
Jupiter menghela nafas panjangnya "Aku akan jujur sama kamu La, tapi aku mohon sama kamu ini rahasia kita berdua aku percaya kamu pasti bisa tepatin janji."
Theolla hanya terdiam mendengar penuturan Jupiter "Sebenernya aku bukan Venus, tapi aku kembarannya Venus La namaku Jupiter,"
Theolla masih mencerna dengan baik kata-kata dari pria di hadapannya ini. Antara percaya dan tidak bagaimana mungkin dia mengaku-ngaku sebagai kembarannya Venus. Karena setahu Theolla Venus tidak memiliki saudara kembar, Amanda pun demikian tidak pernah bercerita tentang Venus yang mempunyai kembaran.
Karena Theolla tak bergeming Jupiter pun menyentuh bahunya "La...!!"
Dan Theolla langsung menepis tangan Jupiter "Jangan sentuh aku,"
"Sorry...!!!" ucap Jupiter penuh penyesalan.
"Gue gak percaya elo kembarannya Venus," selidik Theolla.
"Iya aku tahu pasti semua orang juga gak akan percaya kalau aku bilang kembarannya Venus, karena selama ini aku gak tinggal di Indonesia. Aku ikut ayahku ke Korea karena orang tua kami bercerai La, aku sama Venus terpisah jauh selama lima tahun ini. Jadi wajar orang-orang gak akan tahu Venus punya saudara kembar." ucap Jupiter menjelaskan.
Theolla memicingkan sebelah matanya "Cerita yang bagus," ucapnya sinis.
Jupiter menghela nafas, frustasi karena Theolla masih meragukannya "Aku serius La, aku gak lagi ngarang cerita."
"Bagaimana lagi aku harus jelasin ke kamu tentang semua ini, tentang perasaanku aku beneran tulus sayang sama kamu Theolla. Aku tahu ini mungkin terlalu singkat bagimu karena kita baru kenal, tapi aku gak pernah main-main dengan perasaanku, kamu wanita pertama yang udah mengusik hatiku selama ini."
Theolla masih terdiam mendengar penuturan Jupiter, antara senang karena selama ini orang yang dia sukai itu ternyata bukan kekasih sepupunya. Tapi di sisi lain dia masih ragu dengan perasaannya.
"Kalau emang elo bukan Venus, lalu dimana sekarang Venus yang asli kenapa elo bisa menyamar jadi dia ?" tanya Theolla penasaran.
Jupiter tersenyum simpul melihat reaksi Theolla "Tapi kamu janji ya jangan bilang ke siapa-siapa terutama Manda ?" Theolla pun menganggukan kepalanya.
"Seminggu yang lalu Venus pergi ke Korea buat nemuin Ayah disana, aku disini cuma dua minggu aja buat gantiin dia."
"Kamu gak bohong kan?"
"Buat apa aku bohong La, tatap mata aku apa ada kebohongan di dalam sini." Jupiter menyentuh kedua bahu Theolla, dan kini mereka saling bertatapan satu sama lain.
DEG
Theolla merasa canggung berhadapan dengan Jupiter, lalu dia segera memalingkan mukanya, dan menjauh dari Jupiter "Meskipun kamu bukan Venus, aku tetep gak akan percaya begitu saja pada kamu bisa jadi ini hanya akal-akalan kamu saja."
"Dan maaf aku gak bisa bales perasaan kamu," Theolla hampir saja melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, ketika tiba-tiba Jupiter mengatakan sesuatu yang membuat langkahnya terhenti.
"Apa gara-gara kalung ini, yang membuat kamu menolakku..!!!!! " teriak Jupiter.
Lalu Jupiter menunjukan sebuah kalung yang di temuinya di Bandara, seketika pandangan Theolla mengarah pada kalung pemberian David yang selama ini hilang.
__ADS_1
Theolla menutup mulutnya dengan sebelah tangan saking kagetnya melihat barang yang selama ini dia cari ternyata ada ditangan Jupiter "Kalung ku..!!"
Theolla lalu menghampiri Jupiter dan langsung merampas kalung miliknya yang selama ini hilang "Bagaimana bisa kalung ini ada sama kamu ?" tanya Theolla berseri-seri kilatan kebahagiaan terpancar dari matanya.
"Aku nemuin itu di Bandara, sepertinya terjatuh ketika kamu nabrak aku."
"Makasih ya udah di simpenin, aku hampir gila kehilangan kalung ini."
"Apa segitu berharganya kalung itu buat kamu ?" Theolla mengangguk mantap dengan matanya yang terus tertunduk memperhatikan kalungnya.
"Jadi gara-gara cowok yang ngasih kalung ini yang membuat kamu menutup pintu hati kamu?" Theolla langsung mendongak mendengar penuturan Jupiter.
"Bagaimana dia bisa tahu kalau ini kalung pemberian cowok?" gumam Theolla dalam hati.
"Aku udah tahu semuanya La, tentang masalalu kamu bersama cowok itu..!!"
Theolla tersenyum sinis dan merasa terganggu dengan ucapan Jupiter "Apa hak kamu mencari tahu masalalu aku, ini bukan urusan kamu jadi tolong jangan campuri urusanku."
"Sejak wajah kamu selalu mengisi hatiku, jelas ini akan menjadi urusanku..!!" tegas Jupiter.
"Aku gak suka dengan cara kamu yang seperti ini,"
"Lalu aku harus bagaimana La? aku udah jujur tentang siapa aku yang sebenarnya itu semua karena kamu."
"Maaf aku tetep gak bisa," Theolla menggeleng lemah lalu pergi berlalu dari hadapan Jupiter. Namun dengan sigap Jupiter menarik tangan Theolla dan membawanya ke dalam dekapannya.
*****
Setelah insiden di rooftop sekolahnya Theolla semakin menghindar dari Jupiter. Dia sedang mengukur kedalaman hatinya, benar tidak apa yang di rasakannya kini. Meskipun Theolla tahu bahwa dia bukanlah Venus tapi dia tidak ingin membuat semua orang salah paham, karena bagaimanapun orang-orang tetap melihat Jupiter adalah Venus.
Tiga hari sudah berlalu, Jupiter pun sibuk latihan sepakbola untuk mempersiapkan diri di semifinal nanti. Berbagai persiapan sudah dia lakukan menjelang pertandingan yang akan di laksanakan esok hari.
Semenjak Jupiter jujur akan jati dirinya pada Theolla, dia berharap Theolla akan membalas perasaannya. Tapi yang terjadi saat ini Theolla malah menghindarinya, dia memberi jarak yang sangat besar yang membuat Jupiter tidak bisa berbuat apa-apa, karena kesibukannya bersama tim football.
"Oke untuk latihan kali ini sampai di sini dulu, persiapkan tubuh dan pikiran kalian agar tetap fit untuk pertandingan besok menghadapi SMA Patriot," ucap coach Danu memperingatkan.
"Siiapppp coach...!!!" seru anak-anak tim football.
"Baiklah saya permisi pulang dulu anak-anak," setelah latihan selesai semua anak-anak tim football membubarkan diri termasuk Jupiter.
Dari arah bangku penonton tampak Amanda melambai-lambaikan tangannya disana ada Raisa, Dimas dan Rendi juga.
"Temen-temen gue balik duluan ya...!!" Jupiter mengambil tasnya dan menoleh pada Radit, Daniel , kevin dan Rian yang masih beristirahat.
__ADS_1
"Siiippp...!!" ujar Radit. Lalu Jupiter pun berjalan menghampiri Amanda, Dimas,Rendi dan Raisa.
"Yank jadi kan kita hari ini jalan ?" tanya Amanda sambil menyodorkan sebotol air mineral
"Maaf Manda gue cape banget hari ini, lain kali ya." jawab Jupiter sambil meminum air pemberian Amanda.
Amanda mengerucutkan bibirnya "Yah padahal hari ini kan ada film bagus di bioskop," ucap Amanda kecewa.
"Gak papa Manda lain kali aja kita double datenya." tukas Raisa.
"Oh jadi kalian berempat mau double date, terus gue gak di ajak gitu?" Rendi mencebik kesal yang langsung mendapat gelak tawa dari teman-teman.
"Makanya cari cewek sana, jangan ngejomblo mulu....!!" ledek Dimas.
"Iya dah iya yang baru pada jadian gue mah apa atuh," ketus Rendi.
"Serius elo berdua udah jadian ?? " tanya Jupiter, matanya mengarah ke Dimas dan Raisa.
Dimas langsung tersenyum lebar dan merangkul bahu Raisa "Udah donk, makanya hari ini gue berencana mau traktir kalian nonton di bioskop," jawab Dimas.
"Waahh selamat ya kalau gitu, gue turut senang mendengarnya," Jupiter langsung menyalami Dimas dan Raisa bergantian.
"Pajak jadian jangan lupa traktir gue makan sepuasnya...!!!" cetus Rendi kesal.
"Maunya elo itu mah," hardik Dimas yang langsung menimpuk bahu Rendi dengan kesal.
"Ya udah yuk balik aja kalo gak jadi mah...!!" ajak Amanda.
"Traktirnya kapan ?" ulang Rendi.
"Ini lagi traktir mulu yang di omongin , cari cewek sana biar gak jadi nyamuk di sini," ejek Raisa.
"Sialll....!!!" ujar Rendi kesal sambil berlalu mengikuti ke empat temannya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kalau suka dengan ceritanya boleh di jadiin Favorit ya😊
Minta dukungan berupa Like, vote dan koment ya genks..!!!🙏🙏