
"Theolla kan...?" tanya Raul memastikan.
"Raul.."gumam Theolla.
"Ini beneran kamu?"
Theolla mengangguk dan mengulurkan tangannya "kamu apa kabar?"
"Baik. Kamu sendiri?"
"Baik juga."
"Datang sama siapa?"
"Sama suami juga anak aku. Kamu sama siapa?"
"Aku datang sendiri. Tadinya janjian sama Angga dan Ferdi tapi mereka belum kelihatan batang hidungnya."
"Gabung sama kita aja dulu sambil nunggu mereka datang." tawar Theolla, dan Raul menyetujui ajakan Theolla. Kini mereka berdua berjalan menuju dimana meja Theolla berada.
Sesampainya disana...
Semua mata yang berada di meja itu menatap kedatangan Theolla yang berjalan bersama Raul. Bahkan Jupiter hatinya sedikit cemburu melihat Theolla bertemu dengan Raul. Tapi rasa cemburu itu langsung di tepisnya buru-buru dia tidak ingin berpikiran negatif pada Theolla.
"Raul mau gabung sama kita-kita boleh gak?" ucap Theolla.
"Boleh kok. Kursinya juga masih ada yang kosong ini." Venus yang pertama kali menanggapi. Meskipun tidak akur bersama Raul di masa lalu, tapi Venus tidak ingin mengingat hal itu.
"Thanks ya." sebelum duduk Raul menjabat satu persatu yang duduk di situ, sampai akhirnya dia menjabat tangan Jupiter dan merasa heran karena wajahnya yang begitu mirip dengan Venus.
"Dia kembaran gue..suaminya Theolla juga." beritahu Venus.
"Gue Jupiter... senang bertemu dengan lo lagi." sapa Jupiter.
"Tunggu-tunggu jadi waktu SMA kalian...?" Raul menatap Venus dan Jupiter bergantian. Dia nampak memikirkan sesuatu.
"Gak usah di pikirin itu cuma masa lalu." ucap Venus.
"Jadi kalian pernah bertukar tempat kan waktu SMA?" Raul yang memang tidak tahu menahu soal itu kembali bertanya karena penasaran.
"Kan udah gue bilang gak usah di bahas."
"Baiklah gue gak akan nanya lagi." Raul lalu mengambil tempat duduk di sebelah Dimas. Mereka mulai membiasakan keberadaan Raul dan melupakan perselisihan yang pernah terjadi dulu. Meskipun dulu Raul menyebalkan tapi kini dia sudah banyak berubah. Bahkan Raul mengundang Venus dan juga teman yang lainnya untuk hadir di pernikahannya yang akan di gelar satu minggu lagi.
__ADS_1
Mereka terus mengobrol mengingat masa-masa indah sewaktu SMA. Acara demi acara pun terus berlanjut sampai selesai di laksanakan. Setelah pertemuan pasti selalu ada perpisahan, dan semuanya kembali pada kehidupan yang sesungguhnya bersama dengan keluarga tercinta.
*****
Tanpa terasa waktu pun terus berlalu tahun demi tahun sudah berganti dengan cepat. Dari masa SMA kini sudah menjelma menjadi orangtua bagi anak-anaknya. Memberi kasih sayang hingga anak-anak mereka tumbuh besar.
Disebuah rumah nampak seorang gadis kecil duduk termenung menatap ke arah paviliun belakang. Disana ada kakak kembarnya dan juga sepupunya yang asyik bermain. Gadis kecil itu tidak turut serta dan malah pergi keluar membawa boneka kesayangannya.
Dari arah dapur nyonya rumah di rumah besar itu keluar membawa nampan berisi camilan dan minuman. Dia meletakannya di atas meja memanggil Alvero dan juga Kenzo. Mereka langsung berlarian menghampiri Theolla.
"Loh adek kemana? Kenapa hanya ada kalian berdua."
"Gak tahu tante tadi ada kok duduk disitu." Kenzo menunjuk sebuah kursi yang tak jauh darinya.
"Pasti abang sama Kenzo gak ngajakin adek maen ya makanya adek ngambek." tutur Theolla.
"Salah siapa adek cengeng." sahut Alvero cuek.
"Sayang gak boleh ngomong gitu sama adek, bagaimana pun kalian itu bersaudara harus saling menyayangi dan mengasihi." nasihat Theolla. Baik Kenzo maupun Alvero hanya diam mendengar ucapan Theolla.
"Ya udah mamah cari adek dulu, abang sama Kenzo tetap disini ya."
Alvero dan Kenzo hanya mengangguk dan kembali asyik bermain.
Sementara itu di sebuah taman di dekat perumahan, nampak gadis kecil berusia tujuh tahun sedang duduk sambil menangis dan memeluk boneka panda kesayangannya. Dia adalah Azura putri dari Jupiter dan Theolla. Azura berbeda dengan kakaknya Alvero, gadis itu lebih suka menyendiri daripada bermain dengan anak seusianya.
Tiba-tiba ada seorang anak lelaki seusianya yang duduk di sebelah Azura, sontak Azura menolehkan kepalanya. Anak lelaki itu hanya duduk diam memandang jauh kedepan. Tapi ada satu hal yang menarik perhatian Azura, anak lelaki itu memegang tongkat di tangannya.
"Kamu kenapa nangis?" tanyanya tanpa menatap Azura.
"Kamu siapa?" tanya Azura balik. Dia menatap lelaki asing itu dengan seksama.
Anak lelaki itu tersenyum dan mengulurkan tangannya "aku Tristan senang bertemu denganmu."
Meskipun ragu-ragu tapi Azura membalas uluran tangan Tristan "Zura."
"Maaf jika aku gak bisa melihat kamu. Bukan hanya kamu tapi aku juga gak bisa melihat seluruh isi dunia ini."
"Tapi kenapa kamu bisa tahu aku menangis?"
"Meskipun aku buta tapi aku peka terhadap keadaan di sekitar. Makanya aku mendengar isak tangis kamu."
"Kamu hebat ya aku iri sama kamu."
__ADS_1
"Harusnya aku yang iri sama kamu. Kamu bisa melihat ayah, ibu dan saudara-saudara kamu sementara aku sejak lahir aku tidak bisa melihat mereka. Semua orang menjauhiku karena aku buta, hanya tongkat ini yang selalu setia menemaniku."
Azura terdiam mendengar kata-kata Tristan. Ada rasa kasihan yang mendera di hati Azura. Betapa dia beruntung masih bisa melihat, sementara Tristan menjadi tunanetra sedari lahir.
"Kenapa diam? Pasti kamu gak nyaman ya ada orang buta duduk di sebelah kamu." Tristan beranjak dari duduknya hendak melangkah pergi tapi Azura mencegahnya.
"Tunggu!! Aku mau berteman dengan kamu Tristan."
Tristan tersenyum dan kembali duduk di sebelah Azura "Makasih ya Zura."
Tiba-tiba beberapa pria berjas hitam menghampiri Azura dan juga Tristan "tuan muda rupanya anda disini kami sudah mencari anda kemana-mana." ucapnya dengan nafas ngos-ngosan.
"Maaf sudah merepotkan kalian lagi." ucap Tristan.
"Silahkan ikut kami pulang tuan besar sedang menunggu anda."
"Zura maaf aku harus segera pulang, lain kali kita bertemu lagi di jam dan tempat yang sama."
"Baiklah kamu hati-hati di jalan!!"
Segerombol pria berjas hitam itu tersenyum dan menunduk pada Azura. Lalu setelah itu mereka mengawal dan mengikuti Tristan dari belakang.
"Siapa mereka?" gumam Azura bertanya-tanya.
.
.
.
.
Hayo mereka siapa ya? akhirnya sampai juga di bonchap terakhir💃💃
Q : loh kok gantung ceritanya thor?
A : Ini kagak gantung cerita si kembar Jupiter dan Venus memang udah selesai. Mereka udah bahagia sama anak-anaknya. Jadi Twins Boy ini udah tamat beneran ya. Cerita di atas hanya cuplikan kecil kisah anak-anaknya Jupiter dan Venus.
Q : Jadi lanjutan kisah anak-anaknya kapan?
A : Kapan-kapan ya kalau author sempat. Masih tahap perencanaan nih gak tahu launchingnya kapan😅
Q : Kok gitu sih thor?
__ADS_1
A : Biarin suka-suka author😂
NB : Jangan di unfav dulu ya..kali aja author hilap tau-tau promo novel kedua. Like, Vote dan Komentnya jangan lupa🙏😍