Twins Boy

Twins Boy
Halte


__ADS_3

Setelah perdebatannya dengan Raul, Theolla bergegas pergi menuju halte busway yang tak jauh dari SMA Budi Dharma. Dia tidak ingin keberadaannya kali ini di ketahui teman-temannya yang berbohong akan pulang bersama Raul.


Namun tanpa Theolla sadari, ada mata seseorang yang menatap kepergiannya dari jauh. Dia bisa melihat Theolla berjalan seorang diri keluar dari gerbang sekolah.


Amanda menyentuh lengan Jupiter mengagetkannya "Ayo yank...!!" ajak Amanda melihat Jupiter yang diam saja tanpa melanjutkan langkahnya.


Jupiter menggaruk kepalanya yang tidak gatal "Kayaknya gue gak bisa pergi bareng kalian deh, gue lupa nyokap tadi nyuruh gue mampir ke butik ada berkas yang harus gue anterin."


"Yah kok bisa sih, gagal lagi donk kita perginya." tukas Dimas kecewa.


"Sorry banget, gue janji weekend nanti kita kumpul-kumpul lagi."


"Ya udah yank kita anterin kamu dulu." usul Amanda.


"Gak usah, butik bunda kan jauh dari sini beda arah juga gue bisa naik taxi online nanti." tolak Jupiter.


"Terus mobil lo yang di sekolah gimana?" tanya Rendi. Karena pagi tadi Jupiter berangkat bareng tim football menggunakan bus sekolah menuju SMA Budi Dharma.


Jupiter nampak berpikir "Nanti gue suruh supir bunda buat ambil mobilnya, lo gak usah khawatir."


"Serius nih gak papa lo sendiri, gak kita anterin dulu buat ambil mobil ke sekolah." tanya Dimas lagi.


"Gak usah gak papa, kalian pulang duluan aja thanks ya udah ngasih dukungan buat gue tadi." Jupiter menepuk-nepuk bahu Dimas dan Rendi bergantian.


"Makasih juga ya Manda, Raisa." lanjut Jupiter. Raisa mengulas senyum dan mengangguk sementara Amanda hanya bergelayut manja di lengan Jupiter.


Setelah itu Dimas masuk menuju kursi kemudi, Rendi berada di kursi penumpang. Amanda dan Raisa duduk di belakang nya.


Amanda membuka kaca mobilnya sedikit melambaikan tangan ke arah Jupiter. Setelah mobil yang dikendarai Dimas benar-benar menjauh, Jupiter buru-buru mempercepat langkahnya keluar dari gerbang sekolah mencari keberadaan Theolla.


*****


Jupiter menyusuri trotoar sekitar jalanan, dia berharap Theolla masih berada di sekitar situ. Tatapan nya tertuju pada sebuah halte busway yang tak jauh dari sana. Dia bergegas berjalan menuju halte dan sesampainya di sana pandangannya beredar mencari Theolla. Banyaknya orang yang hilir mudik membuat Jupiter kesulitan mencari Theolla.


Namun pandangannya tertuju pada seorang gadis cantik yang tengah duduk di kursi tunggu, dengan menggunakan earphone di telinganya dan matanya fokus pada sebuah buku di pangkuannya.


Jupiter tersenyum senang melihat keberadaan Theolla, lalu dia menghampiri dan duduk di sebelahnya tanpa Theolla sadari kehadiran Jupiter. Selang beberapa menit, Theolla masih fokus dengan bukunya.. Jupiter hanya geleng-geleng kepala melihat Theolla.


"Baca buku apa La, serius banget dari tadi ?" masih tak ada jawaban dari Theolla lalu Jupiter menutup buku Theolla yang berada di atas pangkuannya.


Theolla langsung menoleh ketika seseorang menutup paksa bukunya "Kamu....!!!" pekik Theolla kaget. Hampir saja Theolla akan memarahi orang yang mengganggunya membaca, ketika di lihat ternyata orang itu adalah Jupiter.


Theolla langsung menurunkan earphone yang terpasang dikedua telinganya, begitu melihat Jupiter sudah duduk di sebelahnya "Ngapain kesini ?" tanya Theolla heran.


"Nyari kamu lah ngapain lagi, begitu tahu kamu gak pulang sama Raul ya aku langsung nyariin kamu." jawab Jupiter dengan matanya menatap lurus ke arah Theolla.

__ADS_1


"Oh..." Theolla yang salah tingkah hanya berkata singkat saja dan buru-buru memalingkan mukanya dari Jupiter.


"Dari tadi di panggilin gak nyautin sih jadi bukunya aku tutup paksa." ucap Jupiter.


"Sorry tadi lagi dengerin musik juga, jadi gak denger ada yang manggil."


Jupiter merebut buku yang ada di tangan Theolla "Baca buku apa sih dari tadi serius banget ?" lalu Jupiter melihat sampul bukunya dan dia berdecak kaget.


"Wahh masih anak SMA udah belajar buku bisnis, hebat kamu La." ucap Jupiter kagum.


"Sekalian aja belajar, daripada baca novel mulu kali-kali boleh donk baca buku tentang bisnis."


"Bagus La, aku kagum sama kamu aku pun kuliah ambil jurusan bisnis kok." Theolla mengernyit heran mendengar penuturan Jupiter tapi dia tak mau terlalu ambil pusing.


"Ngomong-ngomong yang lain pada kemana ? mereka tahu kamu nemuin aku di sini." tanya Theolla penasaran matanya celingak celinguk memperhatikan jalanan.


"Tenang aja mereka udah pada balik , dan mereka gak tahu aku di sini sama kamu."


"Aku tahu akhir-akhir ini kamu menghindar dariku kan, kamu pura-pura deket sama Raul padahal itu cuma akal-akalan kamu biar bisa menjauh dariku."


"Sok tahu kamu." cibir Theolla.


"Terus kenapa kamu selalu menghindar dariku La?"


"Aku gak mau orang-orang salah paham dengan kedekatan kita, pikirkan perasan Manda juga jika dia lihat kita berduaan seperti ini karena yang dia tahu kamu itu Venus." tutur Theolla.


Theolla hanya mencebik kesal "Nyebelin banget sih." Theolla mencubit lengan Jupiter, namun Jupiter langsung menahan tangan Theolla. Dia menatap dalam ke arah mata Theolla, untuk sesaat mereka hanya saling berpandangan mencurahkan segala isi hati yang selama ini tersimpan rapat.


"Jalan yuk, gak enak kalau kita hanya mengobrol disini." ajak Jupiter.


"Kamu gimana?"


"Gimana apanya?" tanya Jupiter heran.


"Apa gak papa kita jalan berdua di tempat umum?apa gak ada yang melihat kita nanti,orang-orang bisa salah paham loh." Theolla mengungkapkan keraguannya.


"Oh soal itu, tenang aku udah punya sesuatu." Jupiter membuka resleting tasnya dia mengeluarkan sebuah topi,kacamata hitam dan masker penutup wajah. Lalu Jupiter memakai semua itu di depan Theolla.


"Perfect...." ucap Jupiter bangga.


Theolla terkikik geli melihat penampilan Jupiter "Berasa jalan sama artis aja ya kalo kamu pake gituan, menghindari para wartawan kali." Theolla masih terus tertawa sementara Jupiter tersenyum di balik maskernya melihat Theolla sesenang ini.


"Udah puas ketawanya?"


Theolla mengangguk mengiyakan "Emang kamu gak cape pake ngajak jalan segala,bukan nya istirahat aja dirumah."

__ADS_1


"Capenya bakal ilang kalo jalan sama kamu mah." goda Jupiter.


"Ceehh gombal.." Theolla tersipu malu, lagi-lagi dia hanya memukul lengan Jupiter ketika salah tingkah seperti ini.


"Tapi aku gak bawa mobil la, gak papa kita jalan-jalannya naek busway aja." tanya Jupiter. Theolla tersenyum mengiyakan.


"Ya udah yuk..kita mau kemana? aku gak terlalu tahu daerah Jakarta nih lupaa kelamaan tinggal di luar negeri sih." ucap Jupiter sambil terkekeh.


Theolla hanya mencibir mendengar perkataan Jupiter "Sombongg....!!"


"Serius aku La,mungkin kamu lebih tahu daerah sekitar sini."


"Mana ku tahu, sebelum pindah ke Singapura aku kan gak tinggal di Jakarta tapi rumahku di Bandung."


"Oh ya udah kita jalan-jalan nya ke Bandung aja."


"Jupiterr ihhhh....." Theolla hendak memukul Jupiter kembali, namun dengan sigap dia cepat menghindar.


"Gak kena weeeekk...!!" Jupiter menjulurkan lidahnya menggoda Theolla.


"Ngeseliiiiin....!!!!" Theolla memanyunkan bibirnya kesal.


Jupiter tertawa lepas melihat ekspresi Theolla "Tuh kan kamu tuh nambah cantik kalo lagi cemberut gitu, jadi gemes deh aku." Jupiter mencakup kedua pipi Theolla dengan gemas.


"Lepasin,malu banyak orang."


"Jadi kita mau kemana nih?" tanya Jupiter lagi.


Theolla nampak berpikir sesaat "Taman bermain aja yuk,aku udah lama gak kesana."


"Oke gak masalah." Jupiter pun menyetujui permintaan Theolla.


"Ayooo...!!!!!" Tanpa sadar Theolla menarik tangan Jupiter menuju kerumunan orang-orang yang antri menaik busway. Sementara Jupiter hanya tersenyum senang dengan tingkah Theolla.


.


.


.


.


.


NB : Mohon maaf ya readers kalau di dalam penulisan novel ini masih banyak typo dan PUEBI yang tidak tepat digunakan, mohon di maafkeun yah 🙏🙏maklum ini karya pertama saya jadi saya masih harus banyak belajar lagi dalam hal tulis menulis 😁😁kalau ada kritik dan saran silahkan tulis di kolom komentar karena itu berguna untuk saya kedepan nya😚

__ADS_1


minta dukungan berupa like,vote dan koment ya genks makasih🙏🙏


__ADS_2