Twins Boy

Twins Boy
Keresahan Jupiter


__ADS_3

Udara malam hari nampak dingin karena hujan tengah turun membasahi jalanan ibukota. Sebagian orang malas untuk keluar dan memilih berdiam diri di rumah. Tidak dengan Jupiter yang nampak berdiri di atas balkon menatap jalanan perumahan nya yang sepi, padahal jam baru menunjukan pukul delapan malam.


Ditemani secangkir cokelat panas yang mengepul di atas meja, Jupiter menghisap kuat rokok di mulutnya dan membuang asapnya kesembarangan arah. Satu tangannya menggenggam kalung yang dia temui di bandara, ingatannya kembali pada sosok yang seminggu ini selalu memenuhi isi kepalanya. Tiba-tiba dari arah dalam Venus menepuk bahunya.


"Lo ngerokok??" Venus mengernyitkan dahinya menatap heran pada saudara kembarnya.


"Hanya sesekali jika gue butuh," tukas Jupiter yang langsung mematikan rokok di tangannya ke dalam asbak.


"Oh gitu...apa ada yang lagi lo pikirin ?" tanya Venus lagi.


Jupiter hanya mengangkat bahunya pelan, dia lalu meletakan sebuah kalung di atas meja dan mendudukan dirinya di kursi sebelah Venus. Lalu Venus mengambil kalung tersebut dan mengamati nya dengan seksama.


"Apa karena pemilik kalung ini yang buat lo merokok malam ini?" Karena setahu Venus, Jupiter bukan tipe-tipe perokok sama seperti dirinya. Apalagi sang bunda pasti akan memarahinya habis-habisan jika kedapatan merokok disaat masih sekolah seperti sekarang ini. Mungkin Jupiter merokok karena pikirannya sedang kalut, begitu pikiran Venus.


Jupiter menghela napasnya perlahan dan dia menganggukan kepalanya "Gue nemuin kalung ini sewaktu di bandara, ada seorang cewek yang gak sengaja nabrak gue terus kalung ini gue temuin pas cewek itu udah pergi." ungkapnya dengan mata yang menerawang jauh ke depan.


"Hmmm gitu ya, cakep gak cewek nya ?terus lo sempet kenalan dulu gak ?" tanya Venus bertubi-tubi.


"Cakep donk, kalo gak cakep gak mungkin sampe kepikiran sama gue tapi ya itu abis nabrak gue tuh cewek buru-buru pergi jadi gue gak sempet kenalan dulu," ucapnya datar.


"Yahh belom jodoh itu namanya...!!" Venus menepuk-nepuk bahu kembarannya.


"Terus apa yang mau lo lakuin sama kalung itu ?" tanya Venus lagi.


"Gue berharap bisa ketemu lagi sama tuh cewek, dan kalung ini pasti gue kembaliin," tukas Jupiter.


"Kalo cewek itu masih single sebuah keberuntungan buat lo, tapi kalo tuh cewek udah ada yang punya makan ati dah lo..!!" ejek Venus.


"Doain nya jelek banget sih lo, dasar sodara gak punya akhlak lo," Jupiter menyenggol bahu Venus dengan keras yang di sertai kekehan dari Venus.


"Gue kan cuma ambil kemungkinan terburuknya, dari pada lo berharap sama sesuatu yang gak pasti." Ujar Venus sambil menyeruput cokelat hangat di depannya.


"Eh..punya gue itu..!! " Jupiter langsung merebut cangkir dari tangan Venus dan meminumnya sampai habis.


"Seehh pelitnya nyobain dikit gue," Venus memanyunkan bibirnya kesal.


"Bikin sendiri kalo mau, itu juga gue bikin sendiri." balas Jupiter tak mau kalah. Venus hanya mencebikan bibirnya.


"Oh ya kapan lo berangat ke Korea ?" tanya Jupiter.


"Lusa, semoga besok paspor gue udah jadi lebih cepet lebih baik kan?"

__ADS_1


"Terus pertandingan basket lo gimana, gue gak yakin loh bisa maen bagus kayak lo?" ungkap Jupiter.


"Pertandingan ini gak begitu berarti bagi gue setelah gue gak terpilih jadi kapten basket, jadi entar lo duduk di bangku cadangan aja bilang lagi gak enak badan kan gampang," papar Venus.


"Ya udah kalo gitu, cewek lo gimana gue gak yakin loh bisa pura-pura jadi pacarnya, mungkin berpura-pura jadi lo gue bisa tapi kalo urusan cewek gimana? "


"Udah lo tinggal jagain dia aja buat gue, jangan bikin dia nangis karena Amanda orangnya berhati lembut dia akan mudah nangis jika hatinya terluka, jadi lo jangan coba-coba sakitin dia ya." ungkap Venus menjelaskan panjang lebar.


"Dan lo jangan sampe naksir sama cewek gue karena gue yakin Amanda itu lebih cantik daripada cewek di Bandara itu..!!" lanjutnya lagi.


Jupiter hanya meringis membayangkan dia harus berpura-pura menjadi pacar dari adik kembarnya itu "Ya kali, gue suka sama pacar sodara kembar gue gak akan terjadi itu." cibirnya.


"Ah...dan satu hal lagi lo gak boleh sentuh dia kecuali dalam keadaan terdesak.!!" Jupiter pun terkekeh pelan mendengar ucapan sodara kembarnya yang terakhir.


"Kalo dia minta cium gimana?" goda Jupiter dengan menaik turunkan alis nya kebawah. Venus langsung menatapnya tajam.


"JANGAN MACEM MACEM LO....!!" ancam Venus yang langsung mendapat gelak tawa dari Jupiter.


"Becanda gue..!!" serunya yang masih tertawa melihat Venus yang nampak khawatir.


"Gue aja belom pernah, masa lo mau duluan aja nyium dia," omelnya lagi.


"Ngakunya udah sering pacaran, tapi nyium cewek aja masa belom pernah?" Jupiter nampak mengusap sudut matanya yang berair karena puas menertawakan Venus.


"Gue selama ini pacaran secara sehat, gak kayak remaja-remaja di luar sana." bela Venus kemudian.


Jupiter hanya menyebikan bibirnya "Percaya gue, percaya,"


"Bilang percayanya kayak gak ikhlas gitu." tukas Venus. Jupiter kembali terkekeh melihat kembarannya yang sedang cemberut.


"Lo kalo lagi cemberut gini, jadi mirip cewek tau," ujar Jupiter yang langsung berlari ke kamarnya dan tidur dia atas ranjangnya yang empuk. Venus pun mengikuti dari belakang.


"Sialan lo...!!! " ucap Venus sambil melemparnya dengan bantal. Venus pun turut merebahkan dirinya di samping Jupiter menatap langit-langit kamar, hal seperti ini sudah lama tidak mereka lakukan saling bercanda dan bertukar cerita.


*****


Keesokan harinya, Rianti tengah sarapan pagi bersama kedua putranya.


"Kamu udah siapin keperluan yang mau dibawa ke Korea ?" tanya Rianti.


"Udah bereesss semua bun, tinggal nunggu paspornya kalo gak salah hari ini bakal ada petugas yang nganterin." ujar Venus menjelaskan.

__ADS_1


"Tiket pesawatnya gimana??"


"Beresss juga bun, udah aku booking beberapa hari yang lalu besok lusa berangkat," Ucap Venus lagi sambil mengunyah makanan di mulutnya.


"Ya udah kalo gitu, Gimana sama Manda? kamu kasih tau dia gak kamu bakal pergi ke Korea?" tanya Rianti lagi.


Venus menggelengkan kepalanya " :Gak usah bun ribet nanti urusannya , Manda bisa ngerengek ngelarang aku pergi."


"Tenang bun aku siap jadi pacar boongannya," Jupiter kini angkat bicara yang langsung mendapat tatapan tajam dari Venus.


"Inget pesen gue, jangan bikin dia nangis, jangan naksir dia dan jangan sentuh dia...!!! " ujar Venus mengingatkan.


"Iya gue inget, bawel banget sih lo..!!" tukas Jupiter. Rianti hanya geleng-geleng kepala melihat kedua putra kembarnya yang mulai beranjak dewasa.


"Oh iya, entar pulang sekolah gue anter lo ke barber shop." ucap Venus.


"Ngapaiiin??" Jupiter mengernyit heran.


"Potong rambut lo lah, masa lo mau masuk sekolah dengan rambut gondrong gitu bisa masuk ruangan BK gue."


"Oh iya gue lupa, rambut gue harus di miripin sama lo ya biar gak ada yang curiga,"


"Nahh itu lo pinterrr..!!" tukas Venus.


"Ya udah bun aku berangkat dulu ya?" Venus beranjak dari duduknya menyalami bundanya terlebih dulu.


"Ya udah sayang hati-hati di jalan..!!" ujar Rianti.


"Sama gue lo gak salim?" Ucap Jupiter tiba-tiba yang langsung mengangkat sebelah tangannya ke arah Venus. Namun Venus hanya mencebik kesal dan berlalu begitu saja dari hadapan Jupiter. Yang langsung mendapat kekehan pelan dari Rianti dan Jupiter.


.


.


.


.


.


* Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys dengan like,vote dan koment makasiiihhh 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2