
Matahari berada tepat di tengah-tengah saat Theolla dan Bella menapakkan kakinya di ibu kota. Udara panas yang menjadi ciri khas kota Jakarta membuat siapapun tak akan betah berlama-lama diluar. Mereka berdua langsung menaiki taxi untuk mencari hotel yang sekiranya cocok untuk mereka bermalam selama beberapa hari kedepan.
Sesampainya di lobi hotel, Bella langsung menghampiri meja resepsionist untuk melakukan check in. Dia memesan dua kamar satu untuk dirinya dan satu untuk bossnya Theolla.
"Hotel ini yang letaknya sangat dekat dengan perusahaan yang akan kita kunjungi besok bu," ucap Bella ketika mereka berada di depan sebuah lift, menunggu pintu lift terbuka.
"Baiklah kamu atur saja semuanya, saya percaya sama kamu."
Tidak menunggu lama lift pun langsung terbuka, Theolla dan Bella segera masuk ke dalamnya. Mereka langsung menuju kamar yang akan mereka tempati.
"Ini kunci kamarnya bu, kamar kita bersebelahan." Bella menyerahkan sebuah kunci pada Theolla.
"Ya sudah hari ini kamu boleh istirahat, nanti sore temani saya kerumah sepupu saya ya Bel..!!"
"Baik bu...!!" Theolla dan Bella pun langsung memasuki kamarnya masing-masing untuk beristirahat sejenak.
***
Waktu sore yang di janjikan pun tiba, kini Theolla dan Bella berada di sebuah taxi menuju kediaman Amanda. Mereka sengaja mengambil waktu sebelum pulang kerja untuk menghindari kemacetan parah yang sudah biasa terjadi di Ibu kota. Meskipun jalan layang sudah di bangun dimana-mana, tapi tetap saja tidak bisa menghindari kemacetan.
Pemerintah setempat sudah mengupayakan berbagai cara untuk mengurangi angka kemacetan. Namun karena banyaknya para perantau yang mencari nafkah di ibu kota, membuat Jakarta menjadi salah satu kota macet terparah di dunia bahkan pernah masuk di rangking 10 besar dunia.
Setelah berkendara kurang lebih satu jam mereka berdua tiba di kediaman Amanda. Rumah yang bahkan baru Theolla datangi karena selama bertahun-tahun mereka tidak pernah bertemu. Berbekal alamat yang diberikan Amanda padanya, akhirnya sampailah mereka di depan pintu gerbang rumah Amanda. Tanpa Amanda tahu sebelum nya, kalau mereka akan berkunjung kesini.
"Pak....!!" Theolla memanggil seorang satpam yang tengah duduk di pos jaganya.
"Iya mbak cari siapa ya?" satpam itu langsung berlari menghampiri Theolla yang masih ada di luar gerbang.
"Benar ini rumahnya Amanda dan Venus pak?"
"Iya benar, mereka adalah pemilik rumah ini maaf mbak cari siapa ya??"
"Saya mau bertemu dengan pemilik rumah ini pak, saya sepupu Amanda dari Surabaya."
"Oh mari...silahkan masuk!!"
Setelah pintu gerbang di buka, Theolla dan Bella lalu di antar satpam tersebut sampai kedepan pintu. Theolla memencet bell berkali-kali baru pintu rumah itu terbuka. Seorang wanita paruh baya, yang diketahui pasti asisten rumah tangganya tersenyum kearah mereka berdua.
"Mau cari siapa mbak?" tanya nya ramah.
"Amanda nya ada bu, saya sepupunya dari Surabaya.?"
"Oh mari silahkan masuk....!!"
"Biar saya kasih tahu bu Amanda dulu kalau ada tamu yang mencarinya." setelah Theolla dan Bella duduk di ruang tamu, asisten rumah tangga itupun berlalu pergi kedalam.
"Maaf bu ada tamu yang mencari ibu," kata bi Sumi asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama lima tahun ini. Amanda yang tengah bermain dengan Ara di taman belakang pun heran, ketika ada tamu yang ingin bertemu dengannya.
__ADS_1
"Siapa bi??"
"Katanya sepupu ibu,"
Karena penasaran tanpa menunggu lama Amanda segera menuju ruang tamu. Sementara Ara masih bermain dengan Lala baby sitternya.
"Theollaaaa....!!" teriak Amanda ketika menyadari siapa yang datang bertamu kerumahnya.
Theolla langsung berdiri dan menghampiri Amanda, mereka berdua berpelukan melepas rindu karena lama sudah tidak bertemu.
"Ini beneran kamu, ya ampun udah lama banget kita gak ketemu." seru Amanda heboh.
Pandangan Theolla tertuju pada perut Amanda yang sudah terlihat membuncit "kamu hamil lagi?"
Amanda terkekeh melihat raut wajah Theolla " iya ini calon anak kedua aku La, gak usah heran gitu."
"Ya ampun selamat ya Manda, kok gak pernah ngomong sih kalau lagi hamil."
"Hehe...aku gak enak sama kamu, aku anaknya udah mau dua kamu satu pun belum." kekeh Amanda. Theolla hanya geleng-geleng kepala tidak sedikitpun tersinggung dengan ucapan Amanda.
"Itu siapa??" pandangan Amanda tertuju pada Bella, yang sedari tadi duduk diam memperhatikan kedua bersaudara itu yang asyik mengobrol. Bella pun tersenyum dan mengangguk kearah Amanda.
"Itu Bella asistenku, sini Bel aku kenalin ini Amanda sepupu ku."
Bella dan Amanda pun saling bersalaman satu sama lain.
"Kok bawa asisten segala ada apa nih...?"
"Oh jadi kamu datang kesini karena ada kerjaan, bukan nya kangen sama sepupu mu ini."
"Ya sekalian Manda...!!"
"Kalau gak ada kerjaan kamu gak akan pernah mau datang kesini, aku lahiran Ara pun kamu gak jenguk."
"Maaf Manda, waktu itu aku lagi sibuk-sibuknya di perusahaan jadi gak bisa datang kesini."
"Iya paham deh, yang sekarang udah jadi kepala arsitek sekaligus wakil direktur pasti sibuk banget." goda Amanda.
"Bukan begitu Manda, maksudku..."
"Aku becanda Theolla." Amanda langsung memotong ucapan Theolla dan tersenyum kearahnya membuat Theolla lega.
"Mamiiihhh....!!" tiba-tiba dari arah belakang Ara berlari menghampiri Amanda.
Theolla yang baru pertama kali melihat Ara secara langsung, menghampiri gadis kecil yang rambutnya di gerai panjang dengan poni di dahinya.
"Haii sayang...!!" Theolla melambaikan tangan nya tersenyum manis kearah Ara.
__ADS_1
"Siapa tante cantik ini mih?" tanya nya polos.
"Loh ini tante Olla sayang, Ara kan udah sering lihat wajah tante Olla jika sedang telepon." ucap Amanda menjelaskan.
"Serius ini tante Olla??"
"Iya sayang ini tante," Theolla pun langsung membawa Ara kedalam pangkuannya. Karena sebelumnya mereka sudah saling kenal meski hanya lewat video call. Tidak butuh waktu lama untuk Ara bisa langsung akrab dengan Theolla.
"Itu siapa tante?" tunjuk Ara pada Bella.
"Itu temennya tante, namanya tante Bella." Bella pun melambaikan tangan dan tersenyum pada Ara.
"Hallo tante Bella...!!"
"Hai juga sayang...!!" Bella pun di buat lucu dengan tingkah Ara, dia langsung menghampiri Ara dan mencubit pipinya gemas.
"Ara sudah sekolah belum?" tanya Bella.
"Sudah tante, sekolah TK tante.." jawabnya tanpa malu dan canggung lagi.
"Ara bentar lagi mau punya adek bayi ya?" tanya Theolla.
"Iya tante di perut mamih ada adek bayinya Ara, nanti kalau main Ara ada temannya tapi adek bayinya lama gak keluar-keluar dari perut mamih." perkataan Ara sontak membuat Theolla dan Bella tertawa.
"Di perutnya tante ada adek bayi juga gak?" tanya Ara polos menunjuk kearah perut Theolla dan Bella.
"Hush Ara...gak boleh ngomong gitu tante-tante ini belum nikah jadi gak mungkin ada adek bayi." Amanda langsung memperingatkan putrinya.
"Jadi harus nikah dulu ya mih, baru bisa punya adek bayi?"
"Iya sayang....!!" jawab Theolla dan Bella kompak. Setelah mendapat jawabannya Ara tidak banyak bertanya lagi.
"Ara mau main sama mbak Lala lagi, dadah tante Olla dadah tante Bella...!!"
"Anakmu lucu banget sih Manda," ucap Theolla sesaat setelah Ara berlalu ke belakang.
"Makanya cepetan nikah, biar nanti punya anak yang lucu juga." timpal Amanda.
"Ehh...."
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih genks๐๐