Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Undangan


__ADS_3

Jupiter berdiri mematung menatap keluar jendela besar di dalam ruangannya. Dia meremas kertas undangan yang berada di tangan kanannya. Sudah berulang kali dia membaca isi dari undangan itu, namun isinya tetap sama Theolla akan menikah dengan Raka dan itu hanya tinggal tiga hari lagi.


Puk !!


Jupiter membuang undangan itu ke dalam tempat sampah yang berada di sudut ruangannya. Dia lalu mendudukan dirinya dan bersender pada punggung sofa, satu tangannya memijit pelipisnya yang terasa sangat pusing. Jupiter memang harus menerima resiko ini, salah dirinya sendiri mengejar wanita yang sudah akan menikah. Sehingga saat ini tiba dia akan kembali terluka kehilangan Theolla untuk kedua kalinya.


Ceklek!!


Pintu ruangannya terbuka, masuklah Venus dan langsung berjalan menghampiri Jupiter. Venus tahu saat ini Jupiter tengah membutuhkan dirinya, seharusnya tadi Venus tidak perlu memberikan undangan itu pada Jupiter, sehingga dia tidak seterpuruk itu.


"Lo baik-baik aja brother?"


"Hmmm.."


"Sudahlah gue tahu lo sedang tidak baik-baik saja."


Jupiter memandang malas kembarannya yang duduk begitu santai "udah tahu pake nanya bang*ke lo!!"


"Hahaha.....harusnya undangan itu gak gue kasih ke lo, sorry ya lupa."


"DIEM lo..!!"


"Istri sama anak gue udah berangkat ke Surabaya tadi pagi."


"Gak nanya gue!!" ucap Jupiter ketus.


Venus mendelik kesal melihat Jupiter yang marah-marah tidak jelas, sepertinya moodnya Jupiter sedang tidak baik hari ini, ditambah Jupiter kemarin kehilangan sebuah proyek besar.


"Kita berangkat bareng aja ke Surabaya besok lusa ya?"


"Lo aja sendiri....gue gak akan datang!!"


"Jangan gitu....Theolla pasti berharap lo hadir di pernikahannya, ya kali aja di sana lo ketemu cewek cantik...Iya gak?" goda Venus dengan menaik turun kan alisnya.


Jupiter berdecak kesal mendengar penuturan Venus "Pergi lo!!!"


Venus hanya tertawa melihat kemarahan Jupiter.


Ceklek!!!


"Permisi pak ada yang ingin bertemu dengan bapak." ucap Sandra.


"Siapa San?"


"Bu Clara.."


"Apa lagi ini..." Jupiter memijit keningnya mendengar kedatangan Clara.


"Suruh dia masuk!!"


Sandra lalu keluar dari ruangan Jupiter, dan setelah itu munculah sosok yang selama ini Jupiter hindari.


"Haiii....!!" Clara masuk dengan tersenyum senang.


"Siapa lagi tuh?" bisik Venus pada Jupiter.


"Temen gue."


"Oh....Lumayan lah bisa lo bawa ke pesta pernikahan Theolla nanti."

__ADS_1


"Diem lo!!"


"Duduk Ra!!" Clara menghampiri Jupiter dan duduk di sofa yang berbeda dengan Venus dan Jupiter.


"Ini kembaran kamu Jupiter?"


Jupiter hanya mengangguk membenarkan.


"Hai gue Venus."


"Clara." Venus dan Clara lalu saling berjabat tangan.


"Ya sudah kalian ngobrol saja dulu, gue tinggal ke ruangan gue dulu." Venus lalu beranjak dari duduknya meninggalkan Jupiter dan Clara berdua.


"Sehabis pulang dari Bali kenapa kamu menghindar dari ku?" tanya Clara to the point.


"Aku sibuk Ra...kedatangan kau kesini hanya mengganggu kerjaku saja."


"Setelah kamu meninggalkanku sendiri di Bali...kamu juga mengacuhkan aku, apa itu sikap seorang teman yang baik."


"Kalau kamu kesini hanya untuk berdebat denganku, lebih baik kamu pergi saja Ra...masalahku sudah banyak tolong jangan kau tambah-tambahin beban pikiranku."


"Jadi aku ganggu kamu?"


"Tentu saja...bersikaplah sewajarnya jika masih mau bertemu denganku."


Clara terdiam mendengar ucapan Jupiter, sepertinya kali ini dia datang di waktu yang kurang tepat. Jupiter nampak emosional dan tidak biasanya berbicara seperti itu.


"Jika kamu ada masalah kamu bisa cerita sama aku Jupiter."


"Gak perlu Ra...masalahku tidak untuk di umbar ke orang lain, aku bisa mengatasinya sendiri."


"Baiklah aku memang gak pernah kamu anggap selama ini, aku hanya mencintai kamu dengan tulus apa itu salah? aku ingin menjadi orang yang selalu ada di sisimu disaat suka ataupun duka, apa kamu tidak bisa membuka sedikitpun hati kamu untuk aku? apa kamu tidak bisa sedikiiiit saja melihat keberadaanku? kenapa wanita yang sudah mau menikah itu begitu berarti di hidup kamu, sementara aku yang mencintai kamu dari dulu kau abaikan...."


Clara langsung terisak mendengar bentakan Jupiter.


"Sadar diri Clara cinta itu tidak bisa di paksakan, terserah kau mau anggap aku ini kejam atau apa tapi mau sampai kapan pun aku gak bisa nerima kamu, aku hanya anggap kamu teman....maaf Ra!!"


"Baiklah jika begitu....jika kamu merasa kehadiranku ini mengganggu mulai detik ini aku gak akan muncul lagi di hadapan kamu...permisi aku pulang dulu!!" Clara beranjak dari duduknya dan keluar dari ruangan Jupiter.


Jupiter menghela nafasnya, sebenarnya dia tidak ingin menyakiti Clara. Tapi dia harus bertindak tegas, agar Clara tidak terus-terusan mengharapkannya. Dan tentu saja masalah dia sudah banyak, kedatangan Clara yang suka mengganggunya hanya menambah masalah baru bagi dirinya.


****


Clara keluar dari ruangan Jupiter dengan menangis terisak, dia tidak peduli dengan tatapan semua orang yang menatapnya heran. Di lorong menuju lift Clara berpapasan dengan Mario yang akan ke ruangan Jupiter.


"Clara kau kenapa menangis??"


Clara semakin terisak ketika Mario menghentikan langkahnya. Dia langsung menghambur ke pelukan Mario, tentu saja Mario kaget dengan Clara yang tiba-tiba memeluknya.


"Heii lo kenapa??"


"Jupiter....dia jahat sama gue." ucapnya masih dengan terisak, dia nangis sesegukan di dada Mario. Sementara Mario hanya bisa menepuk punggung Clara untuk menenangkannya.


"Sudah-sudah gak enak di lihat orang....di kira gue lagi yang udah bikin lo nangis." Seketika Clara melepas pelukannya, dia terbelalak melihat siapa orang yang asal di peluknya itu.


"Elloo??" pekik Clara kaget.


"Kenapa lo?barusan nangis sekarang malah kaget gitu?"

__ADS_1


"Ngapain lo peluk-peluk gue?"


"Idiiiihhh....yang nyosor duluan kan lo, maen peluk-peluk gue!!"


Clara merona menyadari kesalahannya, dengan langkah terburu-buru dia pergi meninggalkan Mario yang bengong karena keheranan.


"Dasarr cewek aneh!!!" Mario lalu melanjutkan kembali langkahnya menuju ruangan Jupiter.


****


Dimas mengemudikan mobilnya membelah jalanan ibukota. Cewek cantik di sebelahnya tersenyum hangat menatap sang kekasih.


"Sayang?"


"Hum.."


"Lusa aku ke Surabaya ya, mau anterin kakak sepupuku."


"Loh...kamu dapet undangan dari Theolla gak?"


"Ya dapet....maka dari itu sekalian kondangan ke mbak Theolla, aku anterin kak Jeni juga kan sama-sama di Surabaya syukur-syukur kalau lokasinya deket...gak papa kan aku berangakat duluan."


Dimas tersenyum dan mengangguk "Iya sayang...nanti aku nyusul bareng Venus."


"Mas Jupiter gak ikut?"


"Gak tahu juga...Jupiter bisa kuat apa gak lihat Theolla nikah."


"Kasian sekali ya nasibnya, padahal mereka pasangan yang serasi loh."


"Bukan jodoh yank.."


"Iya sekuat apapun kita berusaha kalau gak berjodoh mau gimana lagi."


Dimas mengenggam erat tangan Kanaya "Kalau kita gimana yank?"


"Gimana apanya mas?"


"Habis Theolla nikah kita nyusul yuk ke KUA?"


Kanaya mencubit lengan Dimas dengan keras "Ihhhh apasih....baru juga pacaran."


"Jangan lama-lama pacaran yank nanti nimbun banyak dosa, pacarannya nanti aja setelah menikah kan enak dan halal tuh." kekeh Dimas.


"Dasarr kamu ini maunya yang enak-enak?"


"Emang kamu nggak pengen?" goda Dimas.


"Ihhhh Mesum....sana nyetir yang bener!!"


Kanaya lalu membuang mukanya kearah jendela, menghindari tatapan Dimas yang terus menggodanya.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment makasih🙏😍


__ADS_2