Twins Boy

Twins Boy
Ungkapan Raul


__ADS_3

"Gawatt kalau final seminggu lagi itu berarti Venus udah kembali dari Korea." ucap Jupiter dalam hati.


Tiba-tiba Radit menepuk bahu Jupiter "Gue balik duluan ya bro..!!" ucap Radit di ikuti Daniel dan Akbar.


Jupiter mengulas senyum dan mengangguk mengiyakan "Hati-hati ya bro..!!"


Tak lama kemudian datanglah Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi menghampiri Jupiter. Dimas dan Rendi memeluk Jupiter bergantian memberikan selamat atas kemenangannya untuk melaju ke final.


Begitupun dengan Amanda dia langsung bergelayut manja dan memeluk Jupiter dengan senang "Selamat yank, hebat deh kamu tadi maennya kereen banget apalagi sekarang kamu jadi kapten." ucap Amanda riang. Namun perhatian Jupiter tertuju pada Theolla yang berdiri tidak jauh dari mereka berada, sesaat pandangan keduanya bertemu. Ada getar rasa aneh yang menyelimuti perasaan keduanya.


Jupiter buru-buru menjauhkan tubuh Amanda dari pelukannya "Maaf aku gerah Manda masih keringetan ini " ucap Jupiter beralasan. Rendi yang menyadari kehadiran Theolla langsung memanggilnya.


"Theolllaaaa...!!" sontak semua orang menoleh ke arah Theolla yang berjalan mendekat bersama Raul.


"Manda, gue pulang duluan ya bareng sama Raul."


"Loh bareng kita aja lagi ngapaiin bareng sama dia?" Rendi yang angkat bicara. Merasa tidak senang dengan kedekatan Theolla dan Raul. Sementara Jupiter yang melihat itu hanya memandang datar ke arah Theolla


Lalu Raul tersenyum sinis "Elo gak denger, tadi dia bilang mau pulang bareng gue?" ketus Raul merasa menang.


"Ayo La...!! " ajak Raul dengan menarik tangan Theolla menjauh dari teman-teman nya. Jupiter mengepalkan tangannya melihat Theolla yang lebih memilih pulang bareng Raul.


"Paraah nih sepupu lo bukannya bareng sama kita dia malah makin deket aja tuh sama si Raul." ketus Rendi.


Dimas menepuk-nepuk bahu Rendi "Sabar bro sabar orang sabar itu di sayang alloh." Namun Rendi hanya mencebik kesal.


"Gue juga bingung kenapa Theolla sekarang menjauh dari kita tapi malah deket sama si Raul?" ujar Raisa heran.


"Mungkin dia lagi khilap dan hilang ingatan." sambung Dimas sambil terkekeh yang langsung mendapat pelototan dari Raisa.


"Orang lagi ngomong serius ini malah becanda." Raisa memanyunkan bibirnya dan memukul-mukul badan Dimas dengan sebelah tangannya.


"Ampun bebh ampuun sakit nih..!! " Dimas mengadu meminta ampun agar Raisa berhenti memukulinya.


"Gue juga heran sama Theolla, kalo gue tanya tentang kedekatan nya dengan Raul dia selalu mengelak,dia bilang sih gak ada hubungan apa-apa sama Raul, tapi mereka sering banget tuh kelihatan sama-sama." tutur Amanda menjelaskan.


"Kok gue ngerasa Theolla itu sedang pura-pura deket sama Raul ya untuk menghindari kita-kita?" ungkap Dimas.


Raisa mengernyit heran "Untuk apa dia ngelakuin itu ? "


Dimas mengangkat bahunya "Mana gue tahu , mungkin dia lagi ngehindar dari si Rendi kali."

__ADS_1


Mendengar namanya di bawa-bawa Rendi langsung melotot tajam ke arah Dimas."Kok gue sih yang dibawa-bawa?" Rendi tidak terima.


"Dia ilfeel kali sama elo..!!" tutur Raisa yang langsung mendapat gelak tawa dari Dimas dan Amanda.Sementara Jupiter hanya tertegun mendengar apa yang di katakan teman-temannya.


*****


Sementara itu di parkiran SMA Budi Dharma. Theolla langsung menghempaskan tangan Raul yang menarik tangannya.


"Gue bisa pulang sendiri," ujar Theolla dingin.


Raul menatap heran ke arah Theolla "Tadi di depan temen-temen lo, elo bilang mau pulang bareng gue?"


"Gue tarik lagi kata-kata gue tadi." ketus Theolla.


Raul berdecak kesal "Elo itu maunya apa sih Theolla di depan mereka elo baik sama gue, tapi di belakang mereka elo malah bersikap seperti ini sama gue?"


Theolla tersenyum sinis mendengar penuturan Raul "Emang elo berharap apa sama gue?"


"Elo tau sendiri kan La gimana perasaan gue sama lo, gue udah omongin ini sebelumnya."


"Lupaiin aja semuanya..!! " ucap Theolla datar.


"La....!!! " Raul meraih tangan Theolla namun dengan cepat Theolla menepisnya.


"Gue balik dulu..!!" Theolla pun berlalu dari hadapan Raul yang masih menatapnya kesal karena merasa di abaikan.


*Beberapa jam yang lalu sebelum pertandingan bola....


Theolla berangkat bareng Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi menuju SMA Budi Dharma, untuk menyaksikan pertandingan semifinal antara SMA Merah Putih dan SMA Patriot. Selain untuk mendukung tim Merah Putih Theolla juga ingin melihat penampilan seseorang yaitu Jupiter, karena setelah Jupiter mengungkapkan perasaannya dan jujur tentang dia yang sebenarnya Theolla sangat bahagia, dia tidak perlu merasa takut lagi untuk jatuh cinta pada orang yang salah.


Namun sebelum tiba ke lapangan bola Raul menghadang langkah mereka berlima.


Rendi mendengus kesal "Mau apa lo ?"


"Gue gak ada urusan sama lo, tapi gue ada perlu sama Theolla..!!" ucap Raul datar.


"Udah gak papa kalian duluan aja, entar gue nyusul bareng Raul," Theolla mencoba memberi pengertian pada teman-temannya.


"Ya udah kita duluan ya..!!" ajak Amanda yang langsung di ikuti Raisa, Dimas dan Rendi.


"Ada apa Raul ?" tanya Theolla tak ingin basa basi.

__ADS_1


"Bisa kita bicara sebentar ada yang mau gue omongin sama lo..?"


"Ya udah ngomong aja..!!"


"Kita bicara di dalem aja la sambil nunggu pertandingan mulai..!!" ajak Raul, Theolla pun mengikuti langkah Raul menuju Lapangan bola SMA Budi Dharma.


Setelah mendapatkan tempat duduk yang tak jauh dari kursi Amanda, Raisa, Dimas dan Rendi Theolla pun mendudukan dirinya tepat di sebelah Raul. Para pemain dari SMA Merah Putih dan SMA Patriot sudah bersiap di tengah lapangan tanda pertandingan akan di mulai sebentar lagi.


"Gue mau bicara jujur sama elo La..?" Raul memulai pembicaraannya.


Theolla menoleh yang ternyata Raul sedang menatapnya lekat "Apa ?? " tanya Theolla penasaran.


"Gue suka sama elo Theolla, dan gue mau elo jadi cewek gue..!!" jawab Raul yakin yang membuat Theolla tergelak.


"Apaa ?? " Theolla hanya tertawa mendengar ucapan Raul.


"Gue sukaa elo Theolla..!!" ulangnya lagi. Namun Theolla hanya fokus menonton pertandingan bola yang sudah bermain beberapa menit. Matanya hanya fokus tertuju pada Jupiter yang sedang berjuang untuk sekolahnya.


"Lo denger gue ngomong gak sih ? " teriak Raul keras karena sekeliling mereka berisik oleh para penonton yang meneriakan yel-yel untuk menyemangati pertandingan.


"Elo salah tempat ngomongin kayak gitu, gue lagi fokus nonton nih seru..!!" ujar Theolla namun matanya tidak lepas menatap ke arah lapangan.


"Siapa yang elo liatin dari tadi ? Venus ?? " tanya Raul datar. Mendengar ucapan Raul Theolla langsung melirik tajam ke arah Raul namun dia tidak menanggapinya.


"Elo sadar Theolla, si Venus itu cowoknya Manda sepupu lo buat apa lo liatin dia terus ada gue disini yang jelas-jelas suka sama lo."


Theolla mendelik tajam "Bisa diem gak sih lo, kalo lo masih banyak ngomong gue pindah nih duduknya..!!" ancam Theolla. Raul yang tidak bisa berbuat banyak hanya patuh pada perintah Theolla, dan menuruti kata-kata cewek yang saat ini menjadi incarannya.


.


.


.


.


.


Minta dukungan berupa Like,Vote dan Koment


Makasihh genks๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2