
Keesokkan harinya Jupiter sudah bersiap untuk datang ke rumahnya Venus. Suasana hatinya pagi ini sedang sangat baik, bagaimana tidak Theolla mengajaknya bertemu jam 10pagi ini. Tapi Jupiter sudah tiba di rumahnya Venus saat jarum jam baru menunjukkan angka sembilan.
Memakai setelan yang tidak terlalu formal, Jupiter turun dari mobil sportnya yang berwarna hitam. Dari kejauhan dia melihat Venus yang sudah tersenyum kearahnya. Venus sedang menikmati segelas teh, duduk di sebuah bangku kecil di sekitar taman rumahnya.
"Duuh anak muda yang mau ngapel, rajinnya pagi-pagi gini udah rapih." goda Venus.
"Syirik aja lo pak tua." balas Jupiter.
"Mau kemana lo?"
"Bukan urusan lo, Theolla ada di dalem kan?"
"Ada...tadi lagi maen sama Ara di taman belakang."
"Ya udah gue masuk dulu..!!"
"Iya sana-sana....!!" Venus mengibas-ngibaskan tangannya ke depan wajah Jupiter.
Jupiter pun berlalu masuk kedalam rumahnya Venus, dia mencari-cari keberadaan Theolla. Sesampainya di taman belakang di lihatnya Theolla, Amanda dan Ara tengah bercengkrama. Dan Ara lah yang lebih dulu menyadari kehadiran Jupiter.
"Om ganteeeeengg....!!" seru Ara yang langsung berlari kehadapan Jupiter. Lalu dengan sigap Jupiter membawa Ara kedalam gendongannya.
"Hallo sayang apa kabar??" tanya Jupiter dengan mencubit gemas pipi Ara.
"Baik om....aku seneng deh om ganteng mau main ke rumah Ara."
Lalu Jupiter mendudukan dirinya di kursi berhadapan dengan Theolla dan Amanda. Dengan Ara yang masih betah duduk di pangkuannya.
"Kok tumben sih om pagi-pagi udah kesini, aku curiga jangan-jangan karena ada Theolla ya..?" selidik Amanda dengan senyum usilnya.
"Aku kangen sama ponakanku yang gemesh ini...!!" jawab Jupiter tanpa henti mencubit pipi Ara.
"Sama Ara apa Theolla??"
"Dua-duanya deh."
Amanda langsung tertawa mendengar ucapan Jupiter, sementara Theolla hanya geleng-geleng kepala.
"Kamu kepagian datangnya, aku kan suruh datang jam10." ucap Theolla angkat bicara.
"Ciieeee....ternyata kalian berdua sudah janjian ya!!" goda Amanda.
"Mau mengenang masa-masa remaja ya...ciiie...ciie...!!" tambah Amanda.
"Apa sih Manda..!!" elak Theolla.
"Udah ngaku aja iya kan?"
"Berhenti gangguin kita berdua Manda..!!" ujar Jupiter. Namun Amanda terus senyum-senyum menatap Jupiter dan Theolla bergantian.
"Ara sayang...ikut jalan-jalan sama om dan tante yuk!!!"
"Horeeeee...mau om...mau!!!" Ara bersorak riang.
"Mau jalan-jalan kemana om?" tanya Ara antusias.
"Terserah Ara mau jalan-jalan kemana?"
Ara nampak berpikir sesaat dengan wajahnya yang imut.
"Taman hiburan aja ya om..udah lama Ara gak main kesana..!!"
__ADS_1
"Siaapppp....!!"
"Mamih sama papih ikut juga kan om?"
"Jangan dong sayang, di perutnya mamih kan ada adek bayi...kasian nanti mamih kecapean kalau jalan sama kita."
"Oh iya...om bener." ucap Ara dengan wajah polosnya.
"Hmmm...bilang aja kalian berdua gak mau di ganggu sama gue." cibir Amanda.
"Udah bumil...diem aja di rumah ya, biar Ara ikut sama gue dan Theolla."
Theolla hanya tersenyum melihat wajah Amanda yang cemberut, "aku siap-siap dulu ya..!!" lalu Theolla beranjak dari duduknya.
"Iya La...aku tunggu..!!" ucap Jupiter.
Setelah Theolla berlalu, Amanda mulai menginterogasi Jupiter.
"Lo mau ngedeketin Theolla lagi?"
Jupiter hanya mengangkat bahunya pelan.
"Jangan macem-macem lo, Theolla udah mau nikah..gue gak mau aja nanti lo sakit hati."
"Baru mau nikah Manda...belum tentu jadi kan, gue masih punya kesempatan."
"Cari wanita lain...jangan gangguin Theolla terus."
"Apa sih Manda...Theolla aja gak keberatan, kenapa jadi elo yang rempong."
Tiba-tiba Venus datang menghampiri mereka,"Manda gak usah di dengerin bro...semenjak hamil dia memang agak menyebalkan."
"Apa sih yank...dateng-dateng ngeselin banget." Amanda menatap tajam kearah Venus.
"Maunya kamu itu mah...!!" cebik Amanda.
Obrolan mereka terus berlanjut, sampai Theolla datang dengan tampilan yang sudah rapih.
*****
Sementara di tempat lain, Dimas dan Kanaya pun baru memasuki sebuah mall besar di Jakarta. Siang ini mereka berdua janjian untuk jalan bareng. Tidak ada rencana akan pergi kemana, akhirnya Dimas membawa Kanaya ke sebuah mall.
"Cape ya kita berhenti di sana dulu yuk..!!" ajak Dimas pada sebuah kedai ice cream.
Kanaya pun menyetujui ajakan Dimas, karena dia pun sudah lelah seharian hanya muter-muter gak jelas di mall. Kanaya menunggu Dimas yang tengah memesan ice cream.
"Maaf ya lama...ngantri banget."
"Gak papa kok." Kanaya langsung menyuapkan satu sendok ice creamnya.
"Serius kamu gak mau kita nonton, padahal ada film yang rame loh..!!" tawar Dimas.
"Aku gak suka nonton, maaf ya Mas."
"Terus kamu sukanya apa?"
"Hmmm apa...ya, gak terlalu suka jalan sih kalau libur diem aja di apar...mmmm maksudku di kostan." Kanaya nampak gugup dan salah tingkah.
"Sorry ya aku gak nanya kamu dulu tadi, apa kita langsung pulang aja Nay?"
"Jangan dong...udah di luar masa pulang sih."
__ADS_1
Dimas lalu iseng-iseng membuka ponselnya, dia melihat status whatsapp Jupiter yang sedang di sebuah taman hiburan bersama dengan Theolla dan seorang anak kecil.
"Aku telepon temen dulu ya..!!" Kanaya pun menganggukan kepalanya. Lalu Dimas langsung menghubungi nomornya Jupiter.
"Lo lagi di mana bro?"
"Gue lagi ngajakin ponakan gue nih main di taman hiburan."
"Sama Theolla juga?"
"Iya...kenapa lo?"
"Gue nyusul kesana boleh nggak??"
"Lo sendiri?"
"Gue sama Kanaya."
"Ya udah lo gabung sama kita aja...nanti gue share lokasinya."
"Oke...siap brother..!!"
Lalu sambungan telepon antara Dimas dan Jupiter mati.
"Abis makan ice cream kita ke taman hiburan yuk...di sana ada temenku juga yang lagi jalan."
"Aku ikut aja...temen yang mana sih Mas?"
"Itu loh yang suka nongkrong bareng aku di Kedai Kopi, atasanku di kantor."
Kanaya mulai mengingat-ngingat orang yang suka nongkrong bareng Dimas. Tapi yang suka nongkrong sama dia kan banyak, biarlah nanti dia lihat sendiri.
"Oh ya Mas...emang kamu gak malu jalan sama aku? secara kamu kan manajer di perusahaan besar, sementara aku cuma seorang pelayan Kedai Kopi Mas?"
"Jangan bahas itu lagi Nay, aku bukan orang yang suka pilih-pilih...bagiku semua orang itu sama, yang penting orangnya baik bisa buat aku bahagia."
"Emang aku bisa bikin kamu bahagia Mas? kita kan belum lama kenal."
"Pokoknya tiap kali aku lihat kamu, hatiku ini bawaannya bahagiaaa aja..!!"
"Gombal kamu Mas..!!" ucap Kanaya tersipu malu.
"Makasih loh Mas udah mau berteman dengan orang seperti aku, di saat semua orang memandang rendah pekerjaanku tapi kamu sebaliknya."
"Lebih dari teman aku juga mau Nay." gumam Dimas pelan.
"Ngomong apa Mas?"
"Eh...nggak kok." Dimas salah tingkah dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Udah yuk jalan sekarang...!!" Dimas beranjak dari duduknya dan diikuti oleh Kanaya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐