Twins Boy

Twins Boy
Theolla


__ADS_3

Sementara itu di sebuah perumahan di kawasan elit tampak Theolla yang sedang merenung berdiam diri di kamarnya. Keputusannya untuk tinggal di Jakarta bersama dengan tante dan sepupunya semoga tidak salah. Karena bagaimanapun Theolla tidak mungkin harus terus berada di negeri orang. Mengingat kedua orang tua mereka pun akan kembali ke tanah air.


Ceklek !!!


Pintu kamar pun terbuka masuklah Amanda mengejutkan Theolla yang tengah duduk di atas kasurnya.


"Sore-sore gini kok malah ngelamun sih La?"


Theolla hanya tersenyum simpul mendengar ucapan sepupunya "Lo udah balik Manda?"


"Ya..sorry ya tadi gue tinggal latihan dulu." ucap Amanda sambil mendudukan diri di samping Theolla.


"Iya gak apa tadi kan ada tante Maria yang nemenin gue di sini," tukas Theolla.


"Ketemu gak kalungnya?" tanya Amanda penasaran. Theolla hanya menggeleng lemah.


"Kok bisa gak ketemu, emang tadi lo simpen dimana ?"


Theolla menarik nafasnya pelan "Di saku jaket gue, jatoh mungkin pas di bandara tadi gue gak sengaja nabrak seseorang."


"Nabrak seseorang, siapa?"


Theolla mengangkat bahunya "Entahlah gue gak sempet nanya siapa yang pasti dia cowok,"


"Pasti Om - om yang perutnya buncit ya??" tebak Amanda. Theolla hanya meringis geli mendengar omongan Amanda.


"Cowok cakeep Mandaaa... masih muda," yang langsung mendapat kekehan dari Amanda.


"Kenapa gak di ajak kenalan sih La cowok cakep kok di anggurin??" tutur Amanda.


"Males ah, gue belum mau mikirin cowok." ujar Theolla cemberut.


"Masih inget sama David ya??"


Theolla hanya menggeleng lemah "Nggak Manda, gue udah bisa lupaiin David kok sejak lama, cuman buat ngejalin hubungan sama yang lain jujur gue masih belum siap."


"Berarti kalo gitu Lo belom bisa move on dari David. buktinya kalung dari David aja masih lo simpen??"


"Itu satu-satunya barang dari David yang gue punya," Ujar Theolla sedih.


"Udah gitu sekarang ilang lagi." lanjutnya.

__ADS_1


"Itu berarti mulai sekarang lo harus bener-bener lupain dia, kalo lo masih nyimpen barang dari dia sampe kapan pun lo gak bakal bisa lupain dia."


"Kan gue udah bilang Manda gue udah lupain David..!!!" seru Theolla.


"Tapi masih berbekas kan?" tukas Amanda.


"Gue hanya merasa bersalah selama ini,"


"Coba Lo mau buka hati lagi buat cowok laen, David di alam sana pasti bahagia. Ini udah tiga tahun berlalu semenjak kepergian dia." lanjut Amanda mencoba mengingatkan sepupunya. Nampak air mata menetes di kedua pipi Theolla dan Amanda langsung memeluk sepupunya itu.


"Sekarang lo udah di Jakarta gue harap lo jangan pernah melihat ke belakang lagi, biarin David pergi dengan tenang..!!" tutur Amanda. Theolla hanya mengangguk di pelukan Amanda.


*****


Theolla Danisha..


Seorang gadis cantik berwajah oriental dan berambut panjang, yang mempunyai pesona bak bidadari khayangan, bagi siapapun kaum adam yang melihatnya pasti akan tertarik padanya. Tapi senyuman manis di wajahnya hilang tiga tahun yang lalu dan berubah menjadi gadis yang introvert untuk menutupi kesedihannya selama ini.


Kecelakaan yang sudah menimpa David, pacar sekaligus cinta pertamanya membuat Theolla menjadi pribadi yang tertutup, cuek dan lebih senang menyendiri selama di Singapura, terutama dari para pria yang mencoba mendekatinya.


Rasa bersalah selama ini selalu mengikutinya kemanapun dia pergi, padahal kecelakaan dan kematian David sudah menjadi suratan takdir dari yang maha kuasa. Tapi Theolla selalu berpikir kepergian David adalah kesalahannya. Andai waktu itu Theolla langsung memaafkan David, mungkin David gak akan senekat itu mengendarai motornya di kala hujan deras, untuk bertemu dengannya. Dan kecelakaan itupun terjadi, David hanya bertahan dua hari di rumah sakit sampai ajal menjemputnya.


David berulang kali meminta maaf dan tetap memilih Theolla dibanding teman sekelasnya itu, tapi dengan keras hati Theolla selalu mengabaikan David, padahal di dalam hatinya Theolla masih menyayangi David sampai kecelakaan itupun harus terjadi.


Untuk menghilangkan kesedihannya Theolla ikut pindah ke Singapura bersama kedua orangtuanya. Tiga tahun sudah berlalu, tapi Theolla masih sama seperti yang dulu yang masih meratapi kesedihannya.


"Jadi selama tiga tahun lo di Singapura satupun cowok bule gak ada yang nyangkut di hati lo gitu ?" pekik Amanda kaget.


Theolla menggeleng lemah "Gak ada yang cocok aja sama hati gue..!!"


"Lo itu cantik, pasti banyak dah cowok-cowok bule yang mau jadi pacar lo?"


"Iya, tapi gue yang gak mau,"


"Gue lagi fokus sekolah aja dulu, kalo gue ngurusin persoalan hati takut yang dulu-dulu ke ulang lagi." lanjut Theolla.


"Ciieeee yang belum move on..!!" ejek Amanda.


Theolla hanya tertawa mendengar ucapan Amanda.


"Gue masih suka produk dalam negeri, makanya selama di Singapura gue gak ada niatan buat pacaran." ucap Theolla yang langsung mendapat kekehan dari Amanda.

__ADS_1


"Mau yang kayak gimana La, nanti gue cariin banyak noh temen-temen gue?? "


Theolla hanya mengangkat bahunya pelan "Entahlah."


"Jadi ini sebabnya lo pulang ke Jakarta mau cari cowok produk dalam negeri ?"


"Salah satunya mungkin." kekeh Theolla.


"Gue suka Lo yang begini, terlahir kembali menjadi Theolla yang baru."


"Loh emang selama ini gue apa?" tanya Theolla.


"Lo jadi gadis cuek dan pendiam kan di Singapura??" tukas Amanda.


"Pasti nyokap nih yang udah banyak cerita ya?"


"Hahaha iya.." Amanda hanya tertawa pelan.


"Lo beneran mau tinggal bareng di sini bareng gue, gak pulang ke Bandung lagi kan ?"


"Iya gue di sini dulu, bokap sama nyokap masih lama pulang ke Bandungnya."


"Gue kan jadinya seneng ada lo di sini kita bisa curhat-curhat kayak dulu lagi," ujar Amanda.


"Pasti mau curhat soal cowok ya, mana nih kenalin donk cowok lo kayak apa sekarang??"


"Yang pasti cakep La, idola di sekolahan jadi ketus Osis juga."


"Gue jadi penasaran pengen cepet -cepet masuk sekolah..!!" tutur Theolla.


.


.


.


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like,Vote dan Koment makasih genks๐Ÿ™๐Ÿ˜

__ADS_1


__ADS_2