Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Pesta Perpisahan


__ADS_3

Haiii aku balik lagee...๐Ÿ™‹maaf ya untuk beberapa hari ini gak pernah update. Biasalah sibuknya sebagai mahmud yang punya balita itu sungguh menguras erosi eh emosi maksudnya๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, sehingga kadang buat nulis tuh idenya blank begitu saja. Semoga masih ada yang mau mendukung karyaku yang amatiran ini. Yuk cekidot...!!


***


Theolla buru-buru keluar dari gedung perkantoran sebelum Raka kembali berbuat tidak baik padanya. Jam kantor yang sudah berakhir sekitar satu jam yang lalu membuat keadaan sudah sepi. Hanya ada beberapa karyawan yang lembur di tiap divisi.


Sementara itu di ruangan kerja Theolla, Raka berusaha berdiri meskipun rasa ngilu menjalar di bagian sensitifnya. Kejadian yang terjadi sore ini, membuat Raka semakin penasaran dengan Theolla yang terus saja menolaknya.


"Awas saja Theolla, lo gak bakalan bisa lepas dari gue, tidak ada yang bisa menolak pesona seorang Raka." ucap Raka dengan seringai di bibirnya.


"Aww.." tiba-tiba rasa sakit kembali terasa. Dengan susah payah Raka keluar dari ruangan Theolla menuju lift.


Keadaan yang sudah sepi membuat Raka sedikit bernafas lega. Dia tidak perlu menahan malunya di hadapan orang-orang, karena cara jalan Raka yang sedikit aneh. Lebih mirip seorang robot.๐Ÿ˜๐Ÿ˜


Theolla melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, dia ingin segera sampai di rumah sebelum Raka bisa mengejarnya. Theolla tidak menyangka Raka bisa berbuat seperti itu. Laki-laki itu lebih brengsek dari perkirannya.


Dari awal dia di jodohkan dengan Raka, sedikitpun Theolla tidak pernah suka dengannya. Image buruknya di kalangan para pengusaha sudah bukan rahasia lagi. Kehidupan Raka yang bebas dan semaunya itu, membuat kedua orangtua Raka menjodohkannya dengan Theolla.


"Om percaya kamu Theolla, kamu wanita baik-baik dan kamu pasti bisa merubah perilaku Raka saat ini, Setiap orang itu berhak untuk berubah bukan?"


Kata-kata om Arya ayah dari Raka, masih terngiang di telinga Theolla sehari sebelum mereka bertunangan. Theolla yang kala itu tidak bisa menolak pun hanya pasrah mengikuti keputusan kedua orangtuanya.


Setahun sesudah mereka bertunangan Raka di kirim ke Jerman oleh orangtuanya. Disana Raka akan mengelola perusahaan keluarganya, tujuannya agar dia bisa lebih serius lagi dalam mengelola perusahaan. Karena selama di Surabaya, Raka tidak pernah serius menjalankan bisnis ayahnya.


Sebagai anak tunggal menjadikan Raka pribadi yang manja dan berbuat semaunya. Keluar masuk club malam dan bermain-main dengan banyak wanita, dia tidak pernah serius dalam bekerja. Itulah yang membuat Theolla tidak menaruh rasa suka sedikitpun.


"Lama tinggal di Jerman ku pikir dia sudah berubah, tapi kelakuannya masih sama." gumam Theolla.


"Bagaimana bisa, aku hidup dengan pria seperti itu?"


Lama Theolla merenungi nasibnya yang kelak akan menjadi istri dari seorang Raka Arya Wiguna. Sebenarnya jika kelakuan Raka lebih baik dari sekarang mungkin Theolla akan belajar membuka hati untuknya. Tapi selama kenal dengan Raka, dia merupakan pria yang arogan dan sedikit pemaksa. Reputasinya yang jelek sudah bukan rahasia lagi di mata semua orang.


Mobil yang di tumpangi Theolla pun akhirnya sampai di depan rumahnya, Theolla buru-buru masuk untuk mengistirahatkan hati dan pikirannya yang saat ini sedang kalut.


*****


Sementara itu di kantor cabang tempat Venus bekerja,nampak Venus masih berkutat dengan pekerjaannya. Hari ini adalah hari terakhir dia berada di kantor cabang. Semua sudah dia selesaikan dengan baik, dan di serah terimakan pada Wisnu asistennya.


Seluruh staff dan karyawan rencananya malam ini akan mengadakan pesta dalam rangka perpisahan untuk Venus yang akan pindah ke kantor pusat. Selain itu pesta ini juga menyambut pimpinan baru yang resmi menjadi pengganti Venus, yakni Wisnu yang selama ini jadi asisten Venus.

__ADS_1


Jupiter, Mario dan Dimas pun di undang dalam pesta yang bertajuk pesta perpisahan itu. Mereka datang bertiga memenuhi undangan Venus. Tampak balroom hotel bintang lima yang di sewa untuk pesta pun sudah ramai oleh para karyawan. Karena pesta ini semi formal jadi banyak karyawan yang datang membawa pasangannya.


Jupiter, Mario dan Dimas langsung menghampiri meja yang Venus tempati, di sana sudah ada Amanda dan juga Ara yang turut hadir.


"Om ganteengg..!!" melihat omnya datang Ara langsung berhambur mendekati Jupiter.


"Apa kabar sayang?" Jupiter membelai rambut Ara yang di ikat ekor kuda.


"Baik om."


"Haiii Ara...masih inget gak sama om?" kali ini Dimas yang angkat suara.


"Inget donk...mana tantenya kok gak ikutan?"


"Tante Naya lagi kerja jadi gak bisa ikut."


"Sorry ya kita telat." Jupiter pun duduk di ikuti Mario dan Dimas.


"Acaranya baru di mulai kok." ucap Venus.


"Kalian datang cuma bertiga? mana pasangannya?" tanya Amanda iseng.


"Masa sih..?" kekeh Amanda.


"Sorry ya, gue udah punya calon pacar." timpal Dimas.


"Baru calon kan? belum jadian." celetuk Mario.


"Syiriikk aja lo..!!" cibir Dimas.


Pertikaian mereka harus terhenti karena Venus di panggil keatas panggung untuk memberikan sambutan. Setelah beberapa menit Venus memberikan sambutannya, acara pun di lanjutkan dengan hiburan yang sudah di susun oleh panitia acara.


Selain itu para tamu pesta pun di suguhi hidangan yang menggugah selera, yang sudah di sediakan oleh pihak hotel.


"Gimana besok lo udah bisa masuk ke perusahaan?" tanya Jupiter pada Venus.


"Ya.. urusan gue di sini sudah selesai." jawab Venus.


"Baguslah...lusa gue ada perjalanan bisnis ke luar kota, gue harap lo bisa handle kerjaan di kantor pusat."

__ADS_1


"Mau kemana lo?" tanya Dimas.


"Surabaya."


"Mau perjalanan bisnis apa nyamperin Theolla?" goda Amanda.


"Gue ada kerjaan Manda di Surabaya, gue harus sidak ke kantor cabang disana, tanya Mario kalau gak percaya...Iya kan Yo?"


"Hemmm..!!" jawab Mario santai sambil menikmati makanannya. Jupiter hanya mendengus kesal melihat ekspresi Mario. Sementara Venus, Amanda dan Dimas hanya tertawa cekikikan.


"Iya dah...kita percaya." ucap Amanda.


Jupiter tidak menanggapi godaan Amanda, dia fokus menghabiskan makanan di depannya. Sementara tatapan Dimas terpaku pada sosok wanita yang berdiri tak jauh darinya. Wanita yang sangat cantik dan elegan, yang sangat mirip dengan seseorang yang di kenalnya. Karena penasaran Dimas beranjak dari duduknya untuk menghampiri wanita tersebut.


"Mau kemana lo?" tanya Mario.


"Sebentar gue ada urusan dulu." Dimas tidak memperdulikan tatapan heran teman-temannya. Dia hanya fokus pada wanita yang tengah berbicara dengan seorang pria.


Ketika Dimas hampir sampai di tempat wanita tersebut, tiba-tiba ada seorang pelayan yang tidak sengaja menumpahkan minuman ke baju Dimas. Sontak Dimas fokus pada jasnya yang terkena minuman.


"Maaf pak....maaf..!!" ucap pelayan tersebut merasa tidak enak.


"It's oke...lain kali hati-hati ya..!!" Dimas juga sadar dirinya pun salah dalam hal ini karena jalan tidak melihat sekitar.


Ketika insiden kecil itu sudah selesai, fokus Dimas kembali pada wanita yang sedari tadi membuat dia penasaran. Namun sayang, orang yang Dimas cari kini sudah tidak terlihat. Dia menjambak rambutnya frustasi.


"Naya itu kamu bukan sih??" gumam Dimas penasaran.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2