
8 bulan kemudian....
Hari ini seluruh anak kelas X11 SMA Merah Putih tengah berharap-harap cemas menunggu hasil kelulusan. Perjuangan selama tiga tahun belajar akan di tentukan hari ini, berharap akan mendapatkan hasil yang terbaik. Begitupun dengan Venus,Amanda,Theolla,Raisa,Dimas dan Rendi mereka duduk berdampingan saling memberi semangat.
Selang beberapa menit pengumuman hasil kelulusan pun sudah tertera di mading sekolahan. Sebagian anak-anak mulai bersorak gembira mengetahui hasil yang sudah keluar, mereka bersuka cita atas kelulusan yang di dapat. Venus membelalakan matanya ketika namanya masuk dalam jajaran 5 besar terbaik. Diatas nya ada nama Theolla yang lebih baik darinya.
"Selamat yank kamu masuk dalam lima besar..!!" seru Amanda heboh, dia langsung memeluk Venus dengan erat.
"Kamu juga selamat yank kita udah lulus sama-sama," balas Venus tak kalah bahagia. Amanda langsung melepaskan pelukan nya dengan Venus ketika di lihatnya Theolla,Raisa,Dimas dan Rendi menghampiri mereka.
"Theolla selamat ya...kamu masuk tiga besar!!" Amanda gantian memeluk sepupunya dengan heboh.
"Ternyata ada gunanya juga ya Jupiter jadi guru les privat kamu, terbukti hasil ujian kamu bagus banget." tutur Amanda lagi.
"Ngomong-ngomong setelah ini kita akan kemana?? kita rayain kelulusan kita yuk..!!" ajak Dimas.
"Siip lah setuju gue..!!" ujar Rendi.
"Gue juga..!!" tambah Raisa.
"Kalian gimana?" tanya Dimas pada Amanda dan Venus.
"Ya udah kita juga setuju,"
"Theolla??"
"Gue ikut kalian aja tapi kita nunggu Jupiter terlebih dahulu ya soalnya gue udah janjian sama dia," kata Theolla berkomentar.
"Ya udah sekarang saatnya gue minta tanda tangan kalian di baju seragam gue..!!" Dimas memulai aksinya.
"Siaplah....biar gue yang menjadi orang pertama ngasih lo tanda tangan..!!" lalu dengan semangat Rendi pun membubuhkan tanda tangannya di baju seragam Dimas, di susul oleh Raisa, Venus,Amanda dan Theolla. Selanjutnya mereka berenam bergantian untuk memberi tanda tangan di baju seragam masing-masing. Di tambah dengan teman-teman lainnya yang seangkatan dan satu jurusan.
Setelah puas dengan acara coret menyoret seragam sekolah, mereka berenam berkumpul di parkiran sekolah. Rencananya mereka hari ini akan merayakan hasil kelulusan
"Gimana kalau kita ngumpul-ngumpulnya di tempat biasa aja?" usul Rendi. Karena belum mendapatkan tempat yang cocok akhirnya mereka berenam setuju dengan usulnya Rendi.
"Ya udah biar Jupiter nanti nyusul aja kesana, daripada kita kelamaan nunggu di sini." Venus mencoba memberi solusi.
"Ya udah yuk cabut...!!" ajak Dimas. Mereka berenam pun pergi meninggalkan sekolahan. Meskipun hari ini acara kelulusan tapi bagi mereka merayakan secara terhormat itu lebih penting dari pada harus konvoi di jalanan dengan baju yang di corat-coret.
__ADS_1
Pihak sekolah melarang para siswa untuk mengadakan konvoi di jalanan karena itu akan berbahaya bagi keselamatan. Adapun untuk mencorat-coret baju seragam masih diperbolehkan asalkan harus tertib tidak ada keributan.
****
Kini keenam anak muda itu tengah berbincang, dan menikmati camilan juga minuman yang tersedia di cafe tersebut. Mereka sudah sampai setengah jam yang lalu, dan masih menunggu Jupiter yang masih ada di jalan. Selang beberapa menit seorang pria muda datang menghampiri mereka, dia adalah Jupiter yang baru saja tiba di tempat mereka berkumpul.
Jupiter langsung menghampiri teman-temannya dan mengucapkan selamat atas kelulusan mereka. Terakhir Jupiter memeluk Theolla dengan erat, dia begitu bahagia ketika tahu sang kekasih masuk dalam peringkat tiga besar.
"Kamu pesen minum dulu ay...!!" seru Theolla, sesaat setelah pelukan mereka terlepas.
Jupiter lalu melambaikan tangannya memanggil salah satu karyawan cafe "Orange juice satu ya mas..!!"
"Baik mas di tunggu sebentar..." lalu pelayan cafe itu pun undur diri dari hadapan meja Jupiter dan teman-temannya.
"Jadi selanjutnya apa langkah kalian setelah lulus, mau pada lanjut ke universitas mana nih?" tanya Jupiter menatap satu persatu temannya yang berada satu tingkat di bawah mereka, tapi sebenernya memiliki umur yang sama. Tapi karena kepintarannya Jupiter bisa duduk di bangku kuliah terlebih dahulu.
"Gue rencana nya kuliah di Jogjakarta, balik ke kampung halaman aja ada kakek sama nenek gue disana." Dimas angkat suaranya,karena emang aslinya Dimas orang Jogjakarta tapi dia mengikuti kedua orangtuanya merantau di ibukota.
"Loh Raisa mau di tinggal?" tanya Amanda penasaran.
"Gue ikut Dimas kuliah di Jogja..!!" jawab Raisa mantap.
"Yahhh....kita jauhan donk," ucap Amanda sedih. Mereka bertiga langsung berpelukan membuat para cowok meringis geli.
"Lo sendiri kuliah dimana?" tanya Raisa balik setelah pelukan mereka terlepas.
"Gue sama Venus rencana nyari universitas yang masih di sekitar Jakarta, iya kan yank?" Amanda menatap Venus meminta persetujuan.
Venus pun mengangguk membenarkan ucapan Amanda "iya kita mau nyari universitas yang sama,"
"Sweet banget sih kalian ini kuliah sampai bebarengan gitu..!!" cebik Rendi.
"Iri aja lo bambang makanya punya pacar biar gak sendiri terus..!!" seru Dimas.
"Ntarlah gue nyari di luar negeri, cewek bule kan banyak.." cibir Rendi.
"Serius Ren lo kuliah di luar negeri??" tanya Jupiter.
"Yah..meskipun otak gue pas-pasan tapi kedua orang tua gue modalin gue buat kuliah kedokteran di Australia," ujar Rendi.
__ADS_1
"Iyalah keluarga lo dokter semua, masa iya lo mau kuliah jurusan akuntansi." tukas Dimas yang langsung mendapat gelak tawa dari teman-temannya.
"Theolla sendiri gimana lo jadi juga kuliah di luar negeri?" kini Raisa yang memberi pertanyaan pada Theolla. Membuat semua orang menoleh pada Theolla. Jupiter pun kaget mendengar ucapan Raisa, Karena cuma Amanda dan Raisa yang tahu Theolla berencana melanjutkan pendidikan di luar negeri.
"Serius La..?" tanya Jupiter, matanya menatap tajam ke arah Theolla.
"Kita udah pernah bahas ini sebelumnya ay,"
"Tapi kamu bilang ini cuma rencana, belum tentu benar kan kamu kuliah di luar negeri," Jupiter mencoba meminta penjelasan pada Theolla. Namun Theolla hanya menunduk memainkan sedotan yang ada di minumannya.
"Sabar bro..!!" Venus mencoba menenangkan Jupiter.
"Jawab La..?" nada bicara Jupiter kini mulai meninggi, dia tidak peduli pada teman-temannya yang melihat semua ini.
"Jadi gini Jupiter, orangtuanya Theolla gak jadi pulang ke Indonesia mereka tetap meneruskan usahanya di Singapura dan Theolla di suruh...." ucapan Amanda terhenti karena Jupiter langsung mengangkat sebelah tangannya.
"Gue gak butuh penjelasan lo Manda...!!" potong Jupiter cepat, tatapannya masih tertuju pada Theolla yang tak berani menatap sang pacar.
"Maaf.....aku harus kembali ke Singapura.." Theolla mengangkat wajahnya dan membalas tatapan Jupiter.
"Yaela bro Singapura-Jakarta kan deket, bisalah ketemu sebulan sekali mah." tutur Rendi yang langsung mendapat pelototan tajam dari Amanda dan Raisa. Karena temannya yang satu ini selalu tidak bisa melihat situasi dan kondisi.
Jupiter yang sudah terlanjur kesal dengan Theolla pun beranjak dari duduknya dan tak memperdulikan ucapan Rendi "gue cabut dulu..!!"
"Ay....!!" teriak Theolla.
"Kejar La...!!" seru Amanda cepat melihat Theolla yang hanya diam saja. Tanpa pikir panjang Theolla pun langsung beranjak mengikuti langkah Jupiter.
.
.
.
.
.
Jangan lupa like,vote dan koment ya genks makasiihh🙏🙏
__ADS_1