
Jupiter masih mematung menatap kearah luar jendela di lantai tertinggi perusahaannya. Menatap langit yang sudah mulai menampakan awan jingga tanda sore sudah tiba. Sepuluh tahun sudah berlalu, Jupiter kini sudah menjelma menjadi seorang pria dewasa memimpin perusahaan PT.Widjaya Grup yang dulu di rintis Andre sang Ayah.
Sempat mengalami penurunan saat perusahaan itu masih beroperasi di Korea. Namun setelah Jupiter memegang alih kendali perusahaan, keadaan berangsur-angsur membaik. Kini perusahaan itu sudah mempunyai anak cabang di mana-mana, menjadi salah satu perusahaan tersohor di Indonesia.
Karena kemunduran usahanya di negeri gingseng Korea, membuat Andre memboyong keluarganya untuk merintis kembali usaha di tanah air. Mengandalkan Jupiter yang kala itu menjadi lulusan terbaik di Universitas Harvard, New York akhirnya perusahaan mampu berkembang secara pesat. Dengan Jupiter menjabat sebagi direktur, sementara sang adik kembar Venus sebagai wakil direktur.
Tok Tok Tok !!!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Jupiter mengalihkan pandangannya. Muncul lah Mario asisten pribadi Jupiter sekaligus sahabatnya semasa kuliah di Jakarta dulu, sebelum akhirnya Jupiter melanjutan S2 dan S3nya di New York.
"Maaf pak jam kantor sudah berakhir, apa ada yang anda perlukan lagi?" Jupiter melihat jam di pergelangan tangannya, dan berjalan menghampiri Mario. Meskipun Jupiter adalah sahabatnya, tapi di lingkungan pekerjaan Mario tetap bersikap propesional dia menghormati Jupiter sebagai atasannya.
"Tidak ada kamu bisa langsung pulang..!!" ucapnya datar.
"Baiklah kalau gitu saya pamit pulang..!!" Mario tersenyum hendak berlalu dari hadapan Jupiter, namun Jupiter tiba-tiba menghentikan langkahnya.
"Temenin gue ngopi yo..!!" pinta Jupiter. Mario yang sudah paham kemana arah pembicaraan Jupiter pun mengangguk mengiyakan. Jupiter pun mengambil jas yang dia sampirkan di kursi, dan mereka keluar beriringan. Di depan ruangannya terlihat Sandra yang sudah berdiri begitu melihat bosnya keluar. Jupiter pun berhenti sejenak menatap sekertarisnya itu.
"Kamu boleh langsung pulang hari ini..!!"
"Baik pak terimakasih," Sandra pun menunduk mempersilahkan bos dan asistennya pergi.
Sesampainya di parkiran, Jupiter melempar kunci mobilnya pada Mario "lo yang bawa mobil..!!"
Mario meringis geli "emang sejak kapan lo yang bawa mobil kalau lagi jalan sama gue?" Mario pun masuk ke kursi kemudi sementara Jupiter memasuki kursi penumpang.
"Gak ikhlas lo??" cebik Jupiter. Dia langsung duduk lalu mengendurkan dasinya yang membuat dia merasa gerah.
"Kalau gue nolak, yang ada nanti gue di pecat lagi." lalu kedua orang itupun tergelak. Begitulah persahabatan mereka yang sudah terjalin selama bertahun-tahun, meskipun sempat berpisah saat Jupiter melanjutkan studinya di luar negeri. Tapi saat Jupiter kembali ke Indonesia, dan merintis usaha Ayahnya dia memilih Mario yang menemaninya saat dia mulai berjuang dari nol.
*****
"Papiihhhh....!!" teriakan menggema diseluruh penjuru ruangan ketika seorang anak kecil berusia sekitar 5 tahun menghambur ke pelukan Venus. Dengan antusias Venus pun langsung meraih gadis kecil itu kepelukannya.
__ADS_1
"Dimana mamihmu sayang?" Venus mengedarkan pandangannya mencari-cari keberadaan Amanda yang sudah di nikahinya 6 tahun yang lalu. Dan muncul lah sosok wanita yang sudah menemani hari-harinya kurang lebih selama 13 tahun ini.
"Kamu udah pulang yank?" Amanda pun langsung menghampiri Venus dan mencium punggung tangan yang kini sudah menjadi suaminya, mengambil tas kerja dan juga jas di tangan Venus.
"Ara papihmu baru pulang kerja sinii sama mamih dulu..!!" gadis kecil yang cantik dan lucu itu langsung menggelengkan kepalanya dan mengerucutkan bibirnya.
"Gak mau Ara maunya sama papih, Ara kangen sama papih seharian ini papih gak telpon Ara." gadis kecil itu mencebikkan bibirnya dan memeluk leher Venus dengan erat. Membuat Amanda geleng-geleng kepala melihat tingkah putri sulungnya.
Adara Fidelya Wijaya adalah putri pertama dari Venus dan Amanda yang kini sudah menginjak usia 5 tahun, gadis kecil berambut ikal tersebut kini sudah duduk di bangku taman kanak-kanak.
Amanda menikmati perannya menjadi seorang ibu rumah tangga mengurus anak dan juga suaminya. Terkadang dia ikut terjun mengurusi butik yang di kelola Rianti sang ibu mertua. Tapi semenjak kehamilan anak keduanya, Amanda tidak di perbolehkan terlibat dalam urusan butik di karenakan kandungan Amanda lemah.
"Maafin papih ya sayang, seharian ini papiih sibuk di kantor banyak kerjaan." Venus pun membelai lembut rambut putri kecilnya. Dia pun mendudukan diri di sofa ruang keluarga di ikuti Amanda dari belakang.
"Ara kesepian pih, adek bayinya gak keluar-keluar lama banget..!!" Ara merenggut seolah-olah tidak di belikan es krim oleh orangtuanya.
"Ara sayang...mamih kan udah bilang sabar nunggu beberapa bulan lagi ya baru adek bayinya keluar..!!" berkali-kali Amanda memberi pengertian pada Ara, namun namanya anak kecil mana dia mengerti.
"Sayang kalau kamu kesepian kamu bisa main sama mamih sama mbak Lala juga," tutur Venus.
"Anakmu yank....!!" bisik Venus di telinga Amanda.
"Anakmu juga," Amanda tidak segan-segan mencubit pinggang Venus. Membuat Venus meringis kesakitan.
"Ihhh mamih sama papih kok malah bisik-bisikan sih?" suara cemprengnya memekakan telinga Venus dan Amanda.
"Gimana sekolahmu tadi pagi sayang?" Venus mencoba mengalihkan pembicaraannya.
"Sekolahku baik pih, Ara udah pinter menggambar sekarang, papih harus lihat hasilnya..!!" Ara bercerita dengan antusias membuat kedua bola matanya bersinar memancarkan kebahagiaan.
"Benarkah..? coba papih lihat hasil gambarnya?"
"Tunggu ya pih Ara ambil dulu..!!" lalu gadis kecil itupun berlari menuju kamarnya di lantai atas.
__ADS_1
"Hati-hati sayang jangan berlarian seperti itu..!!" Amanda memperingati Ara yang sedang menaiki tangga, di ikuti Lala babysiter yang membantu Amanda mengurusi Ara dari masih bayi.
"Gimana kerjaan kamu hari ini yank?"
"Kerjaan di kantor lagi lumayan banyak yank, aku lagi ngurusin proyek yang di Makassar,"
"Makassar yank..Jauh banget nanti kamu harus bolak balik kesana donk.?"
"Gak juga, aku bisa wakilin ke asisten ku untuk terjun ke lapangan." ucap Venus menenangkan, kini dirinya fokus menatap perut Amanda yang sudah terlihat buncit karena kehamilan anak kedua mereka. Venus mengelus-elus perut Amanda dan tak henti menciumi nya.
"Haii jagoan papih..hari ini dia rewel gak yank? tanya Venus menghentikan pergerakan tangan nya di perut Amanda.
"Nggak papih hari ini aku gak rewel di perut mamih, semua makanan yang masuk aku telan semua gak ada yang di keluarin,"ucap Amanda dengan gaya bicaranya meniru anak kecil.
"Bagus kalau gitu, semoga kedepannya terus seperti ini yank..!!"
"Oh iya yank tadi Ayah Andre telepon, dia mengundang kita untuk makan malam di akhir pekan nanti."
"Oh yaa...ada acara apa katanya?"
"Kurang tahu yank...tapi ayah bilang bunda sama papah Leo juga di undang," jadi sebelum Venus dan Amanda menikah, bunda Rianti terlebih dahulu menikah bersama dengan seorang dokter spesialis bedah di rumah sakit miliknya sendiri. Rianti menerima Leo karena ternyata Leo adalah temannya semasa SMA.
"Jupiter di undang juga?"
"Pasti yank ..!!" percakapan mereka terhenti ketika Ara datang menghampiri mereka berdua.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Haii gaess aku balik lagee, minta dukungan nya ya lewat like,vote dan koment makasihh🙏🙏