
Senja yang memerah dari ufuk barat sudah menghilang dibalik peraduannya. Kini sudah berganti langit malam di temani bulan dan bintang. Para pencari nafkah sudah meninggalkan gedung-gedung perkantoran tinggi, menuju tempat yang nyaman untuk mengistirahatkan tenaga dan pikiran, yang seharian berkutat dengan lembar-lembar kehidupan.
Di suatu rumah tampak Jupiter tengah berdiri di atas pagar balkon kamarnya. Memandang ke arah langit yang cerah bertaburan bintang. Pikirannya jauh entah kemana, mengingat satu wanita yang kini hadir di pelupuk matanya.
Jupiter merogoh ponsel pintarnya dari saku celana, dia tersenyum tatkala di lihatnya nomor Theolla tertera di sana.
🌲Jupiter
"Haii malem la.."
Pesan pun terkirim terlihat ceklis dua menandakan pesan whatsapp nya sudah masuk. Butuh waktu beberapa saat Theolla membalaskan pesannya.
🌹Theolla
"Siapa ya..?"
🌲Jupiter
"Ini aku yang tadi nganterin kamu pulang,"
🌹Theolla
"Oh Venus...nyariin Manda ya?"
🌲Jupiter
"Nggak la, aku nyariin kamu kok"😁
🌹Theolla
"Hmmmm..................!!"
🌲Jupiter
"Kok cuma hmmmm??"
Satu menit,dua menit sampai lima menit tak kunjung ada balasan lagi, padahal di situ jelas-jelas Theolla masih online.
🌲Jupiter
"Kenapa gak di bales lagi la?"
Jupiter mengacak rambutnya frustasi, dia lalu melakukan panggilan keluar mencoba menghubungi Theolla. Akhirnya panggilan Jupiter terhubung dengan Theolla.
"Kenapa lagi Venus? " sahut suara di sebrang sana.
"Cuma pengen denger suara kamu aja, gak boleh emang?" ungkap Jupiter.
"Salah sambung Ven, gue ini Theolla bukan Manda," ketus Theolla, belum sempat Jupiter menjawab sambungannya sudah di matikan secara sepihak.
"Aaaarrrgghhhh..!!!" teriaknya frustasi.
__ADS_1
"Giliran gue suka sama cewek, susah banget lagi di deketin nya," Jupiter lalu melempar ponselnya ke sembarangan tempat di atas kasur, dia pun merebahkan tubuhnya di sana menatap kosong langit-langit kamarnya.
Jadi kayak gini rasanya suka sama seorang wanita, selama ini gue selalu menutup mata dan hati dari yang namanya wanita, gue selalu beranggapan cinta dan wanita itu hanya bikin ribet, tapi kali ini dalam diri Theolla gue bisa merasakan yang namanya cinta. Dan gue harus perjuangin apa yang seharusnya gue dapetin.
*****
Keesokan harinya Jupiter tiba lebih awal di sekolah, saat memasuki kelasnya hanya Dimas yang saat itu sudah tiba bersama beberapa siswa lain nya. Jupiter langsung mendudukan dirinya tepat di sebelah Dimas yang kala itu sedang ngobrol bersama Radit.
"Emang beneran lo kata Dimas pengen masuk tim sepakbola :? " tanya Radit to the point.
Jupiter tersenyum dan menganggukan kepalanya "Iya masih bisa gak ya?"
"Lo biasanya maen di posisi apa ?"
"Striker, winger bisa gue, gelandang tengah juga bisa mau lo suruh jadi kiper pun bisa gue,"
Radit dan Dimas berdecak kagum "Waah gak nyangka gue ternyata lo pemain serba bisa ya.. !!" puji Dimas.
"Gue pikir selama ini lo cuma bisa basket doang," tambah Radit. Jupiter hanya tersenyum menanggapi.
"Ya udah gini aja lo temuin coach Danu dulu, soalnya kita lagi kurang striker ada satu pemain yang lagi cidera mungkin nanti elo bisa jadi cadangan dulu,"
Jupiter menganggukan kepalanya "Oh ya udah thanks ya dit..!!" percakapan mereka terhenti ketika Rendi datang di ikuti Amanda dan Raisa.
"Dimas kita di tunggu coach Anwar di lapangan untuk melaksanakan briefing terlebih dahulu," seru Rendi.
"Oh iya hari ini tim basket lo tanding melawan SMA Patriot ya!" tanya Radit.
"Manda kamu ikut ke SMA patriot juga ya ?" tanya Jupiter yang langsung mendudukan dirinya tepat di hadapan Amanda.
"Iya lah kita kan ikut bareng tim basket kemana pun dia tanding buat jadi pemandu sorak " jawab Raisa.
"Gue nanya sama Manda bukan elo sa,"
Raisa mencebikkan bibirnya kesal "Manda lagi kesel ma elo jadi biar gue aja yang jawab."
"Bener begitu ??" Jupiter menatap Amanda mencari kebenaran namun Amanda memalingkan mukanya menghindari tatapan Jupiter.
"Kalo emang kamu marah gara-gara aku keluar dari basket aku minta maaf untuk yang kesekian kalinya." Jupiter masih menatap Amanda penuh penyesalan.
"Tahu gak Manda itu masuk tim cheerleaders gara-gara elo di basket, tapi sekarang elo malah keluar dari basket." ucap Raisa.
"Udah yuk sa..kita kumpul sama yang lain nya..!!" ajak Amanda dia pun membawa barang-barang yang sekiranya di perlukan. Raisa dan Amanda pun berjalan melewati Jupiter.
"Mandaaa...!!" teriak Jupiter. Mendengar namanya di sebut Amanda menoleh dengan malas.
"Hati-hati ya..!!" Amanda hanya mengangguk dan melanjutkan kembali langkahnya di ikuti Raisa.
"Ya udah yuk kita temuin coach Danu..!!" Radit mengagetkan Jupiter yang tengah memandang bayangan Amanda yang sudah semakin menjauh.
*****
__ADS_1
Setelah menemui coach Danu , Jupiter mengungkapkan niatnya masuk tim sepakbola SMA Merah Putih. Coach Danu pun melaksanakan serangkaian seleksi untuk mengetest calon anak didiknya. Karena setahu dia, Venus itu pemain basket jadi dia masih meragukan kemampuan Jupiter yang di kiranya Venus itu.
Setelah melakukan berbagai tes, Jupiter pun lolos seleksi dan sekarang masuk dalam bagian tim sepakbola.
"Venus besok tim football kita akan melawan SMA Budi Dharma di sekolah kita, jadi kita yang bertindak sebagai tuan rumah. Untuk sementara kamu saya cadangkan dulu ya." ujar coach Danu.
"Baik coach..!!" selesai melaksanakan seleksi Jupiter pun ikut serta pemain yang lainnya untuk latihan di lapangan sepakbola SMA Merah Putih.
Selesai melaksanakan latihan Jupiter dan Radit kembali ke kelasnya, nampak anak-anak yang tidak turut serta dalam perlombaan sedang mengerjakan tugas yang di berikan guru mata pelajaran Fisika. Jupiter berjalan mendekati meja Theolla yang duduk seorang diri karena Amanda masih ikut tanding dengan tim basket dan belum kembali ke kelas.
Jupiter pun mendudukan dirinya di sebelah Theolla "Ngerjain tugas apa la ? " tanya Jupiter.
Theolla pun menoleh dan memperlihatkan nya sama Jupiter "Oh fisika..!!" Theolla masih sibuk dengan lembar tugas di depannya tanpa memperdulikan kehadiran Jupiter.
"Susah ya la, sini coba aku lihat?" Jupiter mengambil paksa buku tugas Theolla yang langsung mendapat pelototan tajam darinya.
"Elo kerjain punya lo aja, punya gue sinii biar gue yang kerjain..!!" Theolla merebut kembali bukunya.
"Kita kerjain sama-sama ya la biar cepet," Theolla hanya bisa pasrah ketika Jupiter mulai menulis satu persatu rumus fisika di bukunya. Yang menurut Theolla rumus-rumus itu sungguh membuat kepalanya pusing. Fisika merupakan pelajaran yang tidak di sukai Theolla selain matematika. Theolla hanya memperhatikan Jupiter dari samping yang tengah serius dengan tugas fisikanya.
"Biasa aja ngeliatinnya, baru sadar ya kalo aku ini ganteng..!!" ucap Jupiter tersenyum sambil matanya tetap fokus pada buku di depannya.
Theolla hanya mendengus kesal "Huhh pede banget sih lo..!!"
"Selesai...!!" ucap Jupiter kemudian menyerahkan kembali bukunya pada Theolla.
"HAHH...!! " Theolla terlonjak kaget ketika di lihatnya soal-soal yang tadi teramat sulit baginya, bisa dengan cepat di selesaikan cowok yang sedang duduk di sebelahnya ini.
"Bener gak nih, jangan-jangan lo asal-asalan lagi ngerjainnya!" Theolla masih tak percaya dan mengecek ulang pekerjaan Jupiter.
"Soal kayak gitu mah kecil la, gue bisa selesein yang lebih susah dari itu," Jupiter berujar dengan percaya dirinya, membuat Theolla mencebik kesal.
"Gue baru tahu ada orang se-PEDE elo di sini,"
"Percaya diri itu bagus la, dari pada kita minder iya gak?" ucapnya sambil tersenyum lebar dan menaik turun kan alisnya menggoda Theolla.
"Ke kantin yuk, aku haus nih tadi abis latihan bola."ajak Jupiter. Theolla pun segera membereskan buku-buku di mejanya.
"Ya udah yuk..gue juga laper..!!"
.
.
.
.
.
* Jangan Lupa Tinggalkan Jejak dengan Like,Vote dan Koment ya gaees makasiihh🙏🙏
__ADS_1