Twins Boy

Twins Boy
Kekecewaan Amanda


__ADS_3

"Maafin aku yank, sebenarnya selama ini aku pergi ke Korea dan yang kamu lihat selama ini di sekolah adalah Jupiter kembaranku," jelas Venus.


"APAAA...!!!" Amanda nampak kaget mendengar penuturan Venus. Berarti selama ini Venus sudah membohonginya. Dan Manda benar-benar kecewa mendengar ini semua.


"Ini gak benar, ini gak benar," Amanda menggeleng-gelengkan kepalanya menampakan raut kecewa. Hatinya begitu sakit melihat kenyataan ini, orang yang dia sayangi sudah tega membohonginya.


"Yank aku terpaksa ngelakuin ini demi untuk bertemu dengan ayah dan adikku,"


"Tapi gak harus dengan berbohong kan?" air mata mulai keluar membasahi pipinya, rasa sesak di dadanya begitu terasa nyeri.


Venus hanya menunduk melihat raut kekecewaan di wajah Amanda, dia lalu meraih tangan Amanda namun dengan cepat Amanda menepisnya "Keluar kamu dari sini...!!!"


"Yank please yank..!!"


"Aku bilang keluar...!!!!" sentak Amanda keras. Raisa langsung menghampiri Amanda dan menenangkannya.


"Tapi..."


"Biar Manda menenangkan diri, lo keluar dulu ya Venus..!!!" ujar Raisa. Dengan langkah berat Venus lalu beranjak dari duduknya, dia keluar dengan kepala tertunduk.


Melihat kembaran nya yang nampak sedih, Jupiter pun ikut keluar menghampiri Venus. Sementara itu Amanda hanya menangis di pelukan Raisa, Theolla yang tidak tega pun ikut menenangkan sepupunya.


"Gue minta maaf Manda, gue gak bermaksud nyembunyiin hal ini sama lo," ucap Theolla menyesal.


Amanda lalu menggenggam tangan Theolla dan memeluknya "Gue yang harusnya minta maaf karena udah nuduh lo yang nggak-nggak, maafin gue ya!!"


Theolla pun menganggukkan kepalanya "Iya gue juga salah dalam hal ini...!!"


"Syukurlah akhirnya kesalahpahaman ini bisa di luruskan," ujar Raisa lega.


"Lo serius gak mau maafin Venus?" Dimas yang sedari tadi berdiam diri,menyimak obrolan para cewek akhirnya buka suara.


"Gue butuh waktu," jawab Amanda datar.


"Yah gue mengerti gimana perasaan lo, tapi gue harap lo jangan kelamaan marah sama Venus, bagaimanapun juga dia ke Korea buat bertemu Ayahnya bukan untuk macam-macam." imbuh Dimas.


"Tapi gara-gara Venus berbohong gue sampe salah paham sama Theolla, kenapa dia gak jujur sama gue malah nyuruh kembarannya buat berpura-pura jadi dia," Obrolan mereka terhenti ketika Maria masuk bersama seorang dokter.


"Kamu udah boleh pulang hari ini sayang," ucap Maria senang.


"Iya tapi di sarankan untuk istirahat di rumah, jangan melakukan aktifitas berat dulu ya...!!" pesan dokter sambil tersenyum ke arah Amanda.


"Iya dok," Lalu Maria pun segera berkemas membereskan barang-barang Amanda di bantu oleh Theolla.


"Papih mana mih, kok gak jemput aku sih?" tanya Amanda dirinya kini sudah turun dari tempat tidur untuk berganti pakaian menuju kamar mandi.

__ADS_1


"Papih mu ada meeting penting pagi ini,"


"Oh..." Amanda hanya mengangguk-nganggukan kepalanya.


"Manda sorry ya, kita gak bisa anterin lo sampai rumah," ucap Raisa. Karena pagi ini Dimas dan Raisa datang ke rumah sakit sudah menggunakan seragam sekolah, niatnya setelah menjenguk Amanda mereka akan langsung berangkat sekolah.


"Iya gak papa, tolong ijinin gue ya hari ini..!!"


"Iya siiip..!!" ujar Raisa.


"Gue juga...!!" seru Theolla. Sontak Raisa langsung menoleh ke arah Theolla.


"Elo gak masuk juga La?" tanya Raisa.


"Nggak lah, gue ngantuk semaleman gak tidur nunggu di depan sama Jupiter."


"Sorry ya gara-gara gue marah sama lo, jadi lo semalam nunggu di luar," ucap Amanda tak enak hati.


"Gue juga salah Manda,"


"Ya udah kita berangkat yuk..!!" ajak Dimas. Setelah itu Dimas dan Raisa pun berpamitan terlebih dahulu pada Maria, sebelum akhirnya mereka berdua menghilang di balik pintu.


*****


"Udah gak usah terlalu di pikirin, cewek mah biasa ngambek ntar juga sembuh sendiri," Jupiter mencoba menghibur Venus.


Hening tak ada jawaban dari Venus, seolah Venus menganggap ucapan Jupiter hanya lah angin lalu.


"Manda mungkin saat ini kecewa sama lo, tapi gue yakin dia bisa ngertiin kenapa lo lakuin hal ini,"


Venus menghela nafas panjang "Semuanya gak sesuai dengan rencana, gara-gara elo ini pake acara pacaran segala sama Theolla." Venus melirik ke arah Jupiter, namun hanya di tanggapi dengan cibiran oleh Jupiter.


"Lagi kok bisa sih lo secepat itu suka sama cewek, bukan nya lo selama ini anti ya sama cewek?" selidik Venus.


"Ini beda brother, Theolla itu cewek di bandara gue..!!" ungkap Jupiter. Wajahnya terlihat berseri-seri membayangkan pertemuan pertamanya dengan Theolla.


Mendengar ucapan Jupiter, Venus langsung menghadap ke arahnya "Seriuss lo??"


"IYa..!!" Jupiter tersenyum senang..


"Gilaa dunia emang sempit bro, ternyata cewek yang lo cari itu temen sekelas gue,"


"Dan gue gak mau melewatkan kesempatan itu, makanya gue pepet terus Theolla sebelum di tikung sama Raul."


Kening Venus mengernyit heran "Raul??"

__ADS_1


"Iya ternyata dia suka sama Theolla dan udah sempet nembak juga, tapi untung pesona gue jauuuh di banding Raul hahaha," Jupiter langsung tergelak karena bangga.


"Hmmm dah, emang Theolla gak curiga sedikit pun sama lo?"


"Sebelum tahu gue awalnya Theolla ngehindar dari gue, karena merasa bersalah sama Manda, tapi setelah gue ceritain yang sebenernya baru dia luluh juga,dan gue sama dia jadian dah." jelas Jupiter.


"Yah menurut gue Theolla emang cantik.." ujar Venus.


"Maksud lo?"


"Tapi Manda lebih cantik dari Theolla," kekeh Venus.


"Dasarrr lo, gue hari ini mulai kuliah ya..!!" tutur Jupiter. Matanya masih fokus menatap lurus ke depan memegang kemudi.


"Terserah lo, gue hari ini mulai masuk sekolah kembali."


"Oh ya gue hampir lupa, besok tim football tanding di babak final lo bisa kan gantiin gue?" ujar Jupiter matanya melirik sekilas pada Venus.


"Sepak bola???gue??? "Venus menunjuk dirinya dan geleng-geleng kepala.


"Yang bener aja lo, masa gue lo suruh maen bola bisa juga nggak,"


"Yaelaaa...tinggal nendang bola doang masa gak bisa..!!"


"Gue kan gak biasa maen bola, gue bisanya basket..!!" sergah Venus.


"Ya udah lo tinggal keluar aja dari tim football beres kan?"


"Gila lo...kenapa lo bisa bikin kekacauan ini??" Jupiter hanya tergelak mendengar ucapan Venus.


"Harusnya lo bersyukur tim football masuk final, bisa mengharumkan nama baik sekolah, daripada tim basket lo cuma bertahan sampai perempat final." cibir Jupiter.


Venus hanya mendengus kesal "Kalau ada gue beda ceritanya...!!" Percakapan mereka terhenti ketika mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki halaman rumah, dan langsung mendapat sambutan dari Rianti.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote dan koment ya genks makasih🙏😍

__ADS_1


__ADS_2