
Menjelang sore Jupiter dan Theolla baru tiba di rumah Andre ayahnya Jupiter. Niat hati berangkat siang hari, tapi karena Theolla yang tertidur pulas di ruangan pribadinya membuat Jupiter tidak tega membangunkan Theolla.
Andre dan Anna tersenyum menyambut kedatangan Jupiter yang membawa seorang wanita. Ini kali pertama Andre melihat anaknya datang bersama wanita, Jupiter memeluk Ayahnya terlebih dahulu, lalu Anna bergantian. Sementara Theolla hanya mencium tangan kedua calon mertuanya.
"Ayo mari silahkan masuk !!" Anna dengan ramah mempersilahkan Theolla dan Jupiter masuk.
"Apa kabar kamu nak?"
"Baik yah.."
"Sudah lama tidak pulang kesini sekalinya pulang langsung bawa wanita...apa dia calon menantuku?" goda Andre.
Jupiter hanya tersenyum lebar menanggapi ucapan Andre.
"Dia Theolla yah, tante."
"Oh jadi ini yang namanya Theolla, Ayah udah sering denger nama kamu tapi baru kali ini bisa ketemu langsung."
"Kamu memang tidak salah pilih, pantas saja selama ini bertahan dengan satu wanita, ternyata Theolla cantik banget....iya kan Yah?"
Anna meminta persetujuan pada Andre, dan Andre hanya mengangguk mengiyakan. Sementara Theolla tersipu malu di puji seperti itu oleh calon mertuanya.
"Om dan tante terlalu berlebihan memuji saya."
"Memang begitu kenyataannya nak, Jupiter selama ini sudah kita kenalin dengan banyak wanita cantik tapi selalu menolak, ternyata ada yang lebih cantik toh." ujar Andre.
"Benar Theolla, Jupiter itu hanya setia sama satu nama yaitu kamu, meskipun kalian pernah terpisah lama tapi kalau sudah berjodoh pasti akan bertemu lagi." Anna turut menambahkan. Karena Andre dan Anna sedikitnya sudah tahu mengenai masalalu Jupiter dan Theolla. Meskipun di masalalu mereka tidak pernah bertemu dengan Theolla, karena waktu itu mereka masih tinggal di luar negeri.
"Ayah sama tante bisa aja."
"Jadi kalian sudah lama bertemu kembali?"
"Baru beberapa bulan ini, kebetulan kita lagi terlibat dalam sebuah proyek yah."
"Maksudnya Theolla rekan bisnis kamu?"
"Iya dia arsitek yang menangani beberapa proyek kita yah, perusahaan arsitektur milik papahnya Theolla bekerjasama dengan perusahaan kita." ucap Jupiter menjelaskan.
"Wah hebat kamu sayang, sudah cantik ternyata seorang arsitek pula." puji Anna, dia mengelus tangan Theolla yang duduk di sampingnya.
"Makasih tante."
"Jadi sebenarnya kedatangan aku kesini ingin menyampaikan niat kami untuk berhubungan ke jenjang yang lebih serius, aku minta restu dari ayah sama tante."
"Dengan senang hati nak, kami pasti merestui kalian berdua ini yang ayah tunggu-tunggu dari dulu kamu membawa calon istri kamu, lebih cepat lebih baik jadi kapan nih ayah akan melamar Theolla untuk kamu." ucap Andre antusias.
"Sabar yah..nunggu Theolla pulang ke Surabaya, baru kita melamar secara resmi."
"Jadi selama ini kamu tinggal di Surabaya sayang?"
"Iya tante."
"Ya sudah kita berdua pasti datang ke Surabaya untuk melamar Theolla, kamu kasih tahu saja kapan waktu yang tepat."
"Baik yah...kemana Alea? kok gak kelihatan dari tadi?"
__ADS_1
"Anak itu pasti ada di kamarnya, kakaknya dateng bukannya keluar malah asyik sendiri di kamar." gerutu Anna.
"Sudah tante...mungkin Alea sedang belajar."
"Sebentar ya tante panggilin dulu..!!"
Tidak lama gadis remaja berkuncir kuda itu datang bersama Anna, dia tersenyum melihat kakaknya datang bersama seorang wanita.
"Apa kabar Al?" Jupiter membawa gadis itu kedalam pelukannya.
"Baik kak"
"Dia adik aku namanya Alea." ucap Jupiter pada Theolla.
"Ini kak Theolla calon istrinya kakak Al"
"Hai Alea..."
"Hai juga kak..." kedua wanita beda generasi itu saling berjabat tangan dan berpelukan.
"Waktu Alea lahir Jupiter udah kelas satu SMA , makanya perbedaan umur mereka jauh." ucap Anna.
"Oh ini adek kecil yang suka kamu ceritain waktu kita SMA?"
Jupiter mengangguk mengiyakan.
"Udah gede ya...kelas berapa sekarang?" tanya Theolla pada Alea.
"Kelas delapan kak."
Selanjutnya obrolan mereka terus berlanjut, menjelang magrib Jupiter dan Theolla pamit untuk mengunjungi rumah bunda Rianti.
Bunda Rianti begitu bahagia melihat kedatangan Jupiter dan Theolla kerumahnya. Apalagi Theolla bertahun-tahun mereka tidak berjumpa, membuat Rianti antusias menyambut kedatangan mereka berdua.
"Bunda gak nyangka setelah kepergian kamu ke Singapura, ini kali pertama kita bertemu lagi." Rianti begitu senang dia menggenggam erat tangan Theolla.
"Iya bunda apa kabarnya? makin cantik aja nih sekarang?"
"Bunda makin tua sayang cantik darimananya...kabar bunda baik kok...selama ini kamu memang tinggal dimana?kok bisa menghilang bertahun-tahun gitu?"
"Aku tinggal di Surabaya bun...maaf selama ini gak pernah ngabarin bunda."
"Bunda menyayangkan loh hubungan kamu sama Jupiter dulu sempat pisah, padahal bunda mengharapkan kamu bisa jadi menantunya bunda."
"Bentar lagi harapan bunda akan tercapai.." ucap Jupiter, yang sedari tadi hanya diam menyimak dua wanita yang di cintainya melepas rindu.
"Benar begitu sayang?"
Theolla mengangguk mengiyakan.
"Papah Leo mana? aku sekalian mau ngomongin ini juga sama bunda dan papah."
"Papahmu kebetulan lagi ada seminar, mungkin nanti malam baru pulang."
"Ya sudah kita ngomongnya sama bunda aja dulu, sebenarnya aku sama Theolla memutuskan untuk menikah bun dalam waktu dekat ini, aku berharap bunda, papah, ayah sama tante Anna nanti ke Surabaya untuk melamar Theolla secara resmi."
__ADS_1
"Oh bagus itu...bunda sangat setuju, ayahmu sudah di kasih tahu?"
"Sudah bun....kebetulan barusan kita habis dari rumah ayah terlebih dahulu."
"Baiklah nanti akan bunda omongin lagi sama ayah kamu."
Rianti begitu bahagia mendengar Jupiter yang akan segera menikah.
"Ya sudah kalian lanjutkan lagi ngobrolnya, aku mandi dulu ya La, bun..!!"
Jupiter berlalu dari hadapan Theolla dan Rianti, menuju kamarnya yang sudah lama tidak dia tempati semenjak tinggal di apartemen. Setelah kepergian Jupiter, Theolla dan Rianti melanjutkan kembali obrolannya.
"Bagaimana butiknya bunda sekarang?"
"Alhamdulillah sudah nambah beberapa cabang lagi, setelah menikah dengan Jupiter kalau mau kamu bisa bantu-bantu bunda buat ngurusin butik, Amanda dulu juga seperti itu cuman karena lagi hamil aja dia berhenti."
"Makasih bunda, tapi aku juga punya tanggung jawab sama perusahaan papah."
"Kalau kamu tetap bekerja di perusahaan papahmu, bagaimana dengan Jupiter masa kamu di Surabaya Jupiter di sini."
"Untuk soal itu belum kita omongin lagi bun, nanti kita cari solusinya dulu."
"Ya sudah kalian omongin ini secara baik-baik, bagaimana pun juga menjadi arsitek adalah cita-cita kamu, jadi gak mungkin kamu lepas begitu saja kan."
"Baik bun..."
Lima belas menit kemudian Jupiter muncul dengan tampilan yang berbeda, memakai baju santai ala rumahan.
"Pada ngomongin apa sih serius banget?" Jupiter duduk disamping Theolla. Melingkarkan lengannya dibahu Theolla.
"Biasa urusan wanita...kalian nginep kan disini? kamu udah lama gak nginep di rumah bunda loh Jupiter..!!"
Jupiter meminta pendapat pada Theolla "kamu gimana? mau kan nginep disini besok pagi baru aku anterin kerumah Amanda."
"Loh ngapain kerumah Amanda, di sini saja tinggal di rumah bunda selama kamu di Jakarta....lagian suami bunda jarang di rumah kok, profesinya sebagai dokter membuat dia sibuk, bunda kesepian semenjak Venus menikah dan Jupiter jarang pulang kerumah." pinta Rianti penuh harap.
"Gimana? tuh dengerin apa kata bunda, mau gak?"
Theolla tersenyum dan mengangguk "baik bun, aku mau tinggal di sini bersama bunda, tapi sebelum itu ijinin aku kerumah Amanda terlebih dahulu."
"Ya sudah makasih ya sayang, besok pagi kamu boleh kerumah Amanda dulu."
"Nah gitu donk....kalau Theolla ada dirumah bunda aku pasti sering-sering pulang kesini." kekeh Jupiter.
"Awas jangan macem-macem kamu ya...!!" Rianti sudah melotot kearah Jupiter memberi peringatan.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Maaf kalau part ini rada garing๐
Like, Vote, Koment dan rate 5๐๐