cupcake coklat yang menggugah selera.


"Makasih ya mbok..!!"


"Iya bu, saya pamit ke belakang dulu..!!" setelah mbok Nah berlalu Jupiter kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Rianti.


"Bunda cuma pesen aja sama kamu hati-hati selama kamu menjadi Venus, nama baik Venus di sekolah sekarang ada di tangan kamu sebenernya bunda gak setuju dengan ide gila adikmu itu."


Jupiter menganggukkan kepalanya dan mengambil satu gelas minuman di depannya menyeruput hingga tersisa setengahnya "Iya bun, tapi kalo misalkan aku suka sama seseorang di sekolah gimana bun?"


"Emang ada cewek yang bikin hati kamu ini luluh, setahu bunda kamu gak pernah berurusan sama cewek deh ?" tanya Rianti.


"Kalo ada gimana bun?"


Rianti menghela napas panjang dan mengusap bahu anaknya "Asal kamu tidak menyakiti hati orang lain ingat posisi kamu sekarang adalah sebagai Venus, dan Venus punya Amanda disekolah. Jika kamu emang menyukai perempuan lain itu bisa di perjuangin nanti setelah menjadi diri kamu sendiri." ucap Rianti panjang lebar.


Maaf bun tapi aku akan perjuangin cintaku sekarang sebelum orang lain mendahuluiku.


"Ya udah bun aku permisi ke kamar mau ganti baju dulu..!!" Jupiter beranjak dari duduknya dan berlalu dari hadapan Rianti.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like,vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2