Twins Boy

Twins Boy
Season 2- Undangan pak Chandra


__ADS_3

Matahari pagi mulai menyembul dari balik peraduannya, sinarnya menyinari penduduk bumi menghangatkan suasana. Suara burung bersiul mendendangkan irama merdu yang menarik hati. Para pencari rupiah mulai menyongsong hari panjang untuk menjemput rejeki.


Jupiter menapakkan kakinya kembali di kantor pusat PT Widjaya Grup, setelah satu minggu dia berada di Surabaya. Para karyawan yang melihatnya langsung memberi hormat dan menyapa melihat direktur mereka kembali. Mario dengan setia menemani Jupiter hingga keruangannya.


Jupiter langsung mendudukan diri di kursi kepemimpinannya. Dia membuka beberapa berkas yang akan di pelajarinya. Setelah menjelaskan agenda Jupiter hari ini Mario pamit kembali ke ruangannya.


Ceklek!!


Pintu terbuka masuklah Sandra mengantarkan segelas kopi keruangannya.


"Silahkan di nikmati kopinya pak..!!"


"Makasih San....tolong panggilkan Venus ya suruh dia keruangan saya!!"


"Baik pak.!!"


Setelah Sandra keluar, Jupiter kembali fokus dengan pekerjaan yang sempat dia tinggal ke Surabaya. Berhubung agendanya hari ini cukup padat, Jupiter tidak ingin waktunya terbuang sedikit pun.


Setengah jam kemudian Venus datang memasuki ruangan Jupiter, dia langsung menyandarkan punggungnya di sebuah sofa.


"Kapan balik dari Surabaya?"


"Kemarin siang baru nyampe, gimana lo udah ketemu sama tim perwakilan dari Bangkok?" tanya Jupiter


"Sudah... semua berjalan dengan lancar, lo gak perlu khawatir." ucap Venus.


"Dimas bagaimana?"


"Beres dia bisa cepat menyesuaikan dengan pekerjaan barunya, meskipun hatinya sedang dilema."


"Dilema??urusan cewek lagi?"


"Yah ..dia belum berhasil menemukan cewek di Kedai kopinya."


"Kemana tuh cewek?"


"Mana gue tahu.." Venus hanya mengangkat bahunya.


"Oh iya...weekend ini ayah nyuruh lo buat menghadiri acara dinner bareng keluarga pak Chandra." tutur Venus lagi.


"Gue?"


Venus menganggukan kepalanya.


"Kenapa harus gue?elo aja sana yang berangkat!!"


"Kan elo yang lagi nanganin proyek hotelnya pak Chandra, lo kan single sekalian mungkin nanti di kenalin sama anak gadisnya, gue denger-denger ya anak gadisnya pak Chandra ada yang baru pulang dari Inggris."


"Maksud lo ayah mau jodoh-jodohin gue lagi??"

__ADS_1


"Sekalian mungkin...kali aja lo cocok, gue denger sih dia punya dua anak gadis tapi yang satu hanya anak tirinya."


"Ogah gue...kalau ujung-ujungnya menjurus kesitu."


"Saran gue sih lo ikutin maunya ayah...secara lo lagi pegang proyek besar punya pak Chandra."


"Brissikk lo!!!sana-sana keluar dari ruangan gue."


Venus tertawa lebar melihat raut wajah Jupiter yang mulai kesal. Setelah Venus keluar dari ruangannya, Jupiter kembali melanjutkan pekerjaannya.


*****


"Ayah harap kamu mau datang penuhi undangan makan malam dari keluarga pak Chandra, kamu kan lagi pegang proyek besar punya dia."


"Ayah tidak bermaksud untuk menjodohkan kamu dengan salah satu putrinya, tapi jika ada yang cocok apa salahnya kamu memilih salah satu dari mereka, toh pak Chandra orang baik kita harusnya bersyukur dia mau menjalin kerjasama dengan kita."


"Syukur-syukur kalau kamu bisa berjodoh dengan salah satu anaknya, ayah pasti seneng banget....ayah dan bundamu kepengen lihat kamu cepet-cepet menikah nak."


Jupiter berkali-kali mengacak rambutnya frustasi, kata-kata Andre tadi siang terus saja menghantui pikirannya. Tepat makan siang tadi Andre menemui Jupiter di ruangannya.


Karena tidak fokus dengan pekerjaannya, Jupiter memilih keluar kantor lebih cepat. Disinilah Jupiter berada di kedai kopi langganannya, Mario memicingkan sebelah matanya melihat Jupiter yang nampak gelisah dari tadi.


"Gak usah lo ambil pusing....lo cuma tinggal milih salah satu dari anaknya pak Chandra, kakaknya lulusan dari Amerika adiknya lulusan dari Inggris beeuhhh masa depan cerah tuh, belum lagi bokapnya pemilik hotel bintang lima yang menyebar di seluruh Indonesia apalagi coba yang lo takutin." ucap Mario antusias.


"Siaall....sana lo saja yang milih salah satu dari mereka."


"Aseeemm lo..!!" berkali-kali Jupiter merutuk Mario yang terus saja memanas-manasinya. Bukannya memberi jalan keluar, Mario malah menyetujui saran dari ayahnya Jupiter.


"Lo nunggu apalagi sih bro??nungguin Theolla nikah terus jadi janda baru lo mau nikah gitu sama Theolla??"


"Diem lo bang*sat!!"


"Hahahaha..." Mario semakin senang mengolok-ngolok Jupiter yang sudah kebakaran jenggot.


"Setidaknya gue harus pastiin dulu Theolla bahagia dengan pernikahannya, baru gue mulai memikirkan diri gue sendiri." ucap Jupiter tegas.


"Lo tahu sendiri kan gimana br*ngseknya calon suami Theolla? gue masih berharap gue bisa bersatu kembali dengan dia, makanya sebelum Theolla menikah gue gak mau menjanjikan suatu hubungan dengan cewek manapun."


"Okelah terserah lo...yang pasti gue cuma minta sama lo jangan terlalu berharap banyak sama Theolla, gue takut nanti lo akan terluka." nasehat Mario.


Obrolan mereka berdua terhenti ketika Dimas datang dan ikut bergabung dengan Jupiter dan Mario.


"Lesu amat lo." ucap Jupiter.


"Cape gue..!!"


"Cape mikirin Kanaya ya...heran gue sama kalian berdua yang di pikirin tuh cewek mulu, yang satu ceweknya mau nikah sama cowok lain dan yang satunya lagi ceweknya kaboorr entah kemana...haha!!" ucap Mario tertawa lebar.


"Dasarr cowok gak punya hati lo..!!" sentak Dimas.

__ADS_1


"Jadi budak cinta tahu rasa lo ntar!!" sambung Jupiter.


"Apa tuh budak cinta??sorry ya gue gak kenal sama yang begituan...anti coyy!!" elak Mario.


"Belagu dia!!" Dimas melayangkan tinjunya pada lengan Mario.


"Memang lo belum mengetahui keberadaan Kanaya Dim??" tanya Jupiter.


"Belum...tapi gue pernah melihat orang yang mirip dengan Kanaya di hotel ChandraKirana."


"Maksud lo dia pengunjung sana?" tanya Mario.


"Bukan dia anak pemilik hotel."


Jupiter dan Mario saling berpandangan mendengar ucapan Dimas.


"Kenapa??ada yang salah dengan ucapan gue?"


"Kaga Dim...kebetulan weekend ini Jupiter di undang makan malam sama keluarga pak Chandra."


"Lo kenal sama pak Chandra yang pemilik hotel bintang lima itu?"


"Gue lagi pegang proyek dia di Bali Dim."


"Oh...terus?"


"Ya kan kata lo...anak dari pemilik hotel itu mirip sama Kanaya, kebetulan weekend ini Jupiter akan di kenalkan dengan salah satu putrinya, di jodohin gitu..!!" jelas Mario.


"Serius bro?"


Jupiter menganggukan kepalanya "jika memang salah satu anak pak Chandra orang yang kita kenal, itu akan menjadi petunjuk buat lo."


"Tapi apa mungkin Kanaya yang kita kenal pelayan kedai kopi berubah menjadi seorang Cinderella anak pemilik hotel?" ucap Mario.


"Gak ada yang gak mungkin di dunia ini....lo tenang aja Dim gue akan cari tahu siapa anak pak Chandra yang mirip sama Kanaya yang lo cari." tutur Jupiter.


"Thanks ya bro...!!"


Dimas merasa lega karena rasa penasarannya akan segera terobati.


.


.


.


NB : untuk satu minggu kedepan slow update ya...banyak saudara yang lagi hajatan jadinya sibuk wara-wiri kesana kemari.πŸ˜‚πŸ˜‚


Jangan lupa tinggalkan jejak dengan like, vote dan koment...makasiih semua yang sudah berkenan untuk mampirπŸ™ peluk cium dan sayang dari author abal-abal ini😘😘

__ADS_1


__ADS_2