
Sore itu Venus dan Dimas masih menghadiri meeting dengan investor asing dari China. Mereka melakukan pertemuan itu di ruang Vip yang berada di hotel Chandrakirana. Pertemuan kali ini harusnya di hadiri oleh Jupiter, tapi karena Jupiter tengah melakukan pekerjaan di Bali jadilah kini Venus yang menggantikannya.
Dua jam sudah berlalu, setelah kesepakatan tercipta antara kedua belah pihak meeting pun di akhiri. Klien mereka pun pamit undur diri.
"Kapan Jupiter balik?" tanya Venus dengan menyesap kopinya yang tersisa sedikit.
"Menurut jadwal lusa mereka baru akan kembali dari Bali." jawab Dimas.
"Theolla juga ada disana?"
"Tentu saja bro...mereka kan lagi terlibat dalam sebuah proyek."
"Sayang Theolla sudah mau nikah." gumam Venus yang masih bisa di dengar oleh Dimas.
"Menikah??kapan??"
"Kata istri gue kurang dari dua minggu lagi Theolla akan nikah sama tunangannya."
"Bagaimana dengan Jupiter?"
"Paling patah hati dia." kekeh Venus, membayangkan nasib kembarannya yang belum bisa move on dari Theolla.
"Mereka masih saling suka kenapa gak sama-sama berjuang ya agar bisa kembali lagi?"
"Saat bertemu Theolla kembali Jupiter sudah terlambat, Theolla sudah tunangan dengan orang lain mau berjuang sekeras apapun mereka, Theolla tetap tidak bisa melawan kedua orangtuanya."
"Jadi kisah mereka akan segera berakhir."
"Ya mungkin seperti itu, padahal ayah gue sudah mengenalkan Jupiter dengan banyak wanita tapi satupun tak ada yang cocok sama dia, terakhir kan dia di kenalin dengan anak dari pemilik hotel ini."
"Kanaya maksud lo? dia cewek gue sekarang." tegas Dimas.
"Ada satu lagi kakak tirinya kalau gak salah..eh ngomong-ngomong mana cewek lo?? gue pengen lihat Kanaya setelah mengelola hotel ini, kemarin-kemarin kan gue kenal dia hanya jadi pelayan di kedai kopi."
Dimas menggerutu mendengar penuturan Venus "Sibuk dia!!"
"Udah jadi bos ya sekarang makanya sibuk.."
ceklek
Tiba-tiba pintu ruangan Vip terbuka, menampakkan Kanaya yang tersenyum lebar pada Dimas.
"Maaf aku terlambat." Dimas dan Kanaya saling cipika-cipiki setelah itu dia duduk di kursi kosong yang berada di meja itu.
"Udah selesai meetingnya?" tanya Kanaya.
"Udah dari tadi yank."
"Ciiieee sekarang udah sayang-sayangan ya." goda Venus. Kanaya tersipu mendengar ucapan Venus.
"Ini mas....?" tanya Kanaya memastikan ulang wajah Venus.
"Saya Venus kembarannya Jupiter, kita pernah bertemu beberapa kali saat kau masih bekerja di kedai kopi." tutur Venus.
"Ah iya saya ingat mas."
"Maen kerumah...istri saya pengen kenal sama kamu Nay."
"Boleh kalau mas Dimas ada waktu."
__ADS_1
"Jam kerjaku sudah berakhir...kamu sendiri masih sibuk gak?" tanya Dimas memastikan pada Kanaya.
"Gak juga....kerjaanku sudah selesai kok."
"Ya sudah sekarang aja kalian mampir ke tempatku jika kau tak sibuk Nay, sekalian kita makan malam bersama." usul Venus.
"Boleh...gimana Nay?"
Kanaya mengangguk dan menyetujui usul Venus. Setelah itu mereka bertiga keluar dari hotel Chandrakirana, Venus membawa mobilnya sendiri sementara Dimas bersama Kanaya membawa mobil Kanaya. Mobilnya Dimas sendiri dia tinggal di kantor.
****
"Papiih....!!" Ara langsung berlari begitu melihat Venus tiba di rumah. Dengan sigap Venus langsung membawa Ara kedalam pangkuannya. Gadis kecil berponi itu melirik pada dua orang yang berada di belakang papihnya. Seketika matanya berbinar melihat sosok yang dikenalinya itu.
"Om...tante!!"
"Hai Ara...!!" Dimas dan Kanaya melambaikan tangannya kearah Ara anaknya Venus. Dan Ara langsung turun dari pangkuan Venus dia menghampiri Dimas dan Kanaya.
"Om dan tante ini yang kita ketemu di taman hiburan kan?" tanya Ara dengan lucunya.
Dimas dan Kanaya berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan Ara "betul sayang....kamu masih inget sama kita?"
"Tentu om...tante, makasih ya udah mau main kerumah Ara."
"Iya sama-sama sayang." setelah itu Dimas dan Kanaya pun duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
"Dimana mamih mu sayang?"
"Ada di kamar."
"Sana panggilin dulu mamihnya bilang ada tamu ya."
Beberapa menit kemudian datanglah Amanda di temani oleh Ara yang membawa sebuah buku bergambar.
"Loh ternyata ada tamu ya..!" Amanda lalu duduk bersebelahan dengan Venus. Sementara Ara duduk di depan meja membuka-buka buku gambarnya.
"Hai Manda gimana kabarnya?" sapa Dimas.
"Baik Dim...lo sendiri gimana, udah lama ya kita gak ketemu."
"Ya seperti yang lo lihat, gue baik-baik aja kok."
Pandangan Amanda beralih pada Kanaya "Itu siapa Dim?" Kanaya tersenyum ketika Amanda memandangnya.
"Kenalin ini Kanaya..dan Nay ini Amanda sahabatku juga waktu SMA sekaligus istrinya Venus." ujar Dimas.
"Haii aku Amanda."
"Aku Kanaya mbak."
"Oh jadi ini yang namanya Kanaya, aku udah sering denger nama kamu tapi baru kali ini tahu wajahnya." ucap Amanda. Dia lalu berpindah tempat duduk di sebelah Kanaya.
"Ya sudah kalian ngobrol-ngobrol saja dulu, saya mandi dulu ya." Venus beranjak dari duduknya dan berlalu menuju kamarnya.
"Udah lama Kanaya kenal sama Dimas?"
"Beberapa bulan terakhir ini mbak."
"Denger-denger kamu kerja di kedai kopi ya?"
__ADS_1
"Itu dulu Manda...aslinya dia anak pemilik hotel bintang lima." ucap Dimas menjelaskan.
Amanda nampak melongo kaget "Oh ya??kok bisa gitu...kamu nyamar gitu jadi pelayan?"
"Gak juga mbak aku hanya nyari pengalaman aja waktu itu, sebenarnya aku males di suruh ngelola hotel sama papah jadi sepulang dari Inggris aku cari kerja sendiri."
"Wow...lulusan dari Inggris?"
Kanaya hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Hamilnya udah berapa bulan mbak?" Kanaya mengelus perut buncit Amanda.
"Mau masuk bulan ke enam Nay."
"Waahh Ara mau punya adek bayi ya?" Ara yang kebetulan sedang menggambar langsung menengok begitu namanya di sebut.
"Iya donk tante, aku mau punya adek bayi tapi lama tante keluarnya aku udah gak sabar nih pengen maen sama dia." celoteh Ara.
"Hahaha..." sontak Dimas tertawa mendengar ucapan Ara.
"Anak lo sama Venus lucu banget Man."
"Iya makanya kalian buruan nikah biar punya anak yang lucu juga kayak Ara." goda Amanda.
"Eh..." ucap Dimas dan Kanaya bebarengan.
"Kok malah eh...buruan di halalin jangan kelamaan pacaran."
Dimas dan Kanaya hanya saling pandang.
"Semuanya butuh proses Manda, gue gak mau keburu-buru kita aja pacaran baru seminggu ini." tutur Dimas.
"Seriuss??ku pikir kalian sudah lama loh pacarannya?"
"Belum mbak...!!"
"Waah masih anget-angetnya donk...!!"
"Apa sih yang anget-anget?" tiba-tiba Venus muncul dan kembali gabung dengan Amanda, Dimas dan Kanaya.
"Ini loh Dimas sama Kanaya...mereka belum lama pacaran berarti masih anget kan pih?"
"Tentu donk...kamu seperti gak pernah muda aja sih mih."
"Ih papiih!!" Amanda mencubit gemas perut Venus. Dan Venus hanya meringis geli. Semua itu tidak luput dari pandangan Dimas dan Kanaya.
"Ya sudah ayo kita makan malam dulu, makanannya udah siap kok dari tadi!!" ajak Amanda. Mereka semua pun berlalu menuju ruang makan.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍
__ADS_1