
Jupiter masih setia menunggu Theolla dan Ara yang sedang asyik bermain di istana boneka. Sesekali dia melihat ke sekeliling, mencari keberadaan Dimas yang akan ikut bergabung dengannya.
Tiba-tiba ponselnya kembali bunyi, ada nama Dimas tertera di sana.
"Posisi lo dimana?" tanya Dimas dari seberang sana.
"Gue di depan istana boneka, lo udah nyampe?"
"Iya nih gue lagi antri beli karcis, lo tunggu di situ nanti gue nyusul kesana."
"Okee siip...gue tunggu ya..!!"
Sambungan telepon pun terputus, Theolla dan Ara kini sudah kembali dan duduk di sebelahnya.
"Udah puas maennya sayang?" tanya Jupiter sambil membelai rambut Ara.
"Belum om...Ara pengen naik itu..!!" tunjuk Ara pada sebuah wahana kincir raksasa.
Tiba-tiba Theolla dan Jupiter saling pandang, ingatannya kembali pada masa-masa beberapa tahun yang silam, saat mereka kencan pertama kalinya di taman bermain ini. Dan Wahana bianglala ini lah yang menjadi saksi bisu kisah asmara mereka di mulai.
"Emang Ara berani naik bianglala? gak takut jika sampai di ketinggian?" tanya Theolla.
"Ara berani tante...biasanya kalo kesini Ara naik itu sama mamih papih."
"Ya udah kita naik itu, tapi nanti ya nunggu teman om dulu dateng mereka mau ikut bermain sama kita." ucap Jupiter memberi pengertian pada Ara.
"Iya om.."
"Temen kamu siapa?" kali ini Theolla yang penasaran dengan ucapan Jupiter.
"Dimas La,"
"Dia sendirian?"
"Sama cewek incarannya."
Theolla hanya mengangguk-ngangguk mendengar penuturan Jupiter. Selanjutnya mereka bertiga bercengkrama dan sesekali tertawa riang. Keseruan mereka bertiga menarik perhatian pengunjung lain yang duduk tidak jauh darinya.
"Waah anaknya lucu sekali ya Mas, Mbak." ucap seorang ibu yang duduk tak jauh dari kursi mereka.
Jupiter tersenyum kikuk "ini keponakan saya bu."
"Oh keponakannya ya Mas, berarti Mas sama Mbaknya belum punya momongan yah?"
"HAH ..!!" Jupiter dan Theolla saling pandang.
"Kita juga belum menikah kok bu." kali ini Theolla yang memberi jawaban.
Ibu itu tertawa mendengar jawaban Theolla,"tapi kalian ini sangat serasi tau Mbak, orang lain juga pasti berpikir kalian keluarga kecil yang bahagia."
Jupiter tersenyum mendengar ucapan ibu itu, sementara Theolla semakin salah tingkah.
"Kita hanya teman bu," ucap Theolla lagi.
"Apapun hubungan kalian sekarang, saya berharap suatu saat kalian ini bisa berjodoh."
"Amiiinn...makasih ya bu doanya." ucap Jupiter dengan senyum lebarnya. Matanya menatap usil pada Theolla yang nampak salah tingkah.
"Jupiteerr...!!" tiba-tiba Dimas datang bersama Kanaya menghampiri mereka.
"Mas, Mbak...saya permisi dulu, yuk...adek kecil." ibu itu langsung pamit pergi dengan mencubit pipi Ara dengan gemas.
"Siapa tuh??" tanya Dimas.
__ADS_1
"Pengunjung yang tadi duduk gak jauh dari sini."
"Oh....Ya udah kenalin ini Kanaya..!!"
Kanaya pun tersenyum kearah Jupiter dan Theolla. Dan Theolla yang pertama kali mengulurkan tangannya.
"Haii..aku Theolla." ucap Theolla memperkenalkan diri.
"Aku Kanaya mbak,"
"Jupiter," giliran Jupiter yang memperkenalkan diri.
"Kanaya,"
"Eh...kamu yang kerja di kedai kopi itu kan?" tanya Jupiter.
"Iya pak...saya kerja di kedai kopi."
"Gerak cepat juga Dimas." gumam Jupiter.
"Ini adek kecil pasti anaknya Venus dan Manda ya?" Dimas berjongkok mensejajarkan badannya dengan Ara.
"Haii om..haii tante.." sapa Ara.
"Haii juga sayang," Dimas dan Kanaya bergantian memeluk Ara.
"Ya udah kita mau lanjut kemana nih?" tanya Dimas menatap Jupiter dan Theolla bergantian.
"Ara pengen naik itu...ayook om..!!" tunjuk Ara pada wahana bianglala. Ara terus merengek menarik-narik baju Jupiter.
"Sabar ya sayang.. !!" Theolla mencoba menenangkan Ara.
"Ya udah ayo...kita naik bianglala, gak pa-pa kan Nay?" Dimas meminta persetujuan Kanaya terlebih dahulu.
Lalu mereka berlima pun melangkahkan kakinya menuju wahana bianglala.
*****
Setelah seharian puas mencoba berbagai macam wahana, kini mereka berlima tengah makan di sebuah restoran yang masih ada di area taman hiburan. Ara nampak lahap memakan makanannya sambil sesekali di suapi oleh Theolla.
"Udah puas maennya sayang?" tanya Jupiter pada Ara.
"Iya om...Ara seneng banget hari ini, makasih ya om ganteng." ucap Ara dengan mulut yang penuh makanan.
"Iya sayang sama-sama." Jupiter membelai lembut rambut keponakannya.
"Ngomong-ngomong habis ini kita mau kemana lagi?" tanya Jupiter pada Dimas dan Kanaya.
"Gue sih terserah Kanaya." jawab Dimas.
Dimas melirik kearah Kanaya,"kita langsung pulang aja Mas, lumayan cape juga hari ini."
"Iya kita juga langsung pulang, kasian Ara pasti kecapean setelah seharian bermain." tutur Theolla menambahkan.
"Okee setuju...!!" ucap Jupiter. Lalu mereka berlima pun melanjutkan kembali makannya sambil sesekali mengobrol.
"Ngomong-ngomong kamu sama Dimas udah kenal lama Nay?" tanya Theolla, yang sedari tadi penasaran dengan hubungan Dimas dan Kanaya.
"Belum mbak, Mas Dimas ini pelanggan yang sering datang ke Kedai kopi tempatku bekerja Mbak."
"Oh..Kedai Kopi Prince?"
"Iya Mbak."
__ADS_1
"Itu tempat kita nongkrong dulu kan?" tatapan Theolla mengarah pada Jupiter dan Dimas.
"Iya tempat kita biasa ngumpul dulu waktu SMA." ucap Dimas.
"Jadi mbak Theolla juga sering kesitu?"
"Iya Nay, tapi dulu waktu SMA kalau sekarang aku tinggal di Surabaya, kesini karena ada urusan pekerjaan."
"Loh ku pikir Mba Theolla sama Mas Jupiter ini kalian pacaran."
"Dulu pernah Nay, tapi sekarang Theolla udah mau nikah sama oranglain." jawab Jupiter dengan senyum yang dipaksakan.
"Oh maaf saya gak tahu." Kanaya langsung diam menyadari kesalahannya merasa tidak enak dengan Jupiter dan Theolla.
"Gak pa-pa Nay, gak usah sungkan gitu." Theolla tersenyum kearah Kanaya.
"Lanjut lagi Nay makannya..!!" ucap Dimas mengingatkan.
Setelah menghabiskan makanannya, mereka berlima pun memutuskan untuk langsung pulang. Dimas dan Jupiter berpisah di parkiran, mereka membawa mobilnya masing-masing.
Sepanjang perjalanan pulang, Jupiter dan Theolla tak banyak bicara mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Sementara Ara sudah tertidur pulas dalam gendongan Theolla.
"Aku pulang besok ke Surabaya." Theolla membuka percakapannya terlebih dulu.
Jupiter melirik kearah Theolla,"kenapa buru-buru banget La?"
"Aku udah terlalu lama meninggalkan perusahaan, kasian papah kalau aku pergi terlalu lama."
"Pertemuan kita terlalu singkat La,"
"Kita terlibat dalam sebuah proyek, kita bisa bertemu lain waktu."
"Baiklah aku gak akan maksa kamu untuk tetap tinggal lebih lama lagi disini, mengenai surat kontraknya besok kamu bisa datang lagi ke kantor untuk menandatanganinya."
"Baiklah kalau gitu."
"Jam berapa pesawat kamu berangkat?"
"Jam 3 sore."
"Aku antar ke Bandara ya..!!"
Theolla pun menganggukkan kepalanya. Setelah berkendara hampir satu jam mobil yang mereka tumpangi sampai di rumahnya Venus.
Jupiter mengambil alih untuk menggendong Ara yang tertidur pulas, Venus dan Amanda sudah berdiri menyambutnya di depan pintu.
"Thanks ya udah ngajakin Ara jalan-jalan." ucap Venus.
"Oke...gue langsung balik ya." Jupiter lalu menyerahkan Ara pada Venus.
"Aku pulang ya La...!!"
Theolla tersenyum dan menganggukan kepalanya, Lalu Jupiter melangkahkan kakinya menuju mobil yang tidak jauh terparkir darinya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐